
Tak lama kemudian dokter yang menangani Andi dalam operasi, pun datang memeriksa kondisi Andi.
Setelah dia mendapatkan telpon dari Berry dan perawat penjaga ruangan.
Setelah melakukan pemeriksaan beberapa saat , lalu Andi di berikan obat penenang oleh dokter tersebut.
Dokter itu kemudian berkata,
"Ini reaksi normal, tidak apa-apa, kalian tidak perlu khawatir,.."
"Semua berjalan dengan baik, tadi adalah reaksi akibat obat bius saat operasi sudah habis efeknya."
"Barusan aku sudah berikan obat penenang, aku nanti akan resep kan obat nya ke perawat penjaga."
"Bila di minum mengikuti anjuran, hingga luka di kepalanya pasca operasi sembuh."
"Kejadian seperti tadi tidak akan terjadi lagi.."
ucap Dokter memberikan penjelasan.
Berry dan Violin kini sudah lebih tenang, saat melihat Andi kembali tertidur pulas.
Berry kemudian mengantar dokter itu keluar dari kamar dan mengucapkan terimakasih kepada Dokter tersebut
"Berr aku mau pulang dulu ya, aku titip kak Andi."
"Nanti sore aku baru kemari lagi.."
ucap Violin.
Berry mengangguk dan berkata,
"Pulang lah hati-hati di jalan, jatuh bangun sendiri..."
Violin sambil cemberut melempari Berry dengan gulungan tisue, Berry menangkap gulungan tersebut sambil tertawa.
"Kak Berry jelek,..wekk...!"
ucap Violin sengit sambil menjulurkan lidahnya.
Lalu dia pun meninggalkan kamar itu, membiarkan Berry menertawainya sampai puas.
Di tempat lain Viona yang membaca pesan masuk dari Andi dia sangat gembira, tapi di samping itu dia juga penasaran dengan asal uang yang Andi kirimkan ke rekeningnya.
Kenapa bisa secepat itu Andi mengumpulkan uang yang jumlahnya sangat tidak main main itu.
Sebenarnya apa yang Andi lakukan di kota J, sehingga bisa mengumpulkan uang dalam tempo sesingkat itu.
Viona tidak bisa menghubungi Andi karena dia masih terikat kontrak kerja di PT PC sampai 3 bulan kedepan.
Paling cepat 3 hari lagi Viona baru bisa menghubungi Andi, saat keluar belanja di supermarket terdekat.
__ADS_1
Viona sedang berada di kamar Mess nya, berbaring di kasur sambil berpikir, kapan waktu yang pas untuk segera menghubungi Rio menyelesaikan persoalan di antar mereka.
Setelah berpikir bolak balik, akhirnya Viona memutuskan akan ajukan cuti satu hari keatasannya.
Khusus untuk mengurus hal ini, dan dia akan meminta Santi menemaninya untuk bertemu dengan Rio.
Agar Rio tidak bertindak macam macam padanya, bila Rio berani macam-macam setidaknya ada Santi yang akan membantunya.
Terutama adalah bila Santi hadir James pasti ikut, ada James Viona akan merasa jauh lebih tenang saat berhadapan dengan Rio.
Viona akhirnya memejamkan matanya untuk tidur dengan hati puas.
Keesokan paginya Viona langsung memasukkan surat ijinnya keatasannya pagi pagi..
Setelah melalui proses tanya Jawab yang cukup panjang dan berbelit-belit, akhirnya Viona berhasil mendapatkan ijinnya.
Begitu keluar dari lingkungan pabrik PT PC, Viona langsung melakukan panggilan ke HP Santi.
"Ya hallo, Vi..ada apa ya..? Santi masih lagi tidur.."
ucap sebuah suara khas yang sangat di kenali oleh Viona.
Yang tidak Viona sangka, adalah kenapa pagi pagi gini HP Santi bisa ada di tangan James.
Apa James sedang nginap di kamar Santi, tapi itu tidak mungkin punya, kost mereka kan sangat ketat dan melarang cowok masuk, apalagi sampai nginap.
