
Violin mengangguk paham dan berkata,
"Baiklah dokter terimakasih banyak informasi nya.."
"Kami sekeluarga akan berembuk dahulu, setelah itu baru kembali menghubungi dokter, bila sudah ada keputusan pasti.."
ucap Violin sambil mengulurkan tangannya, untuk berjabat tangan dengan Dokter Vincen.
"Sekali lagi terima kasih dokter saya pamit permisi, maaf menggangu waktunya.."
ucap Violin saat berjabat tangan.
"Tidak apa-apa, itu sudah tugas kami, silahkan nona Violin.."
ucap Dokter Vincen sambil tersenyum ramah.
Violin mengangguk dengan hormat, kemudian mundur dari sana untuk kembali keruangan Andi di rawat.
Tapi saat dia sedang berjalan melewati daerah lobby rumah sakit, Violin secara kebetulan melihat kakak iparnya Rio.
Sedang berjalan merangkul seorang wanita cantik berambut pirang, bertubuh seksi lewat di hadapannya.
Violin sangat kaget, kakaknya baru saja menikah dengan pria ini tidak sampai setengah tahun, dan saat ini sedang mengandung anaknya.
Tapi dia saat ini malah berpelukan mesra dengan wanita lain.
Betapa jahat dan tidak bertanggung jawab nya manusia ini.
Demi dia kakaknya berkorban perasaan membuat Andi jadi seperti saat ini.
Tapi sebagai balasannya, dia malah berbuat begini terhadap kakaknya.
Violin hampir maju menegurnya dan mempermalukannya, tapi saat berpikir itu adalah urusan pribadi kakak nya, Violin pun tidak jadi pergi menegurnya.
Lagipula dia saat ini sedang ada urusan penting, sedangkan urusan itu adalah urusan kakaknya tidak ada hubungannya dengan dia.
Dari awal semua juga adalah pilihan kakaknya sendiri, tidak ada yang memaksanya memilih pria yang dari awal memang seorang bajingan.
Bila mau di salahkan, yang salah adalah kakaknya yang terlalu naif.
Mengapa dari awal tidak cerita dia diperkosa sama Rio ke Andi.
Lalu mengurusnya ke pihak berwajib, agar si bangsat di seret kedalam jeruji besi
Malah memilih bersamanya dan menikah dengan nya, demi anak tidak jelas itu.
Setelah berpikir demikian Violin pun memutuskan meninggalkan tempat itu, tanpa memperdulikan nya.
Untungnya violin tidak maju melabraknya, bila tidak dia akan lebih sakit hati lagi, bila tahu kondisi Rio bersama Vivian yang sebenarnya, dan hal ini Viona pun sudah tahu.
Tapi Viona tidak berhasil mencegahnya, malah babak belur di hajar dan di siksa oleh Rio.
Dalam perjalanan HP Violin berbunyi, violin melihat panggilan datangnya dari Ronaldo.
__ADS_1
Dia pun segera mengangkatnya dan berkata,
"Ya halo do,..gimana..? bisa..?"
"Bisa Lin, kamar semua sudah siap, kamu mau pakai helikopter, atau mobil ? aku akan segera menyiapkan nya untuk mu.."
ucap Ronaldo cepat
"Kalau heli biayanya berapa do,? kalau mobil berapa do ?"
tanya Violin hati hati..
"Heli sekitar 35 juta,. sedangkan mobil sekitar 3,5 juta.."
"Tapi saran ku sih heli aja, lebih aman dan cepat, kak Andi punya asuransi kan ?"
tanya Ronaldo balik.
"Ya..ada.."
jawab Violin cepat.
"Kirimkan nama perusahaan dan nomor polisinya, nanti saya akan bantu cek ke pihak asuransinya..bila ternyata bisa klaim, semua akan lebih mudah.."
ucap Ronaldo memberi saran.
"Ada...ada..nanti saya kirimkan datanya, thanx ya do.."
ucap Violin merasa sangat berterimakasih kepada Ronaldo yang selalu sangat baik padanya.
"Sudah lama aku gak makan masakan mama mu, jadi kangen aku.."
ucap Ronaldo mencari kesempatan untuk berdekatan dengan Violin.
