AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BERTEMU BERRY, PENGHUBUNG MENUJU UNDERGROUND


__ADS_3

"Kamu coba saja, kalau ada yang kurang cocok hubungi saja aku.."


ucap Andi sambil menyerahkan kunci ke tangan Violin.


Setelah itu dia langsung membalikkan badannya meninggalkan sekolah Violin.


"Makasih kak...!"


teriak Violin dari belakang.


Andi hanya melambaikan tangannya kearah belakang, tanpa menoleh dan terus berjalan meninggalkan kelas Violin.


"Hei Lin siapa dia, pacar mu ya, ? ganteng banget kenalin kita kita dong.."


ucap beberapa teman wanita Violin sambil merangkul bahu Violin dari belakang.


Wajah Violin langsung merah jantung nya berdegup tidak karuan, saat mendengar ucapan teman teman nya.


"Apaan sih,...! kalian ini..! dia teman kakak ku tahu..!"


ucap Violin membantah dan pura-pura kesal.


"Ya gak papa dong kenalin ke kita-kita, apalagi cuma teman kakak mu saja.."


ucap tenan temannya sambil tertawa.


"Gak usah pake panik dan marah-marah gitu dong.."


ucap temannya kembali menertawainya.


Violin tidak menanggapi mereka, dia berjalan kembali ketempat duduknya dengan wajah panas.


"Kak Andi sih pake datang ke kelas segala, bukannya kirim chat dan tunggu di parkiran."


"Bikin malu aja.."


dumel violin seorang diri.


Lalu dia pura-pura mengeluarkan buku pelajarannya melihat lihat, untuk menghilangkan perasaannya yang tidak karuan.


"Apaan sih Lin, dia itu pacar kakak mu, kamu masih kecil bukan nya fokus sekolah malah mikirin hal yang tidak tidak.."


ucap Violin menegur dirinya sendiri yang pikiran nya sedang berkhayal kemana mana.


Semakin dia mengingatkan dirinya, malah satu persatu kebaikan dan perhatian yang Andi berikan muncul di depan matanya.


Tanpa sadar Violin kembali terbayang situasi tadi pagi, saat Andi datang menemuinya di sekolah.


Saat pagi tadi tiba di sekolah, sebenarnya Violin sedang menahan lapar.


Soalnya sebelum berangkat ke sekolah, dia hanya bisa menyiapkan sarapan dan bekal untuk kedua adiknya.


Berhubung hasil masakannya cuma sedikit, jadi dia memilih menahan lapar mengalah pada kedua adiknya.


Tidak di sangka sangka Andi malah datang menemuinya di sekolah mengembalikan dompetnya, lalu membantunya untuk duplikat kunci, sekaligus mengantar sarapan buat dirinya.

__ADS_1


Tiba-tiba mendapat kiriman sarapan dari Andi tentu dia sangat senang, tapi saat melihat isi bungkusan yang di berikan oleh Andi.


Dia hampir saja menangis karena terharu, melihat isi bungkusan sarapan tersebut ternyata adalah nasi Tim Ayam kesukaan nya.


Violin sendiri sampai lupa, kapan terakhir kali dia makan nasi tim ayam kegemarannya ini.


Padahal dulu sebelum usaha ayahnya mengalami kebangkrutan dan terlilit hutang dalam jumlah besar.


Hampir setiap Minggu, ayahnya pasti membawanya pergi cari tempat sarapan nasi Tim, atau ayah nya akan membeli sebungkus khusus untuk dirinya.


Kini bila bukan karena kemunculan Andi, dia tidak tahu sampai kapan, dia baru bisa kembali menikmati nasi tim ayam yang sangat dia rindukan itu,


Bahkan uang SPP nya dan adik adiknya yang sudah tertunggak hingga 6 bulan, dengan uang transferan dari Andi semalam.


Kini semua sudah di lunasi nya. dan dia tidak perlu lagi ngambil resiko menjadi tukang ojek seperti tempo hari itu.


Sejak Andi hadir dalam kehidupan nya, dia merasa hidupnya kini lebih berwarna dan jauh lebih bahagia.


Seakan akan Andi adalah malaikat yang di kirimkan oleh tuhan, untuk membantunya keluar dari berbagai kesulitan.


