
Nicole sambil tersenyum tak berdaya mengembalikan mic nya ke Andi dan memberi kode ke Andi dengan jari telunjuknya.
Meminta Andi menyanyikan satu lagu lagi.
Andi menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum berkata,
"Baiklah yang terakhir ok,..?"
Tidak ada yang menyahut, karena mereka semua masih ingin dengar Andi nyanyi beberapa lagu lagi.
Nicole menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Ya terakhir, satu aja lagi.."
Andi kemudian memilih dari daftar lagu, akhirnya dia memilih sebuah lagu Ni Se Wo Wei I Te Ce Zhuo.
Setelah itu Andi pun mulai melantunkannya, sekali ini setelah Andi selesai melantunkan lagu tersebut.
Tidak ada satupun dari ke lima gadis di dalam ruangan itu, yang tidak meneteskan air mata mereka.
Bahkan Peter Toni juga ikut mengerjap ngerjapkan mata mereka menahan air mata mereka yang hampir runtuh.
Andi sendiri setelah selesai melantukan lagu tersebut, dia sedikit menengadahkan kepalanya keatas, agar airmatanya tidak runtuh dan terlihat oleh semua yang hadir disana.
Sesaat kemudian sambil tersenyum sedih Andi mengembalikan mic ditangannya keatas meja.
Lalu Andi menuang Vodka ke gelas kosong di hadapannya, meminumnya hingga habis kemudian Andi berkata,
"Sudah malam, silahkan kalian teruskan saja..'
"Aku pamit pulang duluan.."
Yang hadir sedikit terkejut mendengar ucapan Andi, terutama Nicole dan keempat bawahan Andi.
"Bos kok cepat sekali, bukannya kita kita masih mau lanjut ke diskotik nanti..?"
tanya Doni kurang puas.
Andi tersenyum pahit dan berkata,
"Kalian saja yang kesana, dengan keadaan kaki ku yang seperti ini."
"Di sana aku juga gak bisa apa apa, malah nantinya merepotkan dan mengurangi suasana happy kalian.."
Mendengar ucapan Andi, Peter Toni Doni dan Marco pun tidak membantah lagi.
Adalah Nicole yang langsung bangkit berdiri dan berkata,
"Kalian semua teruskan saja, aku akan mengantar pak Andi pulang.."
"Ya Nicole kok pulang sih ? gak ada loe jadi gak rame dong..!"
teriak Sani.
Yang langsung di ikuti anggukan kepala yang lainnya.
Melihat hal ini, Andi pun berkata.
"Tidak apa-apa Nicole, aku bisa menggunakan taksi, kamu tenang aja.."
"Tak perlu mengantar ku.."
Tapi Nicole menggelengkan kepalanya dengan tegas dan berkata,
"Tidak,.. mana boleh seperti itu,"
__ADS_1
"Sudahlah kalian semuanya teruskan saja bersenang-senang nya.."
"Beri aku kesempatan mengencaninya ok..!?"
ucap Nicole sambil tertawa.
Lalu tanpa memperdulikan respon keempat temannya, Nicole buru buru mendorong kursi roda Andi meninggalkan tempat tersebut.
Riki langsung bangkit berdiri, dan mengejar dari belakang.
"Nicole tunggu,..! aku ikut ya..?"
Nicole menghentikan langkahnya menoleh kearah Riki dan berkata,
'Tidak perlu Riki,.. di antara kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi.."
"Kamu tidak perlu ikut, aku risih bila melihat mu.."
"Menjauhlah dari kehidupan ku.."
ucap Nicole lalu membalikkan badannya dengan wajah dingin dia mendorong kereta Andi meninggalkan tempat itu.
Riki sesaat berdiri diam di tempat, saat sadar dia kembali berlari mengejar kearah Nicole dan berkata,
"Nicole tunggu,.. kamu dengarkan dulu penjelasan ku..aku.."
"Tidak perlu Riki, sudahlah jangan mengikuti ku lagi, atau aku akan meremehkan mu.."
ucap Nicole memotong ucapan Riki dengan dingin sambil terus melangkah.
Meninggalkan Riki yang berdiri bengong disana, tidak tahu harus berbuat apa, selain menghela nafas kecewa.
