AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KEMBALI KE KOST VIONA


__ADS_3

Setelah itu, sambil tersenyum Viona berkata,


"Di kenapa aku jadi khawatir ya ? bila kita resmi berpacaran, kamu akan berselingkuh dari ku ?"


"Begitu banyak godaan dari gadis-gadis yang tertarik dengan mu, aku kok jadi ngerasa khawatir ya di...?"


ucap Viona sedikit cemberut.


Andi tersenyum dan memegang tangan Viona, "mereka suka dengan ku, aku jelas tidak bisa melarangnya."


"Tapi apakah aku akan membalasnya, itu baru hal yang berbeda."


"Vi biar seumur hidup, kamu hanya menganggap aku sebagai teman, perasaan ku padamu tidak akan pernah berubah."


"Vi, . hati ku selama nya cuma ada kamu..."


"Aku tahu kamu pasti tidak percaya, biarlah waktu yang akan membuktikan semuanya."


Viona tersenyum menatap Andi dan berkata,


"Di kenapa kamu harus begitu naif dan bodoh ?"


Andi tersenyum dan berkata,


"Mungkin karena penyakit gila ku kali.."


Viona menatap Andi dengan penuh haru, ingin rasanya dia langsung menerima Andi menjadi kekasihnya.


Tapi hatinya belum yakin sepenuhnya, jadi Viona tidak berani ambil resiko terburu-buru, dia masih takut akan menimbulkan kekecewaan baginya di masa depan.


Tak lama kemudian, menu pesanan mereka datang.


Melihat pesanan mereka di atas meja, Viona berkata,


"Di kamu tahu darimana aku suka dengan menu-menu ini ?"


Andi tersenyum menatap Viona, Kemudian berkata,


"Kamu tahu darimana ?


aku pesan makanan ini, karena tahu kamu menyukainya ? kan bisa saja aku memang suka dengan menu, yang sama dengan mu..?"


Viona menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak mungkin, seperti sebelum-sebelumnya, saat kita makan, bila kamu tidak tahu menu kesukaan ku."


"Kamu pasti akan bertanya dengan ku lebih dulu baru pesan, yang kali ini berbeda, kamu langsung pesan, seolah-olah sangat yakin aku akan menyukainya."


ucap Viona memberikan analisa dan pertimbangan nya.


Andi pun tersenyum tak berdaya dan berkata,


"Kamu benar Vi, aku tahu semua ini dari Santi, saat kita masih satu SMP.."


Viona menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Apalagi lagi rahasia ku, yang tidak dia beritahukan pada mu.


jangan jangan semua rahasia ku hingga ukuran ku, juga sudah dia beritahu pada mu ya ?"


ucap Viona sambil mempelototi Andi.


Andi cepat-cepat mengangkat tangan dan menggoyangkan tangannya dengan cepat,


"Tidak Vi,.. aku hanya bertanya tentang makanan kesukaan mu saja."


Viona tersenyum lega dan berkata,


"Jangan pernah berpikir bertanya yang macam-macam ke Santi Ya ? atau aku tidak akan memaafkan mu.."


Andi mengangguk cepat dan berkata,


"Kamu tenang saja Vi, sekarang dan dulu berbeda."


"Sekarang bila ada yang ingin aku tahu, tentu aku akan bertanya pada mu secara langsung."

__ADS_1


"Bila kamu tidak ingin memberitahukan pada ku, aku juga tidak akan memaksa mencari tahu."


Viona tersenyum senang dan berkata,


"Ayo kita makan, nanti dingin gak enak lagi.."


Andi mengangguk, tapi dia hanya makan kentang goreng saja, yang lain dia cuma makan dikit .


Melihat hal itu Viona bertanya ke Andi,


"Kenapa di,.. kok roti dan pisangnya gak di sentuh..?


"Gak doyan ya ?"


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku tidak bisa makan banyak makanan yang manis-manis seperti itu."


"Gigi ku bisa sakit dan ngilu.."


"Takutnya tar malem gak bisa tidur.."


"Ohh gitu,... ya sudah ini kebanyakan.


gimana kalau dibungkus pulang buat Santi aja ?"


tanya Viona.


Andi mengangguk setuju, dan langsung memanggil pelayan membungkusnya.


