AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BERENCANA PERGI KARAOKE


__ADS_3

Setelah berbasa-basi sejenak, Andi dan rombongannya mengikuti Nicole kembali ke mobil,


Mereka melanjutkan berkeliling dengan mobil hingga lokasi area lahan paling ujung, dimana terlihat sekeliling area telah di pasangi tembok setinggi 3 meter mengelilingi seluruh lahan pabrik.


"Nicole sebenarnya lokasi dan proyek ini sejak kapan mulai di kerjakan nya ?"


tanya Andi heran.


Andi merasa tidak mungkin Bos Wang jauh jauh hari sudah menyiapkan tempat ini khusus untuk proyek motor roda 3 nya.


"Sebenarnya sudah dari 5 tahun yang lalu lahan ini di beli oleh Pak Wang.."


ucap Nicole sambil nyetir.


Andi mengangguk, lalu kembali bertanya,


"Kulihat kepala proyek pak Yang dan teamnya bekerja sangat rapi dan teratur, tapi kenapa proyek yang di kerjakan selama 5 tahun sampai kini masih cuma seperti ini pembangunannya..?"


Nicole tanpa menoleh menjawab, "Sebenarnya proyek pembangunan di sini sempat di hentikan pak Wang 4 tahun yang lalu.."


"Loh kenapa ?"


tanya Andi heran.


Sambil menghela nafas, Nicole berkata.


"Group Wang sebenarnya bukan milik Bos Wang Lei seorang, selain Bos Wang Lei masih ada saudara tirinya Bos Wang Lei yang bernama Wang Xing.."


"Saat Bos Wang Lei membeli tanah ini dan memulai pembangunan untuk rencana pembuatan pabrik mainan anak-anak.."


"Wang Xing tidak menantang maupun berpendapat, tapi saat pembangunan tembok selesai."


"Wang Xing tiba tiba menantang proyek ini, setelah terjadi perdebatan sengit, hingga membawa bawa para dewan pemegang saham.."


"Wang Xing berhasil mempengaruhi para pemegang saham lain, menolak proyek Bos Wang Lei.."


"Karena kalah suara, Bos Wang Lei terpaksa menghentikan proyek, dan menggunakan uang pribadinya untuk mengganti uang Group Wang. "


"Yang terlanjur terpakai untuk membeli lahan dan proyek pembangunan tembok."


"Karena kehabisan dana, Bos Wang Lei terpaksa menghentikan proyek pembangunan pabrik mainan ini.."


"Secara kebetulan dua tahun kemudian, mainan buatan China di terpa isu menggunakan bahan plastik sampah daur ulang yang berbahaya buat anak anak..'


"Sehingga pasaran mainan produk China mengalami penurunan penjualan cukup signifikan di seluruh dunia.."


"Bos Wang Lei pun tidak jadi melanjutkan proyek pembangunan pabrik mainan skala besar ini.."


"Akhirnya setelah bekerja sama dengan pak Andi, Bos Wang Lei pun tertarik memanfaatkan lahan ini, untuk proyek masa depan pak Andi.."


ucap Nicole menutup penjelasannya, sambil memarkirkan mobilnya di depan sebuah restoran mewah bernama restoran Chai Hong ( Rainbow ).

__ADS_1


"Ayo pak Andi kita makan malam dulu di sini.."


Andi mengangguk dan berkata,


"Nicole saya harap kamu sampaikan ke Bos Wang, terimakasih atas sambutan dan niat baiknya memberikan pelayanan terbaik buat kami.."


"Tapi Proyek masih panjang, keuntungan belum jelas, yang pasti proyek besar ini memerlukan dana tidak sedikit.."


"Jadi aku sangat berharap biaya pelayanan seperti hari ini, cukup sampai hari ini saja.."


"Mulai besok aturkan saja makanan catering sederhana untuk kami sehari 3 kali sudah cukup.."


"Mengenai tempat tinggal, nanti bila pak Yang sempat, tolong minta dia bikinkan saja bangunan sederhana, di dekat lokasi pabrik sebagai Mess buat kami."


"Nanti kami bisa pindah kesana, itu akan lebih hemat dan bermanfaat."


Nicole sedikit kaget mendengar ucapan Andi, dia memandang Andi dengan heran dan berkata,


"Tapi pak Andi ini,.."


