AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
UCAPAN TERIMA KASIH


__ADS_3

Para tamu undangan pun ikut berdiri sambil tertawa memberikan tepuk tangan meriah sebagai dukungan kepada pasangan pengantin.


Violin dengan wajah merah, menahan malu, dia maju menghampiri Andi.


Kemudian dia mengalungkan kedua tangannya di belakang leher Andi.


Sambil sedikit berjinjit, Violin memberikan ciuman mesra kebibir Andi.


Andi membalasnya dengan memegang lembut pinggang Violin dengan kedua tangannya.


"Nah sekarang sudah di beri vitamin dan semangat oleh pengantin wanita.."


"Mari kita coba lagi, bila masih belum berhasil, terpaksa kita minta bantuan dari gadis gadis yang hadir di sini untuk membantunya.."


ucap MC sambil tertawa.


ucapan MC langsung di sambut gelak tawa semua yang hadir di sana.


Andi tentu saja tidak mau kejadian itu terjadi, bisa rusak malam bahagia mereka bila candaan MV nanti jadi kenyataan.


Andi mengocok botol baru itu lebih kencang lagi, lebih kencang dan terus lebih kencang.


Tapi tiba-tiba timbul niat nakal Andi untuk mengerjai MC nya.


Setelah mengocoknya berulang kali, saat di arahkan ke arah para tamu, tetap saja tutup botolnya diam tidak bergeming.


Andi menoleh kearah MC dan menggelengkan kepalanya, sambil memberi kode ke MC agar datang membantu mengecek tutup botol yang mungkin bermasalah.


Tapi begitu MC itu maju kedepan botol ingin mengeceknya, tiba-tiba tutup botol meletus menembak kearah kacamata MC.


MC yang kaget langsung jatuh terjengkang kebelakang, isi botol wine merah menyembur dahsyat, membasahi seluruh rambut, wajah, dan baju MC yang sedang terduduk di atas lantai.


Dia tidak sempat menghindar, karena masih kaget dengan penutup botol yang tiba-tiba meletus


Sehingga membuat kacamatanya retak belah delapan, Andi yang sedang berdiri di hadapannya terlihat ada delapan orang.


Sekali ini MC nya lah yang menjadi bahan lelucon dan tertawaan para tamu undangan.


Untungnya MC nya adalah manusia tahan banting bermuka badak, sehingga dengan profesional dan tanpa malu malu dia berkata,


"Wah ternyata pengantin pria ini cuma tertariknya sama saya.."


"Ya sudahlah, apa boleh buat berkorban sedikit yang penting pasangan kita malam ini bahagia.."


"Ayo mari kita tepuk tangan yang meriah, untuk kedua pasangan yang paling berbahagia ini..!!"


teriak MC sambil bertepuk tangan dengan penuh semangat, untuk kembali membangkitkan suasana acara.


Mendengar ucapan MC para penonton pun menjadi tertawa riuh rendah, sambil bersorak dan bertepuk tangan dengan meriah.


Acara pun berlanjut dengan sesi lempar bunga, di mana Andi dan Violin di minta berdiri memunggungi para pengunjung yang masih muda dan belum berkeluarga.


Para pengunjung pria dan wanita lajang yang belum berkeluarga, berdiri berkerumun di bawah mimbar menanti lemparan bunga dari Andi dan Violin.


Pada hitungan ketiga bunga pun di lemparkan, bunga itu tepat jatuh kehadapan Sarah dan Dragon.


Dragon dengan sigap langsung menyambutnya.

__ADS_1


Tepuk tangan meriah pun di berikan kepada Dragon dan Sarah, yang di persilahkan untuk naik ke mimbar, menerima hadiah kenang kenangan dari Andi.


Andi dan Violin sambil tersenyum bahagia, menyalami dan menyerahkan kado kado kenang kenangan dari mereka kepada pasangan Dragon dan Sarah.


Dragon dan Sarah menerima kado itu dengan wajah malu, tapi menyiratkan kebahagiaan di mata mereka berdua.


Setelah mengucapkan terimakasih, mereka berdua pun turun dari mimbar.


Proses selanjutnya, sambil para pengunjung di persilahkan menikmati hidangan mewah yang di sajikan oleh pihak hotel.


MC mempersilahkan Violin untuk maju mengucapkan rasa terimakasih nya dan menyampaikan beberapa pesan kepada orang penting dalam kehidupannya.


Violin memegang Mic di tangan menghadap kearah pengunjung kemudian dia berkata,


"Pertama tama aku ingin mengucapkan rasa terimakasih ku kepada kedua orang tua ku yang telah melahirkan dan membesarkan ku.."


"Juga kepada kedua orang tua suami ku, yang telah melahirkan mendidik dan membesarkan suami ku.."


"Sehingga dia kini bisa menjadi pendamping hidup ku, tanpa mereka tidak akan ada kami.."


"Untuk itu disini sekali lagi aku mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada mereka.."


ucap Violin dengan sepasang mata berkaca-kaca dan membungkukkan badannya secara bergantian memberi hormat kearah kedua orang tua nya dan kedua orang tua Andi.


Papa Mama violin dan papa mama Andi tersenyum bahagia menanggapi ucapan Violin.


