
Andi tersenyum dan berkata,
"Terimakasih, aku sudah cukup.."
James menoleh kearah Santi dan Monica secara bergantian, bertanya,
"Ada yang masih mau nambah..?"
Santi dan Monica hanya menggelengkan kepalanya, lalu Santi berkata
"Kita sudah cukup, kamu makanlah.."
James sambil tersenyum, dia lalu membawa semangkuk besar, yang berisi mie, masih cukup banyak kehadapan nya.
Lalu dia pun mulai makan dengan lahap, tapi pada suapan ketiga, tiba-tiba terdengar suara anak nya,
"Papa,..! Ivan gak suka makan mie buatan mami..perut Ivan jadi sakit mau eek,.."
James langsung menghentikan makannya dan berkata,
"Kenapa lagi Ivan,.. ? masakan nya enak kok,.. anak kecil makan gak boleh pilih pilih, nanti tuhan bisa marah..loh..."
Ivan dengan cemberut, mengacak acak mie di piringnya, kemudian dia berkata,
"Ivan gak suka mie kuah instan gini, Ivan maunya spaghetti buatan papi.."
"Udah ahh Ivan mau pergi eek, papi temani Ivan yuk..?"
"Ivan jangan nakal, papi sedang makan, biar mami aja yang temani.."
ucap Santi sambil mempelototi anaknya dengan wajah kesal.
"Gak mau,.. mami jelek,.. Van Van maunya sama papi aja.."
ucap anak itu tidak mau kalah dan semakin cemberut..
Santi jadi emosi, dia segera berdiri dari duduknya hendak melakukan sesuatu.
Sikap Ivan anaknya itu membuat dirinya malu di hadapan Andi.
Sudah mengatai masakan yang dia buat capek-capek tadi gak enak, kini malah tidak mau dengerin yang dia katakan.
Malah berani melawan, pikir Santi bila kecil gak di didik dengan baik besarnya mau jadi apa..
Tapi sebelum niat Santi terwujud, James dengan sabar menyentuh bahunya dan berkata,
"Sayang kamu ngobrol saja sama Andi, kalian dah lama gak ketemu."
"Ivan biar aku yang urus, nanti bila sudah tidur aku baru menyusul.."
"Tapi kamu belum makan,..!"
__ADS_1
ucap Santi kurang puas.
James tersenyum dan berkata,
"Aku bisa makan sambil menungguinya di sana.."
"Mana bisa seperti itu, masa kamu makan sambil nungguin dia eek, gak boleh, kamu jangan terlalu manjakan dia.."
ucap Santi kurang puas, juga kasihan sama suaminya.
James tersenyum sabar dan berkata,
"Sudah kamu tenang aja, itu bukan masalah bagi ku.."
Di dalam hati James berkata, jangankan cuma makan di depan WC, biar aku menonton orang eek sekalipun sambil makan, itu bukan lah masalah besar bagi ku.
Kamu tidak tahu, sebagai orang militer, terkadang kami bahkan harus bersembunyi dan bertahan di dalam Septic tank, menyelam dalam lautan kotoran.
Sebelum Santi sempat membantah, James sudah menyatukan sisa makanan Ivan ke dalam mangkuknya.
Lalu dia membawa mangkuk dan sumpitnya, sambil menggandeng tangan anaknya menuju WC.
Santi hanya bisa menghela nafas panjang, untuk menghapus rasa kesal dan tidak puas nya.
Monica yang menyadari kekesalan Santi segera berkata,
"Kak Santi tenang aja, kak James gak bohong, urusan segitu bukan masalah untuk nya.."
"Jadi makan depan WC jelas cuma masalah kecil.."
"Kak James juga sudah terbiasa hidup menahan lapar bersama ke 6 saudaranya itu.."
"Makanya dia sangat anti menyia nyia kan makanan meski cuma setitik pun.."
Santi menatap Monica dengan heran dan berkata,
"Kenapa aku tidak pernah dengar itu darinya ?"
