AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
RESTORAN SUMUR


__ADS_3

Viona mendengarkan lagu itu sambil tersenyum sedih dan


berkata,


"Kamu masih sering mendengarkan lagu ini..?"


Andi tersenyum dan berkata,


"Entahlah di mobil ku, hanya ada lagi ini,.satu disc isinya cuma lagi ini semua.."


"Berry yang bantu bikinkan untukku."


"Kemanapun aku berangkat, lagu ini pasti menyertai ku.."


ucap Andi sambil tersenyum.


Andi menunjuk kearah depan dan berkata,


"Tuh mereka ada di sana, sedang menanti kita, pas banget hujan udah berhenti.."


"Yuk bersiap siap.."


Viona mengangguk, dia menghapus dua butir air mata haru nya, sambil tersenyum bahagia.


Andi turun duluan dari mobil, baru dia mengendong Viona di punggungnya berjalan menghampiri, Santi James Sarah dan dragon, yang sedang berteduh di bawah sebuah pondok peristirahatan pengunjung.


"Ayo kita jalan,.."


ucap Andi sambil tersenyum.


"Ya kalian paling telat jangan lupa janji,..!"


teriak Santi mengingatkan dari punggung suaminya.


Sarah juga mengangguk di belakang dragon.


Andi mengangguk dan berkata,


"Gak kan lupa tenang saja, nanti semua masuk bon ku.."


"Yuk jalan ,..!"


"Yuk,..!"


"Yuk,..!!"


seru James dan Dragon


Kemudian ketiga pria itu mulai melangkah beriringan sambil menggendong pasangan mereka masing masing di punggung.


Sedangkan Santi Sarah dan Viona tertawa tawa gembira di dalam pondongan pasangan mereka.


Ketiga pasangan itu menempuh perjalanan yang awalnya menurun, kemudian setelah tiba di sebuah lapangan luas.


Selanjutnya perjalanan terus menanjak dan menanjak semakin lama semakin curam.


Tapi baik Andi James dan Dragon, mereka terlihat tidak terpengaruh sama sekali.


Mereka masih bisa mengobrol santai saling melontarkan candaan diantara mereka berenam.


Nafas mereka terlihat teratur dan biasa saja.


Masih bisa tertawa dengan riang dan bebas.


James yang biasanya pendiam juga terlihat ceria dan banyak bicara.


Banyak rombongan lain, terutama para gadis mereka pada menatap kagum dan sedikit iri dengan nasib Santi Sarah dan Viona.


Mereka bisa dengan santai menikmati udara segar duduk di punggung pasangan mereka masing-masing.

__ADS_1


Karena perjalanan di lakukan sambil ngobrol bercanda dan tertawa, tahu tahu mereka sudah tiba di pos peristirahatan kedua.


Di mana di sana di sediakan saung saung yang khusus di sediakan untuk yang ingin beristirahat melepas lelah .


Andi James dan Dragon memilih berhenti di sana bukan ingin melepas lelah.


Mereka ingin bersantai, menikmati hawa udara yang segar, mengobrol santai sambil minum teh kopi dan makan beberapa penganan ringan.


Viona Santi dan Sarah yang paling semangat mereka terus berfoto-foto hingga puas.


Setelah puas mereka baru kembali kedalam saung menikmati teh kopi dan goreng an penganan ringan yang sudah Budi pesan oleh Andi untuk mereka semua nya.


Santi sambil tertawa berkata,


"Wah ini siapa yang pesan?"


James sama dragon menunjuk kearah Andi dengan bibir mereka.


"Wah Andi makasih ya, kamu baik banget tahu aja selera kita kita.."


"Tapi ini gak masuk taruhan ya, ini bonus.."


ujar Santi sambil tertawa.


"Dasar Mak Mak udah kaya pun tetap aja gak berubah.."


ucap Viona sewot, karena Andi yang di suruh bayar..


Sarah hanya menanggapinya dengan tertawa terpingkal pingkal.


Andi hanya tersenyum santai sambil merangkul Viona kedalam pelukannya.


Santi sambil bersandar di suaminya berkata,


"Biarin,.. kalau adu kaya dan terkenal, saat ini emang laki mu yang paling kaya dan terkenal."


