AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
TES DRIVE


__ADS_3

Pemandangan begitu indah terpampang di depan matanya.


Andi sudah tidak dapat menahan darah yang langsung mengucur turun dari lubang hidung nya.


Saat Andi merasa ada yang asin masuk mulutnya, dia menggunakan jarinya menghapus meleren diatas bibirnya.


Dia baru sadar ternyata dirinya sudah mimisan, Andi pun buru-buru duduk di kursi santai sambil menengadah keatas menggunakan tisu untuk mengeringkan darah yang mengocor.


Violin yang di dalam air merasa hening hening saja, gak ada respon dari Andi yang turun ke kolam.


Dia pun menoleh kebelakang, dengan penuh penasaran, ingin melihat apa yang sedang di kerjakan oleh suaminya itu.


Tapi saat di lihatnya Andi sedang duduk mengeringkan hidungnya yang berdarah.


Violin menjadi kaget dan cemas, dia langsung buru buru keluar dari dalam kolam.


Karena panik dan cemas dia sampai lupa dengan keadaan dirinya, yang hanya mengenakan dalam an tipis transparan.


Violin buru-buru menghampiri Andi dan sedikit membungkuk di hadapan Andi dan berkata,


"Sayang kamu gak apa apa, kenapa tiba tiba hidung mu berdarah ?"


"Apa kepala mu terasa kurang nyaman ? ayo kita periksa kerumah sakit.."


ucap Violin cemas, karena dia sangat khawatir cedera kepala Andi dulu kambuh.


Andi sambil berusaha tersenyum melihat kearah Violin dan berkata,


"Gak usah, sayang aku gak papa.."


Tapi baru saja dia berkata tidak apa-apa.


Matanya justru melihat pemandangan yang semakin hot dan vulga r yang ada di hadapannya.


Darah di hidungnya yang sudah berhenti kini langsung mengocor jauh lebih deras lagi.


"Ehh kak,.. aduh semakin parah..!"


jerit Violin semakin kaget dan khawatir..dia semakin mendekati Andi untuk membantu memeriksa keadaan Andi dengan cemas.


Andi buru-buru berdiri, dua menyambar handuk disebelahnya, tanpa memperdulikan darah yang mengucur dari hidungnya, dia menutupi tubuh istrinya dengan handuk lebar dan berkata.


"Sayang maaf aku tidak bisa temani kamu renang.."


"Sebaiknya kamu lakukan sendirian aja, aku lebih baik langsung mandi aja.."


Violin menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Mana bisa aku berenang dengan tenang, melihat keadaan kakak seperti ini.."


"Gak kak, mood ku udah hilang kak."

__ADS_1


"Lebih baik aku segera berganti dan antar kakak cek up kerumah sakit.."


ucap Violin terlihat cemas dan panik.


Andi tersenyum Canggung dan terpaksa berkata dengan jujur,


"Sayang kamu jangan cemas, ini cuma reaksi normal lelaki yang hasrat libidonya tidak tersalurkan.."


"Aku lebih baik pergi mandi,..nanti juga sembuh sendiri.."


ucap Andi lalu buru-buru meninggalkan tempat itu pergi ke kamar mandi.


Membuka kucuran keran air dingin menyirami kepalanya sendiri, sesaat kemudian keadaan Andi pun kembali stabil, kucuran darah di hidungnya pun sudah berhenti.


Sedangkan Violin setelah mendengar penjelasan Andi, dia baru sadar ternyata Andi mimisan karena melihat keadaan dirinya yang tampil seperti itu.


Ada rasa bangga, bahagia, tapi juga malu, Violin dengan wajah merah mengutuki kebodohan dirinya sendiri.


Dia buru-buru memakai kembali pakaiannya, setelah itu dengan tergesa-gesa dia juga pergi ke kamarnya untuk mandi.


Violin mengguyur dirinya dengan air hangat sambil tersenyum sendiri, mengingat situasi yang di hadapi oleh mereka berdua tadi.


"Ini wajar kak Andi, belum.pernah, aku juga belum sehingga muncul kecanggungan seperti tadi.."


"Nanti bila sudah biasa, kak Andi tentu tidak akan seperti tadi lagi.."


gumam Violin menenangkan diri nya sendiri.


