
Andi dan Violin tepat jam 6,30 mereka berdua sudah tiba di depan lobby hotel horison.
Andi yang melihat di depan pintu lift sudah berkumpul beberapa teman lamanya.
Dia meletakkan tangannya di pinggang Violin, lalu dengan lembut dia membimbing Violin berjalan menghampiri teman teman yang sedang berkumpul ngobrol sambil menunggu lift.
Violin bersikap santai dan tenang, meski usianya jauh lebih muda dari Andi dan teman temannya.
Tapi sebagai seorang dokter profesional yang saat ini, namanya di dunia kedokteran sangat di perhitungkan.
Violin sangat percaya diri, dia bukan Violin 5 6 tahun yang lalu lagi.
Dengan sikap tenang dan anggun Violin menyapukan tatapan matanya kearah teman Andi sambil tersenyum tipis.
Baru Andi mendekat, Pei Pei yang juga melihatnya langsung berteriak dengan heboh,
"Tuh Andi datang,..! wah sama Viona dia,..! gila lihat Viona gak berubah malah terlihat semakin muda dan anggun...!"
Pei Pei sambil berteriak heboh, berjalan menghampiri Andi dan Violin.
Santi dan Sarah yang ingin maju mencegah dan menjelaskan pada Pei Pei, tapi mereka terlambat.
Pei Pei dengan heboh sudah pergi menghampiri Andi dan Violin.
Teman teman kuliah Andi hingga teman teman sekelas Viona dulu, mereka semua menatap dengan penuh kagum kearah Andi dan Violin yang di kira Viona.
Andi awet muda, sebagai pria adalah wajar, tapi Viona terlihat begitu awet muda, seperti masih seorang gadis kuliahan,.ini jelas menimbulkan kekaguman teman teman lamanya, baik pria ataupun wanita.
Santi dan Sarah yang terlambat mencegah sahabat mereka berbuat gaduh, hanya bisa menghela nafas pasrah.
Berdiri diam di samping pasangan mereka masing-masing, sambil terus menatap kearah Andi dan Violin dengan tatapan tidak enak hati.
Santi di temani oleh James yang berwajah dingin dan kaku, James terlihat berdiri di sana sambil gendong Ivan putranya.
Di sebelah Santi dari sisi lain, terlihat Sarah berdiri berdampingan dengan Dragon Wong, kakaknya Monica.
Dragon Wong meski terlihat selalu tersenyum ramah, tapi dia sebenarnya memiliki sepasang mata yang menyembunyikan kesadisan.
Sebagai pemilik bisnis underground, bila tidak tegas dan sadis,.tentu tidak mudah mengurus dan mengatur bisnis seperti itu.
Pei Pei sambil tersenyum lebar mengulurkan tangannya menyalami Andi dan berkata,
"Terimakasih kalian berdua sudah datang,.."
"Benar benar tidak menyangka, kalian berdua tetap kompak dan awet.."
"Pantas saja kamu Vi,.. terlihat begitu awet muda,.. Andi pasti sangat memanjakan mu,.. benar tidak ?"
ucap Pei Pei tanpa henti setelah menyalami Andi,.dia langsung ingin maju memeluk Violin.
Violin hanya bisa meresponnya dengan senyum canggung, dan membiarkan Pei Pei memeluknya.
__ADS_1
Andi juga tidak bisa mencegahnya, karena semua terjadi begitu cepat, lagi pula Andi juga merasa wanita yang datang ini seperti kenal, tapi dia gak punya bayangannya.
Andi sedikit ragu, apa karena ingatannya yang eror atau gimana, sehingga tidak bisa mengingat siapa gadis itu.
Dengan ragu ragu akhirnya Andi berkata, setelah Pei Pei menyelesaikan berpelukan akrab dengan Violin.
"Maaf anda ini ?"
ucap Andi ragu.
"Aku Pei Pei lah, masa lupa sih,.. wah payah kamu di,.. di otak mu cuma ada Viona Mulu sih.."
ucapnya sambil tersenyum lebar.
"Pei Pei,.. benarkah ini kamu, bukannya dulu kamu agak,.."
ucap Andi tidak melanjutkan kata katanya hanya memberi kode dengan kedua tangannya dan tersenyum.
