AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MONICA BERHASIL MENYELAMATKAN SANTI


__ADS_3

Santi menghembuskan nafas kecewanya, dia berusaha menahan kekesalannya dengan tersenyum sedikit di paksakan, lalu berkata,


"Gak papa lain waktu saja, coba kamu lihat kesana ada apa ?"


James mengangguk, dia dengan cepat bangun mengenakan celana nya dengan buru-buru, langsung berjalan menuju pintu.


James di dalam hati juga sadar pasti ada laporan penting, yang bersifat urgent.


Bila tidak anak buahnya, pasti tidak akan berani datang menganggu waktu privasinya.


Saking panik dan gugupnya, James bert*lanjang dada langsung pergi membuka pintu kamar.


James lupa menutupi bagian punggungnya, yang terbuka lebar menghadap kearah Santi.


Santi sendiri sedang berbaring diatas kasur dengan tubuh tertutup selimut, hanya bagian kepalanya saja yang muncul dari balik selimut.


Begitu melihat bagian punggung suaminya yang terbuka lebar, dan terpampang jelas di depan mata nya.


Santi terbelalak kaget melihat pemandangan di hadapannya, sepasang matanya terbelalak lebar tak percaya melihat pemandangan di hadapannya.


Seekor ular cobra merah dengan lidah menjulur keluar, terpampang jelas di bagian punggung James yang kekar.


Airmata mulai jatuh bercucuran membasahi kedua pipi Santi, yang putih dan mulus.


Berbagai perasaan berkecamuk hebat di dalam dadanya, dia tidak tahu dan bingung harus mengambil sikap apa setelah misteri yang terpendam selama ini akhirnya terkuak.


James sendiri masih tidak sadar perubahan yang terjadi pada Santi.


Dia masih tidak menyadari keteledorannya, yang memunggungi Santi tanpa mengenakan baju.


Begitu pintu kamar dibuka oleh James, terlihat Monica dan Rocky berdiri di depan James dengan wajah pucat.


"Ada apa kalian berdua ?"


tanya James heran.


"Mereka sudah mengepung tempat kita, kini sedang bergerak kemari."


ucap Monica gugup.


"Bangsat...!"


umpat James kesal.


James lalu buru-buru menoleh kearah istrinya, tapi saat melihat reaksi wajah istrinya yang menatap dengan tatapan seperti itu.


James pun segera menyadari kecerobohannya, tapi saat ini waktu mendesak.


James tidak punya waktu mengurus hal itu, keselamatan istri anak nya lebih penting.


Sehingga James hanya bisa berkata, dengan wajah sedih dan merasa bersalah,


"Maafkan,.. aku sayang.."

__ADS_1


Lalu dia kembali menoleh kearah Monica dan berkata,


"Segera bawa Santi dan Ivan, gunakan speed boat di ruang rahasia, bawa mereka pergi jauh jauh dari sini.."


"Tapi kak,.."


ucap Monica ingin membantah.


James menepuk bahu Monica dan berkata,


"Aku percaya kan mereka pada mu, kamu tahu sendiri mereka berdua lebih penting dari nyawa ku sendiri.."


"Cepatlah tidak ada waktu lagi.."


ucap James cepat.


Lalu dia pun memberi kode agar Rocky ikut dengan nya, meninggalkan tempat tersebut.


Monica langsung melangkah masuk kedalam kamar, tanpa banyak bicara, dia langsung mengumpulkan semua pakaian Santi yang berserakan di lantai.


Monica melemparnya kearah Santi dan berkata,


"Pakailah cepat,.. jangan bengong lagi.."


"Sekarang bukan waktu yang tepat untuk memikirkan hal lain.."


"Aku akan pergi urus Ivan, saat aku kembali, kita harus segera tinggalkan tempat ini.."


"Jadi ku mohon cepatlah sedikit.."


Suara tembakan dan bunyi ledakan granat, membuat Santi terlunjak kaget.


Dia segera tersadar dan buru buru berpakaian, lalu membuka lemari mengambil tas ranselnya, yang berisi semua keperluan daruratnya.


Setelah itu Santi berdiri didepan cermin mengikat rambutnya dengan di kuncir kuda seadanya.


