AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENJEMPUT ROMBONGAN ANDI MENUJU PABRIK BARU


__ADS_3

Nicole dengan santai langsung menyebutkan nomor ponselnya.


Setelah itu, dia pun melanjutkan mengantarkan yang lainnya ke kamar mereka.


Terakhir Nicole baru mengantar Andi menuju kamarnya yang terletak agak diujung, sedikit terpisah dari rekannya.


Rupanya kamar untuk Andi lebih spesial, lebih besar juga view-nya lebih bagus.


Dari kamar Andi bisa melihat dua view' dari sisi yang berbeda,.dari arah balkon ruang kerja, Andi bisa melihat View gunung, sedangkan dari sisi balkon kamar tidur, Andi bisa melihat view laut luas.


"Bagaimana pak Andi ?"


tanya Nicole sambil tersenyum.


Andi mengangguk dan berkata,


"Pak Wang terlalu boros mengatur kamar sebesar ini untuk ku, aku hanya seorang diri."


"Ini adalah kamar buat sebuah keluarga kecil.."


ucap Andi sambil tersenyum canggung dan merasa tidak enak hati.


Nicole tersenyum dan berkata,


"Pak Wang tidak pernah salah menilai orang, nikmati saja fasilitas yang dia berikan, ini sudah sepantasnya untuk pak Andi."


"Boleh saya pinjam ponsel anda ?"


tanya Nicole sambil tersenyum.


Andi pun memberikan nya, ke Nicole tanpa banyak pikir.


Nicole pun membuka ponsel Andi, begitu melihat tampilan depan layar ponsel Andi.


Nicole sambil tersenyum berkata,


"Siapa gadis beruntung ini pak Andi, istri atau pacar..?"


Andi pun menyadari siapa yang sedang di tanya kan oleh Nicole.


Sambil tersenyum yang sedikit di paksakan Andi berkata,


"Bukan dua duanya.."


"Maksudnya ?"


tanya Nicole heran, sambil mengangkat kepalanya menatap kearah Andi.


Andi memalingkan wajahnya menatap kearah view lautan luas dan berkata,


"Itu adalah foto mantan tunangan ku, kami sudah berpisah hampir 2 tahun lalu.."


Nicole menatap Andi dengan kaget kemudian buru-buru berkata,


"Maaf pak Andi, aku terlalu usil malah mengungkit kenangan sedih mu.."


"Ini HP nya, aku sudah masukkan nomer HP ku kedalam, bila perlu apa apa, jangan sungkan hubungi saja aku.."


"Sekali lagi maaf pak Andi,.."

__ADS_1


ucap Nicole sambil mengembalikan HP Andi dengan ekspresi tidak enak hati.


Andi menerima HP nya kembali dan berkata,


"Tidak perlu minta maaf, itu bukan salah mu terima kasih banyak atas perhatiannya.."


"Pak Andi kita mau pergi kelokasi pabrik besok atau nanti sore..?"


tanya Nicole mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.


"Bila Nicole tidak sedang sibuk, lebih cepat tentu lebih baik.."


ucap Andi sambil tersenyum.


Nicole mengangguk cepat dan berkata,


"Kalau begitu nanti sore sekitar jam 4, saya akan kemari menjemput pak Andi dan yang lainnya.."


"Sekarang pak Andi istirahat saja dulu, aku pamit permisi.."


ucap Nicole sambil bergerak mundur dan melambaikan tangan kecilnya.


Andi tersenyum dan menganggukkan kepalanya dan mengangkat tangan kanannya, sebagai balasan.


Nicole menutup pintu kamar tidur Andi, lalu dia bergegas keluar dari kamar apartemen Andi.


Setelah menutup pintu kamar apartemen Andi Nicole sambil tersenyum gembira seorang diri, berjalan santai meninggalkan apartemen Xing Ren.


Sementara itu di kamar Peter dan Kamar Marco,. dengan penasaran baik Marco dan Peter mereka sama-sama mengirim pesan ke Nicole.


Mencoba membuat janji kencan makan malam dengan nya.


Tapi pesan mereka berdua tidak berbalas.


"Ya, pak Peter,..di sini asisten nona Nicole ada yang bisa saya bantu.."


Tanpa menjawab Peter langsung mematikan panggilannya.


