AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
PERTENGKARAN


__ADS_3

"Kalian,..?"


tanya Pei Pei heran bercampur kaget.


Andi mengangguk dan berkata,


"Tidak salah Pei, dia Violin, adiknya Viona, calon istri ku."


"rencana Minggu depan, kami akan melangsungkan pernikahan kami,.. ini undangannya,.. bila ada waktu mampirlah.."


ucap Andi sambil memberikan sebuah kartu undangan berwarna krem ke Pei Pei.


Pei Pei menerimanya dengan tidak enak hati,. Pei Pei menoleh.kearah Santi dan Sarah.


Tapi dia malah melihat kedua temannya itu sedang menutupi mulut mereka menahan tawa.


Karna kesal Pei Pei secara spontan mengacungkan bogemnya, kearah Santi dan Sarah.


Hal ini malah membuat Santi dan Sarah saling pandang, kemudian mereka berdua tertawa, sampai memegangi perut mereka masing masing.


Pei Pei memberikan ekspresi cemberut kearah mereka berdua, tapi saat menoleh kembali kearah Andi dan Violin, dia sudah mengubahnya kembali menjadi senyum paling manis yang dia punya dan berkata,


"Maaf ya,.aku tadi kira dia, ahh..sekali lagi maaf ya,.. di,.. maaf ya,..Violin..."


ucap Pei Pei tidak enak hati.


Andi dan Violin saling pandang dengan mesra, kemudian sambil tersenyum, mereka dengan kompak berkata,


"Gakpapa Pei Pei,..kak Pei Pei,.. itu bukan masalah.."


"Ayo kita keatas, yang lain udah pada naik semua tuh."


ucap Andi mengingatkan.


Pei Pei menoleh kebelakang, benar saja di situ selain Andi Violin Santi Sarah dan pasangan mereka.


Teman teman yang lain sudah tidak terlihat semua.


Pei Pei tersenyum canggung dan berkata,


"Ayo kita naik sekarang."


Begitu pintu lift terbuka, rombongan itu pun langsung mengikuti Pei Pei masuk kedalam lift.


Sebelum pintu lift sempat tutup seorang pria berpakaian norak ala Elvis dari jauh berteriak,


"Hei,..! tunggu,..! aku ikut..!"


Pria itu berlari cepat menghampiri pintu lift yang hampir menutup, dia dengan nekad menggunakan tangannya menahan pintu lift dan berkata dengan wajah kesal..


"Kalian tuli ya, dasar gak sopan,..orang sudah bilang tunggu masih juga nutup pintu..!"


Tegurnya penuh emosi, setelah dia berhasil menahan pintu lift hingga pelan pelan terbuka kembali.


Tapi begitu dia melihat siapa yang berada dalam lift,.wajah nya langsung pias.


Dia buru buru melangkah mundur, memberi hormat kearah James dan berkata,


"Maaf, kalian duluan aja.."

__ADS_1


James tidak berkata apa-apa, senyum pun tidak, dia hanya mengulurkan tangannya menekan tombol agar pintu lift kembali tertutup.


Santi hanya senyum senyum melirik kearah suaminya.


"Siapa orang itu kak,? penampilannya kok norak amat,..?"


tanya Violin pelan ke Andi,.sambil menahan senyum.


Andi tidak menjawab dia hanya melirik kearah Santi sambil tersenyum.


Adalah Sarah yang langsung menjawab sambil menahan.tawa,


"Itu adalah mantan kakak ipar ku, mantan kompetitor kakak ku.."


Ucapan Sarah langsung mendapat respon positif dari Pei Pei membenarkan, karena dialah yang paling banyak menerima berkat dari hubungan tersebut.


Santi wajahnya langsung merah, dia buru buru mencubit gemas kearah Sarah dan Pei Pei secara bergantian.


Sehingga suasana di dalam lift pun menjadi heboh dan penuh canda tawa.


Saat pintu lift terbuka, membawa mereka menuju lantai di mana acara reuni itu berlangsung.


Mereka sambil tertawa dan bercanda berjalan menuju tempat acara berlangsung


Saat mereka tiba di dalam ruangan tempat acara pesta reuni itu sedang berlangsung, di dalam ruangan terlihat sudah sangat ramai.


