
Tapi sebelum pria itu menabrak Nicole, tubuhnya sudah terpental kebelakang, di dorong oleh pengawal yang melindungi Nicole.
Orang yang hampir menabrak Nicole itu terpelanting bergulingan mundur kebelakang.
Mendekati kearah para pengejarnya, rupanya dia adalah seorang pencopet yang ingin melarikan diri dari kejaran orang orang yang ingin menangkap nya.
Situasi itu menjadi satu kebetulan bagi para pengejarnya, pencopet itu langsung tewas ditempat dalam sekejap mata.
Karena seluruh tubuhnya di hujani oleh kapak, yang di pegang di tangan para pengejarnya.
Berry sampai bergidik melihat kejadian itu, Nicole juga terbelalak pucat dengan tubuh gemetar.
Tapi sesaat kemudian Nicole dan Berry sudah di giring oleh paman Afei, menjauhi lokasi keributan melanjutkan perjalanan mereka.
Tapi baru berjalan puluhan langkah, di depan mereka sudah muncul puluhan orang berbaju hitam menghadang perjalanan mereka.
"Hai Cantik kemarilah jangan takut.."
ucap salah satu penghadangnya itu sambil tertawa-tawa.
Nicole otomatis bergerak mundur kebelakang paman Afei.
Paman Afei dan ketiga rekannya melangkah maju dan berkata,
"Kalian semua menyingkirlah dari sini, jangan menghadang perjalanan kami.."
Rombongan itu menanggapinya sambil tertawa mengejek, mereka masing masing mengeluarkan golok mereka yang putih berkilauan tertimpa cahaya matahari.
"Hei kalian berempat kalau sayang nyawa, cepat menggelinding dari sini, tinggalkan mereka berdua di sini..!"
Bentak penghadang berbaju hitam itu dengan galak.
Keempat Bodyguard Nicole tertawa mengejek dan berkata,
"Dasar berandalan,.. anak kerbau tidak mengenali harimau.."
"Kami dulu disini malang melintang kalian semua masih lagi *****.."
"Hari ini bila tidak di beri sedikit pelajaran, kalian tidak akan pernah tahu tingginya gunung tebalnya bumi."
ucap Paman Afei dingin.
Tentu saja para penghadang itu sangat marah,. mereka segera maju bergerak menyerang dengan golok ditangan.
Puluhan Kilauan cahaya golok berseliweran di sekitar tubuh paman Afei dan ketiga rekannya.
Tapi dengan gerakan sangat tenang, setiap ada Kilauan cahaya yang datang pasti ada tubuh yang terpental dan menjerit kesakitan, terkena serangan balasan dari ke empat bodyguard Nicole.
Dalam hitungan detik, puluhan orang itu merintih dan meringkuk diatas tanah tidak sanggup berdiri.
Mereka semua pada mengerang kesakitan, ada yang wajahnya bonyok, ada yang lengannya patah , kakinya patah, hingga ada yang lehernya keseleo.
"Ayo nona kita lanjutkan perjalanan kita jangan hiraukan mereka.."
ucap Paman Afei tenang.
Nicole dan Berry mengangguk cepat, lalu buru-buru mempercepat langkah mereka meninggalkan tempat tersebut.
Tanpa hambatan berarti rombongan kecil itu, akhirnya tiba di depan sebuah kantor kecil yang kumuh, sesuai alamat yang di berikan oleh Andi.
Berry dan Nicole mencoba mendorong pintu hijau didepan mereka, untuk masuk kedalam.
__ADS_1
Begitu pintu di dorong terdengar bunyi lonceng diatas pintu.
Dari sebuah bilik ruangan kecil yang tertutup kain gorden, melangkah keluar seorang pria berusia 40 an dengan kaki pincang sebelah.
"Kalian mau mencari siapa ?"
tanya pria itu menatap Berry dan Nicole secara bergantian..
"Aku hendak bertemu dengan pak Kho, apakah anda pak Kho. ?"
tanya Berry sambil mengulurkan tangannya kedepan.
Pria itu menyambut uluran tangan Berry menyalaminya dan berkata,
"Benar aku adalah pak Kho, ada apa ya kalian datang mencari ku..?"
Berry pun berkata,
"Teman ku Andi yang menyuruh ku kemari, untuk mencari informasi keberadaan kedua orang itu.."
