AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
INSIDEN DI TEMPAT PESTA PERAYAAN


__ADS_3

Seminggu kemudian di sebuah gedung yang besar dan mewah, terlihat sedang di selenggarakan sebuah pesta besar yang sangat ramai pengunjung nya.


Semua pengunjung yang datang sebagian besar adalah orang orang terhormat dari pemerintahan dan dewan partai.


Selain itu para pengusaha ternama dan petinggi dari kalangan militer, juga terlihat banyak yang hadir ditempat acara tersebut.


Dari papan pengumuman di depan pintu masuk,. dapat terlihat acara ini di selenggarakan untuk pesta ulang tahun, pesta perkawinan dan acara satu bulanan anak.


Ketiga acara berbahagia itu di selenggarakan menjadi satu hari.


Pesta berlangsung dengan sangat meriah, dan ramai pengunjungnya.


Keluarga besar James terlihat hadir semua dalam suasana sangat berbahagia tersebut.


Di sana juga terlihat hadir keluarga besar Jennifer Cia yang sebagian besar berasal dari kalangan militer.


Pihak keluarga Santi yang berasal dari kalangan pengusaha juga terlihat hadir di sana.


Selain itu juga terlihat Monica dan rombongan pasukan bayangan milik James ikut turut hadir.


Karena mereka semua bersikap low profile sesuai instruksi James, maka tidak ada orang yang kenal ataupun curiga dengan kehadiran mereka di sana.


Semuanya berkumpul dalam suasana yang sangat gembira dan bahagia.


Saat di tengah tengah acara sedang berlangsung, tiba-tiba di sana hadir 4 orang pria berseragam jas hitam berjalan menghampiri pihak keluarga James.


Saat tiba di hadapan kakek James, keempat orang itu langsung berkata,


"Maaf kedatangan kami, sangat tidak tepat waktu, dan mengganggu acara bahagia kalian.."


"Tapi karena ini adalah tugas dari atas, sebagai pelaksana kami tidak punya pilihan.."


Semua orang yang datang menghadiri pesta, menatap dengan terkejut dan penuh penasaran, kearah ke 4 orang yang berani datang mengacau itu.


Dengan suara dingin James segera maju dan berkata,


"Apa yang sedang kalian lakukan dan inginkan di sini..?"


Melihat reaksi dari sikap James, ke 7 saudaranya yang bertubuh tinggi besar, mulai bergerak mengepung keempat orang itu.


Satu tanda dari James cukup bagi mereka, untuk menyingkirkan keempat orang itu keluar dari tempat acara.


Keempat orang itu tidak melayani pertanyaan James, bahkan melirik pun mereka tidak.


Mereka hanya menatap tajam kearah kakeknya james, dan berkata,


"Maaf pak Yusuf kami berempat dari biro Anti Korupsi Badan Pemerintahan.."


"Ini kartu anggota dan surat tugas kami, kami harap pak Yusuf bisa bekerja sama, dan ikut dengan kami kekantor untuk mengikuti tahap pemeriksaan lebih lanjut..."


ucap salah satu pria berjidat profesor, sambil menunjukkan surat tugas dan keanggotaannya kepada kakek James.


Kakek James tersenyum tenang dan berkata,


"Baiklah,.. aku akan ikut dengan kalian.."


"Kek ini,.. ?!"

__ADS_1


ucap James terlihat tidak puas.


Kakek James tersenyum dan membelai wajah James dan berkata,


"Kamu tenang saja, urus saja acara di sini dengan baik, tak perlu khawatir.."


Salah satu teman si jidat profesor yang berkacamata, segera maju memasang kan sepasang borgol ke kiri kanan tangan kakek James.


"Apa yang kamu lakukan ? cari mampus..!"


bentak James marah sambil mencengkram kerah baju orang itu dan mengangkatnya menggantung di udara.


Billy Rambo Rocky juga maju mencekal kerah belakang jas ketiga orang lainnya.


Sehingga tubuh mereka tergantung diudara dengan leher terjulur keluar sulit bernafas.


Keempat orang itu langsung pucat ketakutan, apalagi saat beradu pandang dengan mata James yang sangat menakutkan.


Seluruh tubuh James memancarkan aura pembunuh yang sangat kuat dan menakutkan, membuat orang disekitarnya sulit bernafas.


Santi yang berdiri di belakang James tidak bisa mencegahnya, karena tangannya sedang menggendong Ivan.


Dia hanya bisa berteriak,


"James jangan..ku mohon..!"


Mendengar suara teriakan istrinya, James bagaikan di guyur air dingin di kepalanya.


Dia menarik kembali aura pembunuh nya, tatapan matanya yang ganas kini berubah lebih tenang.


