AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BERHASIL MENDAMAIKAN


__ADS_3

Andi melihat jam ditangannya sekarang jam 9.30, tidak punya pilihan lain mereka terpaksa sarapan di kantin kampus.


Andi mengajak Santi berjalan menuju kantin kampus, Andi mencari tempat yang agak sepi sedikit jauh dari kerumunan orang-orang yang sedang asyik ngobrol.


"San mau pesan makan dan minum apa biar sekalian aku pesankan ?"


Santi berpikir sebentar kemudian berkata,


"Siomay aja deh sama teh botol dingin."


Andi mengangguk kemudian dia pergi memesan tiga porsi siomay dan tiga teh botol dingin.


Setelah melakukan pembayaran Andi membawa sebuah nomor ke meja mereka.


Andi meletakkan nomor tersebut di atas meja dan berkata,


"Ini kali kedua aku makan di sini, dan ini kali pertama aku makan bersama cewek berduan disini.'


Santi tertawa dan berkata,


"Hebat dong aku jadi yang pertama.."


"Semoga saja dengan aku sebagai pembuka peresmian, kelak kamu bisa lebih lancar kesini bersama cewek-cewek lain."


ucap Santi sambil tersenyum.


"Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak San aku tidak punya keinginan bersama cewek lain kesini."


"Aku hanya ingin kita bertiga bisa makan ngobrol dan tertawa bersama di sini."


ucap Andi sambil menatap Santi.


Santi tersenyum pahit dan berkata,


"Viona yang menyuruh mu jadi penghubung kami kan ?"


Andi di dalam hati harus akui Santi sangat cerdik dia tidak punya bakat berbohong, dia tidak mungkin bisa mengelabui Santi.


Andi mengangguk dan berkata,


"Benar San dia memang datang menemui ku dan minta tolong pada ku, untuk membujuk mu memaafkan sikapnya kemaren, yang sedikit kelewatan."


"Tapi kamu harus dengarkan aku San, kita sudah lama saling kenal."


"Tanpa di minta Viona sekalipun bila aku mengetahui hal ini, aku pasti akan membujuk kalian untuk saling berbaikan lagi."


"Kamu masih ingat tidak hari di mana kita makan bersama berjalan kaki bersama pulang dari kampus ke kost mu."


"Itu adalah kenangan terindah bagi ku San, aku tidak ingin kenangan indah seperti itu sirna begitu saja karena kesalahpahaman kecil."


"Ku mengertikan maksud ku ?"


Santi menghela nafas panjang dan berkata,


"Aku sebenarnya tidak benar-benar marah dan membenci Viona, dalam hal ini aku juga tidak sepenuhnya menyalahkan Viona."


"Yang membuat ku jengkel, kenapa dia bisa begitu tega, kenapa dia bisa memandang kamu yang sudah begitu baik dan berbuat begitu banyak untuk nya sebegitu hina."

__ADS_1


"Dan memandang Rio yang egois itu setinggi langit,"


"Bila teringat hal itu ingin rasanya aku memberinya tamparan agar matanya melek dan menyadari kebodohannya."


ucap Santi sedikit emosi.


Andi kini mengerti Santi marah karena membelanya, Andi kini paham ternyata Santi diam-diam menyukai dirinya sama seperti dia menyukai Viona.


Rasa suka tanpa pamrih, asal bisa melihat orang yang di sukai nya bahagia dia sudah merasa cukup puas.


"Terimakasih banyak San, aku tidak menyangka ternyata kehadiran ku telah merusak persahabatan kalian."


"Begini saja San bila memang aku penyebabnya, aku akan mundur menjauh dari kalian berdua."


"Bila dengan cara ini bisa membuat kalian bersama Kembali aku rela tidak apa-apa."


"Aku sudah terbiasa hidup sendiri jadi itu bukan masalah bagi ku, sebaliknya kalian berbeda terutama Viona dia sangat memerlukan kamu San."


"Dia tidak secerdas dan sekuat kamu, dia terlalu polos dan berhati lembut sangat mudah di manfaatkan orang."


"Dalam hal ini kamu pasti lebih tahu dari ku."


ucap Andi serius.


