AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
TIBA DI BUKIT D


__ADS_3

Pagi itu sebelum matahari terbit 3 gadis cantik dan seorang pemuda ganteng bertubuh tinggi atletis


Mereka terlihat berkumpul disebuah lapangan parkir berumput pendek.


Di mana lokasi tersebut, pagi-pagi sudah sarat dengan pengunjung, ada yang bersepeda, ada juga yang berpakaian olahraga senam pagi.


Sarah terlihat sangat keren dengan sepatu sport joging berwarna merah, celana training hitam bergaris putih di pinggir.


Dipadu dengan atasan sebuah jaket berbahan kaos yang menempel ketat di tubuhnya membuat Sarah terlihat sangat Sexy dan modis. Sarah juga mengenakan sebuah topi yang berlambang tanda centang di dahinya.


Lambang ini menghiasi hampir seluruh pakai hingga sepatu dan kaos kaki yang Sarah kenakan.


Viona meski hanya memakai kaos kuning longgar sederhana, berbalut celana jeans pendek dan sepatu joging berwarna putih.


Menampilkan sepasang paha dan betisnya yang putih panjang juga membuat dia terlihat sangat cantik dan Sederhana.


Sedangkan Santi terlihat mengenakan sebuah jaket kain berlengan panjang, yang sedikit kebesaran, rambut di kuncir kuda dengan bagian bawah mengenakan celana pendek ber bahan batik yang lembut.


Memperlihatkan sepasang kakinya yang tidak kalah putih dengan Viona, dia juga terlihat sangat cantik dan menarik.


Andi sendiri hanya memakai celana jeans panjang dan kaos putih sederhana, sambil menggendong sebuah ransel di punggungnya yang berisi berbagai macam barang.


Mulai dari P3K, hingga berbagai macam minuman ringan dan air mineral, juga berbagai macam makanan camilan ringan, permen dan coklat yang dia beli semalam.


"Kamu bawa apaan tuh di ransel mu ?"


tanya Santi sambil tersenyum.


Andi tertawa dan berkata,


"Ha..ha..ha..ha..! rahasia dong...!"


"Wah ni anak mulai berani main rahasia-rahasia an sama cewek, ayo Sar Vi kita keroyok tel*njangi dia...!"


teriak Santi memberi aba-aba.


"Ayo...!"


jawab Sarah cepat sambil tertawa.


"Ayo Vi, kok ragu..mau belain dia..!? ok ayo Sar kita tel*njangi si Viona ini sekalian, gara-gara laki-laki dia sudah gak setia kawan..."


Santi dan Sarah saling menganggukkan kepala lalu bersiap-siap maju..


"Hei kalian berdua mau apa...hei....jangan ...aduh geli...hei ..hii...hi .ha..ha..! jangan ...hei...!'


teriak Viona panik, karena Santi mulai menyerangnya, Sarah juga terlihat siap-siap membantu Santi sambil tertawa-tawa.


Andi yang tidak tega melihat Viona di siksa segera berkata,


"Tunggu,...tunggu..hei.. baiklah...aku menyerah...! ni lihat lah isi tasnya..!"


Ucap Andi sambil memberikan tasnya ke Santi


Santi dan Sarah saling pandang, lalu mereka pun tertawa terbahak-bahak.


"Lihat ternyata ini toh kelemahannya..!"

__ADS_1


ucap Sarah sambil tertawa gembira.


Viona cemberut dan berkata,


"Kalian berdua ini tega ya... ?"


Kedua orang itu tidak menanggapinya, sambil tertawa, mereka terlihat sibuk melihat isi tas Andi.


"Wah gile,.. byk banget ragamnya, kaya tas Dora Emon nih..Ha..ha..ha..!"


ucap Sarah sambil tertawa.


Santi juga ikut tertawa, mereka masing-masing mengambil sebatang coklat TB, sambil tertawa Santi berkata,


"Ha..ha..ha..! kami rampok dulu, sebelum kamu pilih kasih ngasihnya ke dia semuanya..


Ha..ha..ha..!"


Andi hanya tersenyum tak berdaya dan menerima tasnya kembali.


Lalu memeluk Viona dan berkata,


"Udah yuk kita jalan, jangan pedulikan kedua ratu usil itu.."


"Tapi di... mereka ngerampok coklat kesukaan ku...!"


protes Viona dengan bibir cemberut.


