AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
SALAH BALAS


__ADS_3

Andi mengangguk kan kepalanya dan berkata,


"bisa jadi istrinya adalah korban Vincent, makanya suaminya memaafkan istrinya..."


Berry tertawa ngakak dan berkata,


"Ku kira di dunia ini hanya si Macho Man yang paling oon, ternyata masih ada satu lagi di hadapan gua..."


Andi tidak menanggapi sikap berry, dia hanya tersenyum masam di katakan oon oleh berry.


"Kak Andi kamu terlalu polos, secara logika saja Vincent mana punya keberanian mengancam istri Machoman dengan rekaman video itu.."


"Sedangkan yang menjadi aktor di dalam nya, adalah dirinya sendiri."


"Bukankah tindakan itu, sama dengan menggali kuburan nya sendiri."


"Lagipula di video tersebut, istrinya Macho Man lah yang duduk di atas perut Vincent, seperti penunggang Rodeo.."


"Tidak terlihat sama sekali, dia ada di bawah ancaman."


"Malahan dia yang terlihat paling menikmati permainan tersebut."


ucap Berry menjelaskan.


"Kak Andi ku katakan pada mu, dengan sikap mu yang terlalu mempercayai wanita."


"Aku yakin suatu hari yang paling terluka pasti diri mu sendiri kak..."


ucap Berry mengingatkan Andy dengan serius.


Andi tersenyum dan berkata,


"Terimakasih berry, tapi aku yakin bila kita menabur kebaikan, suatu hari kita pasti akan menuai nya, begitu pula sebaliknya.."


"Terkadang orang-orang berpikir orang baik dan jujur adalah orang bodoh, tap justru orang bodoh ada rejeki untuk orang bodoh itu sendiri.."


"Hidup ini yang penting jangan banyak mengeluh, jalani saja berusaha lah dengan sekuat tenaga dan pantang menyerah. "


"Suatu hari, hari baik itu akan tiba dengan sendirinya lewat kerja keras kita."


ucap Andi mengemukakan pandangan nya.


Mendengar penjelasan Andi, berry menatap Andi dengan kagum sambil mengacungkan jempol nya kearah Andi dan berkata,


"Kak Andi mulai hari ini dan seterusnya aku akan mengikuti mu, susah dan senang mari kita tanggung bersama.."


Andi mengangguk dan berkata,

__ADS_1


"Setuju, mulai hari ini mari kita berjuang bersama-sama, untuk meraih kesuksesan dan impian kita.."


Berry mengulurkan tangannya kearah Andi, dan Andi langsung menyambutnya, mereka berdua terlihat seperti orang sedang adu panco.


Sambil tertawa gembira mereka berdua berjalan keluar dari restoran McDonald's.


Saat di halaman restoran, Berry pun naik keatas motornya, sambil memakai helm dia berkata,


"Besok malam jam 8 aku jemput di sasana ko Ahong diseberang sana.."


Andi mengangguk dan berkata,


"Ok,.. ditunggu.. hati hati di jalan.."


Lalu Andi menyeberang jalan, untuk mengambil motornya, dan meninggalkan Sasana TAH, untuk kembali ke kostnya.


Setiba di kost Andi langsung bergegas untuk mandi dan bersiap-siap untuk pergi kuliah, yang akan di mulai jam 5 sore hingga jam 9 malam.


Perkuliahan pertama Andi berjalan cukup lancar, hanya saja perkuliahan di kelas malam ini situasi pertemanannya sedikit berbeda.


Sifat Individualistis lebih terasa loe loe gue gue, urusan mu urusan mu urusan gua urusan gua.


Jadi gak saling urus dan saling mencampuri urusan orang, karena sebagian besar mahasiswa dan mahasiswi kuliah malam ini, adalah orang yang sudah bekerja.


Sikap mereka semua rata rata lebih dewasa mandiri dan gak manja.


Membuat mereka terlihat sudah lelah, bila perkuliahan usai mereka ingin cepat cepat pulang, karena besok harus kembali bekerja dan kuliah lagi malamnya.


Tapi hal ini justru di sukai oleh Andi, yang dulu pun sejak awal kuliah, tidak memiliki teman di kampus.


