
Violin secara reflek menutupi perutnya dengan tas, lalu dengan wajah merah dia segera berkata,
"Ko Ahong, kalau Andi ada datang, tolong beritahu padanya aku sedang mencarinya.."
Ahong menganggukkan kepalanya dengan wajah bingung.
Setelah Violin pergi, Maria pun memukul lengan Ahong dengan gemas dan berkata,
"Sembarangan bicara, nakutin gadis kecil, Andi tuh gak sama dengan kamu.."
Ko Ahong pun tersenyum lebar mendengar teguran dari sekretaris nya itu.
dia langsung membalasnya,
"Itu karena gadis cilik itu gak se Sexy kamu.."
Mendengar ucapan ko Ahong, Maria pura pura cemberut dan berkata,
"Kamu tuh ya, paling bisa aja, muji muji."
"Dasar buaya.."
ucap Maria cemberut.
Tapi meski bibirnya cemberut dan mulutnya mengomeli ko Ahong, tapi hatinya justru sangat senang.
Hal itu terlihat jelas dari kerling matanya.
"Kalau gak punya pelindung, jangan macam-macam, aku gak mau di suruh ke dokter Bimo lagi.."
ucap Maria mengingatkan ko Ahong, dengan mengangkat jari telunjuknya di depan ko Ahong.
Ko Ahong sambil tertawa lebar, langsung menggendong Maria dan mengangkatnya tubuhnya kedalam gendongan nya.
"Hei...kamu mau apa ?....hei lepaskan jangan ...aduh ...dasar...jangan ko ko, ampun deh tadi kan udah,.."
ucap Maria pura-pura menolak, tapi tangannya justru melingkari leher ko Ahong.
Ko Ahong tidak memperdulikan teriakan dan penolakan Maria.
Dia tetap menggendong Maria masuk kedalam ruangan kantor nya.
Sementara itu setelah turun dari Sasana, Violin duduk bersandar di motornya melakukan panggilan berulang kali ke HP Andi.
Tapi selalu tidak pernah bisa tersambung, dengan wajah putus asa dan sedih, Violin akhirnya mengendarai motornya meninggalkan Sasana tanpa arah tujuan.
Karena haus, dia mampir di sebuah kedai Juice, duduk sendirian di sana sambil minum Juice.
__ADS_1
Melihat ada beberapa pasangan di sana sedang mengobrol, bercanda dan bersenda gurau dengan mesra.
Violin merasa sedikit iri dengan mereka.
Violin lalu mengeluarkan HP nya, melihat lihat ulang pesan yang Andi kirimkan padanya.
Setelah membaca beberapa kali, sambil menghapus dua butir air bening di pipinya.
Violin bergumam pada diri sendiri.
"Kak Andi sedang tidak ingin bertemu dengan ku, aku harus mengerti jangan memaksanya.'
"Aku harus bersikap dewasa dan mencoba memahami dan mengerti keinginan kak Andi."
"Kak Andi ingin aku fokus belajar dan menjadi Dokter yang terkenal."
"Aku harus mewujudkan nya, aku harus buat kak Andi bangga, dengan demikian aku baru tidak akan mengecewakan harapan dan pengorbanan yang kak Andi lakukan untuk ku.."
"Benar seperti itu...aku paham sekarang..makasih kak..makasih.."
gumam Violin sambil menatap haru ke arah HP nya, dia kembali menghapus dua butir air bening di pipinya.
Tapi kini bibirnya mulai tersenyum dengan penuh semangat dan gairah baru.
Violin berdiri dari duduknya, membayar Juice yang dia minum.
Lalu dengan hati riang dia membawa motornya kembali kesekolah.
Violin menerima hukuman karena terlambat datang ke sekolah.
Tapi dia menjalani hukumannya dengan penuh semangat, tanpa ada keluhan sedikit pun.
Selesai menjalani hukumannya, Violin kembali ke kelas mengikuti pelajaran dengan penuh semangat.
Sejak hari itu Violin berjanji dalam hati kecilnya, dia hanya punya satu tujuan yaitu fokus dengan sekolah nya, agar kelak bisa menjadi dokter hebat seperti harapan Andi.
Dengan bantuan uang dari Andi, dan hutang hutang di warung semua sudah di lunasi.