Andi tersenyum dan berkata,


Andi membuka resleting rahasia di bawah tasnya, yang ada menyimpan sekotak coklat berbentuk hati.


Andi mengeluarkan nya dan memberikannya ke Viona.


Viona tertawa gembira, lalu dia menoleh kearah Santi dan Sarah meledek kedua sahabatnya dengan menjulurkan lidah.


Dia sengaja mengangkat kotak coklat berbentuk hati ditangannya tinggi-tinggi, menggoyang-goyang nya, agar bisa di lihat oleh Santi dan Sarah.


Lalu dia menggoyangkan pantatnya kearah mereka sambil tertawa dia berlari kedepan meninggalkan kedua sahabatnya.


Santi dan Sarah langsung mengejar Viona sambil berteriak,


"Tangkap dia kita siksa..!"


"Hayuk...!"


Teriak Santi dan Sarah bersamaan sambil terus mengejar Viona..


Andi hanya tersenyum, dan menggelengkan kepalanya, dia juga berlari mengejar mereka.


untuk menjaga ketiga gadis cantik itu jangan sampai kenapa kenapa.


"Hei kalian bertiga hati-hati jangan berlari terlalu cepat nanti jatuh...! hati-hati...!"


teriak Andi sambil mempercepat larinya.


Karena kejar-kejaran saat tiba di pertengahan pos pertama, di sebuah lapangan luas yang banyak orang berkumpul berdiri dan ngobrol-ngobrol disana.

__ADS_1


Viona Santi terduduk lemas diatas rumput pendek dengan nafas Senin Kamis.


Sedangkan Sarah terlihat biasa saja, karena bagaimanapun dia seorang atlet daerah, jadi jelas fisiknya di atas rata-rata.


Begitupula dengan Andi yang sudah terlatih sejak kecil, fisiknya juga sangat ok.


Andi dan Sarah ngobrol-ngobrol sambil berdiri, menunggu fisik Santi dan Viona pulih.


Andi sudah berikan dua botol air mineral ke Santi dan Viona.


Sedangkan Sarah hanya minum seteguk saja dari botol air yang ditawarkan Andi kepadanya.


Setelah beristirahat 15 menit mereka berempat, baru kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Setelah melewati pos pertengahan, kini jalan terus menanjak, semakin lama semakin curam.dan berat.


Santi dan Viona mulai terlihat kelelahan lagi, mereka hampir tidak mampu melanjutkan langkah mereka lagi.


Wajah mereka pucat dan penuh keringat, baju yang mereka kenakan mulai basah.


Baju Viona yang hanya kaos tipis mulai menempel ditubuhnya, bagian penutup dada mulai terlihat jelas.


Melihat kondisi ini, Andi pun berkata,


"Sar kamu tolong bantu Santi.."


"San pakai tongkat ini..!"


ucap Andi memberikan tongkat ke Santi.


Santi tangan kanan memegang tongkat, tangan kiri ditopang oleh Sarah, mereka melanjutkan perjalanan pelan-pelan.


Sedangkan Viona kembali seperti biasa nemplok di punggung Andi, sambil tersenyum-senyum.


Yang sedikit berat hanya tas punggung Andi yang kini dititipkan padanya, untuk di gendong.


Andi tidak terlalu masalah menggendong Viona, sambil menempuh perjalanan mendaki bukit .


Karena dulu dia berlatih juga menggendong karung pasir yang jauh lebih berat sambil mendaki gunung yang jauh lebih tinggi.


Andi mengikuti dengan pelan di belakang Sarah dan Santi berjaga-jaga, bila kedua gadis itu tidak kuat dan tergelincir kebawah.


Setidaknya ada Andi yang bisa menahannya, agar mereka tidak jatuh.


Setelah menempuh hampir 1 jam perjalanan yang terus menanjak itu.


Akhirnya mereka berempat tiba di pos pertama.


Tiba di sana air mineral jatah Santi dan Viona sudah kosong


Sedangkan jatah Sarah sudah tinggal setengah, Andi memberikan jatah minumnya untuk Santi dan Viona.


Di pos pertama di bukit D ini, mereka bisa menikmati udara sejuk melepas lelah.


Duduk di bawah pondok-pondok yang disediakan untuk para pendaki yang berwisata ketempat tersebut.


Di pos pertama ini cukup lengkap di sana ada jual berbagai macam jenis masakan dan minuman sederhana.

__ADS_1


__ADS_2