AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENGGENDONG VIONA


__ADS_3

"Sudah Vi tenang saja, Andi tidak bakal tergoda dengan gadis mana pun, dihati dan pikirannya cuma ada kamu seorang saja.."


"Lebih baik minum caprisone dingin ini, yang kuambil dari mobil Sarah, pasti bisa nenangin hati mu yang panas.."


ucap Santi sambil tertawa dan menyodorkan caprisone dingin kehadapan Viona.


"Gak mau kalau caprisone di tuker dengan Andi ku.."


ucap Viona keki.


Santi hanya tertawa cekikikan dan berkata,


"Ya sudah kalau gak mau, aku minum sendiri saja daripada mubajir.."


"Dasar rakus, mencret baru tahu rasa.."


ucap Viona keki, dan masih terus melihat kearah kamar ganti


Di mana Andi dan Sarah masuk ke balik tembok itu.


"Gak bisa aku mau lihat kesana."


ucap Viona Kemudian berdiri dari duduknya berjalan meninggalkan Santi, yang masih duduk di bangku penonton.


Vi...Vi..mau kemana kamu..!?"


teriak Santi tapi Viona tidak menjawab dan menghiraukannya.


Dia terus melangkah pergi dengan bibir manyun, menuju ke kamar ganti.


Saat berada di depan pintu menuju kamar ganti, Viona menghentikan langkahnya, dia terlihat meragu sejenak.


Tapi akhirnya dia membulatkan tekad melangkah masuk kedalam kamar ganti pria.


Tapi begitu Viona melangkah masuk, dia malah bertabrakan dengan sesosok tubuh tinggi besar.


"Aihhh..!!"


jerit Viona terkejut.


Akibat tabrakan tersebut dia kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh.


Pria itu bergerak sigap menarik tangan Viona dan menyangga pinggang Viona dengan tangannya.


Viona kini berada dalam pelukan pria tersebut, sesaat dia kaget dan menatap pria di hadapannya dengan sepasang mata terbelalak.


"Rio...!"


ucap Viona kaget saat menyadari siapa pria di hadapannya saat ini.


"Viona...!"


ucap Rio tak kalah kaget saat menyadari gadis yang kini berada dalam pelukannya adalah Viona.


Begitu sadar Viona pun meronta melepaskan diri dari pelukan Rio sambil berkata,


"Lepaskan aku...!"


Rio melepaskan Viona, Viona berhasil melepaskan diri dari pelukan Rio yang sedang menatapnya dengan heran.

__ADS_1


Viona terlalu buru-buru mundur menjauh dari Rio, sehingga kehilangan keseimbangan tubuhnya.


"Aiihhh..!"


jerit Viona kaget.


Dia hampir saja terjatuh terjungkal ke belakang, bila tidak ditahan oleh Andi, yang baru saja keluar dari kamar ganti.


Viona terjatuh kedalam pelukan Andi, saat melihat siapa pria yang sedang memeluknya..


Viona langsung melingkarkan sepasang tangannya dengan manja di belakang leher Andi.


"Vi kenapa kamu ada di sini ? ini kamar ganti pria loh ? Toilet wanita ada di sebelah luar sana.."


tanya Andi heran.


Viona sambil tertawa manis berkata,


"Aku tidak mencari toilet, aku memang kemari mencari mu.."


Melihat kemesraan Andi dan Viona, tanpa banyak tanya dan bicara, Rio mendengus kesal.


Lalu berjalan pergi meninggalkan kamar ganti.


Saat ini dia dan Viona memang belum punya ikatan apapun, sehingga statis Viona masih bebas.


Dia boleh bersama siapapun yang dia sukai, dan Rio tidak berhak melarang nya.


Rio pergi dengan hati kesal,.di dalam hati dia berkata,


"Kita lihat saja nanti, cepat lambat kamu pasti akan menjadi milikku."


gumam Rio di dalam hati.


"Ada apa kamu kemari mencari ku, Santi di mana ?"


Tanya Andi heran, sambil membantu Viona untuk bisa berdiri dengan benar.


Viona sambil memanyunkan bibirnya berkata,


"Kenapa kamu terganggu ya ? aku mencari mu kemari."


"Ya udah aku kembali saja..."


ucap Viona pura-pura ngambek.


Andi menahan tangan Viona dan berkata,


"Vi tunggu,! ya udah aku yang salah terlalu bawel.."


