AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KETIDURAN DI KOST ANDI


__ADS_3

Andi menghela nafas panjang dan berkata,


"Vi menghadapi hal ini kita harus berpikir rasional, tidak boleh mengikuti emosi dan perasaan.."


Viona mengangguk dan berkata,


"Kamu benar di.."


"Ayo ke kost mu sekarang.."


ucap Viona sambil berdiri.


Andi dan Santi mengangguk.


"San kamu langsung aja deh biar gak muter-muter, kita bisa jalan kaki lewat jalan sempit didepan lebih cepat.."


ucap Andi memberi saran.


Santi tersenyum dan mengangguk sambil berkata,


"Ya deh sampai nanti sore bye.."


Lalu Santi mengendarai motor nya meninggalkan mereka berdua.


Andi merangkul Viona kedalam pelukannya, lalu mengunakan jaketnya menutupi kepala Viona.


Menghindari hujan yang mulai turun rintik-rintik.


Mereka berdua berjalan cepat menerobos hujan rintik yang semakin lama semakin lebat


Untungnya kost Andi sangat dekat, sehingga tidak butuh waktu lama, mereka berdua pun tiba di kost Andi.


Baru saja mereka sampai, hujan lebat langsung turun mengguyur bumi.


Angin petir mewarnai hujan lebat tersebut, Tapi Andi dan Viona sudah ada di dalam kamar Andi terhindar dari hujan lebat Tersebut.


"Tadi masih panas dan terang benderang, sekarang langsung hujan selebat ini, benar-benar cuaca sulit ditebak."


ucap Andi sambil memberikan handuk kecil ke Viona.


Viona menerimanya dan mengeringkan rambut dan lengannya yang sedikit basah sambil berkata,


"Sama seperti nasib kita kali di..."


"Tadinya semua baik-baik saja, tiba-tiba muncul masalah pelik hingga kita tidak bisa bersama lagi.."


Viona menghela nafas kecewa.


Andi duduk di sisi Viona, lalu menariknya kedalam pelukan dan berkata,


"Apapun jangan di pikirkan, semangat lah, jalani dengan bahagia, jangan pernah bersedih dan menangis lagi.."


"Kamu sudah cukup banyak mencicipi asinnya airmata, aku akan semakin merasa bersalah bila terus melihat mu menangis."

__ADS_1


"Baiklah aku tidak akan menangis lagi, aku janji.."


ucap Viona sambil tersenyum dan menghapus air matanya.


Andi tersenyum dan berkata,


"Nah begini baru benar.."


"Di,... udara di luar pasti sangat dingin, sampai di sini pun masih terasa.."


"Sebentar aku tutup jendela nya agar gak dingin."


ucap Andi ingin beranjak pergi ke jendela.


Viona menahan tangan Andi dengan manja, dan menariknya kembali duduk, lalu memeluk Andi dengan mesra dan berkata,


"Gak usah di,... cuaca dingin seperti ini justru paling cocok bila di hangatkan dengan cinta mu."


"Peluklah aku di,... aku jadi sedikit mengantuk dan ingin tidur dalam kehangatan pelukan mu.."


Andi Tersenyum mengangguk, kemudian memeluk dan membaringkan Viona tidur dalam pelukannya.


Tak lama kemudian Viona benar-benar tertidur pulas dalam pelukan Andi.


Andi menggelengkan kepalanya sambil tersenyum menatap Viona yang begitu mudah percaya, dan membiarkan dirinya tidur dalam pelukan pria, yang bahkan belum resmi diakuinya sebagai pacar.


Tapi Andi justru sangat bahagia saat ini, gadis yang dia rindukan pagi siang malam dari SD hingga sekarang.


Kini berbaring mesra dalam pelukan nya, ini sungguh suatu hal yang sangat sulit dipercaya.


Angin semilir yang masuk dari jendela, perlahan-lahan membuat Andi merasa ngantuk lalu ikut tertidur sambil tersenyum bahagia dan memeluk Viona dengan erat.


Viona yang merasa semakin hangat, semakin pulas tidurnya, bahkan tanda sadar dia menjadikan paha Andi sebagai gulingnya, dengan melingkarkan paha dan kakinya di paha Andi.


