
Michael KY dan Jennifer CIA saling pandang dengan wajah kaget.
Hanya kakek James yang bersikap tenang, meski di hatinya juga terkejut, tapi sebagai seorang yang berpengalaman, penampilan luarnya terlihat biasa biasa saja.
James tidak terlalu memperdulikan reaksi ketiga orang tua itu.
Pada dasarnya dia hanya memberitahu saja.
Bukanlah meminta ijin, setuju tidak setuju, dia tetap akan melaksanakan pesta tersebut seminggu lagi..
James diam sejenak, kemudian melanjutkan berkata,
"Ayah,.. Ibu,.. kakek.. Ini istri ku Santi dan ini putra kami Ivan.."
"Maaf,.. bila kami sudah menikah, dan sudah daftar ke catatan sipil hampir setahun yang lalu.."
Santi hanya terdiam dengan kepala tertunduk dalam dalam, dia bahkan tidak berani mengangkat kepalanya.
Dia sadar betul, semua ini adalah karena kesalahannya.
Semua jadi begini karena James ingin melindunginya.
Dia lah yang menyeret James dalam kesulitan seperti ini.
James tahu apa yang sedang Santi pikirkan, dia dengan lembut menyentuh bahu istrinya untuk menenangkannya.
Santi mengangkat kepalanya sedikit, menatap kearah suaminya dengan penuh rasa haru dan terima kasih.
James membalasnya dengan senyum lembut.
Michael KY menghela nafas panjang dan berkata,
"James ini seharusnya adalah hal yang sangat membahagiakan bagi kami, tapi mengapa hal sebesar ini kamu tidak bicarakan dengan kami..?"
"Apa kamu masih anggap kami ini orang tua mu.."
ucap Michael KY menatap putranya dengan sedikit emosi.
Tapi sebelum dia melanjutkan lebih jauh tegurannya, tangan nya sudah di pegang oleh istrinya yang berusaha menenangkannya dan berkata,
"James ayah ibu turut gembira, kamu sudah berkeluarga."
"Ngomong ngomong kalian mengadakan resepsi dan pemberkatan di mana..?"
James yang tadinya matanya sempat berkilat, tidak terima dengan teguran ayahnya.
Dan hampir membalas nya, tapi berhubung di potong ibu angkatnya.
Dia akhirnya sambil tersenyum pahit berkata,
"Kami belum mengadakan acara pemberkatan maupun resepsi,.kami hanya baru mendaftarkan diri ke catatan sipil saja..."
"Rencananya Minggu depan bertepatan dengan 1 bulan kelahiran putra kami."
"Kami ingin adakan pesta secara bersamaan dengan perayaan pernikahan kami dan peringatan 1 bulanan putra kami.."
"Ha...ha...ha...! itu bagus,.. bagus.. sebenarnya kedua orang tua mu barusan juga sedang berunding dengan ku, untuk merayakan pesta ulang tahun kakek yang ke 80 Minggu depan.."
"Dengan adanya keinginan mu sekarang, kita bisa gabungkan 3 hal bahagia menjadi satu, sekali pesta 3 perayaan bukan kah ini sangat baik..?"
ucap Kakek James untuk menengahinya.
__ADS_1
Emosi Michael KY sedikit mereda, saat mendengar James belum mengadakan perayaan apapun, mereka hanya menikah secara hukum saja.
Ini masih termasuk baik, dan tidak memalukan dia dan istrinya, sebagai orang tua James.
"Ayah sudah berkata begitu, aku hanya bisa ikut saja.."
ucap Michael KY.
"Ha..ha..ha.. bagaimana pendapat mu Jenni..?"
tanya kakek James sambil tersenyum lebar.
Jennifer Cia tersenyum lembut dan berkata,
"Aku tidak ada pendapat ikut saja.."
"Ha..ha..ha.. baguslah kalau begitu,"
"James kamu hubungi asisten Kho, biar dia yang atur semua nya.."
ucap Kakek James sambil tertawa senang.
James mengangguk dan berkata,
"Baik kek, James akan hubungi asisten Kho nanti.."
"Ayah Ibu kakek,.. sekali lagi James ucapkan terima kasih atas pengertian kalian semuanya.."
ucap James sambil menatap ketiga orang tua nya dengan penuh rasa terimakasih.
