AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
PILIHAN VIONA


__ADS_3

Viona hanya bisa menghela nafas, mendapatkan perlakuan sinis seperti itu dari ayah mertuanya.


Sambil menahan perasaan sedih di hatinya Viona berkata,


"Sebenarnya apa syarat lain yang ayah ingin Rio lakukan, selain menceraikan ku dan menikahi Vivian Lim..?"


"Sudahlah Nona besar Lin, sebaiknya kamu tidak perlu tahu."


"Karena tahu pun percuma, kamu tidak bakal rela berkorban perasaan untuk suami mu yang tidak kamu cintai itu.."


"Bertanya tidak ada bedanya dengan tidak bertanya.."


ucap Ferdinand Chu sinis, kemudian dia kembali menunduk melanjutkan pekerjaannya.


"Bila tidak ada hal lain, silahkan saja, Nona besar Lin tentu sudah tahu di mana letak pintu keluar nya."


"Aku tidak mengantar lagi maaf.."


ucap Ferdinand Chu sinis.


Viona sebenarnya sangat marah dan kesal terus mendapatkan perlakuan seperti ini dari ayah mertuanya.


Padahal dia tidak pernah punya salah sama sekali terhadap ayah mertuanya ini..


Dia juga tidak akan meminta Rio untuk menikahi dirinya, bila Rio tidak melakukan hal itu padanya, hingga dia hamil.


Sambil berusaha menahan sabar Viona berkata,


"Bila ayah tidak bilang, bagaimana ayah bisa tahu aku sanggup atau tidak berkorban perasaan demi Rio suami ku..?"


"Satu hal lagi, bila ayah tidak memberitahukan hal ini pada ku, aku tidak akan pernah meninggalkan ruangan ini.."


ucap Viona berkeras.


Ferdinand menghentikan pekerjaannya, kembali mengangkat kepalanya menatap Viona, kemudian dia mengangguk dan berkata,


"Baiklah bila kamu berkeras ingin tahu, aku tidak khawatir memberitahukan hal ini pada mu."


"Asalkan Rio berhasil menyabet gelar juara MMA dari mantan mu itu."


"Aku pasti akan mengembalikan jabatan nya, bahkan aku akan membelikan kalian rumah baru lengkap beserta isinya dan kendaraan.."


"Selain itu aku juga akan menaikkan gaji Rio.."


Viona terdiam mendengar ucapan mertua nya, hatinya menjadi kacau penuh dilema.


Dia sudah melukai Andi dengan begitu dalam, setelah apa yang Andi lakukan untuk nya selama ini, dia malah membalasnya dengan sebuah luka penghianatan.


Dia mana punya muka pergi menemui Andi meminta hal memalukan, dan sangat tidak masuk akal ini.


Tapi di sisi lain, bila dia tidak melakukannya, dia juga merasa bersalah, tidak membantu apa pun terhadap suaminya, di kala sedang terjepit seperti ini..


"Kenapa ? ragu kan ? sudahlah maka nya, aku anjurkan kamu tidak perlu banyak bertanya, tinggalkan lah tempat ini.."

__ADS_1


ucap Ferdinand tanpa perasaan.


"Sebenarnya apa gunanya gelar kosong itu bagi ayah dan Rio..?"


tanya Viona setelah terdiam beberapa saat.


Ferdinand tiba tiba tertawa dan berkata,


"Tentu saja bagi kami penting, bagi mu mungkin tidak.."


"Begini Nona besar Lin, kukatakan padamu, bagi putra ku Rio ini adalah satu pembuktian, bahwa kamu benar benar mencintai nya sepenuh hati.."


"Ini juga membuktikan bahwa kamu tidak ada lagi perasaan terhadap kekasih mu itu.."


"Kamu sepenuh hati hanya mencintai anak ku seorang.."


"Apa kamu paham.. sekarang..."


Setelah mengambil nafas sejenak Ferdinand Chu baru melanjutkan berkata,


"Kedua hal ini sangat penting bagi ku, karena dengan Rio menyandang gelar itu, bukan hanya kebanggaan yang kudapatkan.."


"Tapi aku akan mendapatkan bintang eklusif untuk mengiklankan semua produk ku, tanpa bersusah payah lagi."


"Selain itu produk multivitamin, makanan dan minuman ku, tentu akan meningkat omzetnya berkali kali lipat, bila Rio menang dan menjadi bintang iklan ku.."


