AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BERENANG


__ADS_3

Andi duduk santai sambil merangkul Violin yang duduk bersandar di dekat nya.


Violin yang terlalu menghayati tontonan nya, sering marah marah sendiri, mengutuk aksi aktor cowok di dalam film yang di tonton dengan penuh emosi.


Andi hanya tersenyum menanggapi ocehan istrinya itu.


Begitupula saat Violin terharu dan menangis sampai termehek-mehek dan mencubit paha Andi untuk melampiaskan perasaannya.


Andi hanya bisa membantu memberikan tisue untuk nya, di mana meja sudah hampir penuh dengan tisue kotor istrinya yang berserakan.


Tapi memasuki film lanjutan kedua nya, Violin yang sudah terlalu lelah dan mengantuk, akhirnya tertidur pulas dalam pelukan Andi.


Melihat hal itu, Andi pun mematikan tv dan pendingin ruangan tamu.


Lalu dia dengan hati-hati menggendong Violin menuju kamar mereka di lantai dua.


Setelah kembali kedalam kamar, Andi dengan hati-hati membaringkan tubuh Violin yang Sexy ke atas kasur mereka, yang kain sprei nya masih berantakan.


Ketika menyentuh kasur Violin sambil bergumam kecil menarik Andi kebawah ikut berbaring di sampingnya.


Violin memeluk Andi dengan erat sambil mendengkur halus.


Andi tersenyum sendiri melihat gaya lucu dan imut istrinya ketika sedang tidur.


Andi pun ikut memejamkan matanya dan tidur sambil memeluk Violin.


Mereka berdua tertidur pulas hingga sinar matahari masuk kedalam kamar.


Andi sebenarnya sudah bangun, tapi dia memilih terus berbaring di sebelah Violin, agar Violin merasa nyaman dan terus tidur hingga puas.


Saat Violin membuka matanya, melihat Andi sedang berbaring sambil menatap nya, dan tersenyum senyum sendiri.


diapun berkata,


"Kak Andi kenapa senyum senyum? apa ada yang lucu dengan wajah ku..?"


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak sayang kamu sangat cantik dan sempurna, dalam kondisi apapun juga.."


"Aku tersenyum bahagia dan gembira, karena kini kita bisa terus selalu bersama seperti ini setiap hari nya.."


Violin memegang wajah Andi dengan kedua tangannya dengan lembut, lalu menariknya mendekat dan.


"Cup,...!Cup,...!Cup,...!"


Dia mendaratkan tiga kali ciuman kearah bibir Andi.


Setelah itu dia sambil tertawa bangun dari kasurnya dan berkata,


"Sudah aku mau bangun dulu."


"Bila terus seperti ini, nanti aku bisa jadi pemalas, gak bisa menunaikan tugas sebagai istri yang baik untuk mu.."


ucap Violin sambil tertawa.


"Hei kamu mau kemana ?"

__ADS_1


tanya Andi sambil bangkit dari kasur ikut menyusul Violin.


Violin membalikkan badannya, menahan dada Andi mendorongnya mundur hingga kembali duduk di kasur.


Violin sambil tertawa menempelkan dahinya ke dahi Andi dan berkata,


"Kamu gak usah ikut, di sini aja nunggunya.."


"Aku mau ke dapur bikinkan sarapan untuk kita, kalau koki handal seperti mu ikut, aku akan jadi grogi ."


ucap nya sambil tertawa.


Andi jadi tersenyum lebar mendengar ucapan Violin.


"Baiklah sayang, kalau begitu aku tidak ganggu kamu, tapi hati hati ya, jangan sampai melukai kulit mu yang halus ini ."


ucap Andi sambil menciumi punggung tangan Violin.


Violin tertawa gembira dan berkata,


"Udah ah,.. aku pergi dulu,.. kalau gini terus aku bisa gak jadi pergi.."


"Terjerat oleh gombal kakak, yang semakin lama semakin lihai.."


ucap Violin sambil tertawa dan bergegas meninggalkan Andi.


Andi tidak membantah, setelah Violin menghilang dari kamar, Andi pun ikut keluar dari kamar.


Dia langsung menuju ke lantai tiga, Andi berolahraga di sana sendirian seperti kebiasaannya selama ini.


