AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
PERTEMUAN TAK TERDUGA


__ADS_3

Viona menggandeng lengan atas Andi, dengan mesra dia bergelayutan di sana, sambil tertawa berjalan kembali ke saung di mana Sarah dan Santi sedang menunggu mereka.


"Wah lama sekali perginya,..kupikir sudah di culik sama raja sapi.."


ucap Santi sambil tertawa.


"Ya terus aja tertawa, tar datang sapi kribo baru tahu rasa.."


ucap Viona sambil mengambil roti di hadapannya, dan langsung memasukkan kedalam mulutnya.


Melihat hal ini Santi tersenyum puas, lalu dia buru-buru berdiri dan berlari menjauhi Viona, saat melihat ekspresi Viona yang melotot saat mengigit dan merasakan isi di dalam rotinya.


Santi tertawa terpingkal-pingkal menjauhi Viona.


Sedangkan Viona tersedak batuk-batuk dengan wajah merah, dan mulut terbuka seperti ikan mas kekurangan air.


Tangannya terus mengipasi mulutnya yang terbuka.


Andi yang sedang minum Susu Murni rasa coklat sangat terkejut, dia buru-buru ingin memberikan SuSu Murni nya.


Tapi di tengah jalan dia membatalkan nya, karena susu nya panas sekali.


Sarah menyodorkan segelas es teh manis, memberi kode dengan kepalanya agar Andi memberikan ke Viona.


Andi menatap Sarah dengan tatapan penuh terimakasih.


Lalu dia buru-buru memberikannya ke Viona, setelah minum es dingin plus manis.


Akhirnya Viona bisa menghela nafas lega.


Tapi sepasang pipinya masih merah seperti tomat terlihat sangat lucu.


Viona tahu ini ulah Santi yang sedang tertawa di sana, dengan jengkel dan mata melotot, Viona melemparkan roti isi sambal dan merica itu ke Santi.


Tapi karena jaraknya cukup jauh, roti itu sudah mendarat keatas tanah sebelum nyampe ke Santi.


Santi semakin tertawa terpingkal-pingkal di sana.


Viona menatap sahabatnya dengan kesal dan keki.


Dengan wajah cemberut dia mengadu ke Andi .


"Sayang lihat dia... benar-benar jahat..kamu harus membantu ku beri dia pelajaran.."


Andi tersenyum tak berdaya dan berkata,


"Kalian sahabat baik, aku tidak bisa membela siapapun diantara kalian berdua."


"Lagipula kamu udah tahu, Santi pantang di sebut soal si brokoli."


"Tapi kamu malah menyebutnya berulang kali.."


ucap Andi mencoba menenangkan Viona


Jadi kamu membelanya ketimbang kekasih mu sendiri...!"


ucap Viona emosi, lalu dia segera memutar tubuhnya menghadap kesamping dengan wajah cemberut.

__ADS_1


Sarah kembali menyodorkan sepiring roti bakar selai nanas cadangan dan memberi kode, agar Andi membujuknya.


Andi tersenyum menatap Sarah yang sikapnya sangat dewasa dan penuh pengertian, Andi merasa sangat berterimakasih.


"Vi sudahlah maafkan aku, aku yang salah bicara."


"Ini lihat roti bakar kesukaan mu, aku suapin ya..udah jangan ngambek lagi ok.."


ucap Andi dengan lembut membujuk Viona.


Viona akhirnya memutar kepalanya membuka mulutnya, menerima suapan Andi dan minum es teh manis di hadapannya.


Perlahan-lahan Viona pun mulai bisa tersenyum kembali, setelah mendapatkan perlakuan penuh perhatian dan kasih sayang dari Andi.


Sebenarnya Viona tidak benar-benar marah, dia hanya pura-pura marah saja, agar Andi memanjakan nya.


Dengan demikian dia bisa menunjukkan nya untuk memanas-manasi Santi, yang dia tahu juga menyukai Andi.


Perbuatan Viona berhasil, kini Santi dengan wajah bersungut-sungut kembali ketempat duduknya dan berkata,


"Halloo... please deh...sini masih ada yang hidup loh..."


Sarah hanya tersenyum mendengar ucapan Santi.


Begitupula dengan Andi.


