AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENINGGALKAN KEDIAMAN NICOLE


__ADS_3

Andi menatap Nicole dengan penuh rasa bersalah dan menggelengkan kepalanya.


"Nicole bukan karena itu, kamu jangan salah paham.."


"Alasan ku, jelas tidak ada hubungannya dengan hal itu.."


"Meski aku tetap tidak bisa menerima perasaan mu, karena hati ku sudah terlanjur ku berikan kepada nya.."


"Tapi terhadap perasaan mu, aku justru sangat berterimakasih dan merasa beruntung, bisa mendapatkan perhatian dari mu.."


"Bos Wang Nicole aku berharap kalian bisa mengerti dan bersedia menerima keputusan ku ini.."


ucap Andi sambil kembali memberi hormat, dengan menundukkan kepalanya dalam dalam.


"Nak Andi tidak bisakah, kamu mempertimbangkan ulang lagi, keputusan mu itu..?"


ucap Bos Wang masih tidak bisa merelakan pengunduran diri Andi.


Andi menatap Bos Wang dengan penuh rasa sesal dan berkata,


"Maaf Bos Wang, keputusan ku sudah bulat."


"Hal ini sebenarnya, sejak pabrik pertama kita berhasil, aku sudah ada rencana untuk mundur.


"Tapi aku terpaksa membatalkan rencana ku, Karena aku ingin sedikit mengurangi rasa bersalah ku, dan ingin sedikit menyicil hutang Budi ku pada Bos Wang dan Nona Wang, yang telah begitu baik dan mempercayai ku.."


"Di tambah lagi dengan kondisi kesehatan Bos Wang dan kekacauan di kantor pusat.."


"Aku semakin tidak mungkin pergi meninggalkannya begitu saja.."


"Kini setelah semuanya sudah stabil, inilah waktu yang paling tepat bagi ku, untuk melaksanakan rencana ku yang sempat tertunda lama.."


ucap Andi berusaha terlihat tenang.


Padahal sebenarnya, dia juga tidak kalah sedih dengan Nicole dan Bos Wang, saat harus menghadapi perpisahan ini..


Bos Wang menghela nafas panjang dan berkata,


"Baiklah nak Andi, bila itu adalah keputusan mu, aku akan mendukungnya meski hati ini berat.."


"Nak Andi meski kamu sudah mundur, tapi kapan pun kamu ingin kembali pintu perusahaan ku akan selalu terbuka untuk mu."


"Kamu sebagai founder Andi Automotif Company, sampai kapan pun, kamu tetap memiliki bagian dalam perusahaan tersebut."


"Bagian mu yang 20% itu akan tetap melekat dan menjadi hak mu sampai kapan pun.."


ucap Bos Wang sambil menepuk-nepuk pundak Andi, lalu dia memeluk Andi dengan erat, seolah berat melepaskannya.


Andi pun membalas pelukan Bos Wang dengan penuh haru dan berkata,


"Terimakasih,.. terimakasih,..Bos,.. keputusan anda barusan, membuat Andi hanya bisa melunasi di kehidupan mendatang.."


Bos Wang tertawa dan berkata,

__ADS_1


"Jangan bilang begitu, aku kurang setuju, dengan pendapat mu, yang seolah-olah kamu punya hutang yang begitu besar nya pada kami.."


"Itu samasekali tidak benar.."


"Sebenarnya bila mau bicara Budi, kami lah yang berhutang pada mu.."


"Tidak ada kamu tidak akan ada Andi Automotif Company yang seperti saat ini.."


"Tidak ada kamu, bagaimana Group Wang bisa kembali bangkit dan stabil seperti saat ini..?"


ucap Bos Wang serius.


Andi menengadahkan kepalanya keatas berusaha menahan perasaan harunya.


Akhirnya setelah sedikit tenang, Andi baru menatap Bos Wang sedih dan berkata,


"Terimakasih,.. terimakasih,.. "


"Andi sungguh beruntung bisa bertemu dengan Bos yang baik dan bijak seperti Bos Wang.."


"Bagaimana pun Andi selamanya tidak akan pernah lupa, saat pertama kali kita bertemu."


"Andi hanya lah seorang cacat lumpuh, yang tidak punya apa apa, dan dianggap tidak berguna sama semua orang."


"Di saat itulah Bos Wang datang mengulurkan tangannya, membantu Andi berdiri hingga saat ini.."


ucap Andi terharu, tanpa sadar dua air bening mengalir dari sudut mata Andi.


