AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BERCERITA KE SANTI


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Andi sudah berada di dalam mobilnya dan sedang meluncur kerumah Santi.


Dari peta yang di kirim ke HP nya, jaraknya tidak terlalu jauh, karena Santi memang memilih kontrakan yang tidak terlalu jauh lokasinya dari kampus.


Tanpa kesulitan Andi berhasil menemukan rumah kontrakan Santi, karena Andi melihat mobil Wrangler hitam milik James terparkir di halaman depan rumah mereka.


Setelah memarkirkan mobilnya di bawah pohon rindang, yang terletak di seberang rumah Santi, Andi segera berjalan kaki menghampiri rumah Santi.


Baru saja Andi memasuki halaman rumah Santi, pintu rumah Santi sudah terbuka dari dalam.


Terlihat Santi dan James berdiri berdampingan sambil tersenyum menyambut kedatangan Andi.


Andi sangat terkejut, dia baru tiba kok mereka berdua sudah tahu, apa mereka memang sengaja menunggunya pikir Andi dalam hati.


"Maaf membuat kalian berdua menunggu lama,"


ucap Andi merasa tidak enak hati membuat kedua orang itu menunggu nunggu kedatangannya.


"Gak juga tadi aku dan James lagi di halaman belakang panen sayuran, tiba tiba dia bilang kamu udah datang.."


"Aku gak percaya, kami bertaruh pun bertaruh hasilnya kalah deh aku.."


ucap Santi sambil tertawa.


Andi menatap James dengan curiga dan berkata,


"James kamu juga menguasai ilmu langka, pendengaran ribuan Li ya..?"


James sambil tertawa berkata,


"Mengkhayal kamu di.. aku juga menguasai' mengirim suara ribuan Li, dan pukulan merindukan kekasih kamu percaya..?"


ucap James sambil bergaya seperti pemeran film Yo Ko..


Santi tertawa terpingkal pingkal sambil memukuli lengan suaminya.


Andi sedikit heran melihat James yang biasanya pendiam dan dingin kini bisa bercanda melucu dan tertawa.


Melihat respon Andi sambil tersenyum James berkata,


"Jangan heran di,.ini permintaan ratu, aku harus menyesuaikan diri agar dia selalu gembira dan ceria.."


Andi mulai mengerti sekarang, James berubah karena kekuatan cinta nya pada Santi.


"Santi tadi kamu bilang sedang panen sayur, emangnya kalian berkebun sayuran..?"


tanya Andi heran.


James maju merangkul bahu Andi dan berkata,


"Yuk kita lihat lihat ke belakang rumah, melihat hasil karya kami berdua.."


Andi mengikuti mereka berdua menuju halaman belakang, Andi terkagum-kagum melihat tanaman hidroponik yang dibuat oleh James dan Santi.


Berbagai macam jenis sayuran segar hingga cabe semua ada di situ.


Andi mengacungkan jempol kearah mereka berdua dan berkata,


"Hebat..mantap..salut.."

__ADS_1


Kedua orang itu saling pandang kemudian mereka sama sama tertawa bahagia..


Melihat kemesraan kedua orang itu, Andi jadi kembali teringat keadaan dirinya dan Viona.


"Andaikan bisa hidup bahagia seperti mereka berdua, meski cuma sejam sekalipun, rasanya aku sudah cukup puas dan rela dipotong Beberapa tahun umur ku.."


batin Andi dalam hati.


Melihat perubahan ekspresi yang Andi tunjukkan, Santi segera bertanya,


"Kamu kenapa di ? hubungan mu dan Viona baik baik saja kan..?"


Andi tersenyum getir sambil menghela nafas panjang dia berkata,


"Susah di bilang San, yang jelas ujian agar kami bisa bersatu dan hidup bahagia seperti kalian, masih akan terus berlanjut.."


"Tidak tahu kapan akan selesai.."


"Entah perbuatan buruk apa yang telah ku lakukan sehingga aku dan Viona harus terus hidup dalam lingkaran, yang tidak ada putusnya bersama Rio.."


Santi dengan lembut maju menegang tangan Andi, mengajak nya untuk duduk di bangku panjang yang di letakkan di taman belakang, buat duduk bersantai.


