AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
PERUBAHAN SIKAP..


__ADS_3

Santi mendelik kearah Sarah dan berkata,


"Kamu tanya aku, aku mau tanya siapa..?"


"Dia mau pergi langsung pergi, aku mana tahu dia mau kemana ? emang aku pengasuhnya ?"


ucap Santi cemberut.


Tapi tangannya tidak berhenti mencomot dan mengupas udang kukus yang sangat manis dan gurih itu.


Sarah dan yang lainnya pun tertawa melihat respon Santi yang sewot.


Sambil tersenyum istri Om Theo ikut menambahkan,


"Kalau jadi pengasuh sih gak perlu, James sudah besar.."


"Tapi kalau mau jadi istri kurasa cocok ya non Sarah.."


"Ha..ha..ha..cocok cocok emang sangat cocok..."


ucap Sarah sambil bertepuk tangan..


Santi wajahnya kembali merah mendengar ucapan istri Om Theo.


Dengan gemas dia mau mencubit pinggang Sarah.


Sarah buru-buru berlari menghindar sambil berkata,


"Kamu ya kebiasaan dikit-dikit nyubit, tar ke kakak ku aja dagingnya tebal dan keras."


"Cocok tuh buat main cubit-cubitan dengan mu..hi..hi..hi..!"


ucap Sarah sambil tertawa.


"Nomer telponnya kan ada, kalau ditelpon pasti dia datang.."


ucap Sarah sambil tertawa.


Santi yang malu sudah tidak tahan menahan gemas, dia menyambar cangkang kepiting didepan nya dan melemparnya kearah Sarah.


Tapi Sarah menghindarinya, sehingga cangkang tersebut malah mendarat di kepala seorang anak buahnya Om Theo.


Santi terbelalak terkejut, dia buru-buru berdiri mendekati pria tersebut sambil berkata,


"Maaf...maaf..aku gak sengaja..."


Santi mencoba mengambil cangkang yang menempel di kepala pemuda tersebut.


Pemuda tersebut sedang asyik makan dengan tangan berlepotan, sehingga tidak bisa mengambil cangkang yang nempel di kepalanya itu.


Tapi apes bagi Santi saat dia mengambil cangkang tersebut, cangkang itu malah nempel di rambut pemuda itu.


Saat Santi memaksa menariknya, rambut pemuda itu ikut tertarik lepas bersama cangkang ditangan Santi.


Santi terbelalak pucat, dia semakin panik dan berkata,


"Ehh maaf...maaf..aku tidak sengaja.."


Semua orang yang ada di sana tertawa terpingkal-pingkal, ternyata pemuda tersebut memang mengenakan rambut palsu.


Kepala nya memang botak bawaan lahir, pemuda itu tersenyum tak berdaya, dia hanya bisa menatap Santi dengan wajah merah padam menahan malu.


"Wah kali ini gak bisa cuma dengan kata maaf, kamu harus bertanggung jawab jadi pacarnya.."

__ADS_1


"Karena kamu sudah mencuri rambutnya..."


ucap Viona sambil tertawa terpingkal-pingkal.


Santi terlihat bingung dan grogi, dengan sangat tidak enak hati, Santi buru-buru mengembalikan rambut palsu pemuda itu di sampingnya.


Lalu sambil merangkapkan sepasang tangannya didepan dada, dia berkata berulang kali.


"Maaf ...maaf...maaf...aku benar-benar tidak sengaja maaf ya mas..."


Pemuda itu mengangguk dan berkata,


"Tidak apa-apa... tidak apa-apa.."


Setelah mendengar ucapan pemuda itu, Santi sedikit lega hatinya, tanpa berani banyak bicara lagi, dengan wajah merah, Santi buru-buru kembali ke tempat duduknya.


Meneruskan minum sup nya dengan kepala tertunduk dalam-dalam.


Bahkan dia pura-pura tidak mendengar guyonan Viona.


Karena semakin dia melayani mereka, dia akan semakin di jadikan bahan guyonan oleh Viona dan Sarah.


Andi jadi merasa sedikit bersalah, gara-gara pertanyaan tidak di sengaja nya tadi.


Tidak di sangka Santi malah menjadi bahan olok-olok an Sarah dan Viona.