Berbagai pertanyaan yang tidak ada jawaban nya, melintas dalam pikiran Viona.
"Ya...ya... "
jawab Viona gugup.
"Kamu ada yang mau di sampaikan ke Santi ? katakan saja, nanti akan ku bantu sampai kan.."
ucap James pelan.
"Engg... gak deh.. tolong beritahu pada Santi aku mencarinya, minta dia bell balik aja ke aku..bye..!"
ucap Viona kemudian mematikan HP nya.
Entah kenapa, dia merasa sangat seram bila harus berbicara lama dengan James yang kaku dan dingin itu.
Entah bagaimana caranya Si Santi bisa dekat dengan patung es gitu..pikir Viona dalam hati dan dia sedikit bergidik membayangkan nya.
Di tempat lain, tepatnya di kontrakan baru Santi, terlihat Santi masih sedang asyik tidur sendirian di kasurnya yang lebar dan empuk.
Sedangkan James tidak terlihat ada di dalam kamar tersebut, James justru terlihat sedang mencuci pakaian dengan menggunakan mesin cuci di dekat kamar mandi.
Sambil menunggui mesin cuci, James menggoreng telur dan Sosis menyiapkan sarapan untuk Santi.
James sambil menggoreng telur berkata,
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak tidur lebih lama, pagi pagi udah bangun ? kan hari ini gak ada perkuliahan kata kamu semalam.."
Sambil tersenyum lembut, Santi yang rambutnya masih sedikit acak-acakan, berjalan menghampiri James dari belakang.
Kemudian memeluk pinggang James dari arah belakang dengan mesra dan berkata,
"Aku tadi bangun, melihat kamu tidak ada."
"Aku jadi sulit tidur, jadi aku kemari saja mencari mu.."
"Aku gak mengganggu mu kan..?"
tanya Santi dengan manja.
James mengangkat telur dan Sosis yang udah matang ke piring, kemudian dia mematikan kompornya.
Lalu membalikkan badannya balas memeluk Santi dan berkata,
"Tentu saja tidak, kamu adalah gadis ku yang paling cantik dan paling kusayangi di dunia ini."
"Bagaimana aku bisa merasa terganggu, sebaliknya aku malah sangat bahagia dengan kehadiran mu di sini..."
ucap James sambil membantu membereskan rambut Santi dengan jarinya.
Lalu dia mendaratkan ciuman mesra di kening Santi.
Santi tertawa kecil mendengar ucapan James, dan dia berkata,
"Udah ahh aku mau mandi dulu..kalau begini terus nanti kamu menggendong ku, kembali ke kamar lagi.."
James ikut tertawa malu, karena Santi bisa merasakan barangnya yang kembali mengeras, saat bersentuhan dan berdekatan dengan Santi.
James juga tidak mengerti kenapa dirinya bisa jadi mesum begini, padahal selama di luar negeri, dia belum pernah merasakan sensasi seperti yang dia rasakan saat ini, bila berdekatan dengan Santi.
James menatap dengan melongo saat Santi berjalan pergi menuju kamar mandi.
James sangat terpesona dengan penampilan sederhana istrinya ini.
Santi mengenakan kemeja. putih sederhana, yang agak sedikit kebesaran.
Dengan bagian atas dua kancing di biarkan sedikit terbuka.
Sehingga menampilkan sebagian pemandangan menakjubkan di balik kemeja itu, tanpa penutup apa pun.
Karena kemejanya sedikit kebesaran, Santi tidak lagi mengenakan pakaian bawahan, dia membiarkan kemeja yang sedikit kepanjangan itu menutupi sebagian pahanya yang mulus, sisanya di biarkan terbuka, agar lebih leluasa dan nyaman saat tidur.
Tapi justru penampilan sederhana inilah yang sangat menarik, dan membuat James yang melihat nya jadi melongo seperti orang bodoh.
Saat tiba di depan kamar mandi, Santi baru menoleh ke belakang, saat melihat respon suaminya.
Santi tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa dan berkata,
__ADS_1
"Sayang kamu lihat apa sih,..? sampai seperti itu, yuk bantu aku mandi.