Baru setelah Viona Santi dan Sarah muncul, Andi baru memiliki teman di kampus.


Sayang nya semua itu, tidak berlangsung lama, mereka semua kembali harus berpisah.


Selesai kuliah tanpa banyak ambil pusing, Andi langsung meninggalkan kampus dengan mengendarai motor gedenya menuju ke kost.


Selesai mandi dan sudah santai, Andi berbaring di kasurnya, sambil melihat lihat fotonya bersama Viona dulu.


Andi kemudian mengirim beberapa pesan yang menanyakan keadaan Viona hari ini.


Tapi pesan Andi kembali tidak mendapatkan balasan, sama seperti saat dia berangkat ke kota J.


Semua pesan yang dia kirim ke Viona juga tidak mendapatkan balasan.


Andi menghibur hatinya, agar tidak berpikir sembarangan, dan mencoba bersikap dewasa dan pengertian.


Berpikir positif, mungkin saat ini Viona sedang sibuk, sehingga tidak bisa membaca dan membalas chat nya.

__ADS_1


Atau mungkin Viona sedang bersama Rio, sehingga tidak leluasa, membuka dan membalas chat dari nya.


Akhirnya Andi mencoba memejamkan matanya, untuk beristirahat.


Agar besok pagi-pagi bisa bangun, mengantar sarapan buat Violin, sebelum dirinya pergi ke sasana TAH.


Di tempat lain Violin yang juga sedang berbaring di kasur nya, entah kenapa setiap memejamkan matanya wajah Andi selalu muncul.


Hal ini membuatnya menjadi gelisah dan sulit tidur, akhirnya dengan iseng dia membuka HP nya dan mengirim pesan ke Andi.


"Kak sedang ngapain ? sudah tidur belum ?"


Andi yang hampir tertidur, terkejut saat mendengar suara chat masuk.


Dia buru-buru membuka HP nya, karena matanya belum terbiasa dengan cahaya HP.


Melihat sekilas, Andi mengira itu pesan dari Viona, dengan buru-buru Andi membuka dan membaca nya.


Kemudian sambil tersenyum, Andi tidak memperhatikan siapa pengirimnya.


Andi langsung mengirim balasan.


"Bisa ngapain lagi, selain berbaring di kasur mengenang tentang kita, sambil membayangkan wajah mu yang cantik.. dan selalu membuat ku terpesona karnanya."


"Gimana aku bisa tidur, bila setiap menutup mata wajah cantik mu, pasti akan muncul di hadapan ku."


Setelah membalas pesan tersebut dan menunggu beberapa saat tidak ada balasan.


Andi pun memilih meletakkan HP nya kesamping dan meneruskan tidurnya.


Andi tidak sadar chatnya yang salah alamat, membuat Violin yang membacanya, seluruh wajahnya menjadi merah panas bagaikan kepiting rebus.


"Apa apaan ini kak Andi kenapa tiba-tiba jadi gombal gini..? apa karena terlalu rindu dengan kak Viona dia malah jadiin aku pengganti kakak..?"


"Tapi gak mungkin, kak Andi bukan orang seperti itu bantah Violin sendiri."


Akibat chat balasan dari Andi, Violin menjadi semakin sulit tidur, dia bolak balik terus berpikir kenapa Andi mengiriminya pesan mesra seperti itu.


Ada perasaan senang bahagia malu, tapi di saat bersamaan dia juga merasa ragu dan kurang percaya diri.


Selain itu dia juga takut Andi ternyata hanya sedang mempermainkan perasaan nya dan perasaan kakak nya.


Tapi setiap muncul pikiran jelek tentang Andi, dia selalu akan membantahnya sendiri.


Setelah bolak balik termenung, akhirnya jam 2 pagi Violin baru bisa tidur.


Saat alarm berbunyi, Violin merasa sangat terkejut apalagi saat melihat jam weker di sebelah nya, sudah menunjukkan jam 5 pagi.

__ADS_1


Padahal dia merasa seperti baru saja tertidur sebentar, tapi kini dia sudah di hadapkan dengan situasi dimana dia harus segera bangun tidur.


__ADS_2