
Gadis itu berdiri tepat di samping pria itu, dia di tangan juga membawa seikat bunga Lily putih.
"Ada apa Lin kamu mencari ku ?"
Violin terlebih dulu membungkuk memberi hormat dan berdoa ke foto itu.
Setelah itu dia meletakkan bunga Lily di tangan nya di samping bunga mawar putih Andi.
Sekali lagi dia membungkukkan badannya memberi hormat.
Setelah itu dia baru menoleh kearah Andi, sambil mengeluarkan sebuah kartu bersampul merah jambu dari dalam tas hitam di tangan nya.
"Ini aku mau antar ini buat kakak, acara masih 3 bulan lagi, datang ya kak, jangan lupa.."
Andi menerimanya, dan melihat nya sambil membuka kacamata hitam nya.
Setelah melihat nama jelas yang tertera di kartu undangan pernikahan tersebut, Andi tersenyum pahit.
Kemudian dia mengangkat kepalanya menatap Violin, mengulurkan tangannya kedepan dan berkata,
"Selamat ya Lin, kakak doa kan semoga kamu hidup berbahagia bersama nya.."
Violin sambil tersenyum manis membalas menyalami Andi dan berkata,
"Tentu itu,.. itu sudah pasti,..
kakak juga sama ya.."
Andi mengangguk tanpa berkata apa-apa, dia mengenakan kembali kacamata hitam nya.
Setelah itu baru berkata,
"Lin kakak permisi dulu,.. jaga diri mu,.. sampai jumpa.."
Violin mengangguk kearah Andi dan berkata,
"Sama sama,.. kakak juga.."
Setelah obrolan singkat itu, Andi pun berlalu dari dalam ruangan tersebut.
Saat keluar dari dalam ruangan hendak menuruni tangga, Andi melihat Ronaldo sedang berdiri menatap kearah luar sambil merokok.
"Andi menepuk bahunya dengan lembut, lalu mengulurkan tangannya kehadapan Ronaldo dan berkata,
"Selamat ya,.."
Ronaldo yang terkejut, secara reflek membalas menyalami Andi.
Belum hilang kagetnya, terdengar Andi berkata,
"Kurangi rokok dan arak, jaga kesehatan mu, tidak buat kamu, setidaknya buat dia.."
Andi tanpa memperdulikan respon Ronaldo, dia langsung merebut rokok yang masih menyala dari bibir Ronaldo, dan mematikan apinya begitu saja, dengan kedua ujung jarinya.
__ADS_1
Setelah itu sambil berlalu dari hadapan Ronaldo, Andi melempar rokok tersebut kearah bak sampah yang jaraknya hampir 10 meter, dari tempatnya berdiri tanpa melihat.
Tapi ajaibnya puntung rokok itu masuk dengan tepat kedalam bak sampah itu, setelah membentur penutup bak sampah hingga terbuka tutupnya.
Ronaldo berdiri bengong menatap hal itu.
Andi sambil berjalan menuruni tangga melambaikan tangannya kearah Ronaldo tanpa menoleh, dia juga menggunakan tangan nya yang lain di saat bersamaan untuk mengangkat HP dan berkata,
"Miskin kan group Lin,.. !"
"Buat dia memohon ke kita, syarat nya mudah, suruh menantunya Rio ikut underground .."
"Nanti kita akan bantu dia,..!"
"Bila tidak biarkan mereka mencicipi rasanya jadi gembel..!"
ucap Andi tegas.
Setelah itu dia mematikan ponselnya.
Sambil membuka pintu mobil Mercedes Benz nya, Andi kembali mengangkat telponnya.
Sesaat kemudian dia baru berkata,
"Kak Dragon kalau ada peserta underground bernama Rio Ferdinand Chu, pertemukan dia dengan ku.."
Setelah berkata Andi terdiam mendengarkan suara dari seberang sana.
Sesaat kemudian Andi baru berkata,
"Bila kakak ingin tahu, James dan Santi mereka bisa cerita ke kakak'."
"Udahan dulu ya kak, saya sedang nyetir.."
"Terimakasih kak,."
ucap Andi kemudian mematikan ponselnya.
Andi terus mengendarai mobil nya tanpa arah tujuan jelas.