Sarah semakin tertawa melihat Viona dan Santi saling berbalas pantun.


"Aih Mak Mak belagu, paling paling yang di lihat juga majalah popular dan play boy.."


ucap Viona mencibir.


James pun ikut tertawa dan berkata,


"Salah dia suka Hustler,.."


"Aduh,..aduh,..!"


teriak James kesakitan saat pinggangnya di cubit oleh Santi dengan gemas.


"Berani ya sekarang berkhianat ? gak bantuin malah nambahin."


Semua yang hadir pun jadi ikut tertawa melihat tingkah konyol pasangan itu


Andi sendiri gak heran, James sejak bersama Santi sudah banyak berubah terbawa sikap ceria dan ceplas ceplos istrinya.


Viona sambil tertawa menatap heran kearah Andi.


Andi tersenyum dan berkata,


"Inilah pengaruh kekuatan cinta, dia telah berhasil merubah gunung es, jadi air sungai yang jernih ."


Viona memberikan tanda jempol kearah Santi dan berkata,


"Hebat salut, gak percuma sering baca Hustler.."


Yang lain pun kembali tertawa ngakak mendengar ucapan Viona.


Hanya Santi yang cemberut, tapi sesaat kemudian dia pun ikut tertawa gembira.

__ADS_1


Setelah puas bersantai dan bercanda, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju kota L.


Langsung dengan tujuan restoran Sumur.


Perjalanan selanjutnya adalah terus menurun dan menurun hingga akhirnya mereka tembus keluar di pasar kota L.


Melihat banyak sayuran tahu kota L yang terkenal enak, Santi pun mampir untuk belanja.


Andi juga juga ikutan belanja dan berkeliling pasar sambil gendong Viona.


Sarah dan Dragon memilih menunggu di luar, Sarah malas masuk karena pasar tradisional agak becek dan bau.


Sedangkan Dragon dia memilih menunggui Sarah, demi keamanan kekasihnya.


Karena di sana banyak pria pengangguran yang terus mempelototi sepasang paha Sarah yang putih dan jenjang.


Sarah memang hanya mengenakan celana pendek jeans yang menampilkan sepasang kakinya yang indah dan panjang.


Kehadiran Dragon disana yang memiliki sepasang mata seperti mata naga sakti mencorong tajam.


Membuat para pria pengangguran itu menjadi segan, tidak berani macam macam.


Setelah Santi dan Andi keluar dari dalam pasar sambil menenteng berkantong kantong barang belanjaan mereka.


Mereka baru kembali melanjutkan perjalanan ke sumur.


Santi dan Sarah sudah turun berjalan biasa sambil merangkul lengan pasangan mereka masing-masing.


Hanya Viona yang tetap stay dalam gendongan Andi.


"Di,.. aku pengen turun jalan seperti Santi dan Sarah.."


ucap Viona manja.


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Jangan di sini sayang, tar bila sudah sampai di restoran sumur, aku janji, kamu boleh turun.."


Viona mengangguk kecil tidak membantah, dia tahu Andi lakukan itu demi kebaikan dirinya juga.


Kondisinya tidak boleh terlalu di paksakan, tidak boleh terlalu capek..


Andi takut nanti dirinya drop, sehingga selalu extra hati hati menjaganya.


Akhirnya mereka tiba juga di restoran sumur, sesuai janji Andi benar menurunkan nya, membiarkan dia berjalan sendiri.


Tentu saja dalam rangkulan mesra Andi.


"San ingat gak demi loe di Marcel makan ikan hidup di kolam Sono.."


ucap Viona sambil tertawa.


Santi pun langsung cemberut dan berkata,


"Buat apa sih bawa bawa nama mahluk itu, bikin Ill feel aja.."


"Gak jelas deh loe,.."


ucap Santi sewot.


Sarah sambil tertawa berkata,


"Ill feel sekarang ngomongnya, mentang mentang ada kakak ku.."


"Waktu itu ku lihat kamu malah terpesona lihat perkakas nya yang XL punya.."


"Ahh yang benar dek, kok aku baru dengar..?"


tanya James penasaran.

__ADS_1


__ADS_2