Sambil menunggu Pelayan membungkusnya, iseng-iseng Viona bertanya,


"Di.. tadi pagi kok bisa telat bangun, ? bukannya kamu biasa selalu bangun pagi ? atau kamu lupa janji kita semalam ?"


Andi tersenyum malu dan berkata,


"Aku semalam susah tidur, karena terlalu senang dan bahagia, memikirkan kebersamaan kita yang seperti mimpi."


"Akhirnya aku jadi bangun terlambat .."


"Berarti malam ini kamu akan lebih tidak bisa tidur lagi dong ?"


Andi sambil tersenyum berkata,


"Mungkin ya mungkin tidak.."


"Maksudnya ?"


tanya Viona penasaran,


Andi tersenyum nakal dan berkata,


"Kalau di temenin sama kamu pasti akan tidur nyenyak.."


Viona tertawa dengan wajah merah dan berkata,


"Dasar... mimpi Sono.."


"Jadi kalau mimpi boleh ?"


tanya Andi menggoda..


Viona sambil tertawa berkata,


"Emangnya mimpi bisa diatur ? kalau bisa itu bukan mimpi, itu berkhayal mesum.."


"Kok tahu..? jangan-jangan...?"


ucap Andi sambil tertawa penuh arti.


Viona wajahnya langsung merah, dia mencubit lengan Andi dengan gemas .


"Aduhhh...! Aduh...! aduh...! ampunn...!"


jerit Andi tertahan sambil meringis kesakitan.

__ADS_1


Viona baru menghentikan cubitannya, sambil tertawa-tawa, saat melihat pelayan datang membawa pesanan bungkus mereka.


Viona merangkul lengan Andi dengan mesra, saat mereka berjalan keluar dari kedai yoghurt itu.


Lalu mereka berboncengan meninggalkan kedai itu.


"Vi mau keliling-keliling lihat lampu-lampu malam kota atau mau langsung pulang ?"


tanya Andi sambil melajukan motornya dengan santai.


"Kamu capek gak ?"


tanya Viona balik.


Andi tertawa dan berkata,


"Kalau di temenin sama Viona, sampai pagi pun aku sanggup dan gak akan capek.."


Viona menepuk paha Andi dan berkata,


"Dasar paling bisa aja.."


Andi menanggapi nya dengan tertawa gembira.


Viona mengeratkan pelukannya, sambil menikmati udara malam yang dingin dan pemandangan lampu, yang berkelap-kelip indah.


Setelah beberapa saat berkeliling, Andi dapat merasakan Viona mulai tertidur di belakang punggungnya.


Andi membawa motornya pelan-pelan dan hati-hati, sambil sebelah tangan nya memegangi tangan Viona, yang melingkar di pinggangnya dengan erat.


Andi takut Viona terlalu asyik tertidur, sehingga terjatuh dari motornya.


Akhirnya mereka tiba juga dengan selamat di depan kost Viona.


Andi membantu Viona memasukkan motornya, sampai ke garasi dan menguncinya.


Baru dia menepuk tangan Viona dengan pelan dan berkata,


"Vi udah sampai nih... Ayo bangun..."


"Vi..ayo bangun sayang.."


Viona membuka matanya dengan Ling lung bertanya,


"Kita sampai di mana sekarang di..?"


Viona masih belum melepaskan pelukannya dari Andi, dia masih duduk di boncengan Andi.


Sambil tersenyum, Andi berkata dengan suara nakal.


"Ada di kost ku, mau nginap di kamar ku..?"


"Gak mau ..aku mau pulang..!"


ucap Viona terkejut dan buru-buru melepaskan pelukannya, dia langsung melompat turun dari motor, menjauhi Andi dengan tatapan ketakutan.


Andi pun tertawa dan berkata,


"Aku cuma bercanda, gak usah takut gitu, ini garasi kost mu."


"Ini kuncinya, aku pulang dulu ya.."


ucap Andi sambil memberikan kunci ke Viona.


Setelah itu Andi pun hendak melangkah pergi.


"Di.... tunggu.. !"


teriak Viona ragu.


Hati kecilnya belum rela berpisah dari Andi,


tapi akal sehatnya memintanya jangan bertindak over.


Andi menghentikan langkahnya, dan kembali menatap Viona dengan heran.

__ADS_1


Viona terlihat ingin mengucapkan sesuatu, tapi dia terlihat ragu dan wajahnya sedikit merah dan dia hanya bisa tertunduk malu.


__ADS_2