AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
DI KERJAI


__ADS_3

Setelah lampu mengenakan sabuk pengaman di padamkan, Andi baru dengan santai membuka kotak bekal yang di siapkan oleh Nicole untuk nya.


Melihat hiasan di dalam kotak bekal itu, Andi pun tersenyum sendiri, Andi menggunakan hpnya mengambil gambar isi kotak makanan tersebut.


Setelah itu dia diam diam mengirimnya ke hp Nicole.


Tapi baru saja Andi selesai mengirimnya, terdengar suara teguran lembut dari belakangnya.


"Maaf pak, tolong matikan hp nya demi keselamatan bersama.."


Mendengar teguran itu Andi sangat kaget, hingga hpnya hampir terlepas dari pegangan tangannya dan jatuh terbanting keatas lantai.


Untung kaki Andi dengan sigap menahan dan menendangnya keatas hingga hpnya kembali lagi ketangan Andi.


Melihat kekagetan Andi pramugari yang menegurnya sempat tersenyum lebar, tapi saat melihat atraksi kecil yang Andi tunjukkan, sepasang matanya menjadi terbelalak kaget.


Dia menoleh menatap Andi dengan teliti, lalu menatap kearah koran yang dipegang di tangannya dengan tatapan tak percaya.


Sebenarnya pramugari itu sedang bertugas menawarkan koran ke penumpang di bangku bisnis.


Tapi secara kebetulan dia malah tidak sengaja melihat Andi sedang bermain hp.


Awalnya dia hanya ingin memberikan teguran, tapi melihat kekagetan Andi yang seperti pencuri ketahuan.


Dia menjadi tidak bisa menahan diri untuk tersenyum, sambil berusaha menahan tawa.


Tapi saat melihat aksi Andi yang mengejutkannya, dia jadi tertarik untuk melihat wajah Andi lebih teliti.


Begitu di perhatikan dengan lebih teliti, dia malah menemukan kemiripan Andi dengan foto orang yang sedang jadi topik perbincangan hangat di media maupun dari mulut ke mulut.


Setelah kini dia memastikan nya, dia pun semakin yakin, bahwa Andi adalah orang yang sama dengan orang yang Fotonya ada di tajuk Utama koran yang di peganginya.


Pramugari itu pun langsung membungkuk di sebelah Andi dan berkata,


"Pak Andi, CEO dari Andi Automotif Company kan ?"


Pertanyaan pramugari itu membuat Andi kaget, tapi saat Andi melihat koran yang di pegang oleh pramugari itu.


Andi pun hanya bisa tersenyum pahit dan berkata,


"Tepatnya mantan, kini aku sudah tidak bekerja di sana lagi.."


Mendengar jawaban Andi, yang secara tidak langsung sudah mengakuinya.


Pramugari itu langsung tersenyum senang dan berkata,


"Pak boleh ya, saya ambil satu foto bersama anda..?"


Andi terlihat ragu, kemudian Andi berkata,


"Aku tidak suka di foto, maaf ya.."


"Ohh begitu ya pak, ya sudah kalau nanti penumpang ekonomi pada kemari semua, bapak urus saja sendiri."


Mendengar ucapan pramugari itu Andi jadi tertegun.

__ADS_1


Akhirnya Andi sambil tersenyum masam berkata,


"Ya sudah 1 aja, tapi kalau jelek,


aku gak tanggung jawab.."


Pramugari itu tidak ambil perduli, dia langsung menempelkan wajahnya di dekat Andi sambil tersenyum manis.


Dia mengambil foto Selfi Andi dan dirinya.


Tapi saat fotonya di jepret, dia menjadi kecewa, karena Andi menjulurkan lidahnya dan menjulingkan matanya kearah kamera.


'Plakkk,..!!"


terdengar bunyi pundak Andi di pukul dengan keras.


"Iss dah .bapak..!!"


"Sebel deh,..!"


tegur pramugari itu kecewa marah dan jengkel.


"Ya sudah kalau gak rela fotonya, juga gak papa.."


ucapnya penuh dengan nada ancaman.


Mendengar hal itu, Andi sangat kaget, dia buru buru menahan tangan pramugari itu dan berkata,


"Baiklah,.aku akan berusaha lebih baik lagi, ok..?"


Pramugari itupun tersenyum penuh kemenangan.


Dia membiarkan pramugari itu mengambil foto mereka berdua.