Setelah mereka berdua berada di dalam mobil, Andi baru berkata,
"Nicole sebenarnya apa yang terjadi antara kamu dan Riki..?"
"Di,.. temani aku ngobrol ngobrol sambil naik perahu di danau Xuan Wu, boleh.."
Andi tersenyum dan mengangguk, lalu berkata.
"Tentu saja boleh, ku dengar pemandangan lampu di sekitar danau sangat indah bila malam tiba .aku memang tertarik dan ingin menyaksikannya.."
Nicole tersenyum senang dan berkata,
"Memang sangat indah, aku jamin Pak Andi tidak bakalan kecewa."
Andi mengangguk dan berkata,
"Ayolah kita segera kesana sebelum terlalu malam..'
Nicole tersenyum dan berkata,
"Tenang aja pak, wisata air di sana tersedia 24 jam."
Nicole lalu membawa mobil Wrangler nya bergerak menuju jalan raya.
Tidak lama kemudian mereka berdua sudah sampai di tepi danau.
Setelah memarkirkan mobilnya, Nicole kemudian membantu mendorong kursi roda Andi untuk naik kesebuah perahu.
Anak buah perahu wisata itulah yang membantu mendorong Andi naik keatas perahu, di susul oleh Nicole yang berjalan di belakang mereka berdua.
Setelah duduk santai di pinggiran perahu bersama Nicole,.sambil menikmati pemandangan di pinggiran sungai.
Di mana terlihat lampu warna warni dari gedung gedung di pinggiran sungai, dan lampu lampu dari jembatan yang membentang di depan mereka semua terlihat sangat indah.
__ADS_1
Sesaat setelah menikmati pemandangan dari udara yang sejuk Andi pun berkata,
"Nah sekarang kita bisa cerita cerita dengan santai.."
Nicole sambil tersenyum mengeluarkan sebuah botol berukuran sedang dari dalam jaketnya dan berkata,
"Boleh kita cerita sambil minum ini pasti lebih asyik.."
Andi menatap Nicole dengan terkejut dan berkata,
"Kamu peroleh dari mana brandi ini ?"
Nicole sambil tertawa nakal berkata,
"Aku menyambar nya, dari tempat karaoke tadi..'
"Ini minuman mahal, mampus nanti teman teman mu, bila kena cas dan harus bayar minuman ini.."
ucap Andi sambil menatap Nicole dengan serius.
Nicole tertawa dan berkata,
"Kalau gak ada Riki, tentu aku tidak akan melakukan hal ini..'
"Kamu tenang aja, Riki pasti akan bisa mengurus semuanya.'
ucap Nicole sambil tertawa santai.
"Siapa Riki Chu itu sebenarnya ?"
tanya Andi penasaran.
Nicole sambil tersenyum, dia membuka tutup botol brandi itu, minum seteguk, kemudian menyodorkan kearah Andi dan berkata,
"Riki Chu adalah pewaris tunggal Group Chu, Sedangkan Group Chu ini adalah group terkaya nomer dua di seluruh Nanjing.."
"Di bandingkan Group Wang bagaimana ?"
tanya Andi sedikit ingin tahu.
"Dulu Group Wang sempat di atas Group Chu,.tapi semenjak kemunculan saudara tiri Bos Wang Lei, group Wang Terpecah menjadi dua kekuatan yang selalu saling bertentangan."
"Sehingga akhirnya perlahan-lahan group Wang terlampaui oleh Group Chu yang tadinya ada di peringkat kelima kini menjadi peringkat kedua."
ucap Nicole menjelaskan.
Andi menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Lalu hubungan mu dan Riki..."
Nicole kembali minum seteguk kemudian berkata,
"Sejak masuk kelas menengah, aku dan Riki sempat menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih..'
"Hingga menjelang kami tamat sekolah menengah, di malam perpisahan sekolah kami, aku secara tidak sengaja memergokinya."
"Menginap di hotel bersama teman baik ku Vero Wu."
ucap Nicole terlihat kecewa.
"Siapa itu Vero Wu, apakah dia juga termasuk putri konglomerat Nanjing ?"
tanya Andi heran.
Nicole mengangguk dan berkata,
__ADS_1
"Tepat sekali malahan Vero Wu adalah putri tunggal keluarga Wu, yang merupakan group nomor satu di seluruh Nanjing."