Andi sendiri setelah mengembalikan kunci motor Violin, dia kembali lagi ke Sasana TAH, dan kembali berlatih seorang diri di sana


Hingga jam 2 siang, setelah Sasana sepi Andi baru, membersihkan dan merapikan berbagai perlengkapan latihan di Sasana yang berserakan di mana-mana.


Setelah itu sambil duduk santai melepas lelah, Andi mencoba menghubungi Vincent.


Setelah menghubungi 3 kali berturut turut dan tetap tidak nyambung.


Akhirnya Andi mencoba menghubungi Berry, ternyata langsung nyambung.


Terdengar suara dari seberang sana,


"Maaf aku Andi teman ko Ahong, apakah saya sedang bicara dengan kak berry sendiri..?"


tanya Andi sopan


"Ya saya sendiri ada yang bisa saya bantu di..?"


tanya Berry ramah.


"Ini kak berry, saya tertarik ingin ikut acara underground fight, kak berry bisa bantu gak ya..?"


"Di..kamu serius, apa kamu tahu resikonya bila ikut berpartisipasi dalam acara tersebut..?"


tanya Berry hati hati.


"Tentu kak, aku sudah tahu resikonya, tapi aku tetap sangat tertarik, gimana kak berry mau kan bantu jadi manajer ku..?"


"Begini di.. bicara di telepon kurang leluasa, bagaimana bila 15 menit lagi, kita ketemuan di MC Donald yang ada di seberang Sasana TAH.?"


"Baik kak, 15 menit lagi kita ketemuan di sana Thnx kak.."


ucap Andi gembira.


"Ok sampai ketemu.."

__ADS_1


ucap berry singkat lalu mematikan HP nya.


Melihat berry sudah memutuskan panggilan, Andi pun mematikan panggilan nya, lalu buru-buru pergi mandi dan berganti pakaian bersih.


Setelah itu dia langsung terburu-buru pergi ke MC Donald menunggu kedatangan Berry.


Karena lapar dari pagi belum makan, Andi pun memesan dua paket nasi ayam sambil makan sambil menunggu kedatangan Berry.


Setelah menghabiskan paket nasi ayam nya, Andi melihat seorang pemuda yang memakai


kaos putih dengan gambar bebek kuning di dadanya.


Berjalan masuk kedalam ruangan, dengan sikap sedikit terburu-buru lalu dia mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan.


Saat melihat HP nya bunyi.


Andi semakin yakin, inilah orang yang sedang dia tunggu tunggu dari tadi.


Andi buru-buru mengangkat tangannya sambil tersenyum melambai kearah pemuda itu.


Meski penampilannya sedikit jauh dari ekspektasi Andi, tapi Andi tetap berusaha berpikir positif.


Tadinya Andi berpikir berry adalah seorang pria paruh baya, minimal lebih dewasa dari nya sehingga lebih berpengalaman.


Tapi ternyata kenyataannya berry hanya seorang pemuda tanggung, yang mungkin usia mereka berdua hampir tidak berbeda jauh.


Meski demikian Andi tetap dengan ramah berdiri dari duduknya, menyambut kedatangan Berry sambil mengulurkan tangannya, menyambut berry dengan hangat


dan berkata.


"Berry kan.? aku Andi .mari silahkan duduk."


Berry menyambut uluran tangan Andi dengan hangat, sambil menganggukkan kepalanya,


dan berkata.


"Senang berkenalan dengan mu.."


Lalu dia pun memilih duduk di hadapan Andi, sambil mengamati penampilan Andi.


Seperti orang sedang menaksir ayam buat di adu.


Menanggapi sikap ini, Andi pun tersenyum dalam hati, lalu berkata untuk mencairkan suasana.


"Berry sudah makan..?"


Berry menggelengkan kepalanya dan tersenyum malu.


"Belum kak..boleh saya panggil kakak..? umur ku 20 sekarang.. kelihatannya kak Andi umumnya masih lebih tua dari saya benar tidak ?"


Andi mengangguk dan berkata,


"Bebas Berry mau panggil nama boleh ? mau panggil kakak juga boleh, umur ku 2 tahun lebih tua dari mu.."


"Sebentar .."

__ADS_1


ucap Andi.


kemudian Andi menoleh kearah seorang gadis pelayan yang sedang merapikan meja tidak jauh darinya.


__ADS_2