AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
ACARA WEEKEND HIKING TERANCAM BATAL


__ADS_3

"Sar ada rekreasi bersama ke daerah pegunungan L, kamu sudah daftar belum ?"


tanya Santi.


"Acara apaan tuh ?"


tanya Sarah kembali.


"Itu acara Hiking di daerah pegunungan L, penyelenggaranya adalah kelompok pemuda aktivis acara keagamaan."


ucap Andi menjelaskan.


"Ohh yang itu, bukan nya aku dengar-dengar bakal di undur ke Minggu depan, karena belum dapat persetujuan dari Dekan Kampus."


ucap Sarah.


Andi Santi dan Viona langsung bengong mendengar hal itu, mereka baru daftar siang tadi belum mendengar info apa-apa.


"Tadi siang kami baru daftar tidak dengar berita apa-apa."


ucap Andi heran dan sedikit kurang percaya.


Sarah tersenyum melihat sikap Andi,


"Aku dan ketua panitianya Boby teman baik, dia tadi sore baru mengabari ku."


"Kurasa gak mungkin salah, karena acara itu aku juga daftar.."


Andi menatap kearah Viona dengan sedikit kecewa, bila di undur hingga Minggu depan.


Berarti saat berangkat pun mereka tidak bisa bersama-sama lagi.


Viona menundukkan wajahnya tersenyum sedih, bahkan sedikit hiburan bisa rekreasi bersama Andi pun kelihatannya tidak bisa terealisasi.


"Mengapa takdir begitu kejam kepada mereka berdua, apa salah kami."


ucap Viona dalam hati.


Andi berusaha tersenyum meski sedikit pahit, tangannya menggenggam tangan Viona yang berada di bawah meja.


Seolah-olah ingin menenangkan kesedihan dan kekecewaan yang dirasakan oleh Viona.


Viona mengangkat wajahnya menatap Andi, Andi menganggukkan kepalanya, seolah olah matanya berkata pada Viona kuatkan diri mu tidak ada yang perlu di sedihkan.


Viona mengangguk dalam diam seolah-olah dia juga paham maksud Andi, dia berusaha tersenyum kearah Andi.


Andi kemudian mengalihkan topik pembicaraan ke hal lain.


"Sar tadi Wi Wi mengajak ku kalau ada waktu ikut bergabung ke teamnya, dia akan merekomendasikan ku untuk ikut kejuaraan nasional.."


"Menurut pengetahuan mu, bila menang dalam berbagai ajang dunia, paling tinggi berapa bayaran yang bisa diterima..?"


Sarah berpikir sebentar kemudian berkata,


"Kalau kejuaraan nasional 100 sampai 300 juta itu juga sudah besar.."


"Kalau ajang internasional mungkin paling tinggi 2 sampai 5 miliar.."


"Kenapa kamu berminat untuk ikut bergabung ?"

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan perkuliahan mu..?"


"Setahu ku sebagai atlit nasional , mereka tidak di ijinkan meninggalkan tempat pelatihan berbulan-bulan, Terkadang bisa sampai setahun.."


"Terutama saat-saat menjelang event besar."


"Sar event yang berpenghasilan 2 sampai 5 miliar setahun berapa kali ?"


Andi tidak menjawab pertanyaan Sarah tadi, dia malah bertanya hal lain.


Sarah tidak kecewa dengan sikap Abdi, dia tahu Andi pasti sedang membutuhkan banyak uang.


Sedangkan untuk apanya itu yang Sarah tidak kepikiran.


"Even seperti itu paling setahun sekali, ada juga yang 3 tahun sekali."


"Kenapa di...? kamu sedang membutuhkan uang ya di ?"


tanya Sarah hati-hati.


Mendengar penjelasan Sarah barusan, secercah harapan mencari uang lewat badminton menjadi terpatahkan.


Viona tidak mungkin bisa menunggu selama itu, saat dananya terkumpul sekalipun Viona kemungkinan sudah menjadi istri Rio.


Pikir Andi dalam hati..


"Di..! hellooo...!"


panggil Sarah sambil melambaikan tangannya didepan Andi, karena pertanyaan nya sudah 3 kali gak di jawab.


Kini Andi malah termenung tidak tahu sedang memikirkan apa.


Andi akhirnya tersadar dari lamunannya, saat Sarah melambaikan tangannya didepan wajahnya.