Hanya Viona yang melirik kearah Santi dan berkata,


"Eeh masih idup loh, ku kira telah modar kehabisan nafas di sana.."


Viona mengelak nya sambil tertawa berkata,


"Gak kena...Weee.."


Karena Viona menghindar, tisue tersebut malah tepat mengenai hidup Andi.


"Ehh sori di..gak sengaja.."


ucap Santi panik dan merasa tidak enak hati.


Melihat sikap Santi yang panik dan tidak enak, Viona malah menertawainya dengan hati puas dan senang.


Andi tersenyum ke Santi dan berkata,


"Gakpapa San santai aja.."


"Ayo di makan dan di minum susunya, tar keburu dingin, cuaca di sini sangat dingin soalnya."


"Sebentar aja di tinggal, udah dingin tuh susunya."


Santi tiba-tiba tertawa menutupi mulutnya.


Viona menatapnya dengan heran dan berkata,


"Kenapa loe kumat ya ? tertawa sendiri tiba-tiba."


Santi sambil tertawa menunjuk dada Viona dan berkata,

__ADS_1


"Tentu saja susu cepat dingin, kecuali yang itu, dia punya penghangat nya.."


Sarah langsung tertawa menutupi mulutnya.


Sedangkan Andi wajahnya menjadi merah, karena dia memang suka di juluki sebagai microwave nya Viona oleh Santi.


Viona menutupi dadanya dengan kedua tangannya dan mempelototi Santi dengan wajah merah.


Viona memang lebih feminim, dia tidak bisa bersikap vulgar dan Tomboy seperti Santi.


Melihat sikap dan ekspresi Viona, Santi dan Sarah semakin tidak bisa menahan suara tertawa mereka.


Andi hanya bisa tersenyum tak berdaya, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Tiba-tiba kini berbalik Viona yang tertawa terbahak bahak sampai mengeluarkan airmata, dan memegangi perutnya yang sedikit kram.


Kini Santi dan Sarah yang berbalik bingung, mereka saling bertatapan tidak mengerti.


Sedangkan Andi hanya berusaha menahan senyum melihat kearah Santi.


Santi semakin bingung, hingga muncul sebuah suara yang sangat di kenalnya itu.


"Sayang Ku...bidadari ku.. ternyata kita sungguh berjodoh bisa bertemu di sini...Jreng...jreng...jreng...!"


Mendengar suara ini datang dari samping kanan belakang nya.


Santi buru-buru menoleh kebelakang, untuk memastikan nya.


Ternyata benar di samping kanannya,


kini muncul monster kribo yang merupakan mimpi buruk baginya.


Monster kribo itu, kini sedang tersenyum kepadanya dengan sederetan gigi yang seperti mutiara.


Tapi sangat kontras dengan kulitnya yang hitam legam dan rambutnya yang hitam dan kribo seperti brokoli.


Santi terlonjak kaget hampir menubruk Sarah, yang duduk di samping kirinya.


Santi sepasang matanya terbelalak lebar tak percaya, menatap Si monster kribo, yang kini datang membawa gitar dan sekuntum mawar merah berdiri di hadapannya.


"Hallo Santi sayangku...apa kabar..?"


ucap Marcel yang terlihat sangat PD mengenakan pakaian era 70an ala Elvis Presley.


Di mana kerah bajunya lebih lebar, kemeja lengan panjangnya di buat ngepas dengan tubuhnya yang kerempeng, dengan beberapa kancing di bagian dada di biarkan terbuka.


Menampilkan dadanya yang kerempeng hitam legam dan banyak bulunya.


Sedangkan setelan bawahannya juga tidak kalah lucu, sebuah celana panjang super ketat dengan ujung bagian kakinya yang melebar.


Celana ketat itu mencetak jelas Tongkat si hitam kribo yang ukurannya agak jumbo.


Santi tidak merespon ucapan si Marcel, dia hanya menatap dari atas sampai ke bawah, tepat di bagian Tongkat nya Marcel.


Santi sedikit terhenyak kaget, matanya terbelalak mulutnya sedikit terbuka, dia cepat-cepat menutup mulutnya, kemudian membuang muka kesamping dengan wajah jijik dan malu.


.

__ADS_1


__ADS_2