AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KECURIGAAN ANDI


__ADS_3

Violin tertawa cekikikan karena merasa geli, saat hembusan nafas Andi yang berbisik ditelinganya seperti sedang membelai lubang telinganya yang sensitive.


Andi hanya sebentar, dia tidak berani lama lama dalam situasi seperti ini.


Andi takut lupa diri dan melakukan sesuatu yang tidak bertanggung jawab pada gadis, yang sangat dia cintai, juga sangat sangat mencintainya ini.


Andi melepaskan pelukannya dan berkata,


"Pergilah bersiap siap, aku menunggu mu di bawah.."


Violin mengangguk dan berkata,


"Pergilah, aku sebentar akan menyusul kebawah."


Andi keluar dari dalam kamar turun ke lantai bawah dengan perasaan bahagia.


Andi sadar 5 tahun bukan waktu singkat, dulu Violin memang masih kecil, mungkin saja menyukainya karena jiwa nya masih labil sarat emosi sesaat.


Tapi kini Violin adalah wanita dewasa yang sudah cukup matang, dia bisa bertahan selama itu menunggunya.


Ini bukan cinta main main, bila bukan sangat mencintainya dan memiliki tekad dan kemauan yang begitu kuat.


Tidak mungkin Violin yang begitu cantik bisa menunggunya hingga saat ini.


Andi sudah membereskan semua , barangnya yang harus dibawanya.


Dia duduk di halaman depan rumah sambil menunggu Violin dengan santai.


Tak lama kemudian violin pun datang menghampiri Andi dan berkata,


"Yuk aku sudah siap.."


Andi tersenyum mengangguk kecil, lalu berdiri merangkul Violin dengan mesra menghampiri mobil Audi barunya.


Andi membukakan pintu mobil, memastikan violin sudah duduk dengan nyaman, kursi sabuk pengaman sudah di kenakan.


Andi baru menutup pintu mobil, dan berlari menuju sisi lain, setelah masuk kedalam mobil menyalakan mesin dan lampu mobil.


Mobil Andi pun melaju menuju rumah James yang letaknya tidak jauh dari kediamannya.


"Mau ikut turun apa nunggu di mobil saja ?"


tanya Andi sambil memarkirkan mobilnya.


Violin tersenyum dan berkata,


"Gak kak,.. biar Violin tunggu di mobil saja.."


Andi mengulurkan tangannya membelai lembut kepala Violin dan berkata,


"Baiklah kamu tunggu sebentar di mobil, aku segera kembali.."


Violin mengangguk sambil tersenyum menatap Andi dengan perasaan di liputi kebahagiaan.


Andi langsung turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri halaman depan rumah James.


Begitu Andi mau mengetuk pintu, pintu sudah terbuka dari dalam.


"Om Andi selamat pagi.."


ucap Ivan sambil tersenyum gembira membentangkan sepasang tangannya lebar lebar di hadapan Andi.

__ADS_1


Andi langsung berjongkok dan menggendong anak tersebut, di belakang Ivan terlihat Dokter Monica sudah siap sedangkan James dan Santi menyusul di belakang sambil berangkulan mesra.


Santi terlihat berat ingin melepaskan James.


Hingga terdengar sebuah suara berat yang berasal dari belakang mereka,


"James waktu terus berjalan, lebih cepat lebih baik.."


James mengangguk akhirnya dia melepaskan Santi ke sisi Andi dan berkata,


"Di,... aku percayakan mereka pada mu.."


Andi tersenyum dan berkata,


"jangan khawatir, kamu tenang saja,.aku akan urus mereka.."


Pria yang berdiri di belakang James menatap Andi dengan heran, lalu berkata.


"James kamu kenal sama dia, bukankah dia ini,.."


James mengedipi mata ke kakak' Monica sambil menggelengkan kepalanya.


Kakak Monica pun mengerti, dia menganggukkan kepalanya dan tidak jadi melanjutkan berkata.


Andi menatap pria tersebut, mencoba untuk mengingatnya, tapi dia tidak ingat.


James sambil tersenyum menatap Andi lalu berkata,


"Kenalkan di,.. beliau kakak' Monica putra tunggal guru ku, Dragon Wong.."


"Kak Wong ini Andi Huo..teman baik istri dan adik ku Sarah.."


