
Melihat perubahan sikap yang drastis dari penjaga kost Viona dan Santi.
"Andi pun menyadari satu hal ternyata uang bisa membeli hati manusia.."
"Ada uang bukan berarti bisa segala nya, tapi tanpa uang sudah jelas tidak bisa segala-galanya."
Batin Andi dalam hati .
"Ini adalah kenyataan hidup yang tidak bisa di pungkiri oleh siapapun."
"Hanya realita ini tidak mungkin diperoleh dari pendidikan, tapi semua ini akan dirasakan lewat pengalaman hidup."
batin Andi yang terlihat sedikit melamun duduk disebelah Sarah.
"Apa yang sedang kamu pikirkan di..?"
tanya Sarah sambil menyetir mobilnya mengantar Andi kembali ke kost.
Andi menoleh kearah Sarah dan berkata,
"Hidup ini sungguh lucu ya Sar.. apakah duit begitu penting, hingga tanpa duit kita seperti tidak berdaya dan tidak bisa apa-apa.."
Sarah menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Duit memang penting di...tapi paling penting adalah ini..."
Sarah menunjuk dadanya sendiri.
Kemudian melanjutkan berkata,
"Tanpa ada hati dan perasaan, tidak akan ada keluarga yang harmonis dan bahagia.."
"Duit sebanyak apapun, yang didapatkan adalah kesepian, karena duit adalah benda mati."
"Dia hanya bisa memberikan kesenangan sesaat, setelah itu kita akan kembali merasa kesepian.."
"Kelak bila kamu sudah sukses dan berada di tempat yang tinggi, kamu baru akan menyadari."
"Ternyata hidup ditempat yang tinggi di atas adalah sepi.."
ucap Sarah sambil terus menyetir mobilnya.
Andi mengangguk dan berkata,
"Terimakasih Sar aku akan selalu mengingat kata-kata mu ini.."
"Selanjutnya apa rencana mu dalam Minggu ini ? jelang keberangkatan mu Minggu depan ?"
tanya Andi ke Sarah.
Sarah tersenyum dan berkata tanpa menoleh
"Rencananya aku akan memanfaatkan waktu ini, untuk menyatukan kembali Keluarga kami."
"Bila sebelum pergi, aku bisa melihat keluarga kami bersatu kembali ."
"Aku sudah merasa cukup puas.."
"Di,.. tawaran ku waktu itu masih berlaku.."
"Kapan pun kamu berubah pikiran, segera hubungi aku.."
"Sebelum semuanya nanti jadi terlambat dan menimbulkan penyesalan.."
Andi menatap kearah Sarah dan berkata,
__ADS_1
"Terimakasih banyak Sar, aku sungguh beruntung bisa punya teman seperti kamu.."
Sambil tertawa Sarah berkata,
"Kalau merasa beruntung kenapa tidak mencoba melangkah lebih jauh..dari sekedar teman.."
"Maksudnya..?"
tanya Andi heran..
"Gak da maksud-maksud sudah sampai tuh kost mu.."
"Sampai jumpa...bye.."
ucap Sarah tersenyum penuh misteri.
Andi menatap kearah Sarah dengan penasaran, tapi sesaat kemudian dia menghela nafas panjang.
Membuka pintu mobil turun dari sana, sambil melongokkan kepalanya kearah jendela Andi berkata,
"Makasih banyak Sar.. sampai jumpa..selamat bermimpi indah.."
Andi kemudian menjauh dan melambaikan tangannya kearah mobil Sarah.
Setelah berlalu dari hadapan Andi, Sarah baru berkata,
"Bagaimana mau mimpi indah, bila kamu lebih memilih Viona ketimbang aku.."
"Tidak mimpi buruk pun sudah bersyukur.."
Andi masuk kedalam kostnya yang sepi, dengan langkah lesu dia kembali ke kamar kostnya.
Andi duduk bersandar di ranjangnya, mengeluarkan ponselnya, kemudian mengirim pesan ke Viona.
"Selamat tidur sayang, sampai bertemu dalam mimpi.."
Andi tersenyum melihatnya.
Dia meletakkan ponselnya, mencoba memejamkan matanya.
Akhirnya Andi pun tertidur dalam hening.
Sementara itu di kamar kost, Viona sedang membaca ulang kontrak yang di siapkan untuk nya.
