AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
VIOLIN ADIK VIONA


__ADS_3

Belum hilang kagetnya terdengar Andi berkata,


"Ko Ahong saya pamit, besok pagi baru kembali lagi..!"


Ko Ahong pun mengerti, Andi ingin menghindar dari wartawan, jadi meminjam namanya yang sudah tenar untuk membantunya menjawab pertanyaan para wartawan.


Ahong mengangguk dan berkata,


"Besok pagi ku tunggu di kantor ku..!"


Andi mengangguk sambil memberi tanda jempol kearah Ahong, lalu dia buru-buru berlalu dari sana.


Si resepsionis bohay, menatap Andi dengan tatapan penuh kagum dan sangat tertarik.


Tapi Andi hanya mengangguk kecil kearahnya sebelum berlalu sambil berkata,


"Terimakasih Maria.."


Setelah itu Andi langsung berjalan keluar dari ruangan Sasana TAH, sambil menuruni tangga, Andi mengirim 150 juta kembali ke rekening Viona.


Sedangkan dia sendiri menyisakan 50 juta untuk uang jaga jaga, selain itu Andi punya rencana lain terhadap uang tersebut.


Saat hendak keluar dari gedung sasana TAH di lantai dasar, Andi mendapatkan panggilan dari Viona.


Andi segera mengangkatnya sambil berjalan menuju halaman depan, di mana si tukang ojek cantik sedang menantinya.


"Di... kenapa kamu minta kirim 100 juta ? malah langsung transfer balik 150 juta, darimana uang itu berasal di...kamu gak sedang lakukan hal aneh-aneh kan ?"


tanya Viona cemas.


Andi tersenyum bahagia atas perhatian yang di berikan Viona padanya.


"Tidak Vi jangan khawatir, aku baik-baik saja, hanya tadi ada pertaruhan kecil dalam perlombaan.."


"Karena beruntung aku memenangkannya, jadi aku mengirim pokok pinjaman, berikut setengah hasil kemenangan ku pada mu.."


"Perlombaan apa di...kamu tidak sedang berjudi kan ?"


tanya Viona cemas


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak Vi... aku gak berjudi..itu adalah perlombaan melawan petarung MMA si Ginting yang sering masuk TV itu."


"Dan aku memenangkan nya, uang itu di dapatkan dengan cara lurus, kamu tenang saja."


ucap Andi menjelaskan dengan jujur ke Viona.


"Apa kamu...kamu..ikut pertandingan yang beresiko cacat dan kehilangan nyawa itu.."


ucap Viona khawatir.


"Di..jangan...di.... ku mohon.."


ucap Viona sambil menangis.


"Hei...hei...kok malah nangis...jangan menangis sayang..tenanglah..aku tidak apa-apa kok.."


"Santai... relax...jangan nangis ya..?"

__ADS_1


ucap Andi panik, saat mendengar kekasihnya menangis.


Andi sedikit menyesal terlalu jujur, sehingga Viona jadi cemas dan sedih.


"Di ... berjanjilah padaku, kamu tidak boleh naik ring, lagi untuk mencari uang.."


ucap Viona sedih.


Andi menghela nafas panjang, di dalam hati dia berkata,


"Aku juga tidak mau Vi, perbuatan ku ini sebenarnya sudah melanggar peraturan leluhur keluarga Huo.."


"Tapi saat ini aku bisa apa Vi.."


"Selain jalan ini, aku sudah tidak punya jalan lain bisa mengumpulkan uang dengan cepat."


"Aku benar-benar tidak punya pilihan Vi.."


Tapi semua ini tentu saja hanya ungkapan dalam hati saja, tak mungkin dia utarakan pada Viona dan membuat nya cemas.


Andi sudah memutuskan untuk kali ini, dia terpaksa membohongi Viona.


Dan dia terpaksa tidak bisa memenuhi permintaan Viona.


"Baiklah Vi aku berjanji pada mu, kamu jangan sedih dan cemas lagi ok ?"


Viona mengangguk dan berkata,


"Di...kamu baik-baik saja kan, ? gimana keadaan mu di sana ? apakah sudah dapat kost dan daftar ke kampus ? apa semua nya lancar ?"


