AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KEHIDUPAN TENANG DAN BAHAGIA


__ADS_3

"Akan terasa lebih sempurna, bila ada kamu yang menemani ku di sana nanti.."


ucap Andi sambil menatap kearah Violin dengan mesra.


Violin tersenyum lembut dan berkata,


"Asalkan itu bisa membuat hati kakak tenang dan bahagia, aku akan mendukung kakak.."


"Aku pasti akan hadir menemani kakak di sana.."


Andi menarik Violin kedalam pelukannya dan berkata,


"Terimakasih banyak sayang, terimakasih atas pengertiannya.."


Violin tersenyum bahagia membiarkan dirinya dipeluk dalam dekapan dada Andi yang bidang dan kekar.


"Kak kita akan berangkat kesana jam berapa ? acaranya sendiri di mulai nya jam berapa emangnya kak ?"


tanya Violin pelan.


"Acara jam 7 malam , kita bisa berangkat jam 3 an maximal jam 4 sore."


"Aku boleh praktek dulu kak, selesai praktek kita baru berangkat."


tanya Violin hati hati.


Andi tersenyum dia mencium kepala Violin dengan lembut, lalu berkata,


"Tentu saja sayang, kita akan berangkat setelah kamu selesai praktek dan tidur siang.."


Violin tersenyum lega mendengar ucapan Andi, setidaknya ada masuk kerja setengah hari.


Hal ini bisa mengurangi rasa tidak enak hatinya terhadap DoDo dan prof Peter.


Sebenarnya dia pernah menemui prof Peter ingin mengajukan resignnya, tapi prof Peter melarangnya.


Bahkan berkata, kapan pun dia perlu libur mendadak dia boleh libur, itu bukan masalah, asal dia tidak resign.


Tapi jauh di dalam lubuk hatinya yang terdalam, Violin sangat tidak enak hati dengan kebaikan prof Peter padanya.


Makanya dia sebisa mungkin, bila tidak sangat perlu, dia akan berusaha tetap masuk kerja.


Untungnya Andi sangat pengertian, dan bersedia membantunya melakukan apapun, termasuk pekerjaan rumah tangga, yang harusnya menjadi tanggung jawabnya.


"Lin sudah malam kamu tidurlah, besok pagi kamu masih harus kerja.."


ucap Andi lembut.


Violin mengangguk dan berkata dengan suara manja,


"Temenin ya kak,.di luar hujan gede, Lin takut dengan suara petir dan kilat.."


Andi mengangguk dan berkata,


"Tidurlah dengan tenang,.. kakak akan temani disini.."

__ADS_1


Andi membantu menarik selimut menutupi tubuh Violin, lalu ikut berbaring, membiarkan Violin tidur dalam pelukannya.


Andi menemani Violin tidur sampai pagi, saat matahari mulai muncul, Andi baru pelan pelan turun dari kasur, pergi kedapur, menyiapkan sarapan untuk Violin sebelum berangkat kerja ke RS.


Tak lama Andi bangun, Violin yang tidak menemukan Andi di sisinya, dia pun ikut terbangun.


Setelah mengedarkan pandangannya tidak menemukan Andi, Violin meraih hpnya melihat jam.


"Baru jam 6 masih pagi, kemana kak Andi pagi pagi gini..?"


gumam Violin seorang diri.


Dengan wajah mengantuk dan rambut sedikit acak acakan, Violin berjalan keluar dari dalam kamarnya.


Mendengar ada suara dari dapur, Violin pun berjalan menuju kesana.


Melihat Andi sedang sibuk masak, Violin pun tersenyum nakal.


Dia sengaja berjalan pelan pelan sambil berjinjit menghampirinya Andi dari belakang .


Dia ingin mengagetkan Andi , yang terlihat sedang sibuk masak.


Tapi Andi mana mungkin bisa tidak tahu, gerakan Violin bangun di kamar aja, dia bisa dengar dengan jelas.


Apalagi saat Violin sedang berjalan pelan menghampirinya dari belakang.


Andi hanya sengaja pura pura sibuk pura pura tidak tahu akan kehadiran kekasihnya,


Dia ingin melayani permainan kekasihnya agar kekasihnya senang.