"Bos Wang sekali lagi terimakasih, Andi mohon pamit sampai jumpa.."


Lalu sambil tersenyum sedih, Andi menyalami nyonya Wang dan berkata,


"Terimakasih banyak nyonya Wang, Andi pamit dulu.."


Nyonya Wang menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Sama sama nak Andi, semoga sukses dan bahagia selalu menyertai mu.."


Andi mengangguk kan kepalanya dan berkata


"terimakasih nyonya Wang."


Andi kini beralih dan berdiri di hadapan Nicole.


Melihat Nicole yang terlihat begitu sedih dan bercucuran air mata,


Andi sudah tidak tahu mau bilang apa ke Nicole.


Andi merasa sangat bersalah terhadap Nicole, yang telah begitu baik dan setia menemani dirinya.


Mulai dari saat dia tidak bisa jalan, sampai kini bisa berjalan,.gadis inilah, yang selalu dengan setia menjaga menemani dan merawatnya.


Andi juga manusia yang terbuat dari darah dan daging, seteguh apapun perasaannya terhadap Violin.

__ADS_1


Tetap saja ada sedikit perasaan nya yang tersentuh oleh kebaikan Nicole.


Bila dia tidak memiliki penyakit kritis itu, bukan mustahil bila dia menemukan Violin sudah menemukan pendamping, dan hidup berbahagia, dia akan mempertimbangkan perasaan Nicole padanya.


Sayangnya dengan kondisi penyakitnya, Andi tidak mungkin menyeret dan merusak masa depan gadis ini secara egois, untuk menemani dirinya.


"Kak Andi,.. kapan kak Andi berangkat ? kemana tujuan kakak ? bolehkah Nicole ikut mengantar kepergian kakak..?"


ucap Nicole sambil berusaha tersenyum.


"Besok Jam 10 pagi, tujuan Swiss, aku berencana jalan jalan refreshing ke Alpen, bila menemukan tempat yang cocok, mungkin aku akan menetap di sana.."


"Jemput lah kakak besok jam 8 pagi, kakak juga memang ada beberapa barang, yang ingin kakak berikan pada mu, sebagai kenang-kenangan.."


ucap Andi sambil menghapus dua butir air matanya yang runtuh.


Nicole mengangguk cepat, lalu dia maju menubruk ke dalam pelukan Andi.


Beberapa saat kemudian dia baru melepaskan pelukannya dan berkata,


"Ayo kak,.. mari Nicole antar kakak kedepan ."


Andi mengangguk, dia membiarkan Nicole menggandeng tangannya menuju kearah depan rumahnya.


Bos Wang dan istrinya hanya bisa saling pandang, mereka berdua menghela nafas panjang dan menggeleng gelengkan kepala mereka.


"Aku takut bila pilihan nya jatuh pada Andi, selamanya putri kita tidak akan pernah bisa menemukan yang lain sebagai penggantinya.."


ucap Bos Wang sambil menghela nafas panjang.


Nyonya Wang juga ikut menghela nafas panjang, tapi dia tidak berkata apa-apa.


Karena dia pun sadar, akan sulit menemukan seorang pria seperti Andi.


Ganteng muda tampan cerdas sabar pengertian, memiliki kemampuan bisnis yang tinggi, tidak tergoda dengan artis cantik, harta kekayaan maupun kekuasaan.


Siapapun wanita yang kelak akan mendampinginya tentu akan sangat bahagia kehidupan nya.


Nicole mengantar Andi hingga ke mobil, sambil tersenyum manis Nicole berkata,


"Hati hati di jalan kak, besok jam 8 pagi aku akan jemput kakak ."


"Bye,..!"


ucap Nicole sambil melambaikan tangannya kearah Andi.


Andi membalas lambaian tangan Nicole dan berkata,


"Sampai ketemu besok,.. bye.."


Sesaat kemudian mobil Andi pun bergerak meninggalkan kediaman Nicole.


Nicole berdiri bengong, bermandikan cahaya bulan melepas kepergian Andi.

__ADS_1


Akhirnya Nicole melangkah dengan kepala tertunduk dan wajah lesu kembali kedalam rumah.


Tanpa berkata apa-apa, Nicole langsung menaiki tangga, menuju lantai dua, dan langsung masuk kedalam kamar nya.


__ADS_2