AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
ANDI DAN VIONA KEMBALI KE KOST


__ADS_3

Melihat kedatangan kelompok itu, yang selalu membuat hatinya tidak tenang sejak di restoran tadi.


Andi segera mendorong dengan lembut ketiga gadis itu masuk kedalam mobil dan berkata,


"Kalian segera tinggalkan tempat ini, aku nanti akan menghubungi kalian.. cepat-cepat.."


Sopir Sarah yang paham situas, i dia langsung mengunci pintu dan kaca jendela mobil, lalu tanpa memperdulikan protes di belakangnya.


Dia langsung memacu mobilnya meninggalkan lokasi tersebut.


Saat Marcel dan kawan-kawan nya tiba di sana, mobil Sarah sudah pergi meninggalkan halaman parkir meninggalkan restoran.


Mereka tidak bisa melakukan pengejaran, karena gerak langkah mereka terhalang oleh Andi yang berdiri tenang menghadang mereka.


Andi menarik tali ikat pinggang nya, mempersiapkan diri, menghadapi serangan golok Marcel dan teman-teman nya.


Begitu tiba di hadapan Andi, Marcel tanpa banyak bicara langsung meloncat kearah Andi, dan mengayunkan golok nya kearah kepala Andi sambil berteriak..


"Mampus loe...!!"


"Ngeekk...!"


terdengar bunyi keluar dari mulut Marcel.


Bukan nya Andi yang menjerit kesakitan, sebaliknya Marcel yang terpental meringkuk di lantai dengan wajah pucat.


Dia terlihat kesulitan bernafas, golok ditangannya juga tergeletak di sampingnya.


Tadi ketika Marcel menerjang kearah Andi, Andi bergeser sedikit kesamping sehingga tebasan golok Marcel lewat di sampingnya.


Disaat bersamaan Andi melayang kan sebuah tendangan yang tepat bersarang di ulu hati Marcel, sehingga membuat Marcel terpental kebelakang.


Meringkuk kesakitan memegangi perutnya yang terasa mules, dan dia sampai mengalami kesulitan bernafas.


Melihat kondisi Marcel ke 6 temannya yang lain, dengan ganas membacokkan golok mereka dari berbagai arah ke tubuh Andi.


Andi bergerak ringan menghindar kesana-kemari, dengan langkah kaki nya yang tenang.


Sambil membalas serangan mereka satu persatu menggunakan bagian kepala gesper nya, yang terbuat dari besi berlapis stainless.


Satu persatu wajah mereka tersambar kepala gesper Andi, ada yang mengenai hidung mulut dan pelipis mata mereka.


Yang terkena bagian hidung langsung menjerit kesakitan memegangi hidung mereka, yang bocor berlumuran darah, sepasang mata juga sulit di buka, karena menahan perih di hidung sampai mata mereka berkaca-kaca.


Yang terkena mulut, mulut mereka langsung berlumuran darah, karena beberapa gigi mereka langsung tanggal , terkena hantaman kepala gesper Andi.


Sedangkan Yang terkena pelipis mata, darah mengucur deras menutupi daya pandang mata mereka.


Andi tidak berhenti sampai di sana, dia menghadiahi orang itu satu persatu dengan cambukan di punggung dan pantat mereka. Sehingga mereka berteriak-teriak berlompatan seperti sekumpulan monyet.

__ADS_1


Marcel yang mulai pulih, melihat temannya sedang di siksa oleh Andi, dia segera meraih golok di sampingnya.


Lalu dengan berindap-indap dia menghampiri Andi dari arah belakang, lalu dia mengangkat goloknya diatas kepala dan bersiap siap membacoknya kearah belakang kepala Andi.


Tapi sebelum bacokan nya mengenai kepala Andi, sebuah tendangan Andi kearah belakang kembali tepat mengenai ulu hati Marcel.


Membuat gerakan nya terhenti diudara, Andi bergerak cepat dengan lututnya menghantam wajah Marcel, yang sedang membungkuk kedepan menahan mules.


Wajah Marcel langsung mendongak kebelakang begitu terhantam dengkul Andi, Lalu Andi menyusulnya dengan sebuah tendangan kearah dada Marcel, tubuh Marcel langsung terlempar terbang melayang dan terjatuh berguling-guling di atas lantai tidak sanggup berdiri lagi.