Monica tersenyum dan berkata,
"Kak James bisa sukses menjadi raja perang selatan, bukan di dapatkan nya dengan mudah kak..'
"Kesulitan dan pengorbanan yang dia alami tidak lah sedikit, baru dia bisa berhasil diantara ratusan ribu anak anak tanpa orang tua.."
Andi mengangguk, dia yakin ucapan Monica sangat tepat, tidak ada kesuksesan yang bisa di raih dengan cara instan.
Dia dan Berry adalah salah satu contohnya, Andi jadi teringat saat 5 tahun yang lalu, di mana dia dan Berry untuk pertama kalinya menginjakkan kakinya di Amerika.
Sambil termenung Andi berkata,
"Yang dikatakan Monica sangat tepat, 5 tahun lalu ketika aku dan Berry pertama kali menginjakkan kaki di New York, kami berdua juga merasakan nya."
__ADS_1
Santi menoleh kearah Andi dan berkata,
"Di,.. ceritakan dong, apa yang terjadi 5 tahun yang lalu,? setelah kamu tiba-tiba menghilang dari kota J.."
Andi termenung kemudian dia mulai bercerita.
Kedatangan kami berdua ke New York awalnya berjalan lancar, karena baik aku maupun Berry sama sama memiliki tabungan yang cukup fantastis, hasil pengolahan Berry di bursa saham kota J selama ini.
Saat itu kami berdua memutuskan menyewa satu apartemen mewah, untuk tempat tinggal kami berdua.
"Berry tempat ini terlalu mewah dan besar, lebih baik kita cari yang sederhana, yang penting ada 2 kamar buat kita itu sudah cukup."
ucap Andi berusaha memberi usul ke berry.
Berry menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Di,.. ini namanya prestise, bila kita tidak tampil diri, dan tetap low profile."
"Mana ada investor yang bersedia mempercayakan modalnya, untuk di kelola dua anak kecil yang baru pertama kali, menginjakkan kakinya di New York.."
ucapan Berry sangat masuk akal, sehingga Andi pun tidak bisa membantah selain mengikutinya saja.
Setelah menyewa apartemen, Berry pun mulai mencari kendaraan, untuk aktivitas mereka berdua.
Berry dan Andi pergi ke sebuah showroom mobil bekas, mereka melihat lihat bertanya tanya.
Berry bagian bertanya, dan melihat lihat serta memeriksa kondisi mesin.
Sedangkan Andi yang duduk di kursi roda, kebagian mencatat catat harga spesifikasi dan brand name mobil tersebut.
Setelah mengecek ke 3 showroom mobil bekas, mereka melanjutkan pengecekan ke showroom resmi.
Setelah melakukan pengecekan harga bolak balik yang menghabiskan waktu hampir seharian.
Akhirnya Berry dan Andi memutuskan membeli sebuah mobil mercy edisi terbaru.
Berry memilih mobil mercy bukan karena dia menyukai mobil itu, tapi dengan mobil itu selain terlihat elegan dan cukup mewah.
Tapi yang paling utama, mobil itu bisa muat Andi untuk duduk di belakang.
Kondisi Andi yang seperti itu,.akan sulit bila dia memilih mobil sporty jenis dua pintu.
Padahal secara harga kedua produk itu harganya gak berselisih jauh.
Mereka berdua memutuskan membeli mobil baru dari showroom resmi, karena selisih harga di Amerika ternyata harga mobil baru dan bekas tidak selisih jauh.
Selain itu dengan harga mobil biasa di kota J, di sini mereka bisa mendapatkan mobil mewah.
Dari sini Andi dan Berry baru menyadari betapa besarnya selisih harga mobil di Amerika dan kota J.
Ini hanya menunjukkan betapa besarnya penghasilan pemerintah kota J, yang katanya negara miskin berkembang penuh hutang.
__ADS_1
Di mana setiap perusahaan milik negara selalu melaporkan defisit anggaran, hingga meninggalkan hutang ber triliunan.