Terutama mama Andi yang sangat menyukai dan menyayangi gadis ini sedari dulu.


Dia sudah tidak kuasa menahan airmata haru bercampur bahagia jatuh berderai membasahi wajahnya.


"Yang kedua aku ingin mengucapkan rasa terimakasih ku kepada suami ku Andi,.."


"Tanpa ada beliau tidak mungkin akan ada aku yang seperti hari ini."


Dia lah penyemangat hidup ku, dia adalah lampu pelita yang menerangi hidup ku di kala hidup ku dan keluarga ku sedang berada di titik tersuram."


"Dia menggunakan darah keringat dan nyawanya, untuk di tukarkan penerangan buat hidup kami.."


"Untuk itu aku harus mengucapkan rasa syukur dan terimakasih ku untuknya."


"Kedepannya aku berharap bisa memberikan yang terbaik dan mengabdikan hidupku untuk menemaninya, memberikan kebahagiaan untuknya hingga hari itu tiba ."


Violin menghampiri Andi dan memeluknya dengan mesra.


Andi membalas pelukannya dan menciumi kepala Violin dengan lembut dan di liputi rasa haru.


Sepasang mata Andi sedikit berkaca kaca merespon ucapan yang di lontarkan oleh Violin ke publik.


Setelah berpelukan sesaat dengan suaminya, violin kembali lagi ke posisi awal dan berkata,


"Yang ketiga aku tidak tahu apakah mereka Sudi hadir kesini atau tidak, yang jelas aku sangat berhutang Budi dan berhutang rasa maaf ku yang besar terhadap mereka."


"Untuk itu di sini aku ingin meminta maaf dan mengucapkan rasa terimakasih ku yang sebesar besarnya kepada Prof Peter Ho dan Istrinya, serta putra tunggal mereka Ronaldo.."


"Terimakasih banyak atas bimbingan dan kesempatan yang kalian berikan kepada ku, sehingga Violin bisa mencapai prestasi seperti saat ini.."


"Sekali lagi terimakasih dan maafkan Violin.."

__ADS_1


ucap Violin sambil membungkukkan tubuhnya kearah pengunjung sambil menahan Isak dan menghapus dua butir airmatanya yang runtuh tak terkendali, meski dia sudah berusaha untuk tersenyum.


Dari posisi paling ujung dan paling terpencil, Prof Peter, istrinya bangkit berdiri bertepuk tangan menyambut penghormatan Violin.


Melihat kehadiran mereka, meski tidak melihat hadirnya Ronaldo di sana.


Violin dengan airmata bercucuran kembali membungkukkan badannya kearea mereka memberi penghormatan sekali lagi.


Para pengunjung lainnya mengangguk angguk menanggapi sikap Violin yang sangat ingat Budi dan sangat positif.


Ronaldo sendiri yang berdiri di luar gedung acara setelah bertepuk tangan dan melemparkan senyum sedih dia bergumam,


"Semoga kamu selalu mendapatkan yang terbaik dan hidup dengan penuh kebahagiaan.."


"Beri aku waktu, aku akan berusaha sesuai permintaan mu tempo hari.."


Setelah bergumam sendiri, Ronaldo membalikkan badannya melangkah meninggalkan tempat itu dengan kepala tertunduk lesu.


Violin yang sudah kembali bisa menenangkan perasaannya, diapun berkata,


"Yang keempat aku ingin mengucapkan rasa terimakasih ku, kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan acara bahagia ku, dan aku juga mengucapkan terimakasih kepada semua pengunjung, yang telah Sudi meluangkan waktu untuk menghadiri pesta ini.."


Violin kembali membungkukkan badannya memberi hormat, sekali lagi.


Setelah itu dia baru mundur kembali kesisi Andi dan mengembalikan mic ditangannya kepada MC.


"Wah sangat luar biasa bukan kata-kata sambutan dari mempelai wanita,..!"


"Aku sampai kehilangan kacamata dan kehilangan tisue sekotak.!"


ucap MC nya dengan kocak.


Suara tertawa pun menghiasi seluruh ruangan yang tadinya hening.


"Ayo semuanya, mari kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk mempelai wanita.."


ucap MC yang kocak itu.


Suara tepuk tangan meriah pun mewarnai seluruh ruangan.


Setelah suara tepuk tangan mereda, MC yang kocak itu pun berkata,


"Pengantin wanita sudah menunjukkan pidatonya yang sangat luar biasa.."


"Sekarang coba kita lihat kemampuan pidato pengantin pria.."


"Apakah sehebat kocokan wine nya setelah melihat wajah ku, atau seperti kocokan nya sebelum melihat wajah ku..?"


ucap MC itu kembali menggoda Andi.


Suara tertawa dan sorakan dari.para pengunjung pun terdengar riuh rendah.


Andi berjalan santai maju menyambut mic dari tangan MC, setelah itu dia pun berkata,


"Sama seperti yang di ucapkan oleh istriku sebelumnya, aku juga ingin mengucapkan rasa terimakasih ku kepada kedua orang tua ku dan kepada kedua orang tua istri ku dan kakak perempuan dari istri ku Viona.."


"Tanpa mereka tidak akan ada hari bahagia seperti hari ini.."

__ADS_1


__ADS_2