Teman-teman Marcel tidak ada yang berani maju mendekati Andi, setelah terkena pil pahit dari ujung gesper Andi.


Mereka beramai-ramai lari meninggalkan Andi, sambil memapah Marcel yang pingsan tidak sadarkan diri.


Andi berdiri tenang di sana menatap kepergian kelompok itu


Setelah mereka semua pergi, Andi baru berjalan santai keluar dari area restoran, menuju pinggir jalan raya memberhentikan sebuah angkutan umum.


Lalu Andi naik angkutan umum itu meninggalkan lokasi keributan tadi.


Di dalam angkutan umum Andi baru menelpon Sarah, begitu telpon terangkat terdengar suara penuh kekhawatiran Sarah.


"Di,... kamu di mana ? gimana keadaan mu sekarang ?"


"Aku tidak apa-apa Sar, tenang aja.."


"Aku kini ada di dalam angkutan umum, sedang menuju terminal, kita bisa ketemuan di sana bentar lagi.."


"Ok..ok..kamu tunggu sebentar, kami segera meluncur kesana.."


"Ini Viona mau bicara dengan mu.."


ucap Sarah sambil memberikan HP nya ke Viona.


"Di,... kamu tidak apa-apa kan ? gimana keadaan mu apakah kamu terluka ?"


"Aku...aku.. sangat takut dan cemas di.."


ucap Viona menahan Isak.


"Eh..eh..kamu kenapa sayang jangan menangis, aku tidak apa-apa.. tenanglah."


"Bentar lagi kita akan ketemu..jangan cemas.. dan jangan menangis ok.."


ucap Andi berbalik menjadi gelisah mendengar suara Isak tangis Viona.


"Sayang kamu tenanglah, percaya lah aku tidak apa-apa kok..tenang ok.."


ucap Andi lembut.

__ADS_1


Viona mengangguk dan berkata,


"Baiklah aku menyayangimu hati-hati sayang.."


Setelah mendengar suara Andi yang baik-baik saja, Viona sudah mulai bisa menguasai diri dan mengembalikan telponnya ke Sarah.


Santi yang duduk di sebelah Viona segera berkata,


"Kamu tenang saja Vi, jangan lupa Andi sangat jago bela diri nya."


"Dulu waktu di taman kota, dia juga menghajar beberapa preman berbadan besar hingga babak belur."


"Aku yakin bila tidak di keroyok massa, Andi pasti bisa menjaga diri.."


Sarah mengangguk setuju dan berkata,


"Santi benar, aku juga pernah melihat dia bermain dengan patung kayu di toko olahraga."


"Gerakan nya sangat cepat dan kuat seperti jagoan seni bela diri di film-film itu.."


Sopir Sarah sambil nyetir juga berkata,


"Kalian tenang saja, yang di khawatirkan nak Andi bukan dirinya, tapi dia khawatir dengan keselamatan kalian bertiga.."


"Begitu melihat aku membawa kalian pergi, Nak Andi malah menjadi jauh lebih tenang dan santai, dalam menghadapi para penyerang itu."


"Pak Gyo tahu di mana letak terminal angkutan umum terdekat dari sini ?"


tanya Sarah ke supir nya.


"Tahu neng..neng Sarah tenang saja...saat ini kita memang sedang meluncur kesana."


"Sebentar lagi juga sampai.."


Tak lama kemudian mereka bertiga sudah melihat Andi berdiri di pinggir jalan di depan terminal angkutan, sambil tersenyum melihat kearah mobil mereka.


Sopir Sarah pak Gyo menghentikan mobilnya tepat di depan Andi, Andi segera membuka pintu belakang mobil lalu masuk kedalam.


Begitu masuk kedalam mobil, Andi langsung di berondongi pertanyaan oleh ketiga gadis itu.


Andi menceritakan semuanya dengan santai ke mereka.


Karena menempuh perjalanan sambil bercerita tidak kerasa mobil Sarah telah tiba di depan kost Andi.


Andi dan Viona pun turun dari mobil dan mengucapkan terimakasih, sambil melambaikan tangan mereka kearah mobil Sarah yang bergerak pergi dari sana.


Sarah dan Santi membuka jendela mobil dan membalas lambaian tangan Andi dan Viona.


"Jam 7 malam jangan lupa tar aku jemput..!"

__ADS_1


ucap Sarah sebelum mobilnya melaju pergi.


__ADS_2