AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
RUMAH MEWAH MASA DEPAN


__ADS_3

Tapi James seperti memiliki banyak tangan, bisa menangkis dan menahan serangan mereka semua.


Sambil tersenyum dingin, James berkata,


"Dasar tidak tahu diri..!"


"Rasakan..!!"


Plak,..Plak,..Plak,..Plak,..Plak,..Plak,..Plak,..Plak,..Plak,..Plak,..Plak,..!"


Terdengar bunyi nyaring telapak tangan James bersarang di wajah mereka satu persatu.


Kesebelas orang yang tadinya begitu bangga menghajar Andi.


Kini mereka bersebelas terkapar di atas lantai, sambil memegangi pipi mereka yang bengkak biru lebam.


Mereka pada merintih rintih kesakitan, saat mereka meludah, masing masing ada dua gigi mereka yang tanggal dari tempatnya.


Ronaldo juga termasuk diantara mereka yang terkena tamparan dari James.


Melihat putranya kesayangannya di tampar orang begitu saja di hadapannya, tentu prof Peter Ho yang biasanya bersikap tenang menjadi sangat marah.


Dia langsung menghampiri James, mencabut pistol menodongkannya kearah kepala James dan berkata,


"Siapa kamu !? berani mengacau dan memukuli anak ku di acara pernikahan nya..!?"


"Pak tua kamu sudah bosan hidup rupanya ,?"


ucap James dengan suara dingin, sambil menoleh kearah prof Peter.


Sehingga ujung pistol Prof Peter Ho tepat menempel di depan dahi James.


"Tidak ada seorangpun yang bisa keluar hidup hidup setelah menodongkan pistol kearah ku.."


ucap James dengan dingin.


Tiba-tiba pistol sudah berpindah ketangan James dan tanpa di ketahui kapan berpindahnya oleh prof Peter yang terlalu kaget.


"James jangan,..!!"


teriak Santi ketakutan melihat perkembangan kejadian yang begitu cepat dan di luar dugaan.


James yang sedang menempelkan pistol di kening prof Peter Ho, yang berdiri dengan tubuh gemetaran dan wajah pias seperti kertas.


Hampir saja meremas pelatuk yang anda di jarinya sambil tersenyum sadis.


Tapi saat mendengar teriakkan istrinya, gerakan James pun terhenti, sepasang matanya yang sadis berubah menjadi lembut saat menoleh kearah istrinya.


Pistolnya terangkat keatas menjauhi kepala prof Peter yang langsung jatuh terduduk lemas di atas tanah, seperti habis selamat keluar dari lubang neraka.


Istri prof Peter langsung menghambur dan memeluk suaminya sambil menangis ketakutan..

__ADS_1


James melepaskan tombol kunci peluru di pistol, sehingga peluru satu set terjatuh keatas lantai.


Dengan sekali kokang, sisa satu butir peluru pun meloncat keluar dari pistol, sehingga npistol.itu kini benar-benar kosong.


James menggunakan ujung kakinya menendang set peluru di depan kaki nya hingga menghilang.


Lalu dia melempar pistol ditangan nya kearah pangkuan prof Peter dan berkata,


"Ini pistol mu ku kembalikan, gunakan dengan bijak.."


"Hari ini kamu beruntung, ada istri ku di sini.."


"Nama ku James raja perang selatan, bila kamu ingin tahu itu.."


"Aku setiap saat menunggu mu, bila kamu belum puas."


"Tapi ingat lain kali kamu mungkin tidak akan semujur hari ini.."


ucap James mengingatkan.


Lalu dia pun berlalu dari sana sambil merangkul bahu Santi.


Dragon dan Sarah menyusul di belakangnya.


Papa Violin memberi hormat kearah prof Peter dan berkata,


"Maafkan kami dan putri ku prof, maaf kami permisi dulu.."


Para tamu yang hadir pun satu persatu berkasak kusuk, bergerak meninggalkan tempat itu.


Pemuka agama juga sambil menggelengkan kepalanya, dia berjalan masuk kedalam ruangan bagian belakang yang langsung menembus ketempat tinggal nya.


Beberapa orang teman Ronaldo sambil menahan rasa sakit mereka berkata dengan suara yang kurang jelas.