Tapi setelah melihat hasilnya pramugari itu langsung manyun, dan pergi meninggalkan Andi tanpa mengucapkan terimakasih.


Pramugari itu sangat jengkel, meski Andi tidak berulah, tapi ekspresi Andi di dalam foto itu begitu datar.


sama persis dengan foto orang di indentitas diri, maupun foto di ijazah.


Hal inilah yang membuat pramugari itu jengkel, tapi.dia juga gak bisa salahkan Andi, karena Andi dari awal kan emang sudah bilang dia gak suka di foto.


Sampai di kabin depan pramugari itu langsung berbisik bisik dengan ketiga rekan setimnya yang lain.


Dia berbicara dengan ketiga rekannya yang lain sambil berbisik bisik, dan menunjuk nunjuk kearah Andi dengan jengkel.


Andi tentu tahu, tapi dia pura pura tidak melihatnya.


Tadi karena kaget dan ketakutan, Andi jadi termakan gertakan pramugari itu.


Tapi setelah Andi berpikir ulang, dia pun jadi sadar, senekad nekadnya pramugari itu.


Dia tidak mungkin pernah berani pergi mengajak para penumpang ekonomi, untuk datang mengacau di ruangan penumpang kelas bisnis.


Bila dia lakukan hal itu, dia hanya akan mendatangkan kesulitan buat dirinya sendiri.

__ADS_1


Dan bila sampai ketahuan, dia biang kerok keributan di atas pesawat, dia pasti.akan di pecat oleh atasannya dan karirnya di perusahaan penerbangan apapun pasti mati.


Berpikir sampai di sini Andi jadi ingin membalas mengerjai pramugari itu.


Andi yang melihat ketiga rekan pramugari itu sedang memperhatikan kearah nya.


Andi pun tersenyum simpatik kearah mereka bertiga, sanbil melambaikan tangannya memanggil mereka.


Ketiga pramugari itu tentu saja kaget, mereka dengan ragu menggunakan kode jari, menunjuk kearah mereka masing-masing.


Andi pun menganggukkan kepalanya dan mengiyakan.


Akhirnya dengan ragu ragu dan penuh tanda tanya, ketiga pramugari itu menghampiri Andi.


Di luar dugaan mereka setelah berada di dekat Andi, Andi pun berkata,


"Kita foto foto yuk, buat kenang kenangan, mau..?"


Ketiga pramugari itu tentu saja sangat senang dan surprise dengan tawaran Andi.


Mereka bertiga buru buru menganggukkan kepala mereka, sambil tersenyum senang.


Andi mengambil posisi ditengah , diapit oleh ketiga pramugari itu.


Lalu sambil memberikan senyuman yang paling keren.


Andi sengaja membiarkan dirinya ikut diambil fotonya bersama ketiga pramugari itu.


Ketiga pramugari itu sambil tersenyum gembira berkata,


"Terimakasih banyak ya Pak Andi, bapak baik sekali.."


Andi sambil tersenyum berkata,


"Terkadang apa yang di katakan oleh orang lain belum tentu benar."


"Kita sendiri harus melihat dan merasakannya sendiri, baru tahu ."


ucap Andi sambil tersenyum.


Ketiga pramugari itu mengangguk cepat, membenarkan, apa yang Andi katakan.


Setelah mengobrol sejenak dengan Andi, mereka bertiga pun kembali ke kabin bagian depan, dengan hati riang.


Setelah kembali ke kabin depan tanpa memperdulikan rekan mereka yang wajahnya terlihat keki dan kesal.


Mereka bertiga terus membicarakan Andi dan memuji muji keramahan Andi.


Lebih parahnya lagi, mereka saling kirim foto mereka bersama Andi yang terlihat sangat keren dan natural.


Mereka seolah-olah tidak perduli dengan reaksi pramugari pertama yang sedang kesal itu.


Akhirnya pramugari pertama duduk menyendiri terpisah, dengan wajah cemberut, dan sesekali dia menatap kearah Andi dengan kesal.


Andi pura pura tidak tahu, dan melanjutkan makan bekal dari Nicole dengan hati gembira.

__ADS_1


Nicole sendiri yang sudah tiba di kantor, duduk termenung sendirian, saat HP nya berbunyi.


Dia melirik dengan malas kearah hpnya, tapi saat melihat siapa pengirimnya.


__ADS_2