Dia udah hampir 4 bulan gak bertemu dengan Violin, karena dapat tugas pergi ke pulau L, kota wisata yang sangat cantik pantai pantai nya sangat eksotis dan dipenuhi turis mancanegara.
Tapi meski begitu Ronaldo tidak betah di sana, karena selalu teringat dengan Violin, baik saat sadar atau pun mimpi.Violin selalu hadir di sana.
Membuat dia menjadi semakin kangen dan rindu dengan Violin, makanya begitu kembali ke kota J.
Dia langsung buru-buru datang kerumah Violin mencari gadis tersebut.
Tapi saat mendapat kan kabar Violin hilang, dan tidak bisa di hubungi, dia benar-benar sangat panik dan mencarinya kemana mana.
Makanya begitu dapat telpon dari Violin dia langsung lega dan gembira.
Tapi saat tahu Violin bersama Andi, dia menjadi cemburu dan kurang puas.
Tapi setelah tadi dapat penjelasan dari Violin, dia pun mengerti dan kembali normal.
"Ya,.. ya...nanti kita makan bersama dirumah ku.."
ucap Violin yang mengerti maksud dan keinginan Ronaldo.
__ADS_1
Saat ini dia sedang sangat membutuhkan bantuan Ronaldo, meski tidak suka, dia juga tidak berani menyinggungnya.
Nasib Andi kini berada di tangannya, apalagi RS M adalah milik bapaknya,. dan salah satu dokter paling hebat, soal bedah otak adalah bapaknya Ronaldo ini.
Mendengar jawaban Violin Ronaldo sangat gembira hingga melompat lompat seperti anak kecil memenangkan lotere.
"Janji ya,.. gak boleh ingkar.."
ucap Ronaldo mengingatkan.
Violin sambil menggelengkan kepalanya dan mengomeli Ronaldo dalam hati dengan kesal.berkata,
"Ya janji,.. dasar bawel, udah ya."
"Aku masih harus urus nomor polisinya kak Andi.."
"Ok...ok...bye.. I Miss u.."
ucap Ronaldo sebelum mematikan HP nya.
Violin mengeluarkan ekspresi mau muntah sambil menjauhkan HP nya dari telinga nya.
Kemudian dengan gaya bergidik ketakutan, Violin buru-buru kembali ke kamar Andi dirawat.
Saat kembali ke kamar, Violin buru-buru membuka dompet Andi, mencari cari data nomor polisnya Andi.
Begitu HP Andi terbuka, yang terpampang di dalam dompetnya, masih saja foto Viona yang tersimpan dengan rapi di sana.
Melihat hal itu, Violin menatap Andi sekilas sambil menghela nafas sedih.
Saat dia melihat kondisi Andi yang terbaring tak berdaya dengan seluruh badan dipasangi alat medis.
Ibu Andi dan papanya Andi yang mengira foto di dalam dompet Andi adalah foto Violin.
Mereka berdua saling pandang dan tersenyum penuh arti, mereka telah salah paham.
Violin dan Viona wajahnya memang sangat mirip, bila sekilas lihat, tapi bila yang sudah biasa mereka akan dengan mudah mengenalinya.
Viona jelas lebih dewasa dan matang, sedangkan Violin jauh lebih imut dan masih sangat muda.
Hal ini wajar Viona sudah hampir tamat kuliah, sedangkan Violin baru masuk SMA kelas satu.
Violin melanjutkan mencari setelah menghela nafas tadi, akhirnya dia menemukan yang di carinya.
Kemudian dia segera mengirimkan nomor polis dan nama perusahaan asuransi yang menjadi rekanan Andi.
Setelah itu, Violin mengembalikan lagi dompet Andi kedalam laci yang ada disebelah tempat tidur Andi .
Setelah menyimpannya dengan baik bersama jam tangan dan potongan patung Viona, yang tidak pernah jauh dari Andi.
Violin pun menutup kembali laci tersebut.
Kemudian Violin menggandeng tangan mama Andi dengan lembut, dan mengajak nya untuk duduk di kursi sofa di kamar tersebut.
__ADS_1
Lalu dia dengan pelan pelan menjelaskan semuanya ke mama Andi.