AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
PERENCANAAN TEMPAT TINGGAL BARU


__ADS_3

Andi setelah masuk kedalam mobil dia menghapus dua butir airmatanya yang runtuh saking bahagianya.


Sudah sangat lama Andi tidak merasakan kebahagiaan seperti ini.


Hingga dia sendiri hampir lupa dengan apa yang di namakan bahagia.


Baru setelah dua Minggu ini, setelah dia resmi jadian dengan Violin, mencoba melupakan Viona, menikmati hubungan lembaran barunya bersama Violin.


Andi baru mulai bisa merasakan kebahagiaan yang mulai muncul kembali mewarnai hidupnya.


Sepanjang perjalanan pulang meski sampai dirumah sudah menjelang pagi.


Andi tidak merasa lelah atau pun capek, yang ada adalah perasaan penuh semangat dan bahagia.


Andi hanya tidur beberapa jam sudah merasa segar, dia buru buru mandi bersiap siap main ke rumah sakit, tidak sabar ingin bertemu dengan kekasih kecilnya.


Dalam perjalanan Andi tidak lupa membeli nasi tim dan es durian kesukaan kekasihnya.


Saat tiba di rumah sakit sudah hampir jam 11, Andi langsung berjalan menuju ruangan praktek Violin.


Sampai di sana Andi melihat pasien hanya tinggal dua orang, Andi duduk menunggu sebentar sambil iseng iseng main game.


Tapi baru game terbuka ada pesan masuk dari Violin,


"Sayang sebentar ya, habis dua pasien ini aku bebas.."


"Hari ini gakda jadwal operasi, tar malam juga giliran DoDo yang jaga, jadi kita hari ini punya waktu yang panjang.."


Membaca isi pesan tersebut Andi pun tersenyum dan langsung membalasnya.


"Ok sayang, gak masalah.."


"Ini aku ada bawa nasi tim dan es durian kegemaran mu.."


Violin langsung membalas dengan gambar orang melompat lompat kegirangan.


Beberapa waktu Andi menunggu, perawat penjaga kartu menghampiri Andi dan berkata,


"Pak Andi, dokter Violin mengundang bapak kedalam.."


Andi tersenyum mengangguk dan berkata,


"Terima kasih sus,.."


Lalu buru-buru membawa bungkusan di sampingnya berjalan masuk kedalam ruang praktek Violin.


Sampai di dalam ruangan, terlihat Violin sedang duduk di balik meja nya, sedang menulis sesuatu di kartu pasien.


Setelah selesai dia baru memberikan ke perawat yang berdiri di sampingnya dan berkata,


"Aku siang ini ada acara pribadi, gak kan kembali ke rumah sakit."


"Bila ada hal penting wakilkan ke DoDo atau prof Peter aja.."


ucap Violin berpesan.

__ADS_1


"Baik dokter,.."


ucap perawat itu sambil mengangguk.


Setelah itu dia pun mundur keluar dari ruangan tersebut.


Setelah perawat itu pergi dengan penuh semangat Violin langsung berlari menghampiri Andi.


Violin langsung memeluk Andi sambil tertawa berkata,


"Ada rindu gak sama aku..?"


Andi sambil tersenyum menggunakan ujung jarinya menyentuh ujung hidung Violin yang putih mancung dan berkata,


"Tentu saja aku sangat merindukanmu, makanya aku cepat cepat kemari .."


Andi membimbing Violin duduk kembali di meja kerjanya.


Setelah itu, dia baru mulai mengeluarkan bungkusan makanan dan es durian yang dia beli sebelum ke rumah sakit tadi.


Violin sambil duduk, sebentar dia memperhatikan makanan di hadapannya, sebentar menatap kearah Andi yang sedang menyiapkan makanan untuk nya, dengan tatapan mata di penuhi kebahagiaan.


Sudah lama dia memimpikan Andi akan memberikan seluruh perhatian dan cinta hanya untuk dirinya seorang.


Tapi saat ini begitu semuanya terwujud, ternyata kebahagian yang dia rasakan jauh lebih daripada semua mimpi dan bayangannya.


Sehingga secara bersamaan tiba tiba muncul rasa takut, kebahagiaan ini hanya semu, sebentar lagi semua ini akan hilang.