Andi tersenyum dan berkata,


"Aku pun sudah mendapatkan pekerjaan, kamu tenang saja.."


ucap Andi mencoba menenangkan Viona


Andi tersenyum melihat si tukang ojek Cantik kini sudah ada di hadapannya, sedang menatap nya dengan tidak sabar, sambil menunjuk jam ditangannya.


"Sebentar Vi.."


ucap Andi..


Lalu dia menutup speaker di HP nya, menatap si tukang ojek cantik dengan serius dan berkata,


"Nama mu Violin bukan ?"


Si tukang ojek cantik sangat terkejut, dia menatap Andi dengan curiga dan berkata,


"Kamu tahu darimana nama ku ?"


Andi tidak menghiraukan pertanyaan gadis itu, dia kembali bertanya,


"Kakak mu bernama Viona bukan ? apa dia saat ini sedang kuliah di kampus P yang ada di kota B.?"


Sepasang mata gadis itu terbelalak indah menatap Andi dengan heran, tapi tanpa sadar dia mengangguk dan berkata,


"Kamu...kamu..siapa..? kenapa bisa tahu nama kakak ku dan nama aku..?"


Andi tersenyum lebar dan berkata,

__ADS_1


"Sebentar bicaralah dengan nya, kamu akan mengerti semua nya."


"Vi... ada kejutan untuk mu,.ada yang ingin bicara dengan mu.. sebentar.."


ucap Andi lalu memberikan telponnya ke gadis cantik itu


Dengan ragu gadis itu menerima telpon Andi dan mendengarkan suara dari seberang sana.


"Halloo...hallo..Andi..di.. kejutan apa ? kamu bertemu siapa emangnya..?"


Mendengar suara di seberang sana, gadis cantik itu, yang tak lain adalah adik Viona yang bernama violin.


Langsung gemetar tangannya, airmata bercucuran saat mendengar suara kakak kandungnya itu.


Setelah beberapa saat Violin, baru Bisa berkata,


"Kakak ini aku Violin...kak.. bagaimana kabar kakak di sana ?"


Viona sangat terkejut saat mendengar suara adiknya, dengan ragu-ragu dia bertanya,


"Ini violin ya...? kamu.. kamu kenapa bisa malam malam begini ada bersamanya di luar ?"


"Ya kak ini Violin kak, tadi Violin di jalan bertemu orang jahat yang ingin mengganggu Violin, secara kebetulan di tolong oleh kak Andi."


"Karena kak Andi tidak tahu jalan menuju tempat interview kerjanya, jadi dia minta tolong pada Violin untuk mengantarnya, begitulah ceritanya kak.."


ucap Violin menutup ceritanya.


"Kamu habis darimana emangnya ? kenapa bisa malam malam masih keliaran diluar hingga ketemu orang jahat..?"


"Kamu kenapa bisa begitu tidak tahu urusan, saat ini ayah sedang susah, harusnya kamu di rumah bantu ibu.. bukannya berkeliaran di luar..!"


tegur Viona emosi.


"Kalau sampai terjadi sesuatu pada kamu, bukan kah ayah ibu akan semakin bersusah hati..!"


"Kamu sudah besar bukan anak kecil lagi, harusnya kamu bisa bersikap lebih dewasa.!"


tegur Viona yang nadanya semakin tinggi bercampur Isak.


Violin hanya bisa menangis sedih dengan tubuh gemetaran menahan Isak tertahan dan berkata,


"Ya kak violin yang salah,... maafkan violin kak.."


Andi yang awalnya mengira pertemuan tak terduga ini akan membuat mereka berdua bahagia.


Ternyata malah membuat Viona emosi sedih dan khawatir, sedangkan Violin terlihat sangat sedih.


Dia menelan semua makian dan kemarahan kakaknya, tidak berani berterus terang menceritakan semuanya.


Takut kakaknya semakin sedih dan cemas.


Melihat situasi ini, akhirnya Andi maju meminta HP nya kembali dari Violin lalu berbicara dengan Viona.


"Vi tenang dulu..jangan marahin Violin dulu, dengarkan penjelasan ku, ok ?"


"Violin dalam hal ini, sama sekali tidak bersalah Vi. Dia habis belajar kelompok dari rumah temannya.'"


__ADS_1


Foto Violin adik Viona


__ADS_2