"Sar kakak mu belajar ilmu bela diri dari siapa ? kelihatannya gerakannya sangat luar biasa..?"


ucap Andi berusaha mengalihkan pembicaraan.


Sarah menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak tahu tuh, waktu masih di rumah kakak gak pernah tuh berlatih yang namanya bela diri.."


Andi mengangguk dan berkata,


"Mungkin kakak mu, belajar saat minggat dari rumah.."


"Dari pergerakan kakak mu, kemungkinan besar aku pun bukan lawannya.."


ucap Andi serius.


"Ahh yang benar di,... kamu serius..?"


ucap Sarah kurang percaya.


Viona ikut berkata,


"Kamu gak lihat hiu sebesar itu, sekali tendang langsung mampus.."


"Saat Andi memotong ikan tersebut, bagian kepalanya di sebelah dalam remuk.."


"Loe bayangkan saja bila orang yang terkena tendangan nya, sama saja dengan ditabrak mobil tronton dengan kecepatan 100 km/ jam."


ucap Viona sedikit ngeri.


Sarah tertawa dan berkata,


"Kalian tenang aja, dia kan kakak ku sedangkan kalian teman ku, mana mungkin dia menyerang kalian.."


"Kecuali kalau kalian terus mengganggu calon istrinya..hi..hi..hi..!"


ucap Sarah sambil tertawa.

__ADS_1


Santi menunduk dalam-dalam meneruskan makan nya pura-pura tidak dengar.


Dia malas meladeni Sarah, karena dia pasti akan di jadikan bahan olok-olok an lagi bila berbantahan dengan nya.


Melihat makanan hampir habis, istri Om Theo pergi ke dapur merebus udang segar sebagai tambahan makanan buat mereka semua.


Ibu Theo meniru cara Andi membuat kecap untuk cocolannya.


Begitu udang rebus di bawa keluar, para Anak buah Om Theo yang membantunya memanen tadi langsung berebutan dan makan dengan lahap.


Untungnya Istri Om Theo sengaja memisahkan sebaskom buat Sarah dan teman temannya.


Udang yang sangat segar itu,biar cuma direbus dengan cara sederhana itu pun, terasa sangat gurih.


Setelah puas makan dan minum, Om Theo mengajak Sarah dan teman-teman nya, duduk duduk Santai di tambak udang.


Mereka menikmati angin laut yang segar sambil ngobrol di temani cahaya bulan yang bersinar terang.


"Sar hampir jam 8 sekarang, tar kost Viona dan Santi keburu tutup, kalau pulang telat.."


ucap Andi mengingatkan.


Sarah mengangguk dan berkata,


"Kalau gitu ayo kita jalan pulang sekarang.."


"Telat-telat dikit tar kita kasih martabak sama rokok aja pasti beres.."


ucap Sarah santai.


"Om kita-kita pulang ya, makasih banyak ya Om.."


ucap Andi sopan.


Om Theo tertawa dan berkata,


"Aku yang harus nya berterimakasih kepada kalian.."


"Dengan kedatangan kalian kami di sini jadi bisa ngerasain masakan restoran mewah.."


Andi tertawa sambil menyalami Om Theo dan berkata,


"Om bisa aja, ini semua juga berkat bahan dasarnya yang memang sangat istimewa.."


"Om kami pamit ya makasih om.."


ucap ketiga gadis itu kompak.


Om Theo tertawa dan berkata,


"Ok, sama-sama hati-hati di jalan, kalau ada waktu main lah lagi kemari.."


Om Theo mengantar mereka sampai ke mobil membuka pintu gerbang untuk mereka.


Lalu dia berdiri di sana sambil melambaikan tangannya kearah mobil Sarah yang melaju meninggalkan tempat tersebut.


Sarah membunyikan klakson mobil sebelum pergi meninggalkan tempat tersebut.


Ternyata yang di katakan Sarah benar, setelah petugas kost kostan Viona dan Santi di sogok dengan rokok dan martabak.


Mereka menjadi sangat ramah dan sopan terhadap rombongan Sarah, Viona dan Santi bisa masuk kedalam kost dengan mudah.


Mereka bahkan berulang kali mengucapkan terima kasih ke Sarah dengan penuh hormat.

__ADS_1


__ADS_2