"Fo,. kami fulang fulu ya,.."


Ronaldo hanya bisa mengangguk dengan lesu tanpa berkata apapun.


Dia akhirnya terduduk lesu di sana dengan tatapan mata kosong kearah pintu keluar.


Melihat hal ini, mama Ronaldo, maju merangkul anaknya dan berkata,


"Sudahlah nak, lupakan saja wanita yang tidak mencintai mu itu.."


"Di luar sana masih banyak gadis cantik dan baik, biar mama nanti yang bantu carikan untuk mu.."


Ronaldo mengangguk kecil, lalu dia membalas memeluk mamanya.


Ronaldo melepaskan kesedihannya lewat tangisan dalam pelukan ibunya.


Sedangkan di tempat lain di luar gedung pemberkatan, terlihat Violin setelah berada di halaman gedung pemberkatan.

__ADS_1


Dia terlihat kebingungan tidak tahu mau mengejar kesebelah mana.


Saat dia keluar dari dalam gedung Andi sudah tidak terlihat lagi di halaman gedung pemberkatan.


Karena tidak tahu Andi mengambil jalan kesebelah mana perginya.


Violin berdiri termenung dan berpikir kemana kira kira Andi akan pergi.


Tiba-tiba Violin tersenyum ceria, dia segera berjalan meninggalkan tempat itu menuju jalan raya.


Di sana Violin memberhentikan taksi yang lewat.


Dia naik taksi langsung kembali ke apartemen nya.


Setiba di apartemen, Violin buru-buru memeriksa keseluruh ruangan di dalam apartemennya, sambil berteriak memanggil nama Andi.


Tapi setelah berlari kesana kemari tanpa hasil, akhirnya dia terduduk lemas di kursi sofa di ruang tengah sambil termenung.


"Benar pasti dia kesana,..!"


ucap Violin tiba-tiba.


Dia langsung berdiri menyambar kunci mobilnya, yang tergantung di dinding, dekat pintu masuk.


Tak lama kemudian Violin sudah mengendarai mobil nya meninggalkan apartemennya.


Violin mengendarai mobilnya langsung menuju lokasi tanah kosong yang pernah dia beli bersama Andi.


Setelah berpisah dari Andi, Violin hampir tidak pernah mengunjungi areal tanah, yang rencananya akan di bangun rumah masa depan mereka itu.


Tapi begitu tiba di lokasi Violin menjadi ragu, karena di sana tidak di temukan lagi kavling tanah kosong yang pernah mereka beli.


Setelah berkeliling mencari carinya, beberapa kali akhirnya Violin menghentikan mobilnya, parkir di seberang rumah villa mewah, yang kini di tinggali oleh Andi seorang diri.


Violin turun dari mobilnya, melakukan pengecekan sambil mengingat ingat letak lokasinya.


Akhirnya dia yakin villa mewah berpagar hitam tinggi tersebut adalah letak lokasi tanah kosong yang pernah dia beli bersama Andi.


Karena Violin ingat di depan kavling tanah tersebut, ada sebuah rumah mewah dengan mobil Ferrari merah terparkir di halaman rumahnya.


Selain itu genteng rumah mewah itu juga berwarna biru, sama persis dengan yang dia lihat sekarang.


Hal ini menambah keyakinan Violin, villa mewah berpagar hitam di hadapannya tentu adalah Villa masa depan mereka dulu yang masih berupa sketsa.


Melihat villa tersebut Violin pun tersenyum bahagia, ternyata Andi selama ini tidak pernah menghentikan proyek rumah masa depan mereka.


Ini hanya berarti, Andi tidak pernah melupakan dirinya sama sekali, Andi masih selalu teringat akan dirinya dan posisi nya di hati Andi tidak pernah tergeser oleh siapapun.


Semakin berpikir Violin pun semakin tersenyum gembira dan seluruh perasaannya di liputi perasaan bahagia yang sulit di ungkapkan.


Tanpa melihat ke kiri ke kanan Violin yang terlalu bahagia, langsung menyeberangi jalan.

__ADS_1


Sebuah mobil Audi biru yang sedang melaju kencang, sangat kaget pengemudinya, saat dia melihat ada orang menyeberangi jalan secara tiba-tiba.


__ADS_2