AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
SIKAP MIMI DAN MAYA


__ADS_3

Viona mengambil HP nya mengecek penuh harap, apakah Andi ada mengirimnya pesan.


Tapi setelah mengecek beberapa saat, Viona hanya bisa diam-diam semakin kecewa dengan Andi.


Tentu saja sebenarnya Andi ada mengirim pesan, bahkan ada melakukan panggilan telepon beberapa kali.


Tapi semua itu sudah di hapus oleh Rio secara diam-diam, saat Viona sedang tertidur, dan dia sengaja memasang mode silent, agar Viona tidak mendengarnya.


"Gimana keadaan mu saat ini Vi ?"


"Apakah sudah jauh lebih baik ?"


tanya Rio penuh perhatian.


Viona tersenyum dan mengangguk sambil berkata,


"Lumayan sudah jauh lebih baik.."


"Ini minum dulu Energen yang tadi ku siapkan untukmu, agar lebih segar.."


Viona menerimanya dan berkata,


"Makasih banyak ya Rio, kamu baik sekali.."


Rio tersenyum dan berkata,


"Minumlah...kamu kekasih ku tentu saja aku akan selalu baik pada mu.."


"Meski kamu cuma menganggapnya sebagai sebuah kontrak, tapi bagi ku kamu lebih dari itu.."


Viona merasa hatinya sangat nyaman mendengar ucapan manis dari Rio.


Dengan hati senang dia menghabiskan seluruh minuman tersebut.


"Bagaimana apa sekarang terasa lebih hangat,? bagaimana bila kita juga jalan-jalan ke acara api unggun itu ?"


tanya Rio sambil menatap Viona dengan penuh harap.


Viona tersenyum dan mengangguk, lalu berkata.


"Ayo kita kesana lihat-lihat.."


Rio melepaskan jaket tebal yang di kenakan nya, lalu dia memakaikannya ke Viona dan berkata,


"Di luar cuaca sangat dingin, tubuh mu masih lemah."


"Sebaiknya kamu pakai saja jaket ku ini.."


"Kamu sendiri gimana ?"


tanya Viona tidak enak hati.


Viona merasa sedikit tidak enak hati, bila Rio nanti sampai kedinginan dan masuk angin karena memberikan jaket padanya


Sambil tersenyum Rio berkata,


"Aku pakai ini cukup.."


Rio mengambil selimut bekas Viona, lalu dia melilitkannya di bahunya dan berkata,


"Begini sudah boleh..ayo kita jalan.."

__ADS_1


Rio mengulurkan tangannya kearah Viona.


Sesaat kemudian mereka berdua pun bergandengan tangan, keluar dari dalam tenda berjalan menuju keramaian acara api unggun.


Setelah mendekat ke tempat acara, Viona langsung dapat melihat Andi yang sedang duduk di sana, di apit oleh Mimi dan Maya.


Mereka terlihat sedang ngobrol bercanda dan tertawa dengan gembira.


Melihat hal itu di depan matanya, Viona menjadi semakin kecewa perasaannya.


Dengan bibir sedikit cemberut, Viona merangkul tangan Rio menariknya menjauhi tempat di mana Andi berada.


Lalu Viona pun mengajak Rio duduk bersama nya, mereka berdua duduk dan ngobrol sambil menonton acara yang dipersiapkan oleh panitia untuk menghibur para peserta.


Sesekali Viona sambil mengobrol dengan Rio, diam-diam dia mencuri pandang ke arah Andi yang duduknya cukup jauh darinya.


Melihat sikap manja dan kedekatan kedua mahasiswi baru, yang cantik-cantik itu terhadap Andi.


Hati Viona menjadi semakin mangkel dan kesal dengan Andi.


Viona sangat kecewa dengan Andi, dia berpikir apakah secepat itu kah Andi telah melupakan dirinya.


Apakah cinta Andi padanya begitu tidak tahan dengan ujian, baru saja mereka pisah beberapa hari Andi sudah seperti ini.


Apalagi bila kelak mereka pisah kota, pisah kampus dan tidak bisa saling bertemu.


Apakah Andi masih akan ingat dengan dirinya, ingat dengan janji di antara mereka berdua.


Semakin pikir Viona semakin galau.