Setelah membacanya 3 kali dengan hati-hati akhirnya Viona membubuhkan tanda tangan nya disana.
Setelah itu Viona berbaring di kasurnya yang empuk, mencoba memejamkan matanya untuk tidur.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi, Viona segera meraih dan melihatnya, begitu membaca pesan dari Andi.
Viona tersenyum bahagia, kemudian membalasnya dengan emozi gambar love.
Setelah itu dia meletakkan ponselnya kesamping, dan mencoba kembali memejamkan matanya untuk tidur.
Di sebelah kamar Viona, Santi terlihat gelisah dia terus membolak-balikan badannya dengan gelisah.
Dia kesulitan tidur, setiap kali memejamkan matanya, dia akan selalu terbayang dan teringat dengan apa yang telah terjadi pada dirinya kemarin malam.
Karena kelelahan akhirnya Santi tertidur juga,
Tapi baru saja tertidur, dia langsung bermimpi ada manusia bertopeng hitam sedang menindih dirinya dengan kuat.
Dia berusaha berteriak dan meronta, tapi tidak ada suara yang keluar.
Tubuhnya juga tidak bisa di gerakkan.
__ADS_1
Akhirnya pria itu melakukan hal itu dengan sangat kasar pada dirinya.
Dia merasa sangat kesakitan tapi tak berdaya, hanya bisa menangis sedih menatap langit langit kamar.
Tubuhnya tersentak-sentak dengan kasar, semakin lama semakin cepat akhirnya dia merasa bagian bawahnya mengalir cairan hangat yang sangat banyak.
Pria bertopeng hitam itu kemudian pergi meninggalkan dirinya begitu saja dalam kondisi mengenaskan.
Dia hanya melihat bayangan punggung pria itu yang bertato ular cobra.
Setelah pria itu hilang, dia baru bisa menggerakkan anggota tubuh nya.
Santi pun terbangun dari tidurnya, dengan rambut berantakan, dan seluruh tubuhnya penuh keringat.
Santi bangun duduk dengan nafas terengah-engah, seperti orang habis berlari puluhan kali mengelilingi lapangan sepak bola.
Santi sedikit melihat ke arah bawah, dia kaget mendapati celana nya basah seperti orang habis ngompol.
"Gila apa yang sebenarnya terjadi, kenapa aku bisa jadi seperti ini..?"
Batin Santi, sambil mengutuki dirinya sendiri.
"Ahh aku benar-benar gila, bahkan dalam mimpi pun aku bisa bermimpi hal seperti itu dengan pria tidak jelas itu.."
batin Santi dengan jantung masih berdebar-debar.
"Ahh bangsat.."
dumel Santi kesal sambil memukul kasurnya.
Santi mencoba mendengar suara di sebelah, jangan sampai Viona mendengar ngingaunya tadi di dalam mimpi.
Hal itu akan sangat memalukan..
Setelah mendengar keadaan sepi-sepi saja, Santi melihat jam yang menunjukkan pukul 4 pagi.
Dengan kesal Santi bangun dari kasurnya menyambar handuk dan perlengkapan mandinya.
Lalu sambil melilitkan handuk di pinggang nya, untuk menutupi bagian bawahnya yang basah.
Santi buru-buru bergegas menuju WC untuk membersihkan diri nya.
Sambil mandi Santi terbayang mimpinya barusan yang seperti nyata, apa ada yang diam-diam masuk ke kamar dan melakukan nya pada ku.
tanya Santi dalam hati.
Tapi dia buru-buru membantahnya, gak mungkin kamar masih dalam posisi terkunci rapat saat aku keluar dari kamar barusan.
Atau jangan-jangan yang melakukannya pada ku adalah sejenis mahluk halus seperti Jin.
Santi kembali menggelengkan kepalanya dengan keras sambil berkata dalam hati,
"Ahh Santi kamu semakin ngawur saja, itu cuma mimpi, kamu malah mengaitkan nya dengan tahayul.
Santi menyalakan keran air menyiram tubuhnya dengan Shower agar pikirannya segar.
Terutama bagian wajah dan kepala nya, biar lebih segar.
Setelah merasa sudah lebih segar, Santi baru membersihkan bagian bawahnya dengan hati-hati.
Karena masih terasa perih saat terkena cairan sabun mandi.
"Dasar bajingan biadab sialan.."
umpat Santi kesal.
__ADS_1
.