Santi menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan berkata,


"Tidak,... mana ada hal seperti itu, baiklah aku berjanji pada mu setelah ini aku akan menemui Viona dan berbaikan padanya."


"Kita bertiga pun bisa berteman kembali seperti dulu."


ucap Santi mengalah sambil tersenyum.


Selama mereka bertiga masih berteman bersama, meski akhirnya Andi akan berdampingan dengan Viona.


Setidaknya dia masih bisa melihat dan mengobrol dengan akrab bersama Andi.


Itu masih jauh lebih baik daripada Andi benar-benar menjauhi mereka.


Mendengar ucapan Santi, Andi pun tersenyum senang akhirnya dia berhasil juga membujuk Santi.


Tak lama kemudian makanan pesanan mereka berdua datang.


"Ini ...?"


tanya Santi bingung.


"Kamu mau makan double..?


Santi menatap Andi dengan heran.


Andi tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Terus buat apa di lebihin satu mubajir dong ? ya sudah kita bagi dua aja biar gak mubajir."


ucap Santi sambil melihat Andi.


"Eeit...! tunggu dulu itu jatah ku.."


terdengar suara lembut Viona yang muncul tiba-tiba di samping mereka berdua sambil tersenyum.

__ADS_1


Santi segera menoleh kesamping dengan kaget, kemudian dia pun jadi sadar kenapa Viona bisa muncul tiba-tiba.


Santi kembali menatap Andi dan bertanya dengan ekspresi pura-pura marah,


"Jadi tadi kamu ngetik-ngetik HP tuh buat hubungi dia, hebat kamu ya di ada kemajuan."


"Kelihatannya aku yang terlalu meremehkan mu ya..?"


Andi hanya tersenyum sambil menangkupkan kedua tangannya didepan wajahnya memohon ampun.


Viona menarik kursi ikut duduk di samping dan berkata, sambil tertawa menutupi mulutnya.


"Biarin atuh San sekali-kali, dia kan gak bermaksud buruk pada mu..Hi..hi..hi..hi..!


Santi mempelototi Viona dan berkata,


"Wah kalian semakin kompak ya sekarang, sudah mulai saling bela."


Sambil tersenyum nakal Santi berkata,


"Kelihatannya tidak lama lagi aku akan dapat undangan terus jadi Tante jomblo deh, ha..ha..ha..!"


Andi yang sedang minum sampai batuk-batuk mendengar ucapan Santi barusan,


Sedangkan Viona yang wajahnya menjadi merah langsung bergerak menggelitiki Santi, yang tertawa-tawa cekikikan karena geli


"Ampun...ampun..ampun..Vi..aduh hi..hi..hi..ampun geli.. aduh ..Ampun..!"


ucap Santi sambil berusaha menahan tangan Viona yang terus menggelitikinya.


"Vi udahan dong kasihan Santi, yuk kita makan saja udah hampir jam 10 loh, perkuliahan kalian kan mulai jam 10.30.


Viona melirik Andi sekilas dan berkata,


"Jadi kamu bela dia ? bodoo...!"


Viona tetap dengan ganas menggelitiki Santi yang matanya mulai berkaca-kaca menahan geli.


Andi menjadi kasihan melihatnya dia pun berkata,


"Vi kalau gak mau berhenti, aku akan membantunya menggelitiki mu, ya...?"


Mendengar ancaman Andi, Viona pun berhenti menggelitiki Santi.


Dia kini berbalik menatap Andi dengan galak dan membusungkan dadanya sambil berkata,


"Kamu..berani..!"


Andi pun mengangkat tangan nya keatas dan buru-buru menggelengkan kepalanya .


Lalu menunduk kan Kepalanya kebawah sambil meleletkan lidahnya.


Andi menarik siomay mendekat lalu buru-buru makan tak berani mengangkat kepalanya untuk melihat ekspresi wajah Viona.


Viona dan Santi saling pandang kemudian mereka berdua pun tertawa bareng.


melihat sikap Andi yang lucu.


"Emangnya kalau kubiarkan kamu menggelitiki aku kamu berani dan tega gitu ?

__ADS_1


tanya Viona sambil menggeser kursinya mendekat ke Andi.


__ADS_2