
Andi yang duduk seorang diri kesepian di ruang tengah, sambil menunggu datangnya delivery orderan nya.
Andi dengan iseng menyalakan TV menyambungkan nya dengan Chanel musik streaming.
Di sana tanpa sengaja muncul lagi I Ke Jen Ding Hao,.lengkap dengan video klipnya.
Yang menceritakan seorang pemuda yang hidup kesepian dan berusaha melupakan masa lalu dan kisah cintanya.
Karena kini mantan kekasihnya sudah hidup berbahagia bersama orang lain.
Tinggal dia seorang diri yang berusaha menghadapi dan keluar dari keputusasaannya, secara susah payah.
Mencoba untuk hidup seorang diri dan mencoba menerima kenyataan hidup yang kejam.
Di mana setelah sekian tahun berlalu, pemuda itu tetap belum bisa menerima kenalan baru.
Sehingga akhirnya dia hanya bisa memilih hidup seorang diri selamanya.
Melupakan tentang perasaan cinta, yang semakin di pelajari semakin membebani pikiran, jadi lebih baik hidup sendiri dan perlahan-lahan melupakan nya..
Melihat dan mendengar lagu ini, Andi sangat menghayatinya, sehingga terus memutarnya berulang ulang.
Hingga orderan delivery Andi sudah datang semua, Andi baru mematikan TV.
Melanjutkan menghabiskan waktu nya dengan berlatih di ruangan latihan di lantai 3.
Andi terus melatih fisiknya yang sudah sangat kekar dan atletis dengan penuh semangat.
Hingga keringat membasahi sekujur tubuhnya,.Andi terus memacu dirinya.
Tanpa pengerahan ilmu pernafasan sama sekali, semua hanya mengandalkan tenaga fisik.
Ujung ujungnya akhirnya Andi jatuh terkapar di atas kanvas dengan nafas Senin Kamis keringat membanjiri sekujur tubuh dan wajahnya hingga mata pun sulit terbuka.
Setelah beristirahat sejenak minum dan nafas sudah lebih normal.
Andi langsung melanjutkan dengan terjun kedalam kolam renang.
Berenang bolak balik hampir 3 jam tanpa henti.
Akhirnya setelah merasa sudah tidak sanggup lagi.
Andi baru keluar dari dalam kolam berjalan sempoyongan menuju ruang sauna yang bersebelahan dengan kamar mandi.
Andi duduk di dalam ruang panas itu sambil terus menyirami arang panas, yang mengeluarkan uap panas hingga seluruh tubuh Andi semakin mandi keringat.
Puas bersauna memeras keringat, Andi baru mandi air hangat, setelah selesai semua.
Dengan di penuhi rasa letih Andi berbaring di kasur kamar utama, yang besar dan luas kemudian tertidur pulas di sana.
Hingga jelang malam Andi baru bangun tidur, pergi kedapur mengolah sedikit masakan sederhana.
Sebagai teman minumnya, Andi kembali larut dalam alkohol dan tertidur di kursi pinggir kolam renang.
Hari hari Andi seterusnya, terus berlanjut seperti itu hampir tiga Minggu.
__ADS_1
Di malam Minggu yang ketiga Andi baru menerima telpon dari dragon.
"Di,.. malam Minggu depan jam 10 malam, datang lah ke lokasi lama.. Gudang tekstil tua..kamu hapalkan..?"
Informasi Dragon lewat telpon sambil memastikan.
Andi mengangguk kecil, sepasang mata nya yang tadinya lesu tak bersemangat, kini tiba tiba bersinar tajam penuh semangat.
"Aku share lokasinya saja biar gak salah alamat, ingat on time di,.."
ucap Dragon mengingatkan Andi.
Andi tersenyum dan berkata,
"Terimakasih banyak kak, aku akan on time.."
Setelah menutup telpon, Andi langsung membuang botol minuman nya ke tempat sampah.
Mulai malam itu, Andi terus berlatih tanpa henti, bahkan waktu tidurnya, dia gunakan dengan bermeditasi meningkatkan tenaga dalamnya.
