
"Sebenarnya ada apa, ya.,.? mama dan papa di sini jadi khawatir..?"
tanya Wilona Ciu.
Pertanyaan ibunya Andi, langsung menjelaskan pada Violin satu hal, Andi sama sekali tidak pulang kesana.
Dengan suara sedih Violin berkata,
"Ma kak Andi semalam sudah keluar dari rumah sakit, bersama Berry.."
"Violin juga lagi nyari mereka, tapi tidak berhasil menemukan mereka berdua.."
"Menurut anak anak yang tinggal satu kost dengan kak Andi, dari semalam Kak Andi dan Berry sudah pindah dari kost mereka."
"Katanya sih pindah ke luar negeri, cuma kemana nya,. tidak ada yang tahu.."
ucap Violin menutup ceritanya dengan lesu.
Wilona Ciu menghela nafas panjang setelah mendengar penjelasan Violin.
Sebagai orang tua Andi, yang membesarkan anaknya dari kecil dia paham betul sifat anaknya.
Andi pasti milih pergi, karena tidak mau menjadi beban merepotkan orang lain, untuk mengurus dan menjaganya.
"Lin sebenarnya apa yang terjadi di antara kamu dan Andi..? bukan kah terakhir ini Ibu lihat hubungan kalian sangat baik dan dekat.."
"Mengapa Andi bisa pergi tanpa memberitahukan mu, dan memilih pergi diam diam seperti ini.?
Apa kalian bertengkar ?"
tanya mama Andi sabar.
Violin memilih duduk di ayunan depan rumah nya, yang dulu sengaja di pasang oleh Andi buat Doddy dan Rina, untuk bermain disaat pagi atau sore hari.
"Ma ini semua salah Violin, tidak seharusnya Violin berbohong pada kak Andi kemaren..'
ucap Violin pelan sambil bercucuran air mata penuh rasa sesal.
Lalu perlahan-lahan,
dia menceritakan semuanya tentang yang terjadi antara dirinya Dodo dan Andi.
Setelah mendengarkan semua penjelasan Violin, Wilona Ciu pun berkata,
"Lin percaya lah pada mama, jangan terlalu menyesali diri, mama yakin Andi pasti punya alasan lain.."
"Andi bukan tipe yang gampang ngambek dan pencemburu, dia memilih pergi pasti punya alasan lain yang lebih kuat.."
"Kamu tunggu saja dengan sabar, paling satu atau dua hari lagi, dia pasti akan mengabari mu.."
__ADS_1
ucap Wilona Ciu mencoba menenangkan perasaan Violin.
Violin mengangguk sambil menghapus airmatanya berkata,
"Semoga saja ma,.kita lihat saja nanti.."
"Ok Lin kamu jangan terlalu bersedih dan menyesali diri, ingat jaga kesehatan mu sendiri.."
"Kamu pasti lelah, pergilah mandi dan istirahat, mama gak ganggu kamu dulu,.. jaga diri mu baik baik,.. mama menyayangi mu.."
ucap Wilona Ciu sebelum memutuskan panggilan nya.
Sambil menghapus airmatanya yang mengucur, sulit di hentikan dengan langkah lesu, Violin berjalan masuk kedalam rumah nya.
Baru saja Violin hendak masuk ke kamarnya, terdengar suara Rina berkata,
"Kak tadi pak pos datang, antar surat buat kakak, suratnya Rina taruh di meja rias kakak.."
Violin memaksakan diri Tersenyum membelai kepala adiknya, dan berkata,
"makasih ya Rin,..."
"Kakak kenapa,..? kok menangis ?"
tanya Rina menatap kakaknya dengan heran.
Rina pergilah bermain, kakak mau ke kamar mandi dulu."
Rina mengangguk patuh lalu dia berlari kembali ke dalam kamar nya, untuk bermain boneka.
Violin dengan sedikit penasaran masuk kedalam kamarnya, dia langsung berjalan menghampiri meja riasnya.
Dia menemukan sebuah amplop surat, sama seperti yang di sebutkan oleh Rina tadi.
Violin mengambil surat tersebut dan memperhatikan amplop surat nya.
