AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
HARI KASIH SAYANG


__ADS_3

Andi menolehkan wajahnya menghindari tatapan mata cemas dari Nicole.


Andi tidak mau siapapun yang tahu akan kondisi dirinya yang sebenarnya.


Dia tidak ingin orang di sekitarnya, cemas sedih dan kasihan dengan nya.


Andi ingin membawa semua duka kesedihan dan penyakit gawatnya ini pergi diam diam bersamanya.


Nicole tahu Andi menyimpan sesuatu yang tidak mau di ungkapkan, dia harus tahu batas privasi.


Sambil menghela nafas panjang, Nicole menepuk pundak Andi dengan lembut dan berkata,


"Jangan memendam semuanya sendiri, itu tidak baik buat kesehatan.."


"Bila suatu hari kamu butuh tempat berbagi cerita, kapan pun dan di mana pun, aku akan selalu siap untuk mu.."


Andi menoleh menatap Nicole, sambil tersenyum dia berkata,


"Terimakasih Nicole, aku akan selalu ingat itu.."


Andi lalu menoleh kearah sungai dan berkata


"Di kota asing yang indah dan jauh dari negri ku, aku masih dipertemukan dengan seorang teman baik, yang sangat memperhatikan ku.."


"Ini sudah merupakan anugrah luar biasa untuk ku.."


Nicole tersenyum sedih menatap Andi, tanpa terasa sebutir air bening melompat keluar dari sudut matanya.


Nicole buru buru menghapusnya dan berusaha tersenyum gembira.


Sebagai seorang wanita, yang berperasaan halus tentu dia bisa merasakan ada beban duka yang sangat besar yang Andi sengaja simpan di hatinya.


Di saat situasi sedang hening, masing masing larut dalam pikiran masing-masing.


Tiba tiba muncul suara seorang gadis kecil yang berdiri di samping mereka.


Sambil membawa sebuah keranjang yang berisi bunga, dan sebuah tustel di gantung melingkar di lehernya.


"Kakak hari ini, hari kasih sayang, beli lah setangkai bunga, untuk orang orang yang di sayangi.."


ucap gadis kecil itu dengan suara riang.


Andi dan Nicole serentak menoleh kearah anak kecil itu, mereka berdua tersenyum lembut menatap gadis kecil tersebut.


"Siapa nama mu ? kenapa kamu bisa ada di sini ? kamu gak sekolah ?"


tanya Nicole lembut sambil membelai rambut halus di kepala gadis kecil itu.


Sambil tersenyum lebar yang memunculkan lesung Pipit di kanan kiri pipinya, gadis kecil itu menjawab tanpa beban.


"Nama ku Mei Mei, aku ke sini ikut mama ku, aku masuk sekolah siang."


ucap gadis kecil itu riang.


"Kakak sangat cantik, suami kakak juga sangat ganteng, kalian sangat cocok dan serasi, belilah setangkai bunga dari ku.."


ucap gadis kecil itu polos.


Nicole wajahnya langsung bersemu merah, dia melirik kearah Andi sekilas, sambil tersenyum malu.


Andi untuk menutupi rasa kikuknya, dia buru-buru berkata,


"Gadis kecil mulut mu manis sekali, aku akan beli bunga dari mu."


"Berapa harga bunga mu itu ?"

__ADS_1


"Bunga ku satu tangkai 10 Yuan, bila beli dua harganya 15 Yuan, kakak tampan.."


"Ha,..ha,..ha,.. !"


Andi pun tertawa lebar dan berkata,


"Karena mulut manis mu itu terus mengatakan aku ganteng dan tampan.."


"Baiklah orang baik harus baik sampai akhir, ini ambillah semua bunga itu berikan saja untuk ku."


ucap Andi sambil menyerahkan 10 lembar uang kertas berwarna merah ke dalam keranjang gadis kecil itu.


Lalu Andi mengambil semua bunga di keranjang gadis itu, dan berkata,


"Nah dengan begini, hari ini kamu tidak usah jualan lagi, pulang lah,.. dan bersiap siap pergi sekolah.."


Gadis itu terbelalak gembira melihat uang di dalam keranjang nya.


Sesaat kemudian sambil tersenyum gembira, dia memberi hormat kearah Andi berulang kali dengan membungkukkan badannya dalam dalam dan berkata berulang ulang.


"Terimakasih kakak,.. terimakasih kakak,.. terimakasih kakak,..kakak baik sekali,..terima kasih kak...!"


Andi dan Nicole saling pandang dan mereka sama-sama tersenyum gembira.


Andi sambil tersenyum berkata,


"Ini untuk mu,.."


Nicole menerimanya sambil Tersenyum gembira dan berkata,


"Terimakasih di,.."


"Tapi bunga di tangan mu, begitu banyak, masa kamu begitu pelit cuma kasih satu ke aku,?"


"Sisanya mau kamu kasih ke gadis cantik yang lain ya ?"


Andi mengangguk dan berkata,


"Tepat sekali, aku memang berencana seperti itu.."


"Kamu,..dasar Playboy gak asyik,.."


ucap Nicole dengan bibir cemberut dan membuang mukanya dengan bibir cemberut.


Melihat sikap Nicole, Andi pun tersenyum lebar.


"Kakak cantik jangan marah, sebelum bunganya di kasih ke gadis lain, biar saya bantu ambilkan foto buat kakak berdua."


"Bukankah dengan begitu semua bunga itu jadi milik kakak juga.."


"Fotonya gratis gak usah bayar.."


ucap gadis kecil itu polos.


Mendengar ucapan gadis kecil itu, Nicole pun kembali tersenyum lebar.


Dia langsung maju memeluk gadis kecil itu dan berkata,


"Mei Mei makasih ya, kamu baik sekali.."


"Bukan masalah kak, ayo bersiap siap biar Mei Mei ambilkan dua foto buat kakak berdua.."


Dengan senang, Nicole langsung duduk di samping Andi bergelayut manja di lengan Andi sambil tersenyum gembira.


Andi tidak menolaknya, Andi berpikir tidak ada salahnya memberikan kenangan bahagia untuk terakhir kalinya, ke sahabat baiknya ini.

__ADS_1


Andi sambil tersenyum bahagia mengimbangi kebahagiaan Nicole, dia menatap kearah kamera gadis kecil itu.


"Satu,.. dua,.. tiga...!"


"Selesai,..!"


"Sekali lagi kak,..!"


"Satu,..dua,..tiga,..!"


"Selesai,..!"


ucap gadis kecil itu sambil tersenyum riang, dia langsung menyerahkan dua lembar foto ditangannya.


Satu dia berikan ke Andi,.satu lagi dia berikan ke Nicole.


"Terimakasih ya, Mei Mei "


ucap Andi sambil menerima foto langsung jadi dari Mei Mei.


"Sama sama kak,..'


ucap Mei Mei.


"Sampai jumpa kakak tampan dan kakak cantik,..Mei Mei pulang dulu.."


ucap gadi kecil itu sambil tertawa riang,


Lalu gadis kecil itu sambil tertawa dan bernyanyi kecil, membawa keranjangnya, melompat lompat kecil dengan riang meninggalkan Andi dan Nicole.


Melihat tingkah gadis kecil yang lucu cantik periang dan polos itu, Nicole dan Andi pun tersenyum lebar.


Sesaat kemudian Andi berkata,


"Nicole sebentar ya,.. aku mau berkeliling keliling di kapal.."


"Aku ikut ya,..?"


ucap Nicole sambil merangkapkan kedua tangannya didepan wajah.


Andi tersenyum tak berdaya dan berkata,


"Baiklah,.. ayo,.."


Mereka berdua kemudian berjalan beriringan meninggalkan tempat duduk mereka.


Andi mendekati seorang ibu ibu yang sedang duduk termenung sendirian.


"Selamat hari kasih sayang Bu,..ini buat ibu.."


ucap Andi sambil tersenyum dan memberikan setangkai bunga di tangannya untuk ibu itu.


Ibu itu sedikit terkejut, tapi dia menerimanya dan berkata,


"Terimakasih anak muda."


Andi tersenyum dan berkata,


"Sama sama Bu, saya permisi dulu,.."


Andi menganggukkan kepalanya, kemudian dia meninggalkan tempat itu, dan beralih ketempat lain.


Dimana terlihat seorang nenek sedang duduk bersama dua orang cucunya.


Andi juga melakukan hal yang sama seperti tadi, memberikan setangkai bunga ke nenek itu dan setangkai lagi untuk cucu perempuan di sisinya, sambil mengucapkan selamat hari kasih sayang.

__ADS_1


Setelah itu Andi pun berlalu dari sana dan pindah ketempat lain.


__ADS_2