Andi dan Dragon Wong saling bersalaman.


ucap Dragon Wong sambil tersenyum ramah menyalami Andi.


Andi pun membalas jabatan tangan nya dan berkata,


"Sama sama Mr Wong.."


Begitu bersalaman Dragon Wo pun tertawa gembira dan berkata,


"James teman mu sangat mengerikan, kurasa kita bukan lagi lawannya, kita harus segera pensiun.."


James mengangguk setuju..sambil tersenyum.


Andi tersenyum dan berkata,


"Apa yang perlu di banggakan oleh orang yang nyawanya tinggal 3 bulan.."


"Sudahlah,..aku jalan duluan.."


"Sampai jumpa.."


Andi lalu membalikkan badannya meninggalkan kedua orang itu, berjalan menuju mobilnya sambil menggendong Ivan dan membantu membawakan tas Santi dan dokter Monica.


Andi terlebih dahulu membantu Ivan masuk kedalam mobil, baru menyimpan barangnya ke bagian belakang mobil.


Santi yang masuk kedalam mobil sangat kaget saat melihat gadis cantik yang duduk dikursi depan.


"Kamu Vi..."

__ADS_1


Belum selesai ucapan nya Violin sudah memotongnya dan berkata,


"Ya kak aku Violin.."


Mendengar jawaban Violin, Santi pun tersenyum lega dan berkata,


"Kamu sudah besar sangat cantik, kalian sangat mirip aku hampir menyangka.."


Violin sambil tersenyum berkata,


"Apa kabar kakak, kakak juga tidak berubah malah semakin cantik.."


Santi tersenyum dengan wajah sedikit merah dan berkata,


"Kamu bisa aja, kakak sudah tua, lihat anak pun sudah besar.."


"Ivan kamu gak nyapa tante Violin.."


Ivan tersenyum polos menatap Violin dan berkata,


"Tante Vio .."


Violin tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil memberikan permen di mobil Andi ke Ivan.


Violin tadi saat sedang sendirian di dalam mobil Andi, iseng iseng dia membuka kulkas kecil didalam mobil Andi.


Disana dia menemukan ada permen minuman dan botol parfum yang baik botol maupun wanginya sama persis dengan yang dulu dia pernah berikan ke Andi.


Violin mengambil botol parfum itu, memeluknya sambil tersenyum bahagia.


Hatinya sangat senang, ternyata kemana pun Andi pergi,.Andi tidak pernah melupakan dirinya.


Sifat Andi yang seperti inilah yang sangat di kagumi oleh Violin, sehingga membuatnya jatuh hati sepenuhnya pada Andi.


Kekokohan perasaan yang tidak bisa di goyahkan oleh apapun, ini adalah kelebihan juga kelemahan Andi..


Di dalam hati Violin sangat ingin Andi sembuh, tapi disaat bersamaan dia juga takut, bila Andi sudah pulih ingatannya, Andi akan pergi meninggalkan dirinya.


Karena perasaan Andi yang sebenarnya adalah terhadap kakaknya, bukanlah dirinya.


Sejak pernikahan kakak nya, Violin dan keluarganya tidak pernah lagi berhubungan dengan Viona.


Viona tidak pernah menghubungi mereka, mereka pun tidak pernah mau menghubungi Viona.


Violin takut bila menghubungi kakak nya, akan di kira ingin mencari keuntungan dari pihak keluarga kaya raya suami kakaknya.


Begitupula dengan kedua orang tua nya, mereka juga punya pandangan yang sama, tidak mau menyulitkan posisi Viona.


Andi membawa mobilnya menuju kota Zurich,.saat tiba di depan gedung apartemen James


Andi yang berhati hati tidak langsung mendatangi apartemen tersebut.


Andi memilih memarkirkan mobilnya mengamati dulu situasi apartemen tersebut.


Setelah menunggu beberapa waktu, kecurigaan Andi menjadi kenyataan.


Di sana mulai terlihat gerak gerik beberapa orang yang mencurigakan, beberapa orang terlihat terus menerus mondar mandir disana.


Selain itu mata Andi yang tajam juga melihat di atap gedung sekitar sana.


Ada kilatan cahaya lensa tertimpa sinar matahari, di beberapa titik.

__ADS_1


Andi yakin itu adalah lensa dari senapan sniper yang bertugas mengamati dan mengepung tempat itu.


.


__ADS_2