Sedangkan James mengambil posisi duduk di bangku ayunan yang berada di hadapan bangku panjang itu


James duduk berayun-ayun di sana, menunggu untuk mendengarkan pembicaraan Santi dan Andi.


"Di,.. sebenarnya apa yang terjadi ?"


tanya Santi penuh perhatian.


Andi menghela nafas panjang dan berkata,


"Aku akan menceritakan semuanya, hitung hitung agar aku tidak menanggung sendiri beban ini.."


Sambil menatap kearah langit sore yang sedikit kemerahan, menjelang matahari terbenam.


Andi perlahan lahan berkata,


"Sudah tiga Minggu sejak Viona tiba tiba lost kontek, saat Rabu malam itu, hari hari berikutnya aku merasakan perubahan besar pada sikap Viona."


"Dia menjadi lebih dingin cuek dan gampang emosi."


"Tapi dia tidak bersedia menceritakan masalah nya, dengan alasan pekerjaan kantor bikin stress."


"Kemaren malam Minggu aku menghubungi HP nya, anehnya HP nya nyambung dan yang mengangkat nya adalah suara Rio."


"Tapi saat berbicara dengan Viona dan aku menanyakan hal itu, dia sangat marah dan langsung memutuskan sambungan telpon nya."


ucap Andi sedikit emosi.


Santi menatap Andi dan berkata,


"Apa kamu tidak tanya siapa pria itu, langsung menuduh itu Rio.."


Andi tersenyum getir dan berkata,


"Sudah dan Viona berkilah itu suara atasannya."


Santi menghela nafas dan berkata,

__ADS_1


"Mungkin saja itu benar suara atasannya, yang kebenaran mirip dengan suara Rio."


"Tapi heran bila di pabrik kan susah sinyal, kenapa telpon mu bisa masuk ya..?"


tanya Santi..


"Aku sudah tanyakan hal itu juga, dan jawaban Viona dia dan teman temannya, serta atasannya sedang keluar makan makan, sebagai acara perpisahan.."


ucap Andi memberi penjelasan.


"Tapi itu semua mungkin saja di..kamu harusnya percaya dan tidak terlalu paranoid dengan Viona, pantes saja dia marah.. di..."


ucap Santi mencoba membela sahabatnya, sekaligus menenangkan kegalauan perasaan Andi.


"San semalam aku diam diam berangkat ke pabrik Viona bekerja, dan aku menemukan Viona diantar keluar dari pabrik oleh seorang pria tidak tahu siapa.."


"Lalu Viona naik ke mobil yang datang menjemputnya pergi.."


"Kamu tebak siapa pengendara mobil itu.."


tanya Andi dengan wajah muram.


Santi terlihat ragu untuk menebak, tapi sebelum Andi melanjutkan berkata,


James lah yang berkata,


"Rio..."


Andi menoleh kearah James dan berkata,


"Alasannya..?"


"Masih perlukah alasan..? melihat ekspresi mu, orang itu pasti dia, sehingga kamu jadi galau begini, betul..?"


Andi mengangguk dan berkata,


"Kamu benar James, dan bukan hanya sampai di situ saja San, aku melihat dengan mata kepala ku sendiri, Viona di bawa oleh Rio masuk kedalam apartemen mewahnya.."


"Kamu kenapa saat itu tidak muncul mencegahnya..?"


tanya James.


"Andi tersenyum getir dan berkata,


"Berguna kah ? itu hanya akan mempermalukan dia, menyakiti perasaannya, tapi apa bisa merubah situasi.."


"Malam itu seperti itu, bagaimana dengan malam malam sebelumnya..?"


"Bisa mencegah malam itu merusak suasana, membuat keributan, bahkan ada kemungkinan mempermalukan diri sendiri.."


"Tapi berguna kah ? apa bisa merubah yang sudah terjadi sebelumnya..?"


"Taruhlah aku bersedia menerimanya, apakah Viona bersedia menerimanya, apakah dia bisa menghadapi ku setelah apa yang terjadi ?"


ucap Andi sedikit emosi, sambil meremas kepalanya sendiri kemudian diam tertunduk di sana.


"Aku yakin Viona pasti di bawah ancaman, aku sangat yakin Viona tidak akan berbuat hal seperti itu.."


ucap Santi..

__ADS_1


__ADS_2