Rio yang sedang bersama Viona bukannya tidak tahu, akan sikap Viona.


Tidak percuma dia membayar mahal kepada Mimi dan Maya, yang merupakan dua junior yang sudah pernah dia pakai sampai bosan.


Dan kini dia sedang melemparkan kedua gadis materialistis itu ke Andi.


Dan kelihatannya semua berjalan dengan cukup lancar, sesuai dengan rencana nya.


Viona yang galau tidak bertahan lama duduk di acara api unggun tersebut.


Tak lama kemudian dia berkata,


"Rio kita kembali ke tenda saja yuk, aku merasa lelah dan sedikit bosan di sini."


Rio mengangguk setuju, lalu dia segera berdiri, kemudian membantu Viona berjalan meninggalkan tempat tersebut.


Andi akhirnya melihat Viona, saat Viona berdiri dari tempat duduknya di seberang sana.


Melihat Viona dalam keadaan baik-baik saja, Andi pun tersenyum lega.


Tapi saat dia melihat Viona berjalan pergi bersama Rio sambil berpelukan mesra, hati Andi terasa pedih dan sakit.


Tapi dia menghibur diri, bahwa semua itu hanya skenario untuk mengulur waktu demi membantu ayah Viona.


Andi terpaksa melepaskan lamunannya, karena Mimi dan Maya terus menarik tangan nya dengan riang, mengajaknya menonton acara sulap dan badut yang di selenggarakan oleh pihak panitia.


Sarah yang duduk di sisi lain, melihat sikap manja kedua gadis junior itu ke Andi, lama kelamaan dia pun merasa muak.


Dengan suntuk dia pun kembali ke tendanya sendiri, untuk tidur.


Sarah memilih menghilang secara diam-diam tanpa pamit lagi ke Andi.

__ADS_1


Melihat kepergian Sarah, tak lama kemudian di susul oleh James dan Santi.


Diam-diam Mimi dan Maya saling tersenyum penuh kemenangan.


Mimi kemudian mengeluarkan sebuah botol minuman dari tasnya, lengkap dengan 3 buah gelas kecil.


Lalu dia berkata,


"Kak Andi acara seperti ini tidak lengkap bila kita gak minum sedikit."


Andi melihat kearah Mimi dan berkata,


"Mimi kamu tidak boleh minum, minuman seperti ini."


"Kamu baru mulai kuliah, bila dalam mabuk terjadi sesuatu, bisa hancur masa depan mu."


Maya yang pintar melihat gelagat segera berkata,


"Benar Mimi kamu mana boleh minum minuman seperti itu, cepat simpan..!"


"Kalau ketahuan kak Bobby mampus loe.!


Mimi mengangguk patuh, kemudian dia menyimpan kembali kedalam tasnya.


Setelah itu dia berkata,


"Kak Andi maaf ya, aku terlalu gembira dan terbawa suasana.."


"Sehingga malah mengeluarkan minuman titipan ini, untuk meramaikan suasana."


"Minuman ini bukan punya ku, boy tadi yang menitipkan nya pada ku, rencananya dia mau gunakan saat tengah malam nanti.."


"Kenapa dia titip ke kamu, apakah dia mengajak mu ikut dalam pesta miras itu..?"


tanya Andi sambil menatap Mimi dengan penuh selidik.


"Dia memang mengajak ku, tapi aku menolaknya karena tidak percaya dengan nya."


ucap Mimi takut takut dengan kepala tertunduk.


"Kamu sudah benar itu, nanti kembalikan padanya, ingat kalian berdua masih muda, masa depan masih panjang."


"Jangan mau di rusak oleh orang tak berguna itu.."


ucap Andi memberi nasehat.


Mimi dan Maya mengangguk patuh.


Lalu Maya mengalihkan pembicaraan, mereka kembali menonton acara api unggun sambil ngobrol hal lain.


"Kak Andi aku tiba-tiba kebelet, tapi mau pergi pipis aku takut sendirian."


ucap Maya malu-malu.


Andi tersenyum dan berkata,


"Jangan di tahan, biar Mimi dan aku menemani mu pergi pipis."


"Ayuk..kita kesebelah sana.."


ucap Andi sambil berdiri dan menunjuk kearah belakang perkemahan yang agak gelap.

__ADS_1


__ADS_2