AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENEMUI KAKEK DI DESA


__ADS_3

"Ha..ha..ha...ha..! bagus.. bagus.. tepat sekali..!"


ucap Ayah Andi sambil tertawa gembira.


"Ayah ada teman lama ayah dan ibu menitipkan salam dan oleh oleh ini, buat ayah dan ibu.."


ucap Andi sambil memberikan sebuah kotak kecil yang terbungkus dengan rapi.


"Dari siapa nak ?"


tanya ayah Andi heran,.dia sempat saling pandang dengan istrinya.


Tapi ibu Andi menggelengkan kepalanya, tanda dia juga tidak tahu.


Ayah Andi baru melihat kearah Andi dengan heran.


"Dia adalah ibunya teman ku, aku tidak tahu namanya.."


"Aku cuma tahu nama suaminya Wiliam Lin dan dia biasa di panggil ibu Wiliam Lin..sama orang orang.."


"Dia berpesan, bila ayah dan ibu sudah melihat kado darinya, ayah dan ibu pasti mengenalinya."


Ayah Andi dengan heran membuka kado tersebut, setelah kotak yang terbungkus rapi terbuka.


Di dalamnya berisi sebuah jam kuno, berbentuk bulat dengan tali rantai mirip kalung, dan sebuah gelang giok putih halus.


Selain itu masih ada sepucuk surat yang di tujukan buat Charles Huo dan Wilona Ciu.


Melihat kedua barang itu, ayah Andi langsung terpana sesaat, lalu dengan tangan gemetar dia mengambil arloji kuno itu dan membuka nya.


Di dalam arloji itu ada sebuah foto hitam putih jaman kuno.


Di mana terlihat foto wajah Charles Huo di saat muda.


Melihat ekspresi suaminya, ibunya Andi menggelengkan kepalanya dan tertawa tertahan, sambil menutup mulutnya sendiri.


"Ibu,.. ayah kenapa ?"


tanya Andi setengah berbisik.


Sambil menahan tawa ibu Andi berkata,


"Biasa kenangan masa muda, kekasih lama.."


"Hushh..! ngawur..kini hati ku cuma ada kamu, dia sudah ada pemiliknya jangan gosip sembarangan nanti jadi fitnah."


"Cihh..! fitnah..! siapa juga yang setiap tidur selalu memanggil manggil Mei Niang sayang... Mei Niang sayang..!?"


"Tidak tahu malu.."


ucap Ibu Andi yang tiba-tiba BT cemberut, lalu berjalan kearah dapur meninggalkan suami dan putranya di sana.


Ayah Andi buru-buru meletakkan kotak kado di tangannya, kemudian berlari menyusul istri dan berkata,


"Adik Ing tunggu,! maafkan aku.."

__ADS_1


Melihat hal ini Andi pun paham, pokok persoalannya sekarang.


Sambil menahan senyum,


Dia pun memilih buru buru meninggalkan rumah.


Andi memilih pergi kerumah kakeknya yang letaknya cukup jauh dari rumah mereka.


Agar tidak menganggu pembicaraan rahasia tingkat tinggi kedua orang tua nya, yang terkenal mesra dan jarang bertengkar.


Tapi melihat gelagat ibunya, kelihatannya bakal ada perang dunia, akibat kado dari mama Viona.


Rumah kakek Andi ada di sebuah perbukitan yang menghadap kearah pantai dan laut.


Mobil Andi tidak bisa naik keatas, sehingga terpaksa di parkiran ditepi pantai.


Untuk keatas Andi harus melewati jalan setapak yang curam dan sempit.


Tapi bagi Andi itu bukan kendala, karena sejak kecil Medan seperti itu adalah santapan sehari hari dalam berlatih ilmu warisan keluarga Huo.


Tubuh Andi berlompatan ringan seperti seekor kijang, sedang menaiki bukit


Tidak butuh waktu lama, Andi sudah tiba di sebuah bangunan sederhana yang di kelilingi perkebunan sayuran dan buah-buahan.


Andi melihat halaman depan rumah sepi tidak ada orang.


Dia pun berjalan melewati halaman samping menuju halaman belakang kakeknya.


Di sana Andi melihat kakeknya sedang duduk bermeditasi diatas sebuah batu datar, di halaman belakang rumahnya.


Sambil tertawa dia berkata.


