
"Baiklah kalau begitu kamu pergi bersiap-siap lah, setelah itu bantu mama mengurus kedua adik mu ya nak.."
"Mama harus berangkat sekarang, bila telat majikan mama akan ngomel ngomel lagi.."
ucap Mama Violin sambil terlihat buru-buru meninggalkan dapur.
"Ya ma tenang saja, biar Lin yang urus adik adik.."
ucap Violin sambil ikut mengantar mamanya sampai halaman depan rumah.
Sebelum pergi mama Violin memeluk Violin dan mencium keningnya sambil berkata,
"Makasih ya nak,..mama sungguh bangga pada mu nak.."
Violin membalas memeluk mamanya dan berkata,
"Mama jangan berpikir terlalu banyak, hati hati di jalan ya ma.."
"Lin kalau ada waktu ajaklah nak Andi bertemu dengan Mama, mama sangat penasaran dengan anak itu...ingin mengenalnya lebih dekat.."
Violin menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Ya ma,.. Lin akan atur waktunya nanti..hati hati di jalan ma.."
Mama Violin mengangguk lalu dia mengendarai motor nya meninggalkan halaman rumah mereka.
Setelah melepaskan kepergian mamanya, Violin pun buru-buru masuk kembali kedapur, membantu mengurus kedua adiknya mandi dan berpakaian.
Lalu menyiapkan sarapan dan bekal seadanya buat kedua adiknya, saat mereka makan Violin baru pergi mandi berganti pakaian seragam.
Setelah rapi sambil menggendong tasnya, Violin pun mendorong motor nya ke halaman di mana kedua adiknya sudah menantinya di sana.
Violin langsung berangkat meninggalkan rumah bersama kedua adiknya, tanpa sempat berpamitan kepada ayahnya, yang masih molor karena habis teler semalam.
Sampai di sekolah Violin baru memarkirkan motornya.
Seorang satpam langsung bergegas menghampirinya dan berkata,
"Neng,.. Neng.. Violin..kan ?"
"Ya pak ada apa..?"
tanya Violin heran.
"Ini neng..tadi ada pemuda bernama Andi, menitipkan sarapan ini buat neng.."
ucap satpam itu sambil menyerahkan sebuah bungkusan kepada Violin..
"Ohh makasih ya pak, maaf ngerepotin.."
ucap Violin merasa tidak enak hati.
"Ohh gakpapa neng..santai aja.. silahkan di lanjut, saya harus segera kembali ke pos sana.."
ucap Satpam itu ramah, kemudian berlalu dari sana.
Andi setelah pengalaman melihat cara Sarah menarik simpati satpam di kost Viona.
__ADS_1
Pagi ini, saat harus merepotkan Satpam sekolah Violin.
Andi meniru gaya Sarah, dia pagi tadi sudah memberikan sebungkus rokok sebagai pelicin, sehingga para satpam itu dengan senang hati menjalankan permintaan Andi.
Violin menenteng sarapan di tangannya dengan hati gembira berjalan menuju kelasnya.
Dia yang memang belum sarapan, segera membuka bungkusan yang Andi kirimkan padanya.
Ternyata di dalam bungkusan berisi sekotak donut dengan berbagai pilihan rasa dan warna.
Violin hanya makan 2 biji, sisanya dia simpan kedalam tas.
Dia berencana membawanya pulang untuk kedua adiknya nanti.
Violin tersenyum sendiri, membayangkan ekspresi gembira kedua adiknya, bila melihat donut yang dia bawa pulang buat mereka berdua.
Violin kemudian mengeluarkan HP nya dan mengirim pesan ke Andi.
"Kak makasih ya donutnya, rasanya enak sekali.."
"Kakak pasti sibuk ya pagi ini ? sehingga sarapannya di titipkan sama pak satpam."
"Lain kali bila kakak sibuk, jangan maksain ngantar sarapan buat Violin."
"Violin bisa sarapan di sekolah.."
Sesaat kemudian SMS Violin langsung di balas Andi.
"Gakpapa Lin, kakak sekalian lewat kok, santai aja.."
"Lin harus sarapan, biar sekolah nya pintar dan fokus, agar bisa fokus dan tetap semangat perut tidak boleh kosong..."
Setelah membaca SMS balasan dari Andi, Violin matanya langsung berkaca kaca.
Dia sangat terharu dengan perhatian yang begitu tulus dari Andi terhadapnya.
"Makasih kak.. Violin janji tidak akan kecewakan harapan kakak, Violin pasti akan mewujudkan nya."
"Agar kakak bangga dengan Violin.."
gumam Violin berjanji dalam hati kecilnya.
Di Sasana Andi setelah membalas pesan Violin, dia langsung kembali bekerja menyikat WC pria, yang bau dan kotornya amit amit.
Karena rata-rata pengguna nya, bila tidak pipis sembarangan dan tidak menyiramnya, tentu mereka akan meninggalkan emas batangan yang mengapung indah di lobang closed menyambut kedatangan Andi Setiap pagi.
Tapi Andi tidak pernah mengeluh sedikitpun, sehabis bersih bersih, dia baru berlatih sendiri.
Terkadang di temani ko Ahong, sambil berbagi pengalaman dan berbagai tehnik kuncian, buat Andi saat menghadapi situasi ground fighting.
Tapi hari ini Andi memilih tidak terlalu banyak berlatih yang berat berat, dia hanya berlatih pernafasan dan treadmill saja.
Karena kondisi cederanya masih terasa nyeri, belum begitu leluasa bergerak.
"Di kamu kenapa kok hari' ini latihannya sedikit lain..?"
tanya ko Ahong saat melewati tempat Andi sedang berlatih.
__ADS_1
Andi tersenyum tanpa berkata kata, dia mengangkat sedikit bajunya menunjukkan kepada ko Ahong sambil terus berlari kecil di mesin treadmill.
"Wow...wow... cedera itu, jangan bilang kamu sudah pergi kesana ya..?"
tanya Ko Ahong antusias.
Andi mengangguk kecil sambil tersenyum membenarkan.
"Gimana hasilnya..?"
tanya ko Ahong ingin tahu.
Andi tersenyum dan berkata,
"4kali menang dan ini hadiahnya.."
Andi menunjuk luka di dada dan rusuknya.
"Paling cepat Minggu depan baru bisa turun lagi.."
ucap Andi yakin.
"Gila loe di...cari mati luka seperti itu paling cepat 1 bulan baru boleh turun lagi.."
"Uang sih penting,...tapi nyawa dan kesehatan jauh lebih penting..di..."
ucap ko Ahong mengingatkan.
Andi tersenyum dan berkata,
"Benar itu bos..kalau tidak ingat itu, aku pasti lanjut ke yang ke 5.."
Ahong menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Dasar gila,...sudah klo kurang sehat seminggu ini istirahat aja di rumah, gak usah ke sasana."
"Gaji mu gak bakalan ku potong.."
"Ohh ya,.. hampir lupa aku sudah daftarkan kamu di pertandingan Pride 3 bulan lagi kamu akan turun tanding.."
"Lawan mu adalah si mulut besar Ginting, dia belum terima di kalahkan oleh mu kemarin, dengan cara yang melanggar aturan itu.."
"Jadi dia memaksa menerima tantangan dari mu, dengan mempertaruhkan 2 sabuk yang dia miliki."
"Bila berhasil mengalahkannya, karena Sasana kita punya 3 gelar, aku bisa mengirim dan merekomendasikan mengikuti kejuaraan Internasional.."
"UFC di Las Vegas Amerika serikat.."
"Berjuang lah aku yakin kamu bisa, bila bisa mengalahkan Connor MC Gregor, 35 M yang kamu butuhkan pasti akan terwujud.."
ucap Ko Ahong memberi semangat.
Kemudian dia pun berjalan menuju ke tempat lain, membantu Maria sekretarisnya yang sedang berlatih back up, untuk mengencangkan dan membentuk otot di bokongnya supaya lebih padat.
Andi hanya tersenyum melihat sikap bosnya yang buaya, tapi sangat baik terhadapnya.
Selesai berlatih dan mandi, Andi langsung berangkat seorang diri menggunakan ojek menuju kompleks tempat tinggal Violin.
__ADS_1
Andi langsung menuju rumah Bu Norman, istri pak lurah di perkampungan tersebut.