Hingga akhirnya berhenti di depan RS M, Andi gak turun dari mobilnya.
Dia hanya duduk diam di dalam mobilnya, menatap kearah salah satu jendela kaca di gedung tinggi tersebut.
Setelah beberapa saat, Andi baru mengendarai mobil nya meninggalkan RS M tersebut.
Keluar dari RS M, tanpa sadar Andi mengendari mobilnya masuk ke dalam salah satu apartemen mewah, yang letaknya tidak jauh dari RS M.
Setelah memarkir kendaraan nya, Andi pun menggunakan lift naik keatas.
Saat pintu lift terbuka, Andi pun berjalan keluar dari dalam lift dan terus berjalan menghampiri salah satu kamar apartemen, yang ada di sana.
Andi menggunakan kuncinya membuka kamar apartemen di hadapannya.
__ADS_1
Dengan tanpa kesulitan Andi berhasil masuk kedalam apartemen tersebut.
Begitu masuk kedalam apartemen tersebut benda yang pertama terlihat oleh Andi adalah sepeda, yang pernah dia gunakan untuk mengantar jemput Violin pulang pergi kerja.
Andi menyentuh sepeda yang penuh kenangan bahagia tersebut.
Meski sudah cukup lama tidak di gunakan, tapi sepeda itu tetap bersih tidak ada setitik debu pun di sana.
Sambil menghela nafas sedih, Andi menatap sepeda itu beberapa saat.
Setelah itu dia baru pindah melihat lihat ketempat lain seperti sofa ruang keluarga.
Andi seolah olah melihat bayangan dirinya dan Violin sedang berpelukan, sambil tertawa bahagia, menonton TV dan saling suap buah yang sudah dipotong kecil kecil.
Dari sana Andi berpindah lihat kearah dapur, di sini Andi kembali melihat bayangan dirinya sedang masak dan dipeluk mesra oleh Violin dari belakang.
Di meja makan Andi juga melihat mereka berdua makan sambil saling suap dan tertawa bahagia.
Bahkan di depan kulkas pun ada bayangan mereka berdua, yang sedang bercanda, hingga berakhir dengan saling berciuman mesra di sana.
Andi memejamkan matanya sejenak,.dua butir air bening mengalir turun dari kedua sudut matanya.
Selanjutnya Andi bergerak menuju kamar dirinya dan Violin.
Di dalam kamar masih tergantung rapi sebuah foto prewedding dirinya dan Violin..
Mereka berdua terlihat berpelukan mesra sambil tersenyum bahagia.
Andi menjatuhkan diri nya berbaring tengkurap di atas kasur menghirup wangi kasur itu.
Mendadak Andi kaget bangun duduk, Andi segera melirik.kearah bantal di sana.
Ternyata di sana dia menemukan ada anak rambut panjang yang masih tertinggal di sana.
Andi buru-buru bangun dari kasur tersebut, lalu berjalan menuju meja rias mengecek peralatan kosmetik yang tersusun rapi di balik cermin dan laci meja rias.
Andi membuka lemari pakaian, disana masih berjejer rapi semua pakaian Violin, termasuk seragam dokternya pun masih ada.
Andi buru buru berpindah ke kamar mandi, di sana dia menemukan sikat gigi dan odol yang sudah di gunakan setengahnya.
"Violin masih tinggal di sini, "
"Pantas saja, semua barang terlihat bersih terawat dan rapi."
Batin Andi dalam hati.
Andi pun buru-buru keluar dari dalam kamar, kemudian bergegas meninggalkan apartemen tersebut.
Saat mobil Andi meninggalkan apartemen tersebut, mobilnya tepat berpapasan dengan mobil Maybach Violin yang baru saja tiba dari luar.
Untungnya Andi baru saja berganti dengan mobil barunya Mercedes Benz S class, sehingga Violin tidak menyadari mobil mereka baru saja berpapasan.
Andi segera membawa mobilnya meninggalkan apartemen tersebut.
__ADS_1
Andi membawa mobilnya berkeliling keliling tanpa tujuan jelas, hingga akhirnya dia berhenti di depan sebuah villa mewah yang sangat indah dengan view belakang rumah menghadap kearah laut.
Andi menempelkan sebuah kartu di sebuah kotak mesin digital yang terletak di depan gerbang masuk.