Andi tersenyum menatap Nicole dan berkata,


"Nicole jangan lupa, pengeluaran seperti ini, nanti bakal masuk catatan pengeluaran yang mengurangi keuntungan keseluruhan.."


"Sehingga saya sebagai pemegang saham juga akan ikut menanggung pemborosan ini.."


"Jadi bila bisa berhemat kenapa tidak, agar kelak pembagian keuntungan aku bisa dapat lebih banyak.."


Wajah Nicole menjadi merah, mendengar penjelasan Andi barusan.


Dia sedikit merasa tidak enak hati dan malu.


Dia hanya terlalu fokus memberikan pelayanan terbaik untuk menyambut Andi dan rombongannya.


Hingga lupa bahwa hal seperti ini bisa menimbulkan cost yang membengkak pada proyek mereka.


"Nicole tidak apa-apa, ini hanya saran ku untuk kedepannya, sedangkan yang sudah terjadi tidak apa-apa kita nikmati saja.."


ucap Andi berusaha menetralkan suasana canggung Nicole.


Nicole mengangguk dan berkata,


"Baiklah pak Andi, terimakasih masukkan nya, nanti akan saya sampaikan semuanya ke Bos Wang Lei."


Marco Peter Toni dan Doni tidak berkata apa-apa, mereka berempat buru buru turun begitu Andi dan Nicole selesai berbicara.


Marco menyiapkan kursi roda buat Andi.


Setelah itu mereka pun bergerak mengikuti Nicole masuk kedalam restoran mewah itu.


Melihat kedatangan Nicole pelayan restoran tersebut dengan sigap mengantar rombongan itu kesebuah kamar khusus.

__ADS_1


Tak lama kemudian satu persatu berbagai masakan yang di hias dengan cantik dan unik mulai di keluarkan.


Masakan utama yang terdiri dari dua jenis masakan, berbentuk burung Hong dan Naga, yang di letakkan di tengah tengah meja.


Adalah dua menu termewah andalan restoran tersebut, Marco Doni Toni dan Peter saking kagumnya.


Mereka berempat langsung sibuk dengan kamera HP mereka untuk mengambil gambar masakan masakan yang di sajikan di atas meja.


Hanya Nicole dan Andi yang bersikap biasa-biasa saja,.tidak terlalu heboh.


Setelah puas mengambil foto, Nicole memimpin doa sebelum makan, setelah selesai mereka semua pun mulai menikmati makanan dan minuman yang tersaji di atas meja dengan bebas.


"Pak Andi setelah dari sini, ada rencana mau kemana tidak ?"


tanya Nicole sambil menyumpit masakan di hadapannya.


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku sih tidak punya rencana, hanya ingin pulang istirahat agar besok pagi pagi bisa mengunjungi pabrik pembuatan mesin.."


"Tidak tahu kalau yang lainnya."


Doni langsung berkata,


"Ke karaoke, setelah itu lanjut ke diskotik itu baru mantab,.."


"Ini masih terlalu awal untuk pulang ke apartemen, yang ada malah suntuk nantinya.."


Toni Peter dan Marco serempak menganggukkan kepala mereka, menyetujui pendapat Doni.


Andi sambil tersenyum tidak enak hati menoleh kearah Nicole dan berkata,


"Maaf kelihatannya harus merepotkan mu lagi.."


"Nicole tersenyum dan berkata,


"Gak papa, itu bukan masalah."


"Bentar aku akan menghubungi teman teman ku, biar lebih seru ketempat seperti itu makin ramai makin seru.."


ucap Nicole sambil mulai mengetik ngetik SMS ke teman temannya.


Sesaat kemudian sambil tersenyum dia berkata,


"Ok mereka sudah siap, nanti kita langsung ketemuan di lokasi saja.."


Nicole meletakkan HP nya di atas meja, lalu mengambil sumpit dan melanjutkan mengambil makanan di hadapannya.


Peter Toni Doni dan Marco terlihat sangat antusias dan gembira, setelah mendengar Nicole sudah membuat janji dengan teman temannya.


Andi sendiri tidak terlalu menanggapinya, dia sebenarnya malas ikut, tapi gak enak hati dengan yang lainnya bila dia tidak ikut.

__ADS_1


Akhirnya Andi memutuskan ikut sebentar saja, baru nanti kabur pulang dengan taksi.


__ADS_2