Makanannya yang masuk pun di atur, hanya buah dan sayur kacang-kacangan tanpa daging, tanpa minyak.
Semua makanan yang masih sangat sangat tidak enak dan tidak wajar cenderung di paksakan.
Hasilnya tubuh Andi menjadi agak kurus, tapi sangat atletis dan padat.
Hampir tidak ada sedikitpun lemak yang terlihat di tubuhnya.
Dia seperti sebuah mesin tempur yang siap melepaskan kedahsyatan nya.
Andi berdiri di sana menatap foto Viona dan berkata,
"Vi,.. akhirnya tiba juga hari yang sudah lama ku tunggu tunggu ini.."
"Malam ini aku akan membuat orang itu membayar semuanya.."
"Membayar semua perlakuan jahatnya pada mu.."
"Dia mau lakukan apapun pada ku, aku tidak perduli.."
"Tapi dia melakukannya lewat dirimu, dia pasti akan menyesalinya.."
ucap Andi penuh tekad.
Sambil menatap Viona yang sedang tersenyum manis penuh bahagia..
"Kamu beristirahatlah dengan tenang sayang.."
"Aku pergi dulu.."
ucap Andi sambil menyalakan tiga batang dupa di depan foto Viona.
Setelah berdoa dan memberikan penghormatan tiga kali, sambil menancapkan dupa.
Andi pun berlalu dari tempat itu, Andi langsung mengendarai mobilnya menuju lokasi yang dia sudah hapal.
__ADS_1
Karena lokasi tersebut adalah lokasi di mana dirinya memenangkan pertandingan terakhir underground mengalahkan juara sejati raja tinju Mr MT.
Andi tiba di tempat tersebut lebih awal, melirik jam tangan pemberian Violin yang melingkar di tangannya, menunjukkan jam 8 malam.
Andi pun turun dari mobilnya dan berjalan lewat pintu samping menuju lokasi.
Saat ingin melewati pintu samping Andi tertahan oleh dua orang pria bertubuh tinggi besar berambut cepak ala militer.
"Maaf tuan boleh tunjukkan kartu anggotanya..?"
ucap salah satu pria itu menahan bahu Andi.
Andi tersenyum tenang dan berkata,
"Kartu aku tak punya, ini nomer telpon kak Dragon Wong, anda boleh telpon kesana konfirmasi.."
"Nama ku Andi.."
"Ohh pak Andi,.."
"Silahkan mari lewat sini pak,.. jalan yang ini lewat tangga melelahkan.."
"Kita lewat sebelah sini saja, pakai lift aja langsung menuju kantor Pak direktur.."
ucap Pria bertubuh tinggi besar itu penuh hormat dan sangat ramah.
Andi mengikutinya menggunakan lift yang langsung menuju sebuah kantor yang pintunya tertutup rapat.
Di depan pintu kembali di jaga dua orang pria bertubuh tinggi besar dan berambut cepak sama dengan orang yang mengantar Andi.
Setelah mendapat penjelasan dari rekan nya, yang datang mengantar Andi.
Andi pun di persilahkan untuk memasuki ruangan tersebut.
"Silahkan pak Andi,.."
ucap penjaga itu sambil mempersilahkan Andi untuk masuk kedalam ruangan.
Begitu Andi masuk kedalam ruangan, Andi melihat dragon sedang berdiri menghadap ke arah kaca jendela bening satu arah.
Di tangan nya memegang sebuah cangkir, dia menonton pertandingan yang sedang berlangsung di bawah sana.
Sambil sesekali minum dari cangkir di tangan nya.
Tanpa menoleh dia berkata,
"Kamu sudah datang di,.. kelihatannya kamu datang lebih cepat dari jadwal.."
"Kemarilah temani aku nonton dan ngobrol, cangkir ada di sana, mau minum apa ambil aja sendiri.."
Andi mengangguk, dan berjalan kearah yang di tunjuk oleh Dragon.
Tapi sampai di sana Andi hanya mengambil secangkir air putih hangat.
Setelah itu dia pun berjalan kesamping Dragon ikut menyaksikan pertandingan penuh darah di bawah sana.
__ADS_1