Violin menyentuh tangan Andi yang sedang menyiapkan makanan untuknya, dengan lembut dan berkata,


"Pada akhirnya saat kamu akan pergi meninggalkan ku, aku akan sulit untuk menerimanya.."


ucap Violin sambil menatap Andi dengan serius.


Andi menghentikan kegiatannya, dia mengambil tisu membersihkan tangannya yang sedikit berminyak.


Lalu menggunakan handsanitizer yang tersedia di meja Violin.


Setelah itu Andi baru berjongkok di hadapan Violin dan menggenggam kedua telapak tangannya dengan lembut dan berkata,


"Lin aku melakukan ini karena aku sangat mencintai mu, karena aku peduli dengan mu, aku ingin menggunakan seluruh yang aku bisa untuk membahagiakan mu.."


"Kamu tidak perlu takut, aku tidak akan pernah bisa hidup bahagia bila jauh dari mu, jadi aku tidak akan pernah lagi meninggalkan mu.."


"Lin kamu harus percaya, kamu adalah anugrah kebahagian yang terbaik dalam hidup ku.."


ucap Andi sambil mencium lembut tangan violin.


Violin mengangguk cepat, dan tersenyum penuh haru, dia menatap Andi dengan tatapan mesra.


Andi sambil tersenyum berkata,


"Ayo makan dulu, selesai makan aku akan mengajak mu shoping sepuasnya, berbelanja semua barang keperluan pernikahan kita."


Violin mengangguk gembira, lalu dia pun mulai makan, sesekali dia akan menyuapi Andi.

__ADS_1


Andi tidak menolaknya, kecuali es durian, Violin tidak menawarkan ke Andi, karena dia tahu, Andi kurang menyukai bau makanan tersebut.


Sambil menemani Violin makan Andi berkata,


"Lin kamu lebih suka kita nanti tinggal dimana,? di rumah yang luas ada taman dan lain lain, atau apartemen yang praktis tapi akses pulang pergi kerja mudah.."


Violin menghentikan makannya, berpikir sebentar kemudian berkata,


"Terserah kak Andi,.. di manapun gak masalah, yang penting kakak selalu ada di samping ku."


Andi tersenyum lalu membantu menaikkan dan menyisipkan anak rambut violin yang jatuh saat dia menunduk sedang makan.


Violin melirik kearah Andi sambil tersenyum bahagia.


Andi sambil menatap Violin kembali berkata,


"Mengenai rumah kita, bagaimana kalau untuk sementara biar cepat dan praktis, kita beli apartemen,.."


"Karena kalau bangun rumah akan makan waktu cukup lama.."


"Rencananya sih, nanti aku tetap akan cari tanah, yang lokasi tidak jauh dari rumah papa mama mu."


"Aku akan suruh orang desain dan bangun rumah itu sesuai selera kita, mungkin makan waktu sedikit lama, tapi yang penting sesuai selera.."


"Bagaimana menurut mu ?"


tanya Andi sambil menatap Violin.


Violin menyelesaikan suapan terakhirnya, setelah minum.


Dia baru menatap Andi sambil tersenyum, berkata.


"Sebaiknya jangan terlalu besar dan mewah, sederhana minimalis aja, lebih mudah merawatnya.."


"Kamu lihat sendiri, dengan pekerjaan dan jadwal yang padat gini, mau bersama saja sulit.."


"Apalagi mau mengurus dan merawat rumah, entar rumah kita bisa seperti kapal pecah.."


ucap Violin sambil tertawa.


Andi sambil tersenyum berkata,


"Kan ada aku dan pembantu rumah yang ngurusnya.."


Violin menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Kalau kamu terus bersama pembantu mengurus rumah, lama lama bisa berganti orang yang jadi nyonya rumah.."


Andi tertawa dan menunjuk kening Violin dan berkata,


"Dasar kamu pasti terlalu banyak nonton, jadi terbawa ke pikiran.."


"Ayo kita jalan sekarang, daripada bahas film emak emak.."


Violin tertawa senang, lalu berdiri merangkul lengan Andi dengan mesra, lalu mereka berdua bergerak meninggalkan ruangan praktek Violin yang sudah sepi.

__ADS_1


__ADS_2