
Sarah mengangguk dan berkata,
"Baiklah aku percaya padamu, aku akan gunakan waktu kamu bermain, untuk istirahat, bila pulih aku akan membantumu.."
Andi Tersenyum dan memberikan TOS tangan dengan lembut ke Sarah.
Sarah tersipu malu setelah melakukan TOS tangan dengan Andi.
Dia sedikit terbawa suasana, dengan perhatian dan pengertian yang Andi berikan pada nya.
Andi menyadari hal itu, tapi dia bersikap biasa saja, karena demi kekompakan mereka berdua dia dan Sarah memang harus saling memahami dan saling pengertian.
Semua ini bagi Andi hanya satu tujuan memenangkan pertandingan membawa pulang uang buat Viona.
Pertandingan babak ke 3 pun di mulai, karena Sarah banyak beristirahat di tempat, Wi Wi dan Lili kesulitan mengincarnya.
Sedangkan mengincar Andi sama dengan tembok, mereka harus berjuang keras dan sangat menguras tenaga dan emosi.
Di babak ketiga ini, mereka sama-sama ngotot dan habis-habisan, angka selalu bersaing ketat tipis dan saling mengejar.
Di sini masing-masing menunjukkan keperkasaan masing-masing.
Andi berdiri dengan gagah dan kokoh, siap menghadapi terjangan ombak sekeras apapun.
Sedangkan Wi Wi dan Lili mengandalkan kekompakan dan tehnik Permainan mereka, yang tidak bisa diragukan lagi.
Di babak terakhir ini mereka berdua benar-benar menunjukkan kualitas sejati mereka.
Bahkan Sarah yang sudah hilang letih nya, hanya berani bergerak membantu sesekali takut mengacaukan Permainan Andi.
Akhirnya kedua pasangan tiba di penghujung match Point', dimana Andi ada di angka 14 sedangkan Wi Wi dan Lili ada di angka 13.
Bola masih ada ditangan Sarah sebagai pembuka bola kedua.
Bila gagal mendapatkan point', maka sudah pasti pihak Wi Wi dan Lili akan memaksakan juss untuk menambah peluang.
Sarah terlihat sedikit gugup mau melakukan servis, melihat hal itu Andi maju berbisik pada Sarah,
"Santai saja Sar,.. rileks aku yakin kamu pasti bisa.."
"Ayo kita menangkan pertandingan ini bersama-sama."
Mendapat bisikan Andi Sarah menjadi bersemangat.
Dia segera melepaskan sebuah servis pendek yang sangat manis.
__ADS_1
Wi Wi dengan sigap maju untuk menyambar servis dari Sarah, tapi berhubung terlalu tipis.
Dia membatalkan sambarannya, menjadi sebuah bola gerak tipu didepan.
Sarah langsung mengembalikannya kearah belakang Wi Wi dengan bola datar.
Sehingga Wi Wi tidak akan sempat mundur mengambilnya, dia terpaksa akan merelakan bola tersebut ke Lili temannya.
begitu Lili mengangkat bola keatas, baik Lili maupun Wi Wi dengan kompak berbagi menjadi dua bagian kiri dan kanan.
Sesuai dugaan mereka Andi melepaskan smash yang sangat keras kearah tengah yang datang nya seperti sebutir peluru.
Wi Wi membiarkan Lili menyambut bola tersebut karena posisi Lili lebih pas.
Begitu Lili mengembalikan Bola, Andi kembali melepaskan tembakan smash yang lebih keras lagi dengan tangan kirinya.
kali ini Wi Wi lah yang menangkis Smash keras Andi dan mengembalikannya ke bidang kosong, di sisi berlawanan dari posisi Andi.
Andi sambil berlari memberikan sebuah tembakan keras, tapi kali ini yang diincar Andi adalah bibir net yang bergaris putih .
Bola itu menghantam dengan keras bibir net Tersebut dengan sangat tepat.
Sesuai prediksi Andi bola yang keras itu tetap akan lewat meski membentur bibir net hingga bergetar.
Yang ada adalah, bola akan berbelok arah dan sangat sulit ditebak, lawan pasti akan reflek bergerak mundur mengantisipasi.