Tiba tiba Andi berbalik memegang pinggang kekasihnya yang ramping dan berkata,


"Hayo mau apa !?"


"Hahhhh,..!"


Bukan Andi yang kaget sebaliknya malah Violin yang berteriak dan terlonjak kaget.


Untung pinggangnya di tahan oleh Andi, sehingga Violin tidak sampai jatuh menimpa meja makan di belakangnya.


Dengan gemas dia memukuli dada Andi sambil tertawa dan berkata,


"Kak Andi nakal, sengaja mengagetiku."


Andi juga ikut tertawa, dia langsung mengangkat tubuh Violin keatas.


Violin sambil tertawa manja melingkarkan sepasang kakinya di pinggang Andi.


Sedangkan sepasang tangannya dia lingkarkan di belakang leher Andi.


Mereka berdua saling melepaskan ciuman mesra untuk menyambut datangnya sinar mentari pagi, yang mulai masuk cahayanya menyoroti dapur.


Setelah puas merayakannya, Andi menggendong tubuh kekasih kecilnya menuju kamar mandi.


"Mandilah sayang, bersiap siap lah, selesai sarapan, aku akan mengantar mu kerumah sakit.."

__ADS_1


"Tapi masih pagi kak,.aku praktek jam 10 loh, sekarang jam 7 aja belum.."


ucap Violin mencoba berbantah dengan manja.


Andi tersenyum dan berkata,


"Lebih cepat sampai lebih baik, bisa visit ke pasien.."


"Bukannya waktu aku di rawat inap, setiap pagi, jam 7 kamu sudah datang visit ke kamar ku.?"


Violin tertawa terkekeh-kekeh dan berkata sambil menepuk dada Andi dengan gemas.


"Mana ada dokter visit jam 7 ke pasien, itu kan karena kamu spesial.."


"Bila pasien biasa paling cepat 10,30 kadang jam 11 hingga jam 11,30 paling telat."


ucap Violin menjelaskan sambil tertawa.


"Ya sudah kalau kepagian, aku akan temani kamu ngobrol di kantin gimana ?"


ucap Andi kehabisan akal, menghadapi kekasihnya yang pintar bicara.


Violin pun tersenyum lebar dan berkata,


"Nah kalau yang ini tawarannya masih lumayan.."


Sekarang dia baru bersedia melompat turun dari gendongan Andi.


Setelah Violin turun dari gendongan nya, Andi pun keluar dari kamar mandi dan kembali kedapur melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


Selesai sarapan bersama, mereka berdua kembali berbonceng sepeda sambil tertawa-tawa gembira menuju RS M yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal mereka.


Sepeda Andi di parkir tepat di belakang mobil Maybach inventaris RS buat Violin.


Tapi.sejak bersama Andi mobil itu sudah sangat jarang di gunakan, hanya petugas RS yang memanaskan dan membersihkan kotoran debu yang nempel di sana.


Bahkan Violin pernah nyaranin DoDo agar menjualnya, tapi DoDo menolaknya dengan tegas.


Sehingga mobil itu kini jadi banyak nganggurnya.


Mungkin satu satunya fungsi mobil itu adalah buat nutupi, sepeda Andi yang norak pakai keranjang didepannya.


Tapi justru berboncengan dengan sepeda ini, yang paling di sukai oleh Violin.


Dia seolah-olah tak perduli dengan pandangan orang lain, yang penting dia dan Andi happy.


Andi menemani Violin hingga Violin mulai praktek, Andi baru kembali kerumah ambil kunci mobil, lalu berangkat meninjau ke lokasi pembangunan rumah mewahnya yang sudah mulai berjalan.


Di sana Andi mengawasi hingga jam makan siang tiba, dia baru kembali kerumahnya.


Bila sudah kembali kerumah, Andi baru menelpon Kevin dan Markus, menanyai mereka, mengenai problem problem yang mereka hadapi, di Andi Otomotif Company cabang Nanjing.


Hari hari terus berlalu dengan cepat, kehidupan Andi dan Violin berjalan dengan mulus.


Hubungan mereka berdua kian hari kian rapat dan mesra, seolah olah tak terpisahkan.

__ADS_1


Kemana Violin pergi pasti selalu ada Andi yang menemani di sisinya


__ADS_2