AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MEMBELI MOBIL


__ADS_3

Setelah meletakkan kartu namanya, Andi pun pergi meninggalkan tempat tersebut, tanpa menghiraukan tatapan mata heran Vincent.


Vincent meraih kartu nama Andi dan melihatnya, lalu bergumam sendiri.


"Orang besar,.. dia adalah orang besar pantas sikap dan perbawaannya juga berbeda."


Andi yang keluar dari kantor notaris, dia langsung melangkah untuk kembali ke penginapan nya.


Tapi langkahnya tiba-tiba di hadang oleh 4 pria berandalan yang pernah di temuinya di stasiun.


"Akhir ketemu juga, di cari cari kemana mana ternyata ada di sini."


ucap salah satu dari kempat orang yang sempat di hajar oleh Andi sambil tersenyum mengejek.


Mereka semua langsung mengepung Andi, dan langsung mengeluarkan pisau otomatis dari saku mereka masing-masing.


Dengan serempak mereka maju menikamkan pisau mereka dari 4 arah dua dari depan dua dari belakang.


Dua dari depan diarahkan ke perut kiri dan kanan Andi, dua dari belakang diarahkan kearah ginjal Andi.


Tapi tusukan mereka kehilangan sasaran, saat mereka sedang bingung,.wajah mereka berempat mencium pukulan telapak tangan Andi yang tepat mendarat di wajah mereka.


Keempat orang itu langsung terpental, hingga kepala dan jidat mereka membentur lantai.


Saat mencoba berdiri mereka mengaduh aduh sambil memegangi jidat dan belakang kepala mereka yang pada benjol sebesar telur ayam.


Andi berdiri ditempat sambil menggendong kedua tangannya di belakang punggung.


"Bagaimana masih penasaran dan ingin diteruskan ?"


tanya Andi sambil tersenyum mengejek.


Salah satu dari mereka yang pernah di hajar Andi, Manarik sepucuk pistol dari sakunya, lalu diarahkan ke Andi sambil berteriak,


"Mampus kau...!!"


Tapi saat suaranya hilang sama sekali tidak terdengar letusan suara pistol.


Saat dia menyadari ternyata pelatuknya,.tidak bisa di tekan karena tertahan oleh jari Andi.


Tahu tahu satu set tempat pelurunya sudah berpindah ke tangan Andi.


Andi juga mengokang dan membuang sisa sebutir peluru yang sudah naik ke pistol nya.


Sebelum dia sempat berbuat apa-apa, jidatnya kembali di ketuk oleh jari Andi.


Hingga kembali muncul benjolan sebesar telur ayam.

__ADS_1


Dia kembali jatuh terduduk diatas lantai sambil memegang pistolnya yang sudah tidak memiliki pelurunya.


Mereka berempat kini, menatap kearah Andi dengan penuh ketakutan.


Tanpa di komando mereka berempat langsung melarikan diri terbirit-birit sambil memegangi kepala mereka yang benjol.


Andi membuang peluru ditangannya ketempat sampah lalu berjalan santai kembali ke penginapan nya.


Di penginapan Andi yang tidak punya kegiatan hanya menghabiskan waktunya dengan bermain games dan membalas chat teman pasangan bermainnya.


Mereka semua ada 4 orang wajah tidak saling kenal, mereka hanya kenal dan bertemu di dunia virtual saja.


Keesokan paginya saat Andi sedang sarapan pagi di cafe kemaren, tiba-tiba Hpnya bunyi.


Saat Andi lihat panggilan datang dari Vincent Andi pun mengangkatnya dan berkata,


"Ya pak Vincent ada apa ,?"


"Selamat pagi pak Andi maaf mengganggu,.saya cuma mau informasi..ke pak Andi.."


"Pak Louis Lewington bersedia bertemu dengan pak Andi, nanti malam jam 7 di Cafe yang ada di depan penginapan pak Andi."


Andi mengangguk dan berkata,


"Terimakasih banyak pak Vincent, sampai ketemu nanti malam jam 7.."


"Sama sama pak Andi, saya gak ganggu lebih jauh selamat beraktifitas.."