Masing masing terbagi bagi dalam kelompok kelompok kecil, yang berkumpul dan mengobrol sendiri sendiri.


Andi dan Violin ikut bergabung dengan kelompok Santi Sarah dan Pei Pei mengobrol santai.


Sambil menunggu pergelaran acara yang sudah di susun oleh panita acara.


"Kak,.. aku ke stand sebelah sana ya ? mau ambil camilan.."


Andi melihat kearah stand itu yang menyediakan bubur kacang ijo.


Andi tersenyum, dia tahu Violin kesana bukan mau ambil buat dirinya.


Melainkan dia mau ambil buat Andi, karena dia tahu Andi sangat suka makan bubur kacang ijo..


Hanya saja selain Santi, mungkin tidak ada yang tahu, Andi mulai suka bubur kacang ijo.


Adalah karena Viona sering bikin itu buat Andi, selain masak mie instan, nasi, bubur kacang ijo inilah satu satunya andalan masakan Viona yang paling dia kuasai.


Andi mengangguk dan berkata,


"Pergilah,.. makasih banyak sayang.."


Violin mengangguk senang, lalu dia berjalan terburu-buru kearah stand itu.


Karena terburu-buru Violin tidak sengaja menyenggol seorang wanita cantik, berambut pirang panjang lurus sepinggang.


"Maaf,.. maaf,.. aku tidak sengaja.."


ucap Violin buru buru meminta maaf.


"Maaf maaf, kamu tahu berapa harga gaun yang sedang ku kenakan ini,..takutnya kamu tidak akan sanggup mengganti nya gadis kecil...!"


ucapnya galak.

__ADS_1


"Bress,..!"


dia langsung menyiramkan sisa anggur merahnya kewajah Violin.


Violin sangat terkejut dan tidak menyangka wanita itu akan bertindak seperti itu padanya.


"Kau,.!!"


tunjuk Violin kewajah wanita itu dengan kesal.


Karena kini wajah rambut hingga sebagian baju di dadanya, di kotori oleh anggur merah.


Wanita itu dengan gaya sombong, menepis jari telunjuk Violin dan berkata,


"Apa ? kamu mau apa ?"


Violin menggertakkan giginya dengan geram, menatap wanita sombong di hadapannya itu.


Saat Violin hendak maju menyerang wanita itu, tiba tiba di depannya muncul seorang pria tinggi besar menghadangnya dan membentak Violin .


"Cukup,..!"


Bentakan kerasnya mengundang orang lain pada menoleh kearah asal suara tersebut


Andi yang melihat kericuhan yang terjadi pada violin dari kejauhan, dia langsung permisi pada teman temannya dan bergerak buru buru menghampiri Violin, yang terlihat sedikit kacau dan berantakan.


Saat Violin dan pria itu saling bertatapan mereka sama sama terkesiap.


Tapi Violin lebih dulu sadar dan bertanya,


"Kak Rio,.apa yang terjadi ? mengapa kamu bersama dia kemari ? mana kak Viona ?"


Rio mendengar pertanyaan Violin, diapun sadar itu Violin adik Viona, bukan Viona yang seperti dia sangka kan tadi.


Sehingga membuat dirinya sangat kaget, setelah tahu itu adakah Violin diapun kembali tenang.


Dengan wajah tersenyum mengejek dia berkata,


"Si ****** itu sudah ku ceraikan 5 tahun yang lalu, kenapa ?"


Mendengar jawaban Rio yang sangat kelewatan, Violin tidak sanggup menahan diri lagi.


Dia melangkah maju dan,


"Plakkk,...!!"


Terdengar suara nyaring saat telapak tangan Violin mendarat keras di wajah sebelah kiri Rio.


Pipi kiri Rio menjadi merah ada bekas jarinya Violin membekas disana, bibirnya juga sedikit lecet berdarah.


Rio sambil tersenyum kesal, menghapus darah di ujung bibirnya.


Tiba-tiba dia melayangkan punggung telapak tangannya yang besar kearah wajah Violin.


Violin saking kagetnya, hanya bisa memejamkan mata dan mengeraskan pipinya untuk menerima hantaman telapak tangan Rio yang besar.


"Tappp,...!"


Tangan Rio tertahan oleh tangan lain, yang muncul dari samping Violin.

__ADS_1


__ADS_2