Ibu Viona akhirnya tidak lagi bekerja sebagai pembantu.
Dengan dana bantuan dari Andi yang cukup besar yang dia berikan lewat Violin, Mama Viona bisa membuka rumah makan kecil kecil an.
Sehingga pelan pelan kehidupan mereka sedikit demi sedikit mulai jauh membaik.
Ayah Viona pun mulai timbul kembali semangatnya, membantu mama Violin belanja ke pasar pagi pagi.
Lalu membantu istrinya menjaga rumah makan, saat istrinya sibuk masak di dapur.
__ADS_1
Berkat kepintaran mama Violin dan ketekunan ayahnya, pelan pelan rumah makan mereka mulai maju dan bisa menggaji beberapa karyawan untuk membantu mereka.
Pelan pelan kehidupan mereka pun mulai stabil kembali.
Dalam beberapa hari itu Violin setiap sore, selalu berkeliling keliling di sekitar Kompleks kost kostan yang terletak di sekitar kampus T.
Mencari-cari keberadaan kost Andi yang baru, Violin di temani oleh Ronaldo yang menawarkan diri secara sukarela menemaninya melakukan pencarian.
Tapi usaha mereka sia sia, selain komplek kost di sekitar kampus T sangat banyak, motor Andi selalu terparkir di dalam garasi.
Tidak pernah di parkir didepan kost, sehingga Violin dan Ronaldo tidak pernah berhasil menemukannya.
Violin sempat beberapa kali mendatangi Sasana TAH, tapi hasilnya tetap nihil.
Karena ko Ahong sudah menerima pesan dari Andi, agar jangan membocorkan keberadaan nya.
Di hari hari kesepian Violin, Ronaldo hampir setiap hari selalu datang mengunjungi dan menemaninya.
Sebenarnya Violin agak malas berdekatan dengan pria manapun, selain Andi yang sudah merebut hatinya.
Tapi berhubung, Ronaldo otaknya sangat encer dan pengetahuannya sangat luas di bidang matematika dan ilmu kedokteran.
Pelan pelan Violin mulai akrab dan bisa menerima keberadaan Ronaldo, karena Ronaldo bisa mengajarinya banyak ilmu dasar kedokteran, yang menjadi fokus utama dan cita cita Violin dalam memenuhi harapan Andi padanya.
Sedangkan Andi sendiri sejak pertemuan terakhir dengan mama Viona, dia selalu menjauhi kehidupan keluarga Viona.
Terutama Violin yang dia tahu terus berusaha mencarinya, tapi Andi sudah memutuskan dia akan sebisa mungkin menjauhi adik Viona.
Agar tidak timbul salah paham dari Viona ataupun mamanya.
Bila Violin dan keluarganya tidak sedang dalam kesulitan besar, Andi sudah memutuskan tidak akan pernah muncul dalam kehidupan mereka lagi.
Tapi untuk urusan uang tiap bulan, Andi tidak pernah stop mengirimnya ke rekening Violin.
Bahkan untuk urusan dengan kantin di sekolah, Dody Rina dan Violin, Andi mewakilkan nya ke Berry.
Setelah beristirahat satu Minggu dan lukanya sudah sembuh, Andi kembali muncul di arena pertarungan Underground bersama Berry.
Kali ini lawan adalah adalah seorang petarung dari kelas profesional yang sudah 4 kali bertarung tanpa pernah kalah.
Dia adalah Si Macho Man yang istrinya berselingkuh dengan Vincent mantan manajernya.
Si Machoman ini terkenal dengan tenaganya yang besar, pukulan nya yang sangat keras, dan tubuhnya yang kebal dan tahan pukul.
Andi sudah mengantongi semua informasi ini dari Berry, kini dia tinggal menuntaskan pertandingan ini, berusaha meraih kemenangan untuk mendapatkan uang bonus 300.juta.
.Machoman mulai bergerak mendekati Andi, begitu kode di mulai nya pertandingan di lepaskan oleh wasit.
__ADS_1
Machoman langsung melepaskan beberapa kombinasi pukulan pancingan kearah Andi.
Dia ingin memancing reaksi Andi, agar dia bisa menyarangkan pukulan mematikan nya kearah Andi.