Di saat bersamaan Santi langsung berlutut di depan kedua orang tua James, sambil menggendong bayinya dia berkata,
"Ayah ibu kakek,.. terimakasih banyak telah Sudi menerima ku sebagai bagian dari keluarga ini.."
"Ini semua adalah salah ku, bila ayah ibu ingin marah, lampiaskan saja pada ku, Santi siap menerimanya.."
ucap Santi dengan airmata bercucuran.
"Lihat kalian berdua harusnya bersyukur,.. punya menantu begitu baik dan tahu urusan.."
"Apalagi dia sudah memberikan seorang penerus untuk keluarga KY.."
"Ayo cepat bangunkan dia, jangan biarkan dia seperti itu.."
ucap Kakek James, mengingatkan putra dan mantunya.
Michael KY dan Jennifer Cia yang sempat kaget melihat sikap Santi.
Setelah mendapatkan teguran dari kakek James, mereka pun sambil tersenyum gembira membangunkan Santi untuk duduk di sisi mereka.
"Tidak perlu seperti itu, mulai hari ini kita adalah satu keluarga.."
ucap Michael KY sambil tersenyum kearah Santi.
"Makasih ayah.."
ucap Santi terharu.
"Mantu ku boleh aku coba gendong cucuku yang manis dan lucu ini.."
ucap Jennifer Cia antusias.
__ADS_1
"Tentu saja Bu,."
ucap Santi, kemudian dia memberikan dengan hati hati ke mertua perempuan nya, untuk menggendong putranya.
Jennifer terlihat sangat gembira, saat di beri kesempatan oleh Santi, untuk menggendong Ivan yang sedang tertidur pulas.
Secara bergantian Sarah, ayah nya dan kakek James juga ikut mencicipi menggendong Ivan.
Hingga akhirnya anak itu terbangun, dan menyadari dia berada dalam gendongan orang asing, dia pun langsung menangis keras.
James buru-buru maju menyambutnya dari gendongan kakeknya, saat berpindah kedalam gendongan James.
Anak itu langsung terdiam, malah tertawa dan tersenyum kearah James.
Santi menatap kearah suaminya dengan tatapan penuh haru, dan penuh rasa terimakasih.
"Sarah bukan ibu banyak mulut, lihat Santi, usia kalian hampir sama, orang sudah punya suami dan anak ."
"Lah kamu,.. mau tunggu sampai kapan..mau tunggu jadi nenek peot baru puas kamu..?"
ucap Jennifer Cia menegur putrinya.
Mendapatkan teguran ibunya, Sarah langsung cemberut, sambil menjulurkan lidahnya tidak puas.
Dia langsung menggandeng tangan Santi dan berkata,
"Yuk kita ngobrol ke kamar ku saja, di sini berisik..."
Santi menatap kearah James dengan tidak enak hati.
Tapi James menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Mendapatkan ijin dari suaminya, Santi kemudian menghadap kearah kedua mertua dan kakek mertua nya kemudian berkata,
"Maaf ayah,.. ibu,.. kakek,.. Santi permisi sebentar mau temani Sarah ke kamarnya.."
Ayah dan kakek James tersenyum lalu menganggukkan kepala mereka tanpa berkata apa-apa.
Sebaliknya Mama tiri James langsung berkata,
"Bagus Santi, sekaligus kamu ceritakan pada nya, bagaimana enaknya bila sudah punya anak dan suami.."
"Biar dia cepat sadar,.. "
Santi mengangguk sambil tersenyum.
Sedangkan Sarah setelah menjebikan bibirnya, dia langsung menarik Santi meninggalkan tempat tersebut.
Kedua sahabat lama itu ngobrol dengan asyik hingga lupa waktu.
Menjelang siang saat Ivan menangis ingin menyusu, James baru terpaksa menggendong putranya pergi ke kamar Sarah, dan menyerahkan Ivan kembali ke Santi.
Sambil menyerahkan Ivan ke Santi James berkata,
"San jangan lupa, kita masih mau berkunjung ketempat orang tua mu hari ini.."
Santi tersenyum dan berkata,
"Jam 3 ok,.. jam 3 kita berangkat, aku masih kangen dan ingin mengobrol dengan Sarah.."
James mengangguk dan berkata,
__ADS_1
"Baik sayang,.. teruskan saja obrolan kalian. aku mau menelpon asisten Kho dulu, sesuai pesan kakek tadi.."