AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
RED DEVIL MUSUH KE-TIGA


__ADS_3

Tomy White mengeleng gelengkan kepalanya mengusir rasa kunang kunang di depan matanya.


Setelah itu dia kembali bangkit berdiri, lalu kembali bergerak mendekati Andi.


Setelah dua kali terpelanting di buat Andi, Tomy White kini merubah tinjunya menjadi cengkraman, yang berusaha menangkap bahu dan leher Andi.


Andi bergerak mengindari cengkraman tangan Tomy White, yang jarinya besar besar seperti pisang Ambon.


Setiap berhasil menghindar, Andi selalu membalas dengan tendangan keras kearah kepala Tomy White.


Lama lama sengatan demi sengatan itu membuat Tomy White, merasa nyeri, juga jengkel.


Suatu ketika dia berpura-pura ingin menubruk kearah Andi dengan kedua cakarnya, begitu Andi menghindar, lalu kembali melepaskan tendangan keras kearah kepala nya.


Dengan sigap Tomy White menarik kembali kedua tangannya di ditengah jalan, dia merubahnya untuk menangkap pergelangan kaki dan pinggang Andi yang sedang melepaskan tendangan.


Andi sangat terkejut saat kaki dan pinggang nya terkena cengkraman Tomy White, Andi segera menggunakan kakinya yang lain untuk melepaskan tendangan kearah wajah Tomy White.


Tapi tendangan Andi menjadi sia sia saat tubuhnya terangkat keatas oleh Tomy White, karena kaki Andi tidak dapat mencapai wajah Tomy White yang berada di luar jangkauan nya.


Tomy White dengan kuat membanting Andi keatas lantai.


"Brukkk...!"


Tubuh Andi terbanting dengan sangat keras, sesaat Andi merasa seluruh pandangannya menjadi gelap.


Saat Andi membuka matanya, Tomy White sudah duduk di atas tubuhnya, sebelah tangan nya mencekik leher Andi seperti capitan baja.


Membuat Andi kesulitan bernafas, sedangkan tinju nya yang besar menghujam deras kearah wajah Andi.


Andi mengangkat kedua tangannya, untuk menepis dan mengalihkan tinju itu menyamping, sehingga tidak mengenai wajahnya.


Tinju yang di lancarkan oleh Tomy White selalu berhasil di tangkis menyamping meleset dari sasaran.


Tapi cekikikan dileher yang semakin lama semakin kuat ini yang berbahaya, leher Andi bisa remuk dan patah di buatnya.


Andi tidak bisa melepaskan cengkraman nya, tapi Andi berhasil mencengkram satu persatu jari Tomy White, Andi memulai nya dari jempol dan langsung mematahkan nya.


Di susul dengan jari telunjuk, yang juga dipatahkan nya.


Tanpa menghiraukan teriakan kesakitan Tomy White yang akhirnya mengendorkan cekikikan dileher Andi.


Andi menyalurkan tenaga dalam nya, kearah tinju uniknya, lalu dia Lesatkan dengan sangat cepat kearah bawah jakun Tomy White.


"Ngekkk..!"


terdengar bunyi tertahan dari Tomy White lalu tubuhnya Roboh kesamping meninggalkan dada Andi yang sedang dia duduki.

__ADS_1


Kedua tangan nya di gunakan untuk memegangi lehernya yang kesulitan bernafas, wajahnya sampai membiru.


Sementara itu Andi setelah terlepas dari cengkraman tangan Tomy White, dia baru bisa bernafas dengan lega, sambil terbatuk-batuk.


Kedua orang itu terpisahkan, tapi sama sama terguling di atas lantai, tidak ada yang berdiri.


Wasit dengan bingung tetap melanjutkan melakukan perhitungan.


Siapapun yang berhasil bangun duluan sebelum hitungan kesepuluh, akan di anggap sebagai pemenangnya oleh wasit.


Baik Andi maupun Tomy White sama sama kesulitan bernafas, tapi kondisi Tomy White terlihat lebih parah.


Pada hitungan ke 7 Andi sudah berhasil bangkit dengan tubuh berjongkok di atas arena.


Sedangkan Tony White masih terguling diatas tanah, megap megap memegangi lehernya.


Tapi pada hitungan kesepuluh, Tomy White tiba tiba mendahului Andi yang sedang berjongkok, untuk berdiri.


Wasit terlihat bingung menentukan siapa yang keluar sebagai pemenangnya, dia buru-buru berlari untuk berkonsultasi dengan 3 orang juri, yang duduk di bawah arena pertarungan.


Selagi wasit sibuk berunding dengan juri.


Tomy White dengan ganas sudah menerkam dan menangkap leher dan pinggang Andi untuk diangkat keatas kepala nya tinggi tinggi .


Lalu dia dengan sekuat tenaga membanting tubuh Andi keatas lantai.


Tapi Andi dengan sigap menangkap leher belakang Tomy White dengan kedua tangannya, sehingga tubuhnya tertahan di sana.


Darah mengucur deras membasahi mulut dan dagu hingga menetes kedadanya.


Melihat pergerakan Tommy White sedikit limbung, Andi yang seperti seekor lintah, kini duduk di bahunya Tomy White, kedua kakinya menjepit lehernya Tomy White dengan kuat.


Andi menggunakan siku tangannya, yang teraliri tenaga dalam menghantam ubun ubun Tomy White berulang kali.


Hingga tengkorak Tomy White melesak kedalam, darah muncrat membasahi seluruh wajah Andi.


Andi roboh bersama sama dengan tubuh Tomy White yang jatuh berdebum seperti batang pohon pisang yang ambruk.


Setelah mereka berdua terjatuh secara bersamaan, Andi langsung bangun berdiri dengan wajah bersimbah darah Tomy White.


Sedangkan tubuh Tomy White yang berkelonjotan di atas lantai, segera diangkat keluar arena dengan di tandu.


Wasit pun menyatakan Andi keluar sebagai pemenangnya.


Berry dengan gembira langsung membawa Andi masuk keruang ganti.


Begitu masuk keruang ganti, Andi langsung masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan diri dari darah Tomy yang membasahi seluruh wajah dan pakaian nya.

__ADS_1


Andi membiarkan air hangat selain membasuh darah yang menempel di tubuh nya, juga membantu menghilangkan rasa sakit di kepala belakang, leher di bagian belakang dan tulang punggung nya.


Andi menerima cedera itu, saat tubuhnya di banting oleh Tomy White dengan telak keatas lantai.


Setelah merasa tubuhnya jauh lebih segar, rasa sakitnya mulai berkurang.


Andi baru mematikan keran, menggunakan handuk kering mengeringkan seluruh tubuhnya yang basah.


Setelah berganti pakaian kering Andi baru melangkah keluar dari kamar mandi.


Saat keluar dari dalam kamar mandi.


Andi kembali melihat ada seorang pria berpakaian rapi sedang menanti dirinya.


"Kenalkan aku Brio, aku manajer red devil, aku kemari untuk menawarkan pertarungan berikutnya."


"Kira kira setengah jam lagi, dengan bayaran 300 juta bagi yang menang.."


"Bagaimana apa pak Andi tertarik..?"


tanya manajer itu sambil tersenyum.


Berry di belakang manajer itu terus menggelengkan kepalanya, menolak pertandingan tersebut.


Tapi Andi menyalaminya dan berkata,


"Aku terima tantangan nya, setengah jam lagi kita bertemu di arena."


Brio tersenyum lebar dan berkata,


"Pak Andi anda luar biasa, aku salut dengan keberanian mu.."


Setelah itu dia pun sambil tersenyum meninggalkan ruangan ganti Andi.


"Kamu benar benar gila, sudah tidak sayang nyawa kamu rupanya.."


ucap Berry kesal.


"Kalau begini terus tidak sampai 3 bulan, kamu akan meninggal di arena ini.."


ucap Berry mencoba mengingatkan Andi.


Andi hanya menanggapinya dengan tersenyum dan berkata,


"Sudahlah kamu tenang saja, bagaimana dengan informasi lawan berikutnya ini ?"


"Apa kamu punya informasi tentang red devil..?"

__ADS_1


Berry menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya dia berkata,


"Ku beritahukan pada mu, red devil itu orang Indian, Dia adalah juara 10 pertandingan tidak terkalahkan."


__ADS_2