Tidak ada nama pengirim, maupun alamat pengirimnya, hanya ada nama penerima, alamat penerima dan sebuah perangko kilat khusus tertempel di sampul surat.
Tapi dari tulisannya, violin mengenali nya itu adalah tulisan Andi, gaya tulisan yang rapi tegak lurus itu.
Itu sudah pasti adalah tulisan Andi, tidak akan salah lagi, pikir Violin didalam hati .
Dengan jantung berdebar-debar, dan tangan sedikit gemetar, Violin membuka sampul surat itu, lalu dia memilih duduk didepan meja riasnya, sambil membaca isi surat yang di tujukan kepada nya.
Lin saat kamu baca surat ini, kakak pasti sudah berada di tempat yang sangat jauh dari mu.
Kamu jangan bersedih apalagi menyalahkan dirimu sendiri, kepergian kakak adalah murni pilihan kakak sendiri, tidak ada hubungannya dengan mu.
Lin kakak ingin melihat mu bahagia, tersenyum lah buat kakak,..ayo tersenyum lah..semanis mungkin buat kakak..
__ADS_1
Bagus kakak sudah melihatnya, kamu memang adalah gadis tercantik, terlembut dan paling mengertiin kakak, kakak sangat bersyukur, bisa mengenal dan bersama mu selama ini.
Lin kakak sebenarnya berat pergi menjauh dari gadis sebaik kamu, tapi kakak terpaksa harus melakukan nya.
Kakak memilih meninggalkan mu, karena kakak tidak mau menjadi beban bagi mu.
Kamu tahu sendiri kondisi kakak yang seperti ini, tidak mungkin bisa memberikan kebahagiaan seperti pasangan pasangan pada umumnya.
Harapan kakak pada mu adalah kamu hidup bahagia dan baik baiklah selesaikan sekolah mu, akhir-akhir ini sekolah mu sudah banyak terbengkalai.
Karena terlalu banyak membuang waktu mengurusi kakak.
Kejarlah impian dan cita-cita mu, yang juga merupakan harapan terbesar kakak.
Raihlah mimpimu jadilah seorang Dokter yang baik dan terkenal, demi kakak juga demi diri mu sendiri.
Dengan demikian kakak pun akan sangat merasa puas dan bahagia.
Lin kakak menemukan cincin ini, kurasa ini adalah cincin pertunangan kita, yang belum sempat kakak berikan pada mu.
Kamu terima lah, anggap saja sebagai kado perpisahan dari kakak.
Lin kamu harus tahu satu hal, kamu adalah orang yang paling penting dalam hati dan kehidupan kakak.
Bila suatu hari kakak bisa lupa bagaimana kakak mencintai mu, itu hanya mungkin terjadi, bila kakak kembali koma dan tidak sadarkan diri.
Sama seperti saat ini, kakak memilih meninggalkan mu, itu hanya murni karena kakak tidak ingin menjadi beban mu..
Kalau bisa kakak sebenarnya sangat ingin menjadi bintang di langit, untuk terus menerangi setiap langkah mu, saat kamu tersesat dan tidak tahu kemana harus melangkah.
Selain itu kakak juga sangat ingin bisa hadir dalam mimpi mu, untuk menemani mu melewati hari hari bersama, di saat kamu sedang kesepian seorang diri di malam hari.
Tapi sayang nya itu semua cuma harapan kosong kakak saja.
Kamu jangan tertawa saat baca impian dan keinginan kakak yang lucu dan menyedihkan ini.
Impian yang tidak mungkin bisa di wujudkan oleh seorang yang untuk berjalan pun susah.
Apalagi ingin menjaga orang yang kita cintai.
Ha...ha...ha...sangat lucu kan,..tapi jangan tertawa, cukup Tersenyum saja buat kakak..
Nah begitu..itu sudah benar...
Lin di dalam hidup kakak, kamulah satu satunya gadis yang paling kakak inginkan.
Karena hanya kamulah satu satunya yang bisa membuat hidup kakak berwarna dan bahagia.
Kamu jua lah yang menjadi kepercayaan kakak, demi kebahagiaan mu, apapun akan kakak korban kan, asal bisa menjaga kamu tetap hidup bahagia.
__ADS_1