"Maafkan aku, kamu mau kan ? sebagai permintaan maaf ku dan penebus kesalahan, biar aku menggendong mu ke bangku penonton, boleh ?"


Viona langsung mengangguk gembira, sambil tertawa dia langsung manjat melingkar kan sepasang tangan di dada Andi, kakinya di biarkan menggantung di pinggang Andi.


Andi Tersenyum sambil menggelengkan kepalanya menanggapi perubahan suasana hati Viona yang seperti cuaca, cepat sekali berubahnya.


Saat keluar dari kamar ganti pria, mereka bertemu dengan Sarah yang sedang menunggu Andi di depan kamar ganti.


Sarah berdecak kesal melihat Viona, yang kembali muncul dan kini malah menggelayut manja di punggung Andi, sambil menatap nya penuh kemenangan.

__ADS_1


"Sar dah nunggu lama sorry ya,"


ucap Andi sedikit merasa tidak enak hati.


"Gak papa di,... cuma maaf ya bukan aku reseh."


"Bentar lagi pertandingan di mulai, kamu harusnya tidak menggendong yang berat-berat di punggung."


"Takutnya kecapean atau malah cedera sebelum pertandingan.."


ucap Sarah setengah menegur dan memberi saran.


Andi Tersenyum dan berkata,


"Tenang saja Sar, Viona gak berat kok."


"Tubuh ku sekuat kerbau, cuma gendong Viona saja, gak kan masalah.."


Sarah mengangkat bahu tak berdaya, kemudian melangkah pergi menuju lapangan, tempat mereka sebentar lagi akan bertanding.


Andi yang menggendong Viona di punggungnya, langsung jadi pusat perhatian orang-orang.


Penonton wanita menyoraki mereka dengan perasaan iri, sedangkan penonton pria meski terlihat tidak bereaksi, tapi rata-rata mencibir Andi kampungan dan Narsis.


Tapi Andi tidak terlalu perduli dengan tanggapan orang di sekitarnya yang penting Viona senang.


Jangankan cuma beberapa penonton yang sedang menyorakinya, bahkan bila seluruh dunia mengejek dan menertawai kebodohannya.


Asalkan Viona senang Andi tetap tidak akan memperdulikan mereka, dia tetap akan melakukannya, baginya asal Viona bahagia itu sudah cukup.


Andi terus mengucapkan kata permisi dengan Sopan, hingga dia berhasil menurunkan Viona duduk disebelah Santi.


Dia baru bergegas kembali kelapangan.


"Di,... semangat ya, I love you..."


teriak Viona sambil melambaikan tangannya.


Andi menghentikan langkahnya mendengar teriakkan Viona, kata-kata ini sudah sangat lama dia nanti-nantikan, akhirnya terwujud juga.


Andi menoleh menatap kearah Viona, sambil tersenyum bahagia dia bergumam


" I love you To sayang.."


Andi membalas lambaian Viona dengan memberikan kiss di dua jarinya, lalu di berikan kearah Viona setelah itu dia letakkan kembali di jantungnya.


Kemudian baru membalikkan badannya, kembali berlari kearah tengah lapangan pertandingan.


Tindakan Andi menimbulkan suara sorakan dan tepuk tangan gegap gempita dari para penonton, seakan-akan pertandingan sudah di mulai.


Viona tersenyum senang, tapi wajahnya sedikit merah menahan malu.


Tidak ada yang tahu bahwa ungkapan perasaan kedua sejoli itu datangnya sangat terlambat, sebentar lagi mereka tidak akan bisa bersama-sama, menikmati kisah cinta mereka lagi.


Mereka harus menghadapi kenyataan menyedihkan dan penuh dengan penyesalan.


Baik Andi maupun Viona tidak ada yang mau mengingat kenyataan menyedihkan itu, tapi bagaimana mereka menghindar sekali-sekali tetap akan muncul menganggu pikiran mereka.


Seperti saat ini Viona yang tadinya sedang tersenyum bahagia, tiba-tiba dari sepasang matanya yang indah bergulir turun dua butir titik bening yang menggantung di pipinya.

__ADS_1


Ada perasaan menyesal menyesak di hatinya, kenapa baru sekarang dia berani menyatakan perasaannya, dan menerima perasaan Andi yang sangat tulus mencintai nya.


__ADS_2