AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BERBELANJA BERSAMA


__ADS_3

"Berani nolak, aku dan Berry tarik saham kami, bisa kolaps tuh perusahaan.."


ucap Andi sambil tersenyum tertahan.


"Ahh serius kak,..?"


Andi tersenyum lalu membuka HP nya dan berkata,


"Ini daftar usaha yang ada investasi kami di sana, semua ini di kelola bersama aku dan Berry.."


Viona melihat daftar nama perusahaan yang begitu banyak, dia sampai pusing melihat nya.


"Sebanyak ini kak apa gak pusing kakak urusnya ?"


"Tapi kulihat kakak santai santai aja, kakak aja gitu,.apalagi si konyol Beery.."


Andi tertawa dan berkata,


"Kami investor tentu gak ikut campur, kami hanya fokus pada keuntungan nya dan gosip gosip berkembang seputar perusahaan perusahaan kami saja.."


"Bila riskan, kami akan melepas saham kami, bila menguntungkan kami akan beli, itu saja kok kegiatan kami makanya santai.."


"Yang masih kami perlu ikut campur, cuma Andi Automotif Company saja.."


"Kak Andi aku ingin berhenti dari RS M boleh gak ?"


"Aku sudah kurang nyaman dan malu bekerja di sana setelah kejadian kemaren.."


ucap Violin sambil menunggu pendapat Andi .


Andi tersenyum dan berkata,


"Itu terserah pada mu sayang, apapun keputusan mu aku akan dukung.."


"Aku hanya ingin tahu, setelah keluar dari sana, kamu ingin pensiun jadi ibu RT, atau pindah kerja, atau ingin jadi direktur dan punya rumah sakit sendiri..?"


tanya Andi serius.


Sambil ngobrol santai hingga serius, mereka berdua sudah menyelesaikan antrian dan duduk didalam kereta bianglala.


Siap di bawa berputar keatas melihat pemandangan dari ketinggian sana.


Violin menggeleng dan berkata,


"Jadi pemilik rumah sakit, gak mau ah, tanggung jawab terlalu besar."


"Terlalu sibuk nanti tidak punya waktu untuk kita berdua.."


"Jadi ibu RT, aku gak pede, aku gak bisa masak, kan kak Andi tahu sendiri."


"Kalau kak Andi ijinkan, aku maunya lamar kerja ke rumah sakit lain.."


ucap Violin sambil menatap Andi dengan penuh harap.


Andi tersenyum dan berkata,


"Aku sudah katakan tadi, apapun keinginan mu, aku akan dukung.."


"Yang penting kamu bahagia,.."


Violin langsung maju merangkul Andi sambil tertawa gembira dan berkata,

__ADS_1


"Kakak selalu yang terbaik,.. terimakasih ya kak.."


Andi membalas memeluknya dengan lembut dan berkata,


"Tentu saja sayang, dulu kamu adalah adiknya, kemudian kamu jadi tunangan ku, lalu jadi calon istri ku, kini kamu adalah istri resmi ku, bila tidak baik dengan mu, aku mau baik sama siapa lagi...?"


Violin tersenyum gembira dan berkata,


"Kak berjanjilah kelak apapun kesalahan ku, kakak jangan pernah tinggalkan aku ya kak..?"


Andi mengangguk dan berkata,


""Tidak akan pernah, aku berjanji padamu, aku akan selalu memaafkan mu, hingga kamu gak menginginkan suami tua ini lagi.."


Violin tertawa dan berkata,


"Bagus itu, kalau kakak tua dan gak da yang mau, aku malah senang. jadi aku gak punya saingan lagi.."


"Karena hanya aku yang selama nya, selalu mau dengan kakak,.."


ucap Violin sambil tertawa gembira.


Andi ikut tersenyum, lalu berkata,


"Lin pemandangan di luar sana mulai keren, kamu lihat tidak ?"


"Ya kak benar sangat indah dan mempesona, lampu lampu berwarna-warni nya sangat indah.."


"Tuh lihat kak ada yang melepaskan kembang api, tuh di sana di sana..!"


"Wow keren kak,..!"


teriak Violin penuh semangat sambil menunjuk kesana kemari.