"Ehh ohh, ada apa ? Sar maaf tadi kamu tanya apa ke aku ?"


Santi menggelengkan kepalanya melihat sikap Andi, yang hati dan pikirannya tidak berada di tempat karena masalah Viona.


"Sarah tadi tanya kamu berminat gabung dengan atlit nasional, lalu gimana dengan kuliah mu ? apa kamu sedang butuh uang ?"


ucap Santi membantu Sarah mengulang pertanyaan nya tadi.


Sarah mengangguk dan menatap ke Andi dengan serius.


Andi tersenyum malu menatap kearah Sarah dan berkata,


"Tadinya aku sempat tertarik bergabung, tapi kini sudah berubah pikiran."


"Karena aku sudah tidak berniat bergabung, tentu perkuliahan ku tetap berjalan seperti biasa.'


"Mengenai aku membutuhkan uang terus terang aku memang sedang membutuhkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit.."


ucap Andi sambil tersenyum malu menatap Sarah.


Sarah menatap Andi dengan serius dan berkata,


"Kamu butuh berapa di,... ? mungkin aku bisa bantu."


"Tidak Sar makasih, kamu punya niat membantu pun aku sudah sangat berterimakasih, tapi aku tidak boleh menerimanya.."

__ADS_1


"Kamu pahamkan maksud ku, aku tidak ingin merusak pertemanan kita yang tulus dengan materi."


ucap Andi tegas.


Sarah ingin membantah, tapi dia menelannya kembali.


Sarah berpikir saat ini bukan waktu yang tepat untuk berbantahan dengan Andi.


Lebih baik kalau ada waktu lain, dia akan berbicara dengan Santi, dia yakin Santi pasti tahu semuanya dengan jelas.


"Ya sudah gak papa kalau kamu belum ingin bicara sekarang, tapi ingat di...kapanpun kamu membutuhkan pertolongan, jangan sungkan bercerita dengan ku."


"Aku pasti akan berusaha membantu mu semaksimal aku bisa.."


ucap Sarah sambil tersenyum penuh pengertian.


Andi mengangguk haru dan berkata,


"Terimakasih banyak Sar."


"Nah makanan dah tiba, Ayuk kita makan, lupakan dulu segala masalah, mari kita isi perut dulu.."


ucap Sarah sambil mempersilahkan semuanya untuk mulai makan.


Mereka semua mengangguk setuju, lalu mulai menikmati makanan pesanan mereka masing-masing.


Viona dengan penuh perhatian membagi nasinya sebagian ke piring Andi.


Andi hanya tersenyum bahagia, dia tidak menolaknya, pandangan mata mereka bertemu mereka sama-sama tersenyum bahagia.


Lalu mereka mulai bersama-sama menikmati semangkuk sup berdua.


Viona mengupas daging buntut yang lembut dengan sendok garpu, kemudian dia memberikannya ke piring Andi.


Andi menerimanya sambil tersenyum senang, kemudian Andi membalasnya dengan menyuapi Viona dengan nasi yang diberi sedikit kuah sup dan daging buntut kemulut Viona.


Viona tersenyum manis dan menerima suapan Andi dengan membuka mulutnya.


Kedua orang itu bermain suap-suapan sambil tersenyum gembira.


"Hei..hei ..jangan main vulgar gitu, bikin orang iri saja, di sini ceweknya ada tiga kenapa suap menyuap nya cuma satu arah.."


tegur Sarah sambil tertawa.


Santi pun ikut tertawa dan berkata,


"Sar kamu harus mulai belajar bersabar dan mengelus dada, bila ingin jalan dengan mereka.."


"Memang begini nih, sikap mereka berdua bila sudah bersama, orang di sekitar hanya dianggap papan nisan gak penting.."


ucap Santi sambil tertawa.


Viona melempar Santi dengan tisue bekas dan berkata,


"Makan sana kentang mu tar keselek baru tahu rasa.."


Santi dan Sarah tertawa terbahak bahak menanggapi sikap Viona, yang wajahnya menjadi merah seperti kepiting rebus.


Andi hanya tersenyum menanggapi candaan kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan makan mereka, Sarah pun ijin ke toilet.


Andi dan Santi berunding, bila acara Hiking batal, kira-kira Weekend ini mereka mau main kemana.


__ADS_2