Begitu selesai, Monica sudah kembali ke kamarnya sambil menggendong Ivan, yang masih asyik tidur.


"Ayo lewat sini..kak.."


ucap Monica sambil bergerak membuka pintu lemari pakaian.


Lalu dia masuk kedalam lemari pakaian tersebut, dan memberi kode agar Santi ikut masuk kedalam bersama nya.


Santi yang berkali kali mendengar suara tembakan, dengan wajah cemas dia buru-buru ikut masuk kedalam lemari.


Setelah Santi.ikut masuk, Monica langsung menutup pintu lemari, lalu kakinya menginjak sebuah tombol, sambil meletakkan sidik jari jempolnya di tempelkan di pojok lemari, yang tertutup pakaian baju kemeja James yang tergantung rapi di sana.


Lantai lemari itupun tiba-tiba bergerak kebawah, hingga tiba di dasar, Monica baru membuka pintu lemari.


Sambil menggunakan penerangan senter di HP nya, Monica memimpin berjalan di depan, lalu dia turun kedalam sebuah speed boat, dia berusaha membantu Santi untuk ikut turun ke dalam speed boat tersebut, dengan sebelah tangan nya.


Karena tangan nya yang satu lagi, harus menggendong Ivan, setelah Santi masuk kedalam kapal.

__ADS_1


Monica menyerahkan Ivan kedalam gendongan Santi dan berkata,


"Kak duduklah sambil berpegangan erat, apapun yang terjadi tetap merundukkan kepala kebawah, dan jangan pernah melihat kebelakang."


"Kita mau kemana ? bagaimana dengan James dan yang lainnya..?"


tanya Santi cemas.


"Tak perlu cemaskan kak James, dia pasti tahu cara meloloskan diri, kakak tenang saja."


ucap Monica sambil menekan tombol di samping kapal speed boat.


Sehingga pintu garasi bawah tanah yang menghadap kearah danau buatan pun perlahan lahan terbuka dengan sendirinya.


Monica langsung menstarter mesin Speed boat, kemudian dia perlahan-lahan mengemudikan speed boat itu keluar dari dalam garasi.


Dan bergerak cepat meninggalkan kediaman mereka.


Tapi baru saja mereka keluar dari dalam garasi,. didepan mereka sudah menghadang dua buah kapal speed boat musuh.


Kedua speed boat musuh menghalangi jalan yang akan mereka lewati.


Begitu melihat kedatangan speed boat Monica, mereka langsung melepaskan tembakan senapan mesin mereka kearah speed boat, yang di tumpangi oleh Monica dan Santi.


Monica tidak menghentikan speed boat nya, sambil menundukkan kepalanya, dia malah menambah kecepatan speed boat nya dan berkata,


"Tetap merunduk pegangan yang erat, kak..!!"


"Brakkk...!!"


Speed boat yang di kendarai Monica menabrak dua speed boat penghadangnya hingga terguling.


Sedangkan speed boat nya sendiri terbang keatas melayang di udara.


Kemudian baru mendarat lagi diatas danau dan dengan kecepatan tinggi melaju meninggalkan danau buatan, menuju gerbang penghubung dengan laut.


Speed boat Monica telah bergerak jauh meninggalkan para penghadangnya, yang terombang ambing diatas danau yang bergelombang hebat, karena baru saja di lewati oleh speed boat Monica yang berkecepatan tinggi.


Sebelum para pasukan musuh itu sempat berenang ketepian, satu persatu dari mereka menjerit ngeri,


sebelum terseret kedasar danau,


Ternyata di dalam danau itu di penuhi dengan buaya air asin, yang berukuran sangat mengerikan dan ganas.


Dalam sekejap mata saja, danau yang berair jernih, kini telah berubah warna menjadi merah darah.


Monica sendiri menggunakan remote kontrol membuka pintu dam menuju laut.


Setelah speed boat nya lewat, Monica baru menutupinya kembali.


Lalu dia membawa kapal speed boat nya, menuju Tengah laut.


Beberapa saat kemudian mereka merapat ke sebuah kapal pesiar pribadi, yang terapung di tengah laut, menanti.kedatangan mereka.

__ADS_1


Begitu kapal speed boat Monica merapat, beberapa tali pengikat terulur kebawah.


__ADS_2