Begitu pula dengan Marco, dia juga mendapatkan jawaban yang sama.


Marco juga langsung buru-buru mematikan HP nya.


Diam diam mereka berdua mengumpat diri mereka sendiri, yang bagaikan katak buduk yang bermimpi ingin makan daging angsa langit..


Andi sendiri begitu tinggal sendirian, dia langsung mengirim pesan ke empat rekannya yang lain.


Andi meminta mereka bersiap-siap, jam empat nanti mereka akan diantar menuju lokasi pabrik oleh Nicole.


Setelah itu Andi baru turun dari kursi rodanya, duduk bersila di atas lantai.


Lalu mulai menyalurkan tenaga sakti Fu Mo Se San Cang, yang terus menerus bergerak menekan kearah jalan darah dan syaraf di kedua kakinya.


Setelah berlatih hampir setahun ini, kini jari jari kaki Andi sudah mulai bisa di gerakkan.


Hanya saja untuk bisa berdiri Andi belum sanggup, juga belum mampu.


Untuk itu Andi masih memerlukan waktu berlatih secara terus menerus.


Tapi dengan adanya perubahan hasil yang kelihatan di jari kakinya, Andi menjadi semakin semangat dan percaya diri, suatu hari nanti, dia pasti bakal sembuh kembali kedua kakinya seperti semula.

__ADS_1


Tak terasa, ketika Andi menghentikan latihannya, jam sudah menunjukkan pukul 3,30. sore.


Andi buru-buru pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri berganti pakaian.


Lalu dia menggunakan parfum kesukaan nya, sudah banyak botol dia habiskan.


Tapi yang selalu dia beli adalah parfum merk jenis dan wangi, yang sama persis dengan yang violin pernah belikan untuk nya.


Andi tidak pernah mengganti ataupun mencoba merk ataupun pilihan wangi jenis lainnya.


Andi sendiri juga tidak tahu kenapa dia hanya menyukai wangi ini, yang jelas Andi setiap memakai wangi ini .


Dia selalu merasa nyaman dan sangat akrab, familiar dengan wangi tersebut.


Tepat Jam 4 sore, Nicole kembali datang mengetuk pintu kamar Andi


Begitu kamar Andi diketuk, Andi pun buru-buru membuka pintunya.


Dia memang sudah siap dan memang sudah menunggu kedatangan Nicole.


Begitu pintu terbuka, Andi langsung melihat Nicole sedang tersenyum padanya dan berkata,


"Ayo kita berangkat,..?"


Andi mengangguk lalu dia mengeluarkan ponselnya menghubungi Marco, dan berkata.


"Ayo Marco, bilang ke yang lain kita berangkat sekarang."


Andi lalu mematikan ponselnya dan memasukkan kedalam kantongnya.


Nicole dengan sigap membantu mendorong kursi roda Andi.


Andi tersenyum canggung dan berkata,


"Maaf jadi merepotkan mu, begini."


Nicole tersenyum dan berkata,


"Gak papa santai saja, ini bukan masalah.."


Tak lama kemudian dari dalam kamar masing masing bawahan Andi satu persatu mereka keluar dari kamar mereka.


Marco yang keluar paling pertama, dia langsung menghampiri Nicole menggantikan posisi Nicole mendorong kereta Andi.


Sambil berjalan di sebelah Nicole dengan bisikan pelan dia berkata,


"Nicole nomor itu ?"


Sambil tersenyum tanpa menoleh, Nicole berkata,


"Benar, itu nomor asisten ku, bila kamu ada perlu apa pun hubungi saja dia.."


"Itu juga untuk memudahkan kamu, untuk bergerak di lapangan nantinya, asisten ku bisa membantu mu.."


Marco pun terdiam, tidak berkata apa-apa lagi.


Andi hanya menahan senyum, dia tidak mau ikut campur ataupun komen, karena itu di luar urusan pekerjaan mereka.


Meski dia atasan Marco, tapi dia tidak mau terlibat bila itu bukan urusan pekerjaan.

__ADS_1


Setelah Marco, Peter pun menanyakan hal yang sama dengan pura pura menggantikan Marco mendorong kursi roda Andi.


Marco yang sedang kehilangan moodnya dengan senang hati memberikan posisi nya ke Peter.


__ADS_2