Dia tersenyum bangga dengan bentuk badannya yang memang super aduhai itu.


Andi sendiri selesai mandi dan berganti dengan rapi, dia sudah berada di halaman rumah, sedang mengobrol dengan salesman dan supir dari dealer mobil, yang datang mengantar mobil yang dia beli buat Violin.


Violin yang selesai mandi dan berganti dengan rapi, saat turun kelantai dasar, melihat Andi sedang mengobrol dengan dua orang di halaman depan.


Dia pun berjalan keluar dari dalam rumah menghampiri mereka.


Saat melihat wajah salesman itu dan mobil barunya yang sudah di antar kerumah.


Violin dengan girang langsung berlari menghampiri mereka, setelah bersalaman berbasa-basi.


Violin pun dengan gembira masuk kedalam mobilnya mengecek dan mengutak atik berbagai fungsi fungsi canggih yang tersedia di dalam mobilnya.


Sambil berkonsultasi dengan salesman mobil tersebut.


Saking detilnya pertanyaan Violin, si salesman sampai harus membuka kamus manualnya, untuk mencari jawaban buat Violin.


Tapi mereka berdua cukup menikmati suasana tanya jawab itu, yang satu jadi tahu, yang satu lagi jadi ikut nambah ilmu pengetahuan tentang mobil yang di jualnya.


Andi tidak mau menganggu, dia membiarkan Violin menikmati kebahagiaan nya sendiri.


Andi memilih mengobrol santai dengan supir yang datang mengantar mobil tersebut.

__ADS_1


Mereka mengobrol santai sampai kemana mana bahas nya, mulai dari pekerjaan, hingga rumah tangga, situasi politik terkini, hingga berita berita terbaru saat ini.


Andi melayani sopir itu mengobrol dengan santai, sambil minum teh yang di sajikan oleh pembantu paruh waktu nya.


Setelah Violin puas salesman dan supir pulang, Violin pun berkata,


"Kak temani aku tes Drive keliling keliling yuk,..?"


Andi tersenyum dan berkata,


"Siap,.."


Andi berdiri sambil memberi hormat ala militer.


Violin pun tertawa lebar sambil menutupi mulutnya dengan tangan nya.


Tak lama kemudian mobil Audi A7 itu di kendarai oleh violin meninggalkan rumah mereka.


Andi duduk manis di sebelah nya, membiarkan Violin menikmati mengendarai kendaraan baru nya.


"Kak isi bahan bakar dulu ya ?"


Andi hanya mengangguk kecil, menanggapi ucapan Violin.


Andi sedang sibuk mencari cari radio yang sedang memutar lagu yang cocok dengan selera nya.


Akhirnya Andi menemukan juga, lagu yang menurutnya cukup menarik.


Andi mendengarkannya dengan penuh semangat sambil mengangguk-angguk kan kepalanya.


Violin juga terbawa suasana dan berkata,


"Kak lagu nya bagus juga ya ? kakak tahu judul dan penyanyinya.."


Andi menggeleng pelan, tapi sesaat kemudian pembawa acara radio lah yang menjawab pertanyaan Violin.


"Terimakasih pemirsa sekalian."


"Terimakasih juga buat Ria, yang telah memilih lagu Sayang dari Shae."


"Untuk menghibur pendengar chanel radio kesayangan kita, dan khususnya kirim salam, untuk Vidi, Aldiano, Chicha, dan Lusi.."


Setelah mendengar cecowetan dari penyiar, Violin pun menggantinya, dia tidak tahu memencet tombol apa, tahu tahu di layar TV kecil langsung nyambung ke video YouTube yang memutar ulang videoklip plus lagu dari Shae Sayang sekali lagi.


Andi memandang dengan penuh kagum, akan kecerdasan Violin memanfaatkan fitur yang di sediakan oleh mobilnya.


"Tak percuma tadi dia menghabiskan waktu lama berkonsultasi dengan salesman mobil itu.."


pikir Andi dalam hati.


Selesai mengisi bahan bakar, Violin langsung tancap gas menuju wahana SW di kawasan ACL.

__ADS_1


__ADS_2