James menurunkan si kacamata yang terlihat pucat ketakutan, hingga celananya basah.


Sambil terbatuk-batuk memegangi leher mereka yang sempat tercekik tadi.


"Mau bawa kakek ku boleh, tapi secara baik baik, bukan dengan cara mempermalukan nya dengan borgol.."


"Bagaimana bila tidak terbukti di pengadilan, ? apakah kamu dan departemen mu sanggup mengganti rugi penghinaan, yang kalian lakukan pada malam ini..?"


ucap James dengan suara dingin.


Si jidat profesor menghapus keringat di dahinya, Setelah mulai bisa bernafas dengan normal dengan wajah takut takut, dia kemudian memberi kode pada rekannya yang lain, agar melepaskan borgol di tangan kakek James.


Setelah borgol di tangan nya di lepaskan, kakek James menepuk pundak James dan berkata,


"Jaga emosi mu, yang sangat berbahaya itu, jangan jauh jauh dari istrimu.."


Setelah berkata, sambil tersenyum tenang kakek James berjalan meninggalkan ruangan tersebut, diikuti oleh ke 4 orang itu yang berjalan di belakangnya seperti 4 ekor anjing habis di pukuli.


Kejadian yang berlangsung dengan sangat cepat barusan, membuat seluruh pengunjung mulai berkasak kusuk dengan heboh, mereka semua me reka reka sendiri, apa yang sebenarnya sedang terjadi barusan ini.


Setelah kakek James di bawa pergi, suasana pesta pun berubah menjadi kurang nyaman.


Asisten Kho dengan gesit, segera menyingkat rangkaian acara, agar pesta di percepat selesainya.


Michael KY terlihat terlibat pembicaraan serius dengan keluarga Cia, keluarga dari pihak Istrinya.


Para tamu dari level atas yang takut terseret kasus, satu persatu mulai maju menyalami keluarga James, yang diwakili oleh James sendiri.

__ADS_1


Mereka mulai pamit meninggalkan acara pesta, setelah para tamu bubar, James segera berjalan menghampiri Billy.


Begitu James mendekatinya, Billy pun berkata


"Ya panglima..apa yang bisa saya bantu.?"


"Billy kamu segera selidiki, siapa otak di balik kekacauan pesta ku malam ini.."


ucap James dengan suara dingin.


"Siap bos.. laksanakan.."


jawab suara itu patuh.


James lalu kembali berjalan menghampiri istrinya.


"Sayang sebaiknya kamu pulang kerumah duluan bersama Sarah dan keluarga mu."


"Monica dan beberapa bawahan ku akan menjaga keamanan kalian.."


"Aku masih ada beberapa hal yang harus di selesaikan bersama papa mama.."


"Nanti bila sudah beres, aku baru menyusul.."


Santi mengangguk, sambil menatap suaminya dengan cemas Santi berkata,


"Sayang jaga emosi mu..ya..hati hati.."


James tersenyum lembut dan mencium kening Santi sambil berbisik,


"Baik aku akan mengingatnya.."


Sesaat kemudian rombongan keluarga Santi, mengikuti Santi Sarah dan Monica meninggalkan gedung pesta, untuk kembali kerumah orang tua James.


Santi tidak mungkin membawa keluarganya kerumah kontrakkannya, yang kecil dan sempit.


Hanya rumah orang tua James yang besar dan banyak kamar itulah, yang bisa muat menampung pihak keluarganya.


Tadinya mereka akan di atur tinggal di hotel, tapi akibat insiden ini, James tidak tenang.


Jadi dia memutuskan mengatur semuanya berkumpul jadi satu, agar lebih mudah menjaganya.


James tidak berani ambil resiko, musuh ada di gelap dia ada di terang.


Jadi dialah yang harus extra hati hati, karena setiap saat bisa menjadi target.


Sebenarnya yang paling James khawatirkan, adalah kedatangan ketiga musuh besarnya.


Penguasa daerah Utara, Barat dan timur yang bekerja sama, ingin melenyapkan dirinya.


Setelah rombongan Santi pergi, James pun ikut bergabung dengan kedua orang tua nya, yang sedang mengobrol dengan keluarga Cia.


Setelah seluruh ruangan pesta mulai sepi, akhirnya rombongan keluarga Cia juga pamit pulang, meninggalkan James Michael KY dan Jennifer Cia.


Setelah semua bubar, James dan kedua orang tuanya pun menyusul kembali kerumah.


Sehari setelah pencekalan kakek nya dengan tuduhan korupsi dan di tahan oleh biro Anti Korupsi.

__ADS_1


Seluruh aset dan usaha grup KY pun di bekukan oleh negara.


__ADS_2