"Berbagai pabrik akan menghubungi ku, untuk menjadi distributor produk mereka, ini adalah sebuah kesempatan emas untuk mendapatkan keuntungan besar.."


"Sebagai seorang pebisnis hal ini tentu tidak akan saya lewatkan.."


"Kamu tidak akan pernah memilih membantunya dengan mengorbankan perasaan mantan mu untuk kedua kalinya.."


"Makanya kamu harus repot-repot malam malam datang menemui ku disini, karena Rio tidak mau bercerita.."


ucap Ferdinand Chu sinis.


Viona terdiam cukup lama, akhirnya sambil mengigit bibirnya sendiri dan menahan air mata yang runtuh.


Viona sambil menghapus airmata di pipinya berkata,


"Baiklah aku akan membantu suami ku dapatkan gelar itu, tapi ingat janji ayah, jangan pernah mengingkarinya.."


"Atau akan ada pertandingan ulang, yang akan membuat ayah dan Rio malu.."


ucap Viona menatap Ayah mertua nya dengan serius.


Ferdinand Chu tersenyum dan bangkit dari kursinya mendekati Viona, lalu berkata.


"Kamu tenang saja, asalkan berhasil aku akan secara resmi mengakui mu sebagai bagian dari keluarga kami.."


"Kelak anak mu, bila lahir dia akan menjadi pewaris tunggal semua kekayaan keluarga Chu..'


ucap Ferdinand Chu sambil tertawa gembira.

__ADS_1


Viona tidak terlalu menanggapi ucapan mertua nya, baginya saat ini yang terpenting adalah menolong suaminya.


Sedangkan Andi, sekali lagi dia terpaksa harus kembali melukai hatinya.


Mungkin di kehidupan mendatang lah dia baru bisa melunasi semua hutang nya di kehidupan ini pada Andi.


Viona berjalan kembali ke kamarnya dengan perasaan hampa dan kosong.


Mungkin gelar ini tidak penting bagi Andi, tapi selain dirinya, mungkin saat ini hanya gelar inilah satu satunya yang Andi miliki..


Berpikir sampai kesini Viona benar benar merasa sedih dan tak berdaya.


Viona tubuhnya berbaring di sebelah Rio, tapi pikirannya kemana mana.


Hampir semalaman dia tidak bisa tidur, baru menjelang pagi Akhirnya dia baru tertidur dengan mata basah.


Viona tertidur hingga cukup siang baru bangun.


Tapi Rio tidak membangunkan nya, Rio hanya duduk diam di sebelah nya, memandang wajah istrinya dengan penuh perasaan berterimakasih.


"Viona saat terbangun melihat Rio duduk di samping nya terus menatap dirinya."


Dia pun tersenyum bahagia dan berkata,


"Jam berapa sekarang Rio, ? maaf aku terlambat bangun.."


Rio meletakkan jarinya didepan bibir Viona dengan lembut dan berkata,


"Ssttt,..! jangan katakan apa pun sayang,.. terimakasih banyak sayang,.. ayah sudah bercerita pada ku tadi pagi mengenai sikap mu semalam."


"Mengenai keputusan mu semalam terus terang aku sangat terharu dan bahagia.."


"Bagi ku itu sudah lebih dari cukup, mengetahui sikap mu.."


"Kamu tidak perlu buktikan apapun untuk ku.."


"Kamu juga tidak perlu pergi menemui nya, mari kita tinggalkan rumah ini.."


"Kini menjadi gembel ataupun harus bekerja dengan taruhan nyawa ku, aku akan rela demi kamu dan calon bayi kita."


ucap Rio lembut penuh perasaan.


Viona bangun dari tidurnya, langsung melingkarkan sepasang tangannya di belakang leher suaminya dan berkata,


"Tidak sayang, keputusan ku sudah bulat, selesai mandi dan sarapan, aku akan menghubungi Andi.."


"Aku akan segera menemuinya, dan mengatur segala sesuatunya."


"Aku sudah janji pada ayah mu semalam, jadi aku tidak akan pernah mengingkarinya.."


"Kamu harus temani dan antar aku menemuinya, aku tidak mau menemuinya seorang diri.."


"Kamu mau kan sayang...?"

__ADS_1


ucap Viona lembut.


__ADS_2