Andi setelah sarapan karena bosan, dia pun pergi jalan jalan berkeliling keliling melihat lihat.


suasana kota wisata di kaki gunung tersebut.


Andi yang melihat wisata kereta gantung, dia jadi tertarik.


Andi pun membeli tiket untuk naik kereta gantung, setelah mengikuti antrian pembelian tiket dan antrian untuk naik kereta gantung.


Andi akhirnya mendapatkan gilirannya untuk naik kedalam kereta gantung.


Sesaat kemudian kereta mulai meninggalkan stasiunnya, Andi yang duduk di dalam kereta yang terus bergerak menanjak keatas.


Andi bisa melihat berbagai pemandangan di bawahnya, mulai pohon tebing jurang hingga puncak gunung yang tertutup salju.


Semua terlihat dengan jelas dan sangat indah pemandangannya, air sungai yang begitu bersih dan jernih juga bisa terlihat dengan jelas dari ketinggian sana.


Sambil menikmati pemandangan Andi mengeluarkan patung ukurnya dan bergumam sendiri.


"Lin lihat lah pemandangannya sangat cantik dan benar'benar luar biasa.."

__ADS_1


"Meski kamu bukan asli, tapi anggaplah kamu hadir dan menemani ku menikmati pemandangan yang menakjubkan ini.."


Andi membiarkan kereta terus membawanya hingga kepuncak gunung, menikmati seluruh pemandangan dengan puas.


Baru kereta perlahan lahan membawa Andi turun kembali ketempat semula.


Setelah turun dari kereta, Andi yang tidak memiliki rencana dan tujuan, akhirnya mampir makan siang di sebuah kedai yang menyajikan daging sapi panggang.


Andi memanggil dua porsi, dan makan dengan santai sambil minum bir, cuaca yang dingin makan yang panas panas, ditemani bir yang bikin badan hangat membuat Andi merasa lebih nyaman dan rileks.


Selesai makan siang, Andi yang kebetulan melihat ada showroom mobil yang letaknya tidak jauh dari kedai tempat dia makan.


Andi pun berjalan kaki mengunjungi show room mobil tersebut.


Andi masuk kedalam showroom, seorang marketing sales mobil langsung menghampiri Andi dan berkata,


"Selamat siang tuan, namaku Jason ada yang bisa jason bantu tuan..?"


Jason mengulurkan tangannya kearah Andi.


Andi menyambut uluran tangan Jason dan berkata,


"Aku sedang mencari mobil sederhana, untuk mendukung aktivitas ku selama ada di kota ini.."


"Kira kira mobil apa yang bisa kamu rekomendasikan ke saya..?"


ucap Andi sambil tersenyum.


"Kemarilah tuan mari ikut saya, saya akan temani tuan lihat lihat."


"Kalau merekomendasikan saya tidak berani, karena mencari kendaraan selera setiap orang berbeda-beda tuan.."


Andi mengangguk, lalu dia melangkah mengikuti Jason, yang mengantarnya berkeliling dan selalu siap membantu menjawab semua pertanyaan Andi dengan penuh semangat.


Setelah berkeliling beberapa waktu, pilihan Andi akhirnya jatuh pada mobil Audi Q5 berwarna putih polos.


Setelah andi melakukan transaksi pembayaran, Jason mengantar Andi hingga halaman depan showroom, dimana mobil Andi telah siap di sana.


"Kunci mobil dan semua buku petunjuk pemakaian dan semua perlengkapan sudah ada di dalam mobil.."


"Mobil ini sudah boleh langsung di bawa untuk turun kejalan, semua suratnya sudah lengkap, tinggal di gunakan saja.."


ucap Jason memberikan penjelasan panjang lebar dengan bibir tersenyum sembringah.


Ini wajar karena komisi yang Jason terima dari penjualan mobil ini tidaklah kecil.


Apalagi Andi adalah type langganan yang sabar dan tidak cerewet, itu membuat Jason kerjanya menjadi jauh lebih ringan.

__ADS_1


Uang dapat kerja ringan, bagaimana dia bisa tidak senang.


Setelah berbasa-basi sejenak Andi pun membawa mobil tersebut kembali ke penginapannya yang letaknya sebenarnya juga tidak terlalu jauh dari sana.


__ADS_2