AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
YOU ONLY MY SUNSHINE


__ADS_3

Sesaat kemudian mobil Andi sudah meluncur meninggalkan kediaman James menuju jalan tol untuk kembali ke apartemen Andi.


Dalam perjalanan, Andi yang melihat Viona tersenyum bahagia melihat kearah jendela.


Andi mengulurkan tangannya memegang tangan Viona dan berkata,


"Bagaimana Vi,.. udah terasa lebih plong dan gembira sekarang,. setelah berkumpul kembali dengan sahabat lama..?"


Viona menoleh menatap Andi, tangan Viona balas menggenggam tangan Andi dengan lembut dan berkata,


"Terimakasih di,.. terimakasih kamu selalu ada untuk memberikan ke untuk ku.."


"Asalkan kamu ada di sisi ku, aku pasti selalu merasa bahagia, terimakasih ya di.."


ucap Viona menatap Andi penuh perasaan.


Andi tersenyum dan berkata,


"Gak perlu berterimakasih, karena aku memang tercipta untuk mu.."


"Melihat mu bahagia, itu adalah ke juga untuk ku."


Viona membawa tangan Andi kebibir nya dan menciuminya dengan penuh kasih sayang..


"Di kamu harus ingat kata kata ku hari ini, bila suatu hari aku pergi,.."


Belum selesai ucapan Viona Andi sudah memotongnya.


"Tidak ada, kamu tidak akan pernah pergi, percayalah kamu pasti akan sembuh kembali.."


"Kita akan merawat cinta kita selama nya..hingga tua nanti.."


"Tidak akan ada yang pergi, baik aku maupun kamu.."


Viona mengangguk dengan penuh haru dan berkata,


"Kamu dengarkan aku dulu di,.. manusia berusaha, yang di atas yang sudah menggariskan, bila yang di atas menginginkan hal itu..kita hanya bisa berserah.."


"Ini seandainya terjadi,.. kamu harus dengarkan aku, jangan hidup dalam kenangan masa lalu.."


"Kamu sudah cukup berkorban dan cukup berusaha, jangan pernah ada penyesalan lagi.."


"Carilah pasangan terbaik untuk menggantikan aku menjaga dan merawat mu seumur hidup mu.."


"Hiduplah dengan bahagia bersama nya jangan pernah melihat ke hal hal di belakang lagi.."


"Lakukan yang terbaik terus melangkah kedepan.."


ucap Viona dengan airmata jatuh menetes ke punggung telapak tangan Andi.


Andi menganggukkan kepalanya berulang kali, tidak berkata apa-apa, membiarkan air bening jatuh bergulir di pipinya.


Di luar hujan juga mulai turun, seolah olah langit juga ikut turut bersedih untuk mereka berdua.


Andi menggunakan wiper mobil menghapus air yang jatuh membasahi kaca depan mobil nya.


Viona dan Andi duduk dalam diam, larut dalam pikiran mereka sendiri.


Melihat air hujan yang semakin lebat membasahi kaca depan dan kaca jendela samping mereka.


Akhirnya dalam keheningan mereka sampai juga di apartemen basemen, Andi setelah membantu Viona duduk di kursinya, Andi mendorong kursi roda masuk kedalam lift.

__ADS_1


Saat tiba dirumah suster Emi langsung menyambut mereka, kemudian dia langsung menggantikan Andi membawa Viona kedalam kamar.


Sedangkan Andi setelah menyerahkan Viona kesuster Emi, dia sendiri juga langsung pergi mandi di WC yang ada di dapur.


Andi duduk menunggu di ruang tamu sambil dengerin musik favoritnya.


Andi menunggu hingga suster Emi keluar dari kamar, dia baru masuk kedalam kamar.


Saat masuk kedalam Andi melihat Viona sudah tidur di kasur miring memunggunginya.


Andi tahu apa yang sedang di pikirkan dan di khawatirkan olehnya.


Viona takut harus berpisah darinya, dia belum rela melepaskan semua kebahagiaan yang akhir-akhir ini baru dia dapatkan..


Viona belum siap untuk berpisah, jadi dia menjadi takut dan sedih, paranoid sendiri.