Hanya saja sekarang Andi tidak lagi berolahraga seperti orang kesetanan, sekarang Andi lebih memilih berolahraga dengan santai, setahap demi setahap yang penting keringat keluar dan badan terasa segar.


Violin pun tiba ke ruangan gym membawa sarapan buat Andi.


"Udah stop dulu kak, ayo sarapan dulu yuk.."


ucap Violin sambil meletakkan nampan berisi sarapan di sebuah meja kecil yang di lengkapi dua buah kursi santai.


Andi menatap Violin lewat cermin dan menganggukkan kepalanya.


Andi mematikan mesin treadmill kemudian melangkah mendekati Violin.


Andi duduk di hadapan Violin, dan membuka mulutnya menerima suapan dari Violin.


"Gimana enakkan,..?"


tanya Violin sambil memperhatikan ekspresi Andi saat makan.


Andi mengangguk dan berkata,


"Enak,.. mantap,.. rasanya sama gak berbeda dengan buatan ku.."


Violin tertawa dan berkata,


"Ya iyalah sama kak, ini kan Indomie goreng, ya rasanya pasti standar, maksud ku gimana dengan telur goreng ku..?"


"Ohh telur goreng nya, hmm enak kok meski sedikit pahit, tapi masih bolehlah.."

__ADS_1


ucap Andi sambil tersenyum.


Violin tertawa dan berkata,


"Kak Andi bohong,.. itu pasti kurang enak, tadi aku sambil goreng sambil bikin teh manis.."


"Api terlalu besar lupa balik, jadi sebelah gosong, sebelah mulus,..hi,..hi,..hi..!"


Andi tersenyum dan membelai lembut rambut istrinya dan berkata,


"Gak masalah, yang penting niatnya, yuk kita makan sama sama,.."


Andi juga membalas menyuapi Violin, mereka saling suap hingga sarapan itu habis.


"Hah gerah,.. kak, renang yuk,..kak.."


Andi menatap Violin dengan menyesal dan berkata,


"Wah kalau pakaian renang mu, sepertinya masih ada di apartemen deh sayang.."


Violin sambil tertawa menarik tangan Andi keluar dari ruangan gym langsung menuju tepi kolam.


Setelah tiba di tepi kolam, dia berkata,


"kak Andi hadap kebelakang sana cepat,..'


Andi menuruti ucapan Violin membalikkan badannya.


Melihat Andi sudah memunggunginya, Violin pun menanggalkan seluruh pakaian luarnya.


Hingga hanya tersisa dalam an saja, dia langsung masuk kedalam kolam dan berkata,


"udah kak,.. yuk nyusul lah.."


Andi yang memang mengenakan celana pendek olahraga ketat multi fungsi, seperti celana pesepeda.


Dia hanya tinggal membuka bajunya saja bila ingin berenang.


Tapi Andi saat berada di pinggir kolam, dia berdiri terpesona melihat bentuk tubuh istrinya yang terlihat jelas di air yang sebening kaca.


Violin yang hanya mengenakan dalam an benar benar terlihat sangat Sexy dan menggoda.


Andi yang punya pengendalian diri tinggi pun, tak terlepas ikut tergoda.


Tanpa di sadari celana ketatnya di bagian bawah pusarnya menggelembung besar.


Violin yang mendapat tatapan mata aneh dari suaminya wajahnya menjadi merah padam.


Dia buru buru menggunakan tangannya sebisa mungkin menutupi bagian rahasia nya.


Tapi justru semakin ditutupi, justru terlihat semakin Sexy dan menggoda.


Violin yang tidak sengaja melihat ke bagian itu Andi, sepasang mata nya terbelalak kaget.


"Isssh,.. ! kakak,..! kenapa begitu memalukan..!"


teriak Violin sambil membalikkan badannya memunggungi Andi.

__ADS_1


Tidak membalikkan badannya masi baik, sekali membalikkan badannya, di mana Andi bisa melihat dengan jelas bagian pundak leher punggung hingga ke bagian pinggul dan bagian lainnya, yang begitu putih halus dan mulus kulitnya tanpa cela.


Seolah-olah bila ada lalat ataupun nyamuk mendarat di sana pasti akan terpeleset.


__ADS_2