"Anak nakal.. akhirnya kamu ingat pulang juga.."


"Ayo kemari temani kakek berlatih.."


ucap Kakek Andi kemudian tubuhnya mencelat ringan kearah Andi .


Dia melakukan serangkaian serangan, dengan sepasang tinjunya yang mengeluarkan angin menderu-deru.


Andi menghindar dan membalas dengan pukulan yang tidak kalah kerasnya, dengan pukulan yang di lepaskan oleh kakeknya.


Sepasang cucu dan kakek bertarung dengan seru, saling menangkis dan menendang dengan tenaga penuh.


Tapi beberapa saat kemudian, perlahan-lahan nafas kakek Andi mulai terganggu.


Gerakan nya mulai lambat dan tidak seganas awal serangan tadi..


Tapi di luar dugaan tubuh Andi malah terpental jatuh bergulingan, saat menerima sebuah pukulan jarak jauh yang di lepaskan oleh kakeknya...


Sambil tertawa kakek Andi berkata "Bagaimana di..ini jurus rahasia leluhur kakek..?"


"Namanya Fu Mo Se San Cang (13 jurus Penahluk iblis) kakek baru berhasil menguasai 3 jurus awal saja.."


Andi melompat bangun berdiri dan buru buru menghampiri kakeknya dan berkata,

__ADS_1


"Kek ilmu ajaib apalagi itu, kok aku selama ini tidak tahu..?"


Andi terlihat penasaran dan ingin tahu.


Kakek Andi tersenyum penuh misteri, Kemudian dia berjalan menuju kursi santai nya, duduk di sana sambil minum arak.


Melihat hal itu Andi buru-buru mengeluarkan dua botol arak pilihan meletakkan nya di atas meja dan berkata,


"Kek ini Andi sengaja menawarkan sedikit oleh oleh buat kakek..'


"Ho...Ho...Ho..Ho...! bagus bagis tidak percuma kakek menyayangi mu, kamu tahu saja selera kakek mu.."


ucap Kakek Andi sambil tertawa gembira.


Dia segera menyambar botol cantik di hadapannya, lalu dia membuka tutup botolnya.


Mencium wanginya, kemudian dia meneguknya sedikit langsung dari botol.


Lalu dia pun tertawa gembira dan berkata,


"Arak bagus...arak bagus...nikmat...luar biasa..pasti mahal ini..barang dari kota jelas beda..beda..."


ucap nya berulang ulang dengan wajah gembira dan puas.


Setelah membiarkan kakeknya menikmati arak darinya beberapa saat, Andi baru berkata,


"Kek Fu Mo Se San Cang, gimana ceritanya...?"


"Kamu ini tidak pernah berubah selalu aja haus akan ilmu.."


ucap Kakek Andi menegur sambil tersenyum dan terus minum arak di tangan nya sedikit demi sedikit.


Dia terlihat sangat menikmati arak di tangan nya.


Sesaat kemudian dia baru meletakkan kembali botol tersebut di atas meja, menutupnya kembali dengan hati hati baru berkata.


"Fu Mo Se San Cang adalah salah satu ilmu rahasia keluarga Huo.'


"Ilmu ini di ciptakan oleh leluhur kita Huo San, awalnya ilmu ini adalah penyederhanaan dari ilmu Xiang Lung Se Pa Cang."


"Xiang Lung Se Pa Cang sangat sulit di pelajari, bila tidak memiliki tenaga luar dalam yang sangat super power dan kuat.."


"Karena sulit dan mustahil di pelajari oleh orang yang tidak memiliki tenaga dalam puluhan, hingga ratusan tahun tekun berlatih."


"Atau mendapatkan warisan tenaga dalam secara ajaib ataupun memakan sumberdaya ajaib jaman kuno."


"Akhir nya ilmu itu hanya menjadi cerita dari mulut ke mulut tanpa ada yang berhasil mempelajarinya."


"Leluhur kita Huo San adalah seorang yang memiliki bakat luar biasa, dia secara ajaib berhasil menguasai Xiang Lung Se Pa Cang.."


"Lalu di akhir hayatnya, dia menyederhanakan nya, agar keturunannya gampang mewarisi ilmu tersebut."


"Maka di berilah nama Fu Mo Se San Cang.."


.

__ADS_1


__ADS_2