Prediksi Andi tepat, lawannya benar mati langkah, tapi yang tidak di sangka Wi Wi menunjukkan kelasnya.
Dia meski mati langkah masih sempat melompat menjerambabkan dirinya ke depan, demi menyelamatkan bola.
Sehingga bola berhasil di kembalikan ke bibir net depan wilayah Andi dan Sarah, untungnya Sarah bergerak cepat, sebelum bola bergulir turun kebawah.
Sarah langsung menggesekkan senar di bundaran kepala raketnya dengan bola, seolah-olah sedang oseng sayuran.
alhasil bola berputar-putar kembali bergulir kewilayah Wi Wi dan Lili, Lili posisinya terlalu jauh tidak sempat lagi mengejar bola tersebut.
Dia hanya bisa menahan jerit tertahan, sambil menutup mulutnya dengan tangan dan melihat bola itu jatuh di wilayah mereka.
Sedangkan Wi Wi yang dalam posisi terjerambab, sudah tidak mungkin mengambil bola tersebut lagi.
Sehingga hanya bisa melihat bola tersebut jatuh di hadapannya dengan tak berdaya.
Melihat bola nya jatuh di wilayah musuh dengan sempurna, Sarah berteriak histeris, langsung membuang raketnya dan berlari melompat kedalam pelukan Andi.
Dia tertawa gembira sampai bercucuran airmata saking senangnya, dengan kemenangan mereka yang sangat luar biasa ini.
__ADS_1
Sarah tidak sadar sepasang bukitnya yang besar dan kenyal, jauh lebih besar dari milik Viona, menekan dengan hangat di dada Andi yang bidang.
Andi Sampai salah tingkah, sehingga wajahnya menjadi sedikit merah.
Tapi dia harus membalas memeluk Sarah agar gadis itu tidak jatuh.
Bila dia tidak memeluknya dan menahannya akan ada dua kemungkinan.
Pertama dia terjatuh ditimpa oleh Sarah,
kemungkinan kedua Sarah akan jatuh terjengkang kebelakang dengan tragis.
Kedua hal ini bukan pilihan, makanya Andi hanya bisa menyambut dan memeluk Sarah dengan erat, sambil melepaskan raketnya dari pegangan nya.
Viona di bangku penonton yang tadinya bersorak kegirangan, melihat kemenangan Andi dan Sarah.
Dia melompat kegirangan sambil berpelukan dengan Santi, tapi saat melihat Andi berpelukan mesra dengan Sarah.
Dia melepaskan pelukannya dari Santi, dan wajahnya menjadi cemberut tidak senang.
Andi yang tidak pernah melepaskan perhatian nya dari Viona, dia bisa melihat dengan jelas, saat Viona tidak senang dan cemburu melihat dirinya berpelukan dengan Sarah.
Andi buru-buru berbisik pada Sarah,
"Sar Wi Wi dan Lili sedang menunggu kita bersalaman tuh.."
Mendengar hal itu sambil tertawa malu, Sarah melepaskan pelukannya dari Andi dan berkata,
"Yuk kita salami mereka.."
Andi dan Sarah pun bersalaman dengan Wi Wi dan Lili.
"Andi kan nama mu, ini nomor HP ku, kalau berminat bergabung dengan atlit nasional hubungi kami.."
ucap Wi Wi sambil menyalami Andi.
Andi menerimanya dan berkata,
"Terimakasih banyak Ko Wi Wi.. saya pasti akan menghubungi anda nanti,.. terima kasih.."
Di dalam hati Andi berpikir kalau jadi atlit nasional dan bayaran nya besar, tidak ada salahnya dia coba ikut dan mencaritahu lebih lanjut.
Siapa tahu dengan menjadi atlit nasional, dia bisa dapat kan hasil besar yang bisa di gunakan, untuk membantu membayar lunas hutang ayah Viona ke Rio.
Setelah memenangkan babak ini, di babak selanjutnya di final Andi dan Sarah bisa memenangkan pertandingan mereka dengan jauh lebih mudah, melawan To To dan Lola yang bukan lawan sepadan bagi mereka.
__ADS_1
Dan menurut semua penonton, pertandingan paling seru justru terjadi di semifinal, ketimbang final, yang tidak lagi ada gregetnya.