Tidak tahu berapa lama tertidur, hingga akhirnya Andi yang bagian bawah perutnya tertindih oleh paha Viona merasa sangat ingin pipis.


Akhirnya Andi pun terjaga dari tidur pulas nya, melihat posisi tidur Viona dan bajunya tersingkap ke mana-mana hingga menampilkan bagian rahasianya yang terbuka menantang.


Andi perlahan-lahan menggantikan dirinya dengan guling, lalu dia menyelimuti seluruh tubuh Viona dengan selimut.


Andi pun mengambil handuk dan centong mandinya yang berisi perlengkapan mandi.


Andi bergegas meninggalkan kamarnya pergi mandi di WC, yang terletak di lantai satu.


Setelah mandi dan kembali lagi ke kamarnya Andi melihat jam sudah jam 3.30 sore.


Andi duduk di samping tempat tidur Viona dan menepuk bahunya dengan lembut sambil memanggilnya,


"Vi...Vi...Vi...! bangun Vi...udah sore...tar Sarah dan Santi keburu datang jemput, kamunya belum mandi.."


"Vi..Vi..ayo Vi..bangun..!"


ucap Andi lembut.

__ADS_1


Akhirnya Viona membuka matanya yang masih mengantuk dan berkata,


"Jam berapa Di..?"


Andi sambil tersenyum berkata,


"Jam 3.30 Vi.."


Ahh Viona buru-buru bangun dan berkata,


"Gila nyenyak benar tidur di sini, tahu-tahu dah jam segini, ya udah aku mandi dulu ya.."


Viona terburu-buru langsung menyambar handuk Andi dan centong mandi Andi, lalu dia membawanya ke WC di lantai bawah.


Viona yang tiba-tiba muncul dari loteng turun kebawah, langsung membuat ruang tamu yang diisi oleh kelompok Apek kengkeng langsung heboh.


Viona dengan senyum malu-malu dan wajah merah langsung berlari menuju WC, tanpa memperdulikan teriakan histeris dari para jomblo itu.


Viona buru-buru mandi cuci muka membersihkan diri, bahkan dia keramas dan mencuci rambutnya yang hitam panjang lurus, itu sampai bersih.


Viona hanya mengangguk tersenyum kearah kelompok Apek kengkeng, lalu dia buru-buru bergegas balik ke kamar Andi, dengan jantung deg-degan wajah merah menahan malu.


Di dalam hati, Viona yakin teman-teman Andi pasti sudah membayangkan yang bukan-bukan tentang dirinya dan Andi.


Mereka tidur sekamar, berbagi ranjang berdua dengan pintu tertutup rapat, kini di tambah dengan dia keramas .


Hantu baru percaya diantara dia dan Andi tidak terjadi apa-apa.


Tapi Viona semakin kagum dengan Andi yang gentleman dan sangat bisa di percaya, Viona teringat saat dia bangun tidur tadi .


Pakaian nya banyak yang terbuka, tapi Andi menutupinya dengan selimut, sehingga bagian yang terbuka tertutup rapat oleh selimut.


Kalau itu pria lain, Viona yakin dirinya pasti sudah habis tanpa sisa.


Cinta Andi sungguh tulus dan luar biasa..


"Vi...Vi...Vi...! kamu kok malah melamun, ayo masuk..."


ucap Andi sambil menarik tangannya masuk kedalam kamar.


Andi membimbing Viona duduk di kursi, Kemudian berkata,


"Hari dingin gini kamu keramas sampai basah gini rambutnya , sini aku bantu keringkan."


Andi menggunakan hair dryer portabel cash listrik, untuk membantu mengeringkan rambut Viona .


Viona tersenyum senang merasakan perhatian dan kemesraan yang Andi tunjukkan dengan, menyisir dan membantu mengeringkan rambutnya dengan hati-hati.


Dari rambutnya yang kusut berantakan dan basah, kini sudah kering dan rapi .


"Di makasih Ya.."


ucap Viona malu-malu, tapi hatinya sangat bangga dan senang.

__ADS_1


Andi mengangguk dan berkata,


"Tidak perlu Vi ini sudah merupakan tanggung jawab ku.."


__ADS_2