Andi ikut tersenyum bahagia dan berkata,


"Betul Lin sangat indah, meski hidupnya hanya singkat, tapi dia sangat indah dan selalu membawa kebahagiaan buat orang lain.."


Violin menoleh kearah Andi dan berkata,


"Kak Andi teringat sama kakak lagi ya,.."


"Kakak sudah tenang kok kak, di atas sana ."


"Lihat kakak sedang tersenyum dan melambaikan tangannya kearah kita.."


"Kakak ingin kak Andi hidup bahagia dan tidak bersedih lagi.."


ucap Violin berusaha memberikan hiburan untuk Andi.


Dia sadar betul bagaimana pun, kakaknya tidak mungkin bisa hilang dari hati Andi


Jadi dia tidak akan memaksa, dia akan selalu berusaha mengerti dan memahami nya.


Sama dengan sikap Andi yang selalu sabar dan mengerti in, dirinya.


Andi mengangguk dan tersenyum bahagia,


"Kamu benar Lin, dia sudah bahagia dan terlepas dari segala penderitaan di atas sana.."


"Aku tidak pernah melihat senyumnya yang sebahagia itu.."

__ADS_1


"Kita harus berterimakasih kepada nya, karena dia lah kita bisa hidup berbahagia bersama, seperti hari ini.."


ucap Andi sambil mempererat pelukannya dan menciumi kening Violin dengan penuh kasih sayang.


Perlahan lahan bianglala mulai mengantarkan Andi dan Violin kembali ke bawah.


Andi turun duluan,. setelah itu dia baru membantu Violin untuk ikut turun.


Mereka berdua kemudian sambil berpelukan berjalan beriringan meninggalkan tempat acara pasar malam yang mulai sepi..


Berhubung stand stand jajanan makan malam juga sudah pada tutup.


Andi pun berkata,


"Tempat makan malam street food, sepertinya juga banyak yang sudah tutup.."


"Lebih baik kita sekalian mampir ke super market 24 jam, belanja keperluan rumah tangga saja gimana sayang ?"


"Kamu sudah ngantuk belum ?"


Violin tersenyum dan berkata, "Bersama kakak aku mana bisa ngantuk..?"


"Terserah kakak,.. Violin ikut aja.."


Andi mengangguk, mereka berdua pun masuk kedalam mobil, Andi langsung mengendarai mobilnya menuju supermarket 24 jam yang letaknya tidak terlalu jauh dari komplek perumahan mewah mereka.


Andi dan Violin berkeliling di dalam super market yang sangat besar dan lengkap itu.


Mereka menyusuri rak demi rak satu persatu sambil tersenyum bahagia mereka mendorong satu kereta berdua.


Mereka mengambil barang barang keperluan mereka berdua dan memasukkan nya kedalam keranjang kereta.


Violin memasukkan barang barang yang menurutnya perlu, asalkan jenis barang nya berbeda Andi tidak masalah.


Bila jenis barang nya sama Andi baru memberikan Violin kuasa untuk memilih salah satunya.


Berjalan hingga ke rak paling ujung Violin pun berkata,


"Kak kaki ku pegal, boleh gak di gendong, seperti kak Viona dulu..?"


Andi tersenyum dan berjongkok memunggungi violin dan berkata,


"Naiklah, biar kakak gendong, tapi kamu bantu kakak dorong kereta ke kasir ya,..?"


Violin mengangguk gembira, lalu dia melompat kepunggung Andi.


Beberapa waktu kemudian mereka berdua sambil tertawa tawa bahagia bekerja sama, mendorong kereta belanjaan mereka hingga meja kasir terdekat.


"Kak Andi, aku tunggu di bangku depan ya,..?"


tanya Violin saat melihat ada antrian kasir cukup panjang.


Andi mengangguk dan berkata,


"Mau di gendong kesana sayang,?"


"Ahh gak usah kak, Lin bisa kesana sendiri..kakak tungguin kereta barang kita aja.."


ucap Violin yang sudah turun dari gendongan Andi sambil tersenyum.


"Baiklah hati hati sayang.."

__ADS_1


ucap Andi sambil memperhatikan violin, hingga sudah duduk santai dia kursi tunggu, Andi baru merasa tenang.


__ADS_2