Pei Pei langsung meninju lengan Andi dan berkata,
"Gendut maksud loe,.
dasar jahat,.. dulu gue kira kalem,.. gak tahunya setelah lama bersamanya, jadi pintar ngeledek juga ya..?"
Pei Pei cemberut dengan gaya lucu.
Andi buru buru menggoyangkan tangannya dan berkata,
"Wah makin jadi jadi loe ya, maksud loe, gue dulu hancur gitu ?"
ucap Pei Pei dengan mata melotot marah dan tangan di pinggang.
Andi jadi kaget dan tambah canggung, dia hanya bisa berkata,
"Maaf,.. maaf,.. aku,..aku tidak pandai bicara, maaf.."
Tiba-tiba Pei Pei yang melotot marah tadi, mulutnya mulai tidak bisa menahan tawa melihat sikap panik Andi.
Akhirnya sambil menunjuk Andi,. dia pun tertawa dan berkata,
"Aku cuma bercanda, kenapa kamu begitu serius, Andi,.Andi,.. kamu selalu tidak pernah berubah ya,.."
"Ehh Vi jangan cemburu ya, aku mau pinjam laki mu bentar.."
ucap Pei Pei dengan gayanya yang cuek.
Violin tidak bisa berkata kata, selain tersenyum dan mengangguk kecil kearah Pei Pei.
Pei Pei langsung menggandeng tangan Andi dan berkata,
"Ku katakan pada mu, untuk jadi gini perjuangan ku tidak mudah.."
__ADS_1
"Suami ku lah yang mendukung ku, agar ikut di pusat rehabilitasi orang orang obesitas.."
"ini lihat, aku ada banyak abadikan momen momennya dulu."
"ini tempat pusat rehabilitasi nya, ini aku dulu."
ini aku sebulan kemudian, dan ini aku 3 bulan kemudian, nah ini terakhir aku genap 1 tahun jalani rehab di sana dan inilah hasilnya hingga kini.."
ucap Pei Pei sambil menunjukkan foto fotonya di hp nya ke Andi, penuh semangat.
Andi tidak berkomen, hanya diam mengangguk dan terus mengangguk saja, seperti burung beo.
"Nah ini suami ku, ini anak anak ku,..hi,..hi,..hi.."
"Kamu dan Viona gimana,? jangan bilang kalian masih belum punya juga..?"
ucap Pei Pei sambil tersenyum menggoda Andi.
Tapi dia sedikit kaget saat melihat Andi yang tersenyum pahit.
"Ehh kamu kenapa di ? kalian ada masalah ? atau kamu ingin membalas mengerjai ku..?"
tanya Pei Pei penuh perhatian, tapi juga bercuriga.
Andi tersenyum pahit dan berkata,
"Kapan aku pernah suka gak serius dan ngerjain orang ?"
"Tidak Pei aku sangat serius,"
"Dia bukan Viona kamu telah salah paham, dia adiknya Viona, Violin."
"Aku dan Viona tidak berjodoh, kami sudah lama putus, Viona sudah nikah dengan Rio sekitar 6 atau 5 tahun yang lalu, aku kurang ingat dengan jelas.."
ucap Andi memberikan penjelasan sambil berusaha tersenyum .
Andi tidak memperdulikan reaksi kaget dan tatapan tak percaya dari Pei Pei.
Andi menoleh kearah Violin,dan memberi kode agar Violin mendekat.
Violin mengangguk dan langsung berjalan menghampiri Andi.
Jangankan Pei Pei, dia sendiri saja terkadang juga sulit percaya, pendampingnya hingga terakhir bukanlah gadis cinta pertama yang sangat dia cintai dan sangat mencintainya itu.
Setelah mereka bersusah payah berusaha, akhirnya takdir kejam tetap membuat mereka harus berpisah.
Lebih lucunya lagi, yang kini mendampinginya, menggantikan posisi Viona, adalah Violin adik kandung Viona.
Violin setelah ikut berdiri di samping Andi, dia sambil tersenyum mengulurkan tangannya kearah Pei Pei dan berkata,
"Kenalkan kak, aku Violin adiknya Viona."
__ADS_1