"Ohh pak Andi,.. 3 hari ini aku terus menghubunginya, tapi telpon nya gak pernah nyambung.."
"Aku sudah temukan orang yang di cari nya, hanya saja biayanya belum di bayar ."
ucap Pak Kho sambil tersenyum.
"Maaf pak Kho, pak Andi sendiri kini sedang terkena musibah, jadi gak bisa menemui dan menghubungi anda.'
"Tolong berikan saja informasi nya ke kami, kami yang akan melunasi semua tagihan anda..'
ucap Berry cepat.
Pak Kho menatap Berry dan Nicole secara bergantian dan berkata,
"Tunjukkan dulu pada ku bukti, kalian adalah teman dekat Andi.bila tidak maaf aku tidak bisa bantu ."
ucap Pak Kho berhati hati.
Berry mengangguk mengeluarkan ponselnya membuka file foto dirinya dan Andi.
Kemudian Berry tunjukkan ke Kho Cung Cung.
"Ini pak Kho, bila tidak yakin anda boleh baca cek chat wa ku dengan Andi .."
Kho Cung Cung melihat lihat sebentar dan membaca beberapa chat Andi dan Berry.
Dia pun menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Baiklah, harap tunggu sebentar.."
Pak Kho. dengan langkah terpincang pincang masuk kedalam bilik kamarnya yang kecil.
Tak lama kemudian, dia memberikan setumpuk kwitansi tagihan operasional dan tagihan jasanya ke Berry.
Berry melihat perinciannya sekilas, lalu melihat total di bawahnya, kemudian dia berkata,
"Apakah semuanya 20,000 Yuan,..?"
"Tepatnya 18,520 Yuan,.."
ucap Pak Kho .
__ADS_1
"Pak Kho aku tidak punya Yuan, aku bayar pakai US dolar boleh.?"
tanya Berry serius.
Pak Kho meragu sejenak, tapi akhirnya dia berkata,
"Boleh saja asal hitungan nya cocok,.."
"Berr aku ada,.. pakai uang ku saja gimana ?"
tanya Nicole.
Berry menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Gak usah Nicole, ini urusan pribadi bukan pekerjaan."
"Bila Andi tahu, nanti aku kena damprat."
Berry sambil tersenyum lebar kembali menoleh kearah Kho Cung Cung dan berkata,
"Gak usah di hitung lagi, ini pasti cocok ini 1500 USD ambil lah.."
"Tapi mana data informasi nya..?"
ucap Berry sambil melambaikan uang di tangan kanan, sedangkan tangan kiri terulur kearah pak Kho.
Pak Kho juga tidak bodoh, dengan uang 1500 USD itu, perhitungannya bahkan lebih dari 20.000 Yuan.
Dengan semangat dia meletakkan sebuah flashdisk kedalam telapak tangan Berry, dan berkata datanya ada di dalam sana.
Karena anda bayar lebih, aku kasih tambahan informasi.
"Mereka berdua di jaga ketat oleh 20 orang bersenjata lengkap, dan dua orang ahli bela diri.."
"Bila mau kesana berhati hatilah.."
"Polisi biasa tidak akan cukup, kecuali pasukan khusus, atau pihak militer di libatkan, mungkin masih ada peluang."
ucap pak Kho serius.
Lalu dengan cepat dia menyambar uang ditangan Berry.
Berry membiarkan uang ditangan di sambar oleh Kho Cung Cung.
Berry sendiri langsung mengeluarkan hp nya, dengan menggunakan alat penyambung khusus, yang ditempelkan ke flashdisk, HP Berry pun bisa digunakan untuk membaca data layaknya komputer.
Sesaat kemudian Berry berkata, sambil melihat kearah Nicole.
"Gimana baiknya, ? kedua orang itu ada di Beijing.."
"Mau gimana lagi, ya kita berangkat kesana.."
"Paman Afei bisa bantu kan..?"
tanya Nicole sambil melihat kearah bodyguard nya.
"Bisa nanti saya hubungi beberapa teman di sana buat bantu.."
ucap bodyguard Nicole tenang.
"Tapi demi keamanan saat operasi berlangsung, sebaiknya Nona besar dan pak Berry tunggu di penginapan terdekat saja.."
__ADS_1
"Nanti bila sudah beres kami akan bawa mereka berdua ke penginapan.."
ucap Paman Afei memberi saran.