Andi dengan sambar ikut berbaring di belakangnya dan berkata,


"Jangan bersedih dan berpikir yang bukan bukan yang akan mengganggu perasaan bahagia mu..'


"Mari kita hadapi bersama dan jalani dengan bahagia, yakinlah pada diri mu sendiri, seperti aku yakin dengan mu..'


ucap Andi sambil menciumi kepala Viona dengan lembut.


Viona mengangguk kecil tanpa menoleh, Andi menyusupkan tangan kanannya melewati rongga antara bantal dan leher Viona.


Lalu dia tidur miring tepat menempel di punggung Viona, tangan kirinya dia gunakan untuk menggenggam jemari tangan Viona dengan lembut.


Viona memejamkan matanya rapat-rapat menikmati pelukan hangat itu.


Malam itu mereka lewatkan dengan tidur dalam posisi seperti itu.


Hingga saat bangun pagi , Andi menemukan posisi sudah berganti, dia tidur terlentang dengan posisi Viona yang meringkuk tidur bersandar di dadanya.


Andi tersenyum lembut menanggapi gaya tidur Viona yang lucu.


Andi membiarkan nya begitu saja, hanya menatap wajah kekasihnya sambil tersenyum.


"Di kamu lihat apa ? jam berapa sekarang ? jangan sampai telat kita.."


ucap Viona dengan mata masih terpejam sambil tersenyum manja.


"Aku sedang lihatin wajah istri ku yang semakin lama semakin cantik."


ucap Andi lembut.


Viona tersenyum makin lebar, dan memukuli dada Andi dengan lembut.


"Gombal lagi, aku sudah tua kurus lagi,mana bisa cantik..?"


Andi tersenyum dan berkata,


"Wanita yang bahagia tentu semakin lama akan semakin cantik.."


"Usia tidak akan berpengaruh, kurus juga ada sisi cantiknya, begitupula sebaliknya.."


"Tergantung dari sisi mana kita melihat nya."


"Kamu ini paling bisa aja,.."


ucap Viona sambil membuka matanya menatap wajah Andi

__ADS_1


Lalu dia baru meraih hpnya dan melihat jam .


"Ahh sudah 5,30 kita bakal telat di,.."


ucap Viona panik dan langsung bangun dari kasur.


Andi tersenyum dan berkata,


"Sekali ini biar aku yang membantu mu, di luar masih hujan, suster kita pasti masih lagi enak enak tidur.."


Viona mengangguk dan berkata,


"Boleh tapi jangan kaget dan pingsan lihat darah ya,.."


Andi mengangguk dan berkata,


"Aku usahakan.."


Selesai berucap mereka berdua berjalan beriringan masuk kedalam kamar mandi.


Andi membantu membersihkan , memandikan, mengeringkan dan membantu memasangkan pembalut dengan telaten.


Setelah beres, Andi baru membantu mengeringkan rambut Viona.


Setelah Viona keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian.


Andi baru mandi membersihkan diri nya sendiri, setelah itu baru menyusul keluar berganti pakaian santai.


Tak lama kemudian mereka pun meninggalkan kediaman mereka.


Saat dalam perjalanan Viona berkata,


"Aduh lihat sudah 6,30 kita belum nyampe lokasi."


"Alamat neraktir deh kita.."


Andi tersenyum dan berkata,


"Bukan masalah, lama lama sekali, lagipula makan minum di sana juga gak mahal mahal amat lah.."


"kamu tenang saja, duduk manis, di luar juga masih gerimis.."


"Kalau sampai lokasi hujan berhenti kan malah pas..bisa dapat sinar matahari pagi yang sehat.."


Viona tersenyum lembut dan berkata,


"Kamu paling bisa menenangkan kepanikan ku, ya deh aku nurut.."


Viona pun iseng membuka music di mobil Andi, begitu music di hidupkan.


Viona pun terdiam mendengarkan lagu yang sedang di putar sambil tersenyum penuh haru.


You are my sunshine,..


My only sunshine...


You make happy,..


When Skies are gray..


You'll never know dear..

__